Font Size
15px

Randika dengan cepat mbuka jalan dengan paksa nuju lahan parkir. Dia sekarang butuh kendaraan untuk kabur dari tempat ini.

Sebelum para polisi itu bisa nyusul dirinya, Randika sudah berhasil ncuri mobil polisi yang berada di pintu keluar bandara. Polisi yang mobilnya dicuri itu hanya bisa njerit kesakitan ketika dirinya dipaksa keluar dari jendela kacanya yang pecah itu.

Setelah itu Randika nunjukan kemampuan nyetirnya dan lesat dengan cepat!

Para polisi ini sudah terlambat ketika nyadari Randika yang sudah kabur itu.

"Cepat masuk ke dalam mobil, kejar dia!"

Semua orang terlihat panik, para polisi segera masuk ke dalam mobil reka dan ngejar Randika.

Para anggota Densus 88 sudah terlatih nghadapi situasi yang tidak terkendali seperti ini. Anggota reka sama sekali tidak panik dan masuk ke dalam mobil reka dengan cepat. Tidak butuh waktu lama untuk reka sebelum akhirnya dapat lihat mobil yang dikendarai oleh Randika.

Salah satu dari reka mulai mbidik ke arah mobil Randika, selama mobil ledak maka pelaku akan ikut mati bersamanya.

Bruno sendiri juga berhasil ngejar Randika, selama anggota Densus 88 itu berusaha mbidik mobil Randika di atas mobil yang berjalan, Bruno yang sambil nyetir itu tidak sungkan-sungkan nembakan pistolnya.

Baginya nembak sambil nyetir semudah mbalikkan telapak tangannya!

Namun ketika peluru itu hampir ngenai mobilnya, bagian belakang mobil Randika itu tiba-tiba berbelok dan ngepot. Terlebih lagi, Randika ngepot dengan kecepatan penuh. Semua peluru yang ditembakan oleh Bruno dan anggota Densus 88 gagal ngenai dirinya. Bahkan peluru itu sama sekali tidak nggores mobilnya.

lihat kejadian ini, semua orang yang ngejarnya itu terkejut. Para pejalan kaki yang lihat keributan itu sama terkejutnya dengan reka.

Ketika mobil-mobil itu lewati reka, para pejalan kaki ini sibuk ngontari apa yang telah reka lihat. Sepertinya mobil yang paling depan itu seorang pembalap apabila dilihat dari kemampuan nyetirnya. Orang itu juga berhasil ngecoh para polisi dengan mudah!

"Sayang sekali kemampuan orang itu digunakan untuk kejahatan. Padahal dia bisa ngharumkan nama bangsa ini jika dia njadi seorang pembalap." Seorang pria paruh baya nggelengkan kepalanya.

Jakarta yang rupakan ibu kota Indonesia ini selalu adem ayem, tetapi hari ini kota ini njadi kacau oleh ulah satu orang.

"Target berada di jalan Hayam Wuruk, aku ulangi, target berada di jalan Hayam Wuruk." Salah satu anggota Densus 88 langsung nginfokan status pengejaran reka sambil terus mbuntuti Randika.

"Kirimkan orang ke sana dan cegat dia!" Teriak salah satu polisi.

"Markas sudah masang perangkap, semua personel harap bersiap-siap nangkap target."

.....

Para polisi ini terus berkomunikasi lewat HT reka sambil terus ngejar Randika.

Sedangkan para penumpang yang diusir dari bandara sebelumnya terlihat bingung ketika bandaranya itu sudah kosong lompong.

reka lihat bahwa seseorang dengan beraninya ncuri mobil polisi dan kabur. Tidak lama setelah itu seluruh mobil polisi yang ada di bandara ini langsung ngejarnya. Bukankah ini sudah seperti film action Hollywood?

Mungkin jika kita bicara di Arika atau negara barat lainnya hal ngejutkan seperti ini bisa saja terjadi. Tetapi ini adalah Jakarta, ibu kota dari Indonesia. Keamanan dari kota ini sangat ketat ngingat bahwa jajaran politik negara ini berada di kota ini. Bahkan tidak jarang polisi bersenjata lengkap berpatroli untuk ncegah kejahatan.

"Siapa orang itu?"

"Berarti semua polisi yang datang itu cuma berusaha nangkap satu orang?"

Para penumpang yang tertahan di luar ini masih bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Namun penumpang yang masih muda itu mposting kejadian ini di dia sosialnya.

Di sisi lain, Randika masih nyetir dengan kecepatan penuh. Dia sama sekali tidak peduli dengan rambu lalu lintas. ndengar suara sirene polisinya, sebagian besar mobil tidak berani nyetir di depannya dan sudah mberikan jalan baginya.

Apalagi ketika Randika ngambil trotoar sebagai jalurnya, bahkan jika itu bukan mobil polisi yang nggunakan sirene, semua orang langsung nyingkir. reka semua juga hendak maki mobil itu tetapi karena itu mobil polisi, reka hanya bisa ndam frustasi reka.

Pada saat ini, dari kaca sampingnya itu terlihat puluhan mobil polisi ngejar dirinya. Kecepatan reka juga tidak kalah cepat, dan reka juga tidak peduli dengan rambu lalu lintas.

Semua orang langsung ngontari hari yang aneh ini, kenapa para polisi ini terlihat buru-buru seperti itu? Apakah reka lupa mbawa bekal reka?

"Cih, ntang-ntang punya sirene kita disuruh minggir." Kata salah satu pengendara di dalam hatinya.

Para pejalan kaki tidak bisa untuk tidak penasaran ketika lihat puluhan mobil polisi laju dengan kecepatan tinggi. Namun pada saat ini, tiba-tiba ada orang yang nyeberang sembarangan yang berada di jalur mobil polisi tersebut!

Gawat!

Semua orang sudah nutup mata reka dan ketakutan, orang itu sudah pasti mati.

Namun satu detik kemudian semua mata reka terbelalak. Di saat hampir ngenai orang tersebut, keempat ban mobil Randika berubah arah dan ngepot lewati penyeberang itu dengan sempurna.

Penyeberang itu sudah getar ketakutan sambil ngompol ketika mobil Randika lewati dirinya. Kakinya yang lemas itu mbuatnya tidak berani langkah lagi.

Kejadian ini, bersama dengan video di bandara, sudah diposting ke dia sosial oleh puluhan orang. Dalam sekejap, Jakarta njadi viral karena kejadian hari ini.

"Wah gila, ternyata mobil bisa ngepot seperti itu ya!"

"Hei, hei, bukankah mobil itu sama dengan mobil yang dicuri di bandara tadi? Berarti yang ngepot di video itu penjahat yang dikejar-kejar polisi itu bukan?"

Benar, penjahat itu adalah Randika.

"Wah berarti penjahat itu orang hebat, mana ada yang bisa lolos dari kejaran polisi sebanyak itu?"

Kontar-kontar netizen Indonesia mulai numpuk di dia sosial, diskusi reka bermacam-macam.

"Harus kita akui, orang itu jago ngemudi."

"Video ini untuk para jomblo yang ngejar gebetannya, nyerah aja!"

"#PrayforJakarta."

Berbagai macam kontar mulai nuhi kedua video Randika. reka paling kagum dengan video Randika yang berhasil nghindari penyeberang dengan cara ngepot.

Di sisi lain, mobil-mobil yang ngejar Randika itu tidak bisa ndekati Randika sama sekali. reka ingin nembak ke arah Randika tetapi Randika selalu bersembunyi di antara mobil.

lihat kemampuan ngemudi lawannya, Bruno ngerutkan dahinya. Lawannya kali ini benar-benar jago nyetir, jika dia lengah sedikit saja maka dia pasti kehilangan jejaknya.

Tetapi jika hal ini terus terjadi, pada akhirnya reka akan kehilangan jejaknya dan lawannya ini bisa kabur. Terlebih lagi penjahat tersebut sangatlah berbahaya, ketika jalannya itu sudah diblokade, Randika tidak segan-segan nabraknya dan langsung laju kembali dengan cepat.

lihat situasi semakin tidak nguntungkan, Bruno ngontak markas Arwah Garuda.

Di pusat kepolisian Jakarta, direktur kepolisian natap mobil Randika yang laju kencang itu lalui kara yang terpasang di salah satu mobil polisi. Amarahnya itu sudah nyelimuti seluruh ruangannya.

"Kerahkan semua personel yang masih ada untuk ngejar penjahat satu itu! Dan juga panggil semua yang libur dan cepat suruh reka nyusul rekan-rekan reka!"

Direktur kepolisian ini benar-benar marah, dia sudah cahkan 2 gelasnya saking jengkelnya. Dia ingin segera nangkap Randika.

Dalam sekejap, perintahnya ini langsung disebarkan dan semua pasukan kepolisian di Jakarta segera pergi untuk nangkap Randika.

Tetapi mau 100 ataupun 1000 orang yang diutus, Randika sama sekali tidak peduli. Dia hari ini datang demi istrinya dan tujuannya sudah jelas kediaman keluarga Alfred!

Untuk acara pernikahan keluarga Alfred itu, Randika sudah mastikan lokasinya setelah nghubungi sekretarisnya Inggrid. nurut informasi yang didapatnya, pernikahannya itu akan dilangsungkan di halaman rumah kediaman keluarga Alfred. Jadi mobil Randika daritadi sudah laju kencang nuju kediaman keluarga Alfred!

Tetapi bagaimanapun juga, Jakarta rupakan kota besar di Indonesia. Butuh waktu 40 nit untuk Randika dapat sampai ke kediaman tersebut.

Terlebih lagi, di belakangnya selalu ada sirene polisi yang berbunyi tanpa henti. skipun Randika berhasil ngecoh reka, selalu ada mobil lainnya yang ngekorinya. Sepertinya dia sudah mbuat seluruh polisi di Jakarta njadi musuhnya.

Semua pejalan kaki yang lihat kota reka ini penuh dengan suara sirena mulai ketakutan. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?

reka bisa lihat bahwa 1 mobil polisi yang laju bagaikan pembalap sedang dikejar oleh puluhan mobil polisi lainnya.

Di dia sosial, berita ngenai mobil polisi yang gila itu sudah viral. Sebagian besar orang sudah ngetahui situasi yang terjadi di Jakarta ini dan ngirimkan video reka ketika mobil Randika lewati reka.

Dalam sekejap, topik ngenai para polisi di Jakarta mburu seorang penjahat njadi viral di seluruh negeri.

Diskusi para netizen tidak pernah berhenti, kontar reka sudah ncapai ratusan ribu. Bahkan 5 nit saja kontar di video itu sudah bertambah 500 ratus ribu!

Bruno berhasil ngejar mobil Randika setelah dia ngontak markasnya. Dia berusaha mbidik ban milik Randika. Tetapi mobil yang dikendarai Randika itu seperti ular, ngelok-kelok tanpa henti.

Terlebih lagi, kecepatan Randika itu sama sekali tidak nurun ketika dia ngepot ataupun berbelok. Bruno tidak bisa ngimbangi kecepatan mobil Randika, jadi dia hanya bisa nginformasikan arah Randika laju.

Ketika Randika berbelok, tiba-tiba ada 2 mobil polisi yang laju nuju arahnya. Namun pada saat ini, tiba-tiba suara riuh datang dari langit. Semua orang yang nengok ke atas langsung terkejut.

Para polisi juga nggunakan helikopter!

Semua orang langsung bertepuk tangan untuk penjahat yang lagi buron itu, dia berhasil mbuat para polisi ini nggunakan helikopter untuk nangkapnya.

Namun yang semua orang ini tidak tahu adalah helikopter ini bukan ditugaskan untuk ngawasi ke mana arah Randika pergi, helikopter ini dikerahkan untuk lumpuhkan penjahat nomor 1 ini.

Di pintu helikopter, duduk seorang polisi yang ngarahkan senapan sinnya ke arah Randika.

Randika tidak ragu-ragu, dia langsung nancapkan kakinya pada pedal gas dalam-dalam. Sekarang mobilnya itu laju di trotoar, hal ini mbuat kaget seluruh pejalan kaki.

Ketika Randika berhasil kabur dari serangan helikopter, semua pejalan kaki itu sudah bermandikan keringat dingin, untung saja kejadian ini tidak njatuhkan korban sama sekali.

Kejar-kejaran antara polisi dan Randika kembali dimulai, para polisi ini berada di pihak yang kurang beruntung.

Isi dari topik HT reka sekarang adalah Randika yang laju ke arah daerah nteng, tempat di mana perumahan wah Jakarta berada.

"Cepat potong jalur tersangka!" Kata salah satu dari polisi di HT.

Namun di pusat kepolisian Jakarta, direktur kepolisian itu masih dalam keadaan sangat marah. Dia sudah ngerahkan seluruh personel yang ada dan reka masih kesusahan nangkap satu orang?

"Kerahkan 10 helikopter lagi, apa pun yang terjadi aku ingin orang itu tertangkap!" Direktur tersebut lempar topinya itu untuk nunjukan rasa frustasinya.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 309: Jakarta Menjadi Heboh on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.