Penjaga kios itu berjalan lalu berkata pada Hannah. "Tolong Anda naik ke atas panggung untuk nerima hadiah Anda."
Hannah begitu semangat ketika dia berjalan nuju ke atas panggung untuk ngambil hadiahnya. Namun pada saat ini, entah karena itu doa orang-orang yang iri atau angin yang tiba-tiba berhembus dengan kuat atau Hannah yang saking semangatnya itu njadi teledor, tiket emas itu terlepas dari tangan Hannah dan terbang ke atas.
Pada saat ini, tiba-tiba ada hembusan angin kuat entah dari mana asalnya yang mbuat tiket itu layang makin tinggi.
Semua orang berteriak histeris, suara teriakan Hannah juga tidak kalah histerisnya. "Tiketku!"
Semua orang lihat tiket emas itu layang-layang, reka juga tahu bahwa pada akhirnya tiket itu akan jatuh ke lantai.
Semua orang sudah bersiap bertempur, lagipula ini adalah 200 juta rupiah gratis bagi reka. Jika reka ndapatkannya, bukankah ini definisi dari rejeki nomplok?
skipun reka tahu bahwa tiket emas itu punya nona muda yang berjalan ke atas panggung, tidak ada batas waktu penukaran yang pasti dari pihak penyelenggara. reka tinggal nunggu waktu yang tepat dan reka bisa nukarkan hadiah tersebut untuk diri reka sendiri.
Orang-orang sudah mulai bergerak ngikuti pergerakan tiket emas tersebut, bisa dikatakan bahwa semua orang njadi fokus pada satu tiket tersebut.
"Kak, bagaimana ini! Tiketku bisa-bisa hilang." Hannah dengan cepat njadi panik ketika nghampiri Randika, dia sudah nyerah nerobos masuk ke dalam lautan manusia serakah itu.
"Sudah jangan khawatir, serahkan masalah ini pada kakakmu." Kata Randika dengan nada nenangkan.
Pada saat yang sama, tiket emas itu sudah ncapai titik tertingginya dan mulai turun. Hal ini langsung mbuat semua orang nahan napas reka.
Tiket itu masih layang dengan santai di udara, ia tidak peduli dengan lautan manusia yang ndambakan kehadirannya. Dia layang lalu turun, layang lagi lalu turun lagi. Seluruh lantai tempat makanan ini njadi heboh karena kejadian ini.
Namun, pada akhirnya tiket itu kehilangan montumnya dan sudah hampir berada di jarak jangkauan orang-orang.
Ini dia!
Orang-orang yang berada di jalur jatuh tiket itu rasa senang, tetapi tiba-tiba, tiket itu layang kembali karena hembusan udara seseorang. Hal ini mbuat orang-orang kembali njadi sedih.
Berkat hembusan napasnya yang kuat, Randika langsung manfaatkan keadaan ini untuk lompat dan ngambil kembali tiket emasnya. Dia nggunakan salah satu bahu orang sebagai pijakannya untuk lompat.
Orang-orang yang tidak tahu apa yang terjadi terkejut ketika lihat sosok Randika. Bukankah gerakan Randika sudah seperti yang ada di film-film?
"Apa orang itu sedang rekaman film?" Salah satu orang yang nonton kerumunan orang itu terheran-heran ketika Randika lompati bahu orang satu per satu dengan cepat, dia sudah mirip seekor kelinci.
"Sejak kapan ada rekaman film di kota kita?"
"Efek film mang luar biasa! Lihat kita bahkan tidak lihat adanya tali yang ngikat orang itu."
Hannah lihat Randika lompat-lompat demi dirinya, hatinya langsung njadi bersemangat kembali. "Ayo kak, kamu pasti bisa!"
reka yang sedang nunggu tiket emas itu jatuh rasa bahu reka tertekan secara tiba-tiba, reka rasa bahwa seperti sedang diinjak. Dan tentu saja, ketika reka noleh ke atas, reka lihat Randika yang lompati reka.
Kejadian ini mbuat reka terheran-heran sekaligus terpukau, reka bahkan kehabisan kata-kata dengan apa yang telah terjadi.
Si penjaga kios sendiri juga terkejut-kejut ketika lihat Randika, dia bersumpah bahwa dia tidak pernah lihat kejadian ngejutkan seperti ini dalam hidupnya.
"Tiket itu akan jatuh!"
Orang-orang kembali bersemangat, inilah saat-saat penentuannya. Sekarang tinggal keberuntungan saja, siapa cepat dia dapat!
"Punyaku! Punyaku!"
"Minggir! Tiket itu milikku!"
Banyak orang mulai lompat-lompat sambil njulurkan tangan reka ke atas, reka berusaha raih tiket emas tersebut.
"Siapa cepat dia dapat!"
"Hidup santai aku datang!"
Semua orang sudah nggila, pada saat yang sama, orang-orang yang lain juga mulai bergabung dengan reka.
"Minggir, minggir!"
"Bajingan! Jangan dorong-dorong oi!"
Semua orang sudah buta dengan sekelilingnya ketika tiket itu hampir ncapai jangkauan tangan reka. Tetapi pada saat ini, tiba-tiba ada sosok misterius yang nyabet tiket emas itu di udara dan ndarat di tempat yang sepi dengan tiket tersebut tergenggam erat di tangannya.
Semua ini terjadi begitu cepat, tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi. reka sekilas hanya bisa lihat bayangan hitam yang nyambar tiket emas itu.
reka semua masih tidak apa yang telah terjadi, sedangkan orang-orang yang lihat aksi Randika sudah terpukau habis.
Tidak ada kata-kata yang bisa nggambarkan perasaan reka ketika lihat Randika salto sebanyak 3x di udara.
Kejadian ini sudah tidak masuk akal, kalau ini bukan proses rekaman film, ini pasti mimpi!
"Kak Randika mang luar biasa!" Hannah sudah loncat kegirangan. Randika lalu berjalan dengan santai nghampirinya dan berkata padanya. "Nih, jangan hilang lagi. Sudah sana cepat ambil hadiahnya terus pulang."
"Ayo kak, kita ambil hadiahnya sama-sama!"
Orang-orang mulai nghela napas reka, reka natap iri pada Randika dan Hannah sekali lagi.
"Kalau saja 200 juta itu milikku, pasti aku bisa ndapatkan cewek secantik itu."
"Hah? Kamu kira 200 juta cukup? Kalau habis ya kamu ditinggal bro! Hahaha!" Kata temannya.
"Omong-omong, pacar laki itu benar-benar cantik dan sexy!"
"Kalau gitu intinya apa? Orang itu sudah kaya bahkan sebelum nang undian itu!"
Semua orang masih berusaha nenangkan diri setelah kejadian yang nguras tenaga reka itu. Si penjaga kios mpersilahkan Hannah dan Randika untuk naik ke atas panggung.
"Mari kita sambut pasangan yang telah nangkan undian kita kali ini!" Kata si penjaga kios.
Randika terkejut ketika ndengarnya, begitu pula orang-orang yang berbaris di belakang Hannah tadi. reka dengan jelas ndengar bahwa Hannah manggil Randika kakaknya, kenapa sekarang reka diperkenalkan sebagai pasangan?
Ketika ndengar kata-kata tersebut, wajah Hannah tersipu malu. Namun tidak bisa dipungkiri, hati Hannah njadi bahagia ketika ndengarnya.
Kedua orang ini lalu berjalan nuju atas panggung, orang-orang makin cemburu pada Randika.
"Sialan, sudah nang hadiah utama ternyata pacarnya juga cantik!"
"Benar-benar orang yang sungguh beruntung, aku harap istriku nanti akan secantik pasangannya itu."
"Sialan, kalau dia jomblo sudah pasti aku dekati!" Kata salah satu perempuan yang terlihat iri.
Di atas panggung, si penjaga kios mulai wawancarai Randika dan Hannah.
"Pertama-tama, kamu ucapkan selamat pada kalian berdua karena telah nangkan hadiah utama dari acara kamu. Uang sebesar 200 juta ini kami berikan pada kalian." Katanya sambil tersenyum.
"Terima kasih." Balas Hannah sambil tersenyum, dia benar-benar bahagia sekarang!
Reviews
All reviews (0)