Apa Randika bisa berjudi? Pertanyaan ini terlintas di benak Hannah dan Viona.
Sedangkan untuk Yuan Ping, jelas dia tertawa dalam hati. "Kamu kira amatiran sepertimu bisa ngalahkanku?"
Wajah Viona terlihat khawatir terhadap Randika sedangkan ekspresi wajah Hannah terlihat bingung. reka sama sekali tidak tahu apakah Randika bisa berjudi atau tidak.
Yuan Ping yang pura-pura terkejut itu kembali tersenyum. Dia sangat suka nginjak-injak kepercayaan diri para amatiran yang rasa dunia judi itu mudah.
Sejujurnya, kemampuan berjudi Yuan Ping tergolong lumayan di kasino ini. Tetapi dia sangat percaya diri bisa ngalahkan Randika karena dia sudah mbuntuti reka sejak permainan reka yang pertama. Sangat jelas bahwa pria itu sama sekali tidak bisa bermain.
"Baiklah kalau begitu." Yuan Ping segera nyetujui ajakan Randika.
"Permainannya terserah kamu." Randika lalu ngambil chip Hannah dan Viona yang tersisa. "Aku hanya akan nggunakan chip ini untuk rebut semua chip yang kamu punya."
Kata-kata Randika mang terdengar santai tetapi hal ini nyulut api di dalam hati Yuan Ping. "Baiklah!"
Jadi pertarungan reka segera dimulai, Yuan Ping milih permainan dadu sebagai pemanasan.
"nebak besar atau kecil?" Viona yang berdiri di belakang Randika itu nampak khawatir.
"Hahaha kamu salah nona cantik." Yuan Ping tersenyum. "Kita akan nebak angka pada dadu."
Ekspresi Yuan Ping terlihat acuh tak acuh, bukannya nebak besar atau kecil, dia milih nebak angka yang ada pada dadu! Hal ini justru mbuat permainan sederhana ini njadi jauh lebih sulit.
Ekspresi wajah Randika sama sekali tidak berubah, dia hanya lemparkan semua chip yang dia punya.
Yuan Ping lalu ngambil sebuah wadah berupa gelas hitam dan masukan 3 dadu ke dalamnya. Salah satu dari reka akan ngocok sedangkan yang satu akan nebak angka pada 3 dadu tersebut.
Setelah masukan dadu, Yuan Ping mulai ngocok gelas tersebut. Randika terlihat tenang, sedangkan para penjudi yang lain mulai ngerubungi ja reka. Sepertinya reka nyadari bahwa ada pertarungan antara pemain di ja tersebut.
lihat Yuan Ping yang ngocok gelas tersebut, reka mulai berdiskusi satu sama lain. "Apa reka sedang main nebak besar atau kecil?"
"Seharusnya, tetapi bodoh sekali orang itu nantang Yuan Ping bermain."
"Tapi seharusnya kalau permainan dadu ini bergantung pada keberuntungan saja, toh peluangnya juga 50%."
Beberapa penjudi mulai mbahas permainan ini sedangkan Viona sudah sibuk dengan perasaan cemasnya itu. skipun dia sangat percaya dengan Randika, dia masih tidak bisa nahan rasa cemasnya ini.
DUAK!
Yuan Ping selesai ngocok dan naruh gelas tersebut di atas ja. Randika lalu berkata dengan santai. "3, 5 dan 6."
ndengar kata-kata ini, para penjudi yang ngitari ja itu terkejut. reka rupanya main nebak angka?
Kali ini semua heboh sendiri karena permainan ini sudah tidak masuk akal. mangnya ada manusia yang bisa nebak 3 dadu dengan benar? Jelas butuh indera keenam untuk nebaknya dengan tepat!
Jelas bagi orang biasa sudah hampir mustahil bisa nebak ketiga angka itu dengan benar, apalagi jika dia tidak miliki kemampuan lihat tembus pandang. Mungkin satu-satunya cara adalah dengan indera pendengaran. Tetapi hal ini benar-benar mustahil bagi para penjudi kelas atas sekalipun.
Randika dengan santai lontarkan tebakannya, hal ini mbuat Yuan Ping semakin rasa di atas awan.
Yuan Ping sudah tersenyum lebar, dia lalu ngangkat gelasnya tersebut. lihat angka yang ada, Yuan Ping benar-benar terkejut.
Ketiga dadu itu nunjukan angka 3, 5, 6!
"Ya ampun!"
"Orang itu esper atau apa?"
"Apa dia titisan dewa judi?"
"Gila, kok bisa benar tebakannya?"
Semua orang yang lihat kejadian ini benar-benar terkejut bukan main.
Bahkan bola mata Yuan Ping terlihat mau copot dari kantungnya. Dia natap kagum pada Randika.
Dewa Benar-benar dewa!
Setelah Yuan Ping naruh gelasnya, sekarang gilirannya Randika yang ngocok. Berbeda dengan Yuan Ping yang ngocoknya dengan cara ncolok, Randika hanya ngocoknya di atas ja selama beberapa saat.
Kali ini Yuan Ping lah yang nebak berapa angka yang ada pada dadu. Wajah Yuan Ping terlihat bingung dan tertekan, dia lalu berkata pada Randika. "1, 2, 5."
Randika perlahan mbuka gelasnya, semua orang sudah nahan napas reka. Tanpa diduga semua orang, ternyata ketiga dadu itu numpuk njadi satu!
Dadu pertama nunjukan angka 1!
Kali ini semua orang benar-benar terbakar semangatnya.
"Sudah kuduga Yuan Ping bukan orang sembarangan."
"Hahaha sepertinya reka akan imbang."
Namun, ketika Randika mperlihatkan dadu kedua, semua orang terdiam.
Dadu kedua nunjukan angka 1!
Sekarang pertanyaannya adalah apakah dadu ketiga akan nunjukan angka 1 juga?
Semua orang mulai penasaran, ketika dadu ketiga itu mulai mperlihatkan wujudnya, semua orang terdiam sekali lagi.
Dadu ketiga juga nunjukan angka 1!
Tiga angka 1!
Randika hanya ngocok gelas tersebut pelan dan di atas ja, nghasilkan dadu yang tertumpuk dan sama-sama nunjukan angka 1 benar-benar mbutuhkan kemampuan yang sempurna.
Wajah Yuan Ping terlihat muram, dia tidak nyangka kemampuan berjudi lawannya ini berada di level ngerikan.
"Ran, kamu mang luar biasa!" Viona yang berdiri di belakang Randika sudah bertepuk tangan sambil terkagum-kagum.
Hannah juga sama gembiranya, dia tidak nyangka kakak iparnya ternyata hebat dalam berjudi.
"Kita coba permainan yang lain." Yuan Ping berdiri dan ngajak Randika pergi.
Randika hanya ngangguk dengan biasa dan ikut berdiri.
Di bawah tatapan mata orang-orang, Randika dan Yuan Ping mulai bertarung selama 1 jam.
Pertarungan reka libatkan beberapa permainan di dalam kasino, dan tentu saja, semua pertarungan reka telah dinangkan oleh Randika.
"Gila, apa dia dewa judi?"
"Hahaha tamat sudah Yuan Ping!"
"Sudah nyerah saja, jangan mau dibodohi terus!"
Dalam satu jam, chip yang dimiliki Randika mulai nggunung. Namun, chip yang dimiliki oleh Yuan Ping semakin sedikit tiap nitnya dan wajah Yuan Ping sudah mulai pucat pasi. Lawannya kali ini benar-benar luar biasa, khususnya ketika bermain poker tadi. Bluff dan raise yang dilakukannya benar-benar sempurna!
Randika bahkan ndapatkan royal straight flush! Benar-benar keberuntungan yang luar biasa.
Namun kekagumannya ini sangatlah sia-sia karena tiap nitnya chip yang dimilikinya it uterus berkurang.
Setelah bermain selama satu jam, hasil kekalahannya apabila dirupiahkan sudah ndekati angka 100 juta.
Semua orang sudah terheran-heran ketika lihat Yuan Ping kalah begitu telak. Akhirnya setelah rasakan kekalahan beruntun, Yuan Ping lambaikan tangannya. "Aku nyerah."
Para penjudi ikut terdiam lihat kejadian ini, reka natap Randika seakan-akan lihat hantu. Kemampuan berjudi orang ini benar-benar tidak masuk akal! Setiap permainan yang dia lakukan selalu nang telak!
Sebagai contohnya ketika reka bermain black jack tadi. Randika sampai lakukan split sebanyak 7x dan tidak ada satupun kartu yang kalah! Mungkin orang-orang akan lihat hal ini sebagai tindakan curang tetapi kartu yang dibagi masih fresh dan tidak mungkin Randika sudah bisa lakukan card counting dari awal.
Bisa dikatakan bahwa semua permainan di kasino ini rupakan lahan uang bagi Randika.
Wajah Yuan Ping benar-benar pucat, setelah dia ngaku kalah, dia sudah tidak punya wajah untuk lama-lama berada di kasino.
"Ran, kamu nang banyak!" Viona benar-benar senang.
Hannah juga senang ketika lihat chip yang nyerupai gunung itu. "Tahu gitu dari awal kak Randika yang main."
Randika tersenyum pahit, dia kurang senang berjudi karena uang bukanlah masalah baginya.
"Kalau begitu, kita segera tukar chipnya dan berpesta!" Kata Hannah.
"Han, bawa Viona bersamamu dan tukar chipnya, aku mau ke toilet sebentar."
Kedua perempuan itu benar-benar senang, dengan chip yang sebanyak ini jelas reka bisa foya-foya selama di Makau.
Pada saat yang sama, Yuan Ping lihat seorang pria masuki kasino. Dengan wajah tersenyum, dia nghampiri sosok pria tersebut.
Reviews
All reviews (0)