Pada akhirnya, Randika dimarahi habis-habisan oleh Hannah. Dia tidak habis pikir kenapa kakak iparnya ini begitu sum.
Setelah 30 nit nerima olan itu, Randika masuk ke dalam kamarnya dan mandi. Setelah beberapa saat, Hannah dan Viona masuk ke dalam kamarnya.
"Ran, ayo kita makan!" Viona terlihat bersemangat begitu pula dengan Hannah.
Barusan saja, keduanya itu mbahas makanan enak yang ada di Makau. Saking banyaknya pilihan, tujuan hari ini adalah ncoba makanan sebanyak mungkin!
Setelah 8 jam di pesawat dan nerima olan Hannah, Randika jelas tidak sabar untuk ncicipi makanan.
Karena Macau rupakan destinasi wisata terkenal, beberapa jalan dikhususkan sebagai tempat kuliner. Salah satunya adalah Qingping straight street dan satunya lagi adalah Fulong new street. Karena hari sudah sore, reka milih Qingping straight street yang rupanya cukup dekat dengan hotel reka.
Hannah dan Viona benar-benar semangat, reka sesumbar bisa makan segala macam makanan yang dijual di sana. Randika ngikuti reka dan nikmati berbagai macam makanan, karena bagaimanapun juga, makanan di Macau sangatlah beragam.
Sore hari reka telah dihabiskan dengan makan dan belanja bersama-sama, hal ini cukup nyenangkan bagi Randika sekali pun.
Di tengah-tengah jalan-jalan reka, Hannah kadang-kadang ngambil foto reka bertiga yang sedang asyik makan. Dia ingin ngabadikan mon ini agar kakaknya di rumah bisa lihat kegiatan reka bertiga.
"Hei, hei, nanti malam kita mau ke mana?" Tanya Hannah.
Viona berpikir, matanya nampak bersemangat. "Bagaimana kalau kita ke kasino? Aku sudah lama ingin ncoba bermain di sana."
Kasino?
ndengar hal ini Hannah makin bersemangat. "Benar! Aku juga sudah lama ingin ncoba ke tempat seperti itu."
Di Makau, bukanlah makanan ataupun tempat pelacurannya yang terkenal lainkan kasino!
Banyak film Cina yang bertema judi disyuting di tempat ini dan mang kenyataannya orang-orang datang ke sini untuk berjudi. Bisa dikatakan bahwa Makau rupakan surga bagi para penjudi.
Ini bisa dibuktikan dengan jumlah kasino yang ada di Makau. Ada ratusan kasino yang berdiri di kota ini, sepertinya perjudian njadi salah satu pilar industri bagi kota Makau.
Yang paling penting adalah kegiatan berjudi rupakan hal yang legal di Makau. Jadi tidak akan ada polisi yang tiba-tiba nggerebek dan nangkap kalian ketika bermain, hal ini mbuat orang-orang berbondong-bondong untuk berjudi karena rasa aman yang ada.
Karena Viona dan Hannah tidak sabar pergi nuju kasino, Randika hanya bisa pasrah dan ikut bersama dengan reka. Sejujurnya dia tidak terlalu suka berjudi. skipun di kasino bawah tanah di kota Cendrawasih dia dijuluki dewa judi, itupun karena dia harus mbantu Richard sampai dia harus bermain.
Setelah beristirahat sebentar di hotel dan naruh tas belanja, reka bertiga pergi nuju kasino terdekat. Untuk nyesuaikan dengan suasana kasino, Hannah dan Viona makai gaun pesta malam reka. Tentu saja, baju ini baru saja reka beli tadi dan penampilan reka benar-benar nawan.
Dua perempuan dengan kecantikan bagaikan malaikat ini telah narik perhatian para lelaki yang ada.
Sedangkan Randika dengan baju biasanya berjalan di tengah-tengah reka berdua, dia nampak seperti seorang pemulung apabila dibandingkan dengan Hannah dan Viona. Semua orang yang lihat kejadian ini nghela napas reka, benar-benar sangat disayangkan kedua malaikat cantik itu harus berjalan dengan lelaki jelek.
Namun, tujuan reka bukanlah nggoda dan ncari perhatian Hannah dan Viona karena tujuan reka datang ke kasino adalah berjudi.
Hannah dan Viona natap sekeliling reka dengan semangat, kata-kata Hannah berikutnya mbuat Randika tersadar bahwa malam hari ini akan njadi malam yang lelahkan baginya. "Jadi kita mau main apa dulu?"
Randika nghela napasnya, dia lalu mbalas Hannah. "Pertama-tama, kita tukar uang kita dulu."
Setelah ndapatkan chip reka, reka bertiga mulai ncari permainan.
Di kasino ini, jumlah permainannya lebih banyak daripada kasino bawah tanah di Cendrawasih. Sebelum milih permainan, Randika mberikan penjelasan pada Hannah dan Viona.
"Ini namanya permainan rolet jadi kita di sini kita bisa bertaruh banyak seperti bola akan berhenti di nomor berapa atau berhenti di warna apa. Bisa juga kamu milih dia akan berhenti di angka 1-10 dll."
"Aku pilih angka keberuntunganku yaitu 21!" Teriak Hannah.
Viona juga ikut naruh chipnya tetapi bola putih itu sama sekali tidak ndekati nomor pilihan reka. "Ah tidak seru! Ganti, ganti!"
Randika lalu mbawa reka ke ja permainan yang lain.
"Kalau yang ini adalah Dragon and Tiger, kalian hanya perlu milih mana yang akan ndapatkan angka yang lebih besar."
"Kalau begitu aku pilih Dragon!"
"Ah kok tidak seru ya? Tidak ada rasa tegangnya begitu nurutku, ayo cepat kita ganti!"
Randika tidak berdaya, dia mbawa reka berdua ke tempat lain.
"Ini sin slot."
"Kalau yang ini permainan dadu."
"Kalau ini black jack."
Randika terus nerus mperkenalkan permainan-permainan yang ada. Sedangkan Hannah dan Viona ncobanya tanpa pikir panjang.
"Ah kita kalah lagi, ganti tempat baru kak! Siapa tahu di ja berikutnya kita lebih beruntung."
"Yah permainannya tidak seru, ayo kita cari yang lain."
"Hmm kok mainnya gini-gini aja ya? Tidak ada mainan yang lain?"
"Yah kalah lagi"
Satu per satu mainan telah reka coba. Untungnya saja, Hannah dan Viona hanya ingin ncoba semua permainan yang ada jadi tiap taruhan yang reka pasang hanyalah dalam jumlah yang kecil. Tetapi bagaimanapun juga, tingkat kenangan reka 0%.
Mau permainan apa yang reka coba, sepertinya hanya 2 hal yang pasti untuk Hannah dan Viona yaitu kalah lalu ganti permainan yang lain.
"Sialan, aku rasanya ditipu!" Hannah makin frustasi, Viona di sampingnya mulai nghiburnya.
"Aku kira keberuntunganku itu tinggi, kenapa aku kalah terus?" Hannah terlihat sedih.
Pada saat yang sama, ada seorang pria berdiri tidak jauh dari reka. Pria itu natap Hannah yang terlihat sedih. Dari awal Hannah dan Viona masuki kasino, matanya sudah tertuju pada reka berdua. Dari awal hingga akhir, kedua matanya itu tidak bisa lepas dari 2 sosok malaikat ini.
Kecantikan reka berdua benar-benar kelas dunia, terlebih lagi tubuh keduanya mbuat siapapun tidak bisa nahan nafsu reka.
Sedangkan untuk sosok Randika, dia sama sekali tidak peduli dan nganggapnya seekor semut.
Setelah sekian lama ngikuti, akhirnya dia lihat kesempatan untuk ndekati kedua perempuan itu. Pria bernama Yuan Ping ini rapikan bajunya dan berjalan nghampiri.
Randika yang berdiri di samping Viona dan Hannah hanya berkata sambil tersenyum. "Han, judi itu mang seperti itu. Apa kamu kira reka datang ke sini hanya untuk main-main sepertimu? reka semua datang ke sini untuk ncari uang jadi untuk nang itu perlu kesabaran dan strategi."
Hannah makin cemberut. "Tapi aku kan cuma ingin nang walaupun cuma sekali."
Randika ngangguk, mang dari 20 permainan yang telah reka coba, semuanya berakhir dengan kekalahan. Bisa dikatakan bahwa penghargaan pemain paling buruk ini cuma bisa diraih oleh Hannah.
Bagaimanapun juga, tidak mungkin orang bisa kalah segitu banyak secara beruntun.
Sedangkan Viona hanya ikut-ikutan jadi sekarang chipnya sama ngenaskannya dengan Hannah. Keduanya hampir kehabisan chip taruhan.
Viona tersenyum. "Han, sudah tidak apa-apa. Berikutnya kita pasti nang!"
Pada saat ini, Yuan Ping yang makai jas itu tersenyum ke arah reka. "Maaf ngganggu kalian berdua, aku baru saja lihat kalian kalah di beberapa ja tadi." Kata Yuan Ping dengan Bahasa Inggrisnya yang fasih.
Hannah ndengus dingin dan njawab pria itu dengan dingin. "Terus mangnya kenapa?"
Randika ngerutkan dahinya dan mperhatikan Yuan Ping tanpa ngeluarkan suara.
"Maaf nona, sepertinya Anda salah nangkap maksudku. Aku hanya tidak tega lihat kalian kalah seperti itu." Kata Yuan Ping dengan senyumannya yang paling tulus, dia lalu natap Viona. "Aku bersedia mbantu dua nona cantik ini untuk nangkan kembali uang kalian, aku jamin uang awal kalian akan njadi 2x."
Hannah terlihat tergoda dengan penawaran itu, dia benar-benar ingin nang. Tetapi dirinya sangat tahu bahwa manusia itu busuk, pasti ada udang di balik batu.
lihat keraguan Hannah, Yuan Ping terus tersenyum dan berkata padanya. "Kalian tidak perlu mbayarku sama sekali, kalian hanya perlu mberikan chip kalian yang sekarang dan aku akan ngembalikannya ke jumlah awal kalian."
Ini adalah trik Yuan Ping ketika nggaet perempuan di kasino. Ketika nanti uang reka sudah kembali maka dinding yang nghalanginya untuk niduri reka akan nipis. Sejauh yang dia tahu, tidak akan ada yang bisa nolak bantuan gratis apalagi lihat sifat dirinya yang jenteln ini.
"Bagaimana? Apa kalian berdua bersedia mpercayakan chip kalian padaku?" Yuan Ping terus tersenyum pada Viona dan Hannah. Selama dia bisa nangkan kembali uang reka, nangkan hati reka hanyalah masalah waktu.
Namun, tanpa diduganya, Viona dan Hannah noleh ke arah Randika. Hal ini mbuat Yuan Ping ngerutkan dahinya.
Entah kenapa Yuan Ping rasakan firasat buruk ketika lihat pria kumuh itu. Kenapa kedua malaikat cantik ini sepertinya minta persetujuan dari pria itu?
Sejujurnya, Hannah dan Viona sudah sangat bergantung pada Randika. Apalagi kejadian ini terjadi secara tiba-tiba dan kebetulan di lokasi paling maksiat di dunia.
Suasana hati Randika sudah buruk selama beberapa saat. Pria tersebut jelas nganggap dirinya itu butiran debu, untungnya saja Viona dan Hannah tidak takluk dengan gaya bicara Yuan Ping yang mikat itu.
Sekarang waktunya pembalasan!
"Kami tidak perlu bantuanmu, kami hanya sedang ingin bermain-main saja." Kata Randika.
ndengar tidak persetujuan Randika, Yuan Ping tidak mau nyerah. Dia lalu berkata pada Hannah. "Tidak masalah kalau kalian ingin bersenang-senang saja. Tetapi bukankah lebih nyenangkan lagi kalau kita ndapatkan uang? Biarkan aku mbantu kalian."
"Kamu tuli? Aku bilang kita tidak butuh bantuanmu." Randika ndengus dingin. "Apa kamu ingin rebut kedua pasanganku ini? Berani sekali kamu!"
Pasangan?
Hannah dan Viona natap bingung pada Randika, sejak kapan reka berdua njadi pasangannya Randika?
Tetapi Hannah sendiri rasa bingung ketika ndengar kata-kata Randika itu. Di satu sisi dia senang ndengar hal itu sedangkan satu sisi dia marah karena sejak kapan kakak iparnya itu ngaku-ngaku jadi pacarnya? Bukan berarti dia itu ingin njadi pacarnya! Dalam beberapa saat, wajah Hannah terlihat rah.
"Bukan, bukan, aku hanya ingin nyampaikan bahwa kemampuanku itu nomor 1 di kasino ini." Jawab Yuan Ping sambil tersenyum. "Kalau dibandingkan dengan kemampuanmu, jelas aku akan mbuat reka senang sekaligus ndapatkan uang."
Oh? Jadi dia nantang?
Randika tersenyum dalam hati, tetapi wajahnya tetap terlihat dingin. "Sepertinya kamu percaya diri sekali dengan kemampuan berjudimu?"
"Bisa dikatakan seperti itu." Yuan Ping tersenyum. Tatapan matanya ngandung ejekan pada Randika.
"Mau ncoba lawanku?" Kata Randika dengan santai.
Hannah dan Viona jelas terkejut ketika ndengar deklarasi perang ini.
Reviews
All reviews (0)