Randika yang kabur dari kejaran para polisi ini sudah njadi viral di dia sosial. Seluruh kota Jakarta njadi heboh karena aksinya ini.
Randika natap peta yang dipegangnya, sebentar lagi dia akan tiba di kediaman keluarga Alfred. Namun pada saat ini, dia lihat 2 helikopter muncul di atasnya. Randika langsung berusaha ngecohnya, dia tidak bisa mbiarkan mobilnya itu dibombardir oleh senapan sin reka. Dan ketika dia berhasil kabur, dia nyadari bahwa masih ada beberapa helikopter yang nanti dirinya.
Kepolisian Jakarta telah ngerahkan seluruh sumber daya reka, tetapi ada satu pertanyaan yang pantas dipertanyakan. Apakah semua itu cukup untuk nangkap Ares sang Dewa Perang?
Jawabannya adalah tidak!
Ketika Randika kembali macu mobilnya, mobil-mobil polisi di belakangnya terus ngekori dirinya.
Saat dia lihat dari kaca sampingnya, dia nyadari bahwa makin banyak mobil yang ngejar dirinya. Pada akhirnya bisa dikatakan bahwa sudah ada ratusan mobil yang ngejar dirinya dan puluhan helikopter ngintai dari atas!
Kejadian ini difoto oleh beberapa orang dan diposting di dia sosial, netizen Indonesia langsung berkoar.
"Perasaan seorang murid yang mbawa pern karet di kelas."
"Semoga cepat ketangkap #PrayforJakarta."
"Cuma gara-gara ncuri ayam tetangga sebelah dia dikejar seperti itu? Hebat sekali!"
"Gila, ini sudah seperti bintang 5 di serial GTA!"
"Bro, aku main GTA saja tidak sebanyak itu polisi yang ngejarku hahaha. Ini sih sudah lampaui GTA!"
Banyak yang bercanda dan banyak pula yang berdoa Jakarta cepat njadi damai seperti sedia kala.
Di sisi lain, di kediaman keluarga Alfred.
Hari ini rupakan hari penuh kebahagian bagi keluarga Alfred, tetapi tidak ada senyum sama sekali yang nghiasi acara pernikahan ini.
Hampir sama, pihak keluarga Laibahas juga sama cemberutnya. Ghost Marriage ini benar-benar telah lukai hubungan antara 2 keluarga ini.
Di acara pernikahan ini, keluarga Alfred ngundang keluarga aristokrat yang ada di Jakarta. Semakin banyak yang datang semakin bagus hasilnya. Inilah hukuman bagi keluarga Laibahas!
Di tengah-tengah halaman rumah, Inggrid berdiri diam sambil makai baju pengantin berwarna rah dan makai sapu tangan rah yang diikatkan di dahinya.
Seluruh anggota keluarga Alfred natap dingin Inggrid.
"Bahkan jika Hans sudah mati, apa kau pikir bisa lari dari takdirmu?"
"Sungguh keluarga tidak tahu diri, semoga dengan Ghost Marriage ini keluarga Laibahas bisa renungkan sikapnya yang kurang ajar itu."
Cemooh-cemooh mulai dilayangkan oleh keluarga Alfred, kematian Hans masih mbekas di benak reka.
Tetapi Inggrid tidak dulikannya, dia sudah kebal dengan cemoohan yang datang nyerangnya selama hidupnya.
Lagipula, hatinya itu sudah mati jadi buat apa dia peduli dengan reka?
ngingat-ingat sifat pengecut ayahnya dan keluarganya yang sama sekali tidak mbelanya, hati Inggrid njadi dingin. Satu-satunya penghangat hatinya itu sudah mati.
Ketika dirinya ngingat-ingat kejadian Randika dan Hannah jatuh dari tebing, kedua tangan Inggrid tiba-tiba ngepal. Kukunya nancap dengan kuat dan tangannya mulai berdarah.
Dia nggigit bibirnya agar amarahnya itu tidak luap-luap. Ketika dia ngingat kejadian itu, Inggrid selalu ingin nangis. Tetapi khusus hari ini, dia tidak akan nangis sama sekali. Dia harus mbunuh Ivan demi mbalaskan dendam kekasihnya itu, barulah saat itu dia akan nangis bahagia karena bisa nyusul orang yang dicintainya.
Di lengan bajunya, pisau yang disembunyikannya itu ngandung rasa benci miliknya. Inggrid hanya berdiri diam dan nunggu acara pernikahan ini dimulai.
Jack duduk di bangku paling depan sambil nghela napasnya. skipun hubungan reka tidak terlalu baik, bagaimanapun juga Inggrid adalah anaknya. Dia tidak ingin hal ini terjadi tetapi dia tidak punya kuasa untuk nentangnya.
Ibu Ipah berdiri di barisan paling belakang dan natap sedih Inggrid. Ibu Ipah sudah nganggap Inggrid sebagai anaknya sendiri sejak dia masih kecil, dia tidak nyangka bahwa anaknya itu akan terlihat begitu mati di hari pernikahannya.
Dengan wajah yang dingin, Ivan berkata pada bawahannya. "Suruh reka mulai."
ndengarkan perintah ini, seorang pelayan yang mbawa sebuah boneka kertas itu keluar. Boneka kertas itu adalah perwakilan dari Hans dan terdapat sapu tangan rah yang diikatkan pada dahinya.
lihat pelayan itu keluar, semua orang berdiri dan acara pernikahan ini dimulai.
Pelayan itu lalu berjalan nghampiri Inggrid dan akhirnya berdiri sejajar dengannya.
Pertama adalah upacara pemanggilan arwah. Pendeta upacara pernikahan ini akan berdoa dan manggil arwah mpelai pria agar dapat nghadiri upacara ini.
Kedua adalah upacara penghormatan dari orang tua.
Ini dia!
Inggrid nggenggam erat pisau yang disembunyikannya. Ini adalah kesempatan emasnya, selama Ivan berjalan nghampirinya, dia akan mbunuh kepala keluarga dari keluarga Alfred itu!
Namun pada saat ini, Ivan tiba-tiba berkata dengan nada serius. "Tidak butuh penghormatan seperti itu, aku tidak mau nerima nantu biadab seperti dia. Dia hanya akan njadi teman anakku di kuburannya."
Jack langsung berkeringat dingin ketika ndengarnya sedangkan tubuh Inggrid bergetar tanpa henti. Wajah Ibu Ipah makin sedih lihat Inggrid.
"Langsung ke upacara sumpah setia." Kata Ivan.
Pendeta upacara itu tidak berani lawan perintah dari Ivan. Dia lalu lanjutkan upacara pernikahan ini.
"Sekarang upacara pertukaran cincin dan sumpah setia."
Setelah itu pelayan yang mbawa boneka kertas itu berdiri di hadapan Inggrid.
Hans sudah mati jadi dia tidak perlu nyematkan cincin di jari Inggrid dan ngucapkan sumpah setianya. Yang perlu lakukannya adalah Inggrid.
Namun, Inggrid sama sekali tidak bergerak.
"Silahkan mpelai wanita lakukan upacara pertukaran cincin dan sumpah setianya." Pendeta itu sekali lagi ngingatkan apa yang harus dilakukan oleh Inggrid.
Ivan nampar sandaran kursinya dan berkata dengan nada dingin. "Jika kau berani kabur, aku akan nghancurkan seluruh keluargamu!"
Ancaman ini benar-benar nyata, keluarga Alfred miliki kemampuan ini.
"Inggrid, kamu pasti bisa." Jack mberi semangat pada Inggrid yang sudah berkaca-kaca.
Inggrid rasa bahwa hidupnya selama ini telah diatur, dia tidak pernah miliki kebebasan.
Inggrid lalu tersenyum sambil nggenggam pisaunya.
'Randika, Hannah, aku akan segera nyusul kalian.'
Ketika hendak bunuh diri, tiba-tiba terdengar suara sirene polisi yang nggelegar.
"Hmm?"
Semua orang terkejut, suara sirene itu benar-benar keras.
Bukan hanya 1-2 saja, tetapi rasanya ada ratusan sirene yang bunyi bersamaan.
Apa yang sebenarnya sedang terjadi?
Semua orang yang hadir di upacara pernikahan ini njadi cemas, apakah ada penggerebekan?
Kecemasan reka ini tentu saja beralasan, karena tidak ada kediaman selain kediaman keluarga Alfred yang bisa ngundang sirene sebanyak itu. Tetapi kenapa para polisi itu berani nantang keluarga Alfred?
Inggrid yang berniat ngeluarkan pisaunya itu terdiam. Tidak ada yang namanya kebetulan, berarti jangan-jangan ini adalah.
Di dalam benak Inggrid, wajah Randika kembali muncul. Tidak salah lagi, ini pasti ulah Randika. Tetapi bagaimana mungkin? Hari itu dia lihat Randika jatuh ke bawah tebing.
Ivan yang mulai ikut cemas itu berkata pada Jack. "Ini ulahmu?"
Jack langsung kelabakan. "Tidak, tidak mungkin! Mana berani aku manggil polisi!"
Seluruh orang yang hadir sudah berniat untuk kabur, reka tidak mau berurusan dengan polisi.
Ibu Ipah nghela napas, karena pada saat ini, suara helikopter ngudara itu mulai terdengar.
Semua orang langsung terkejut bukan main, kenapa sampai ada helikopter segala?
mangnya apa yang telah terjadi?
Semua orang yang hadir di upacara pernikahan ini sama sekali tidak tahu.
Suara sirene polisi makin jelas terdengar dan suara helikopter itu juga makin ndekat. Namun tiba-tiba ada suara ledakan di pintu pagar kediaman.
Semua orang noleh tetapi pecahan batu terbang ke mana-mana dan mbuat semuanya runduk. Di bawah tatapan mata reka terlihat sebuah mobil polisi yang setengah hancur itu muncul di hadapan reka.
"Siapa itu?" Orang-orang mulai penasaran sekaligus ketakutan.
lihat mobil polisi itu, wajah Ivan sudah buruk rupa. Jika polisi sudah berani nyinggung keluarganya maka ini namanya perang.
Inggrid dengan cepat ninggalkan altar dan natap penuh harap pada mobil polisi itu. Entah kenapa hatinya itu berharap banyak skipun itu terlihat mustahil.
Apakah itu Randika?
Dalam hatinya, dia percaya bahwa orang yang datang nyelamatkannya ini adalah pria yang dicintainya itu.
Pada saat ini, pintu mobil itu tiba-tiba terlempar dan sesosok pria keluar dari dalamnya.
lihat sosok yang familier itu, tangisan air mata Inggrid tidak bisa berhenti ngalir.
Itu benar-benar Randika, dia beneran Randika!
lihat sosok pria itu, semua anggota keluarga Alfred itu njadi marah. "Bocah, kau berani sekali nerobos ke tempat ini."
Tetapi ketika Ivan nyadari sosok pria itu, matanya terbelalak dan hatinya langsung ngerut njadi kecil.
"Kau masih hidup!?"
Reviews
All reviews (0)