Font Size
15px

Sesampainya Randika di rumah, dia minta Inggrid untuk beristirahat dan nyerahkan masalah ini padanya. Namun Inggrid nolaknya karena masih khawatir dengan perusahaannya. ngerti bagaimana perasaan istrinya itu, akhirnya Randika ngalah dan mbiarkannya bekerja.

Randika sendiri berjalan nuju kamarnya dan nyalakan komputernya, dia segera nghubungi Yuna.

Begitu Yuna muncul di layar, dia sangat terkejut lihat penampilan Randika yang compang-camping.

"Ran, kenapa kamu?"

"Kirim pasukan kita ke Indonesia, aku ingin mbersihkan kota Cendrawasih." Kata-kata Randika terdengar simpel tetapi ngandung kemarahan yang besar!

Randika tidak punya pilihan lain. Apabila benar lawannya kali adalah Bulan Kegelapan, berarti dia perlu mbawa pasukannya. Terlebih lagi, bom sebanyak itu pasti dibeli di dunia bawah tanah Cendrawasih.

Jadi bisa dikatakan bahwa Bulan Kegelapan diam-diam nyelinap masuk ke Cendrawasih lagi dan nyerang perusahaan milik istrinya itu. Jika Randika bisa lacak di mana bom itu dibeli, dia bisa lacak keberadaannya!

Yuna terkejut ketika ndengar permintaan Randika. Terakhir kali bertemu Randika ngatakan bahwa dia tidak ingin nguasai Indonesia, apakah dia akhirnya berubah pikiran?

"Baiklah, aku akan ngabari yang lain." Kata Yuna.

"Kirim sebanyak mungkin tetapi jangan biarkan markas kita di Jepang itu kosong. Aku harap kalian semua sudah datang malam hari ini." Kata Randika.

"Baik tuan!" Yuna mbungkuk hormat.

Setelah percakapan reka selesai, Randika langsung matikan komputernya. Wajahnya terlihat tenang skipun hatinya dibakar oleh api amarah.

Jangan harap kamu bisa bersembunyi di negara ini, aku akan nemukanmu!

Tiba-tiba, pintu kamarnya itu diketuk oleh seseorang.

"Apa kamu tidak apa-apa?" Tanya Inggrid dengan khawatir.

"Aku baik-baik saja kok." Kata Randika sambil tersenyum.

Inggrid lalu nghela napasnya. "Ran, aku mang tidak tahu siapa dan ngapa reka lakukannya, tetapi tolong jangan sampai kamu bertindak gegabah. Aku tahu bahwa aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu, aku hanya bisa berdoa bahwa kamu baik-baik saja. Lakukan apa yang perlu kamu lakukan."

Randika terkejut. ndengar kata-kata Inggrid itu, dia tahu bahwa Inggrid dapat nyimpulkan bahwa pengeboman ini ditujukan pada Randika bukan dirinya, benar-benar pemikiran yang hebat!

Inggrid tidak pernah ngatakannya, tetapi dia benar-benar sedih. Perusahaan yang dia bangun dari nol itu benar-benar telah nghabiskan seluruh usahanya. Dan sekarang karena semua usahanya itu hancur, akan terjadi beberapa masalah. Yang pertama adalah investigasi polisi, serangan besar-besaran dari perusahaan saingannya, biaya renovasi, biaya kompensasi karyawan yang ninggal dll. Bisa dikatakan bahwa perusahaan Cendrawasih akan ngalami kemunduran!

Inggrid sangat mahami rintangan yang akan dia hadapi tetapi dia tetap tenang!

Randika juga tahu bahwa ambisi istrinya ini adalah mbuat perusahaan kelas dunia yang mampu bersaing secara global. Namun karena serangan bom ini, ambisinya itu mungkin telah pupus.

"Ran, lihat kamu kotor sekali. Ayo kita mandi dulu setidaknya."

Inggrid lalu mbawa Randika ke kamar mandi dan mbantunya lepas pakaiannya. Setelah itu dia mbawanya masuk ke dalam kamar mandi dan nggosok punggungnya.

lihat punggung yang mar dan berdarah, mata Inggrid tiba-tiba basah dengan sendirinya. Dia masih nggosok punggung Randika dengan lembut.

Ketika dia mbasuh luka yang berdarah itu, jejak luka yang panjang dapat terlihat dengan jelas.

Keduanya tidak berbicara sama sekali, pada saat ini hati keduanya berada di tempat lain. Inggrid dengan tekun mbasuh semua luka Randika.

Sejujurnya, Randika sama sekali tidak rasakan luka-luka itu skipun luka tersebut terlihat ngerikan. Di saat dia berkeliling dunia, luka-luka seperti ini sudah seperti sarapan baginya jadi dia sudah kebal. Baginya luka yang paling fatal baginya itu ada 3. Pertama ketika dia berada di hutan tropis di Afrika. Pada waktu itu dia berhadapan dengan 2 tim pembunuh terbaik Afrika dan karena dia tidak ngenal dannya dengan benar, dia terus nerus diserang ndadak dan sempat keracunan. Namun, Randika berhasil mbunuh reka semua dan maksa racun itu keluar dari tubuhnya.

Kedua adalah saat dia berada di Rusia. Ketika dia sedang njalankan misi, Randika sempat lengah dan masuk ke dalam perangkap lawannya. Dia pada waktu itu terluka para dan pada saat yang sama dia masuk ke dalam lubang yang dalam. Sebagai hasilnya, dia harus bertahan hidup di iklim dingin Rusia selama 4 hari sendirian sebelum akhirnya bantuan datang.

Ketiga adalah ketika dia berada di gurun Sahara. Dia nghabiskan waktu sebulan bertarung dengan para ahli bela diri dunia. Di hari terakhir reka bertarung, Randika tertembak di bahunya skipun dia berhasil keluar sebagai penang. Namun, yang mperparah adalah dia sudah tidak punya makanan dan minuman sama sekali. Dia juga kehilangan arah dan tidak tahu di mana dia berada. Dengan darah yang terus netes, dia berjalan kaki lewati gurun selama 2 hari.

Bisa dikatakan bahwa ketiga kejadian itu jauh lebih mbahayakan daripada luka-lukanya yang sekarang. Baginya luka hari ini itu bagaikan luka goresan.

Namun bagi Inggrid, luka-luka ini disebabkan karena Randika sibuk lindunginya.

"Aku akan ngambil obat." Kata Inggrid dengan nada suara yang pelan. Ketika dia hendak berdiri, dia ditarik oleh Randika.

Randika tersenyum kecil padanya. "Aku tidak butuh obat, aku butuh kamu di sampingku."

Inggrid awalnya ragu-ragu dan akhirnya dia mutuskan untuk duduk kembali.

Randika lalu mbelai rambut istrinya itu sambil berkata padanya. "Kamu juga ikut mandi."

Inggrid lalu lepas pakaiannya dan masuk kembali dalam keadaan bugil.

Setelah mbasuh punggung Randika sekali lagi, sekarang adalah bagian depan Randika. Karena sudah berkali-kali berhubungan badan, Inggrid sudah tidak malu lagi lihat tubuh bugil Randika. Inggrid dengan perlahan mbasuh tubuh Randika dan mulai mbersihkan luka-luka yang ada.

lihat wajah Inggrid yang begitu serius namun lembut, Randika sendiri sedikit heran. Apakah ini namanya perhatian istri?

Sepertinya perhatian semacam ini tidak bisa didapatkan selain dari pasangan hidup kita.

nikah dan berpacaran itu bisa dibilang sedikit berbeda. Berpacaran itu seperti api, terkadang kita tidak bisa mbedakannya dengan nafsu dan cinta. Namun, pernikahan seperti air. Ketika kedua air itu bertemu, reka akan bersatu dan njadi satu kesatuan untuk selamanya.

Perasaan hangat ini benar-benar baru pertama kali dirasakan oleh Randika.

Randika mperhatikan wajah Inggrid yang penuh dengan perasaan lembut itu.

Ketika Inggrid masih sibuk mbersihkan luka Randika, tiba-tiba tangannya ditarik oleh kekuatan yang kuat.

"Aku ingin lakukannya." Kata Randika dengan pelan.

Inggrid ragu-ragu, dia lalu ngatakan. "Kamu sedang terluka jadi jangan terlalu banyak bergerak. Biarkan aku saja yang bergerak.

Hati Randika sudah tidak tahan lagi, dia ingin luapkan perasaan cinta yang nggelora di tubuhnya ini. Di dalam kamar mandi ini, Inggrid dan Randika kembali luapkan cinta reka.

........

Pada malam hari, Inggrid sudah tertidur sedangkan Randika masih terbangun.

Perlahan keluar dari kasur, dia ngganti pakaiannya dan berjalan keluar dari rumah.

Ketika dia berdiri di halaman rumahnya, dia mperhatikan sekelilingnya. Dengan nada yang tegas Randika ngatakan. "Keluarlah."

Halaman rumah yang kosong itu tiba-tiba penuh dengan suara gerisik, cahaya bulan pun langsung tertutup ketika sosok misterius itu loncat ke hadapan Randika.

Sekarang ada 4 orang berlutut satu kaki di hadapan Randika dan orang yang berlutut di paling kanan adalah Serigala. Keempatnya ini ngeluarkan aura yang mbuat udara malam ini njadi sedingin di kutub utara. Terutama tatapan mata reka yang ngandung tekad yang kuat untuk layani seluruh permintaan tuan reka.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 330: Awal Serangan Balik on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Nightwatcher cover
Similar genre

Nightwatcher

Paperboy ·Harem

Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,andMagicians.XuQi’an,a...Readmore Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,a...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.