Font Size
15px

Hannah ndatangi kolam itu sekali lagi. Ketika dia berusaha lihat permukaan kolam itu, tiba-tiba air muncrat ke mana-mana. Kemudian Randika tiba-tiba muncul ke permukaan air.

Hannah sama sekali tidak nyangka Randika akan keluar, air itu langsung mbasahi seluruh tubuh dan pakaiannya.

Hannah sendiri sudah makai baju yang tipis dan compang-camping, sekarang karena air itu bajunya nempel pada bentuk tubuhnya.

"KAK! Pakai bajumu!"

Hannah benar-benar marah sedangkan Randika langsung makai bajunya sambil terus mperhatikan tubuh sexy Hannah khususnya kedua dadanya yang besar itu, dia sangat ingin rabanya.

Hannah mperhatikan bahwa tatapan mata kakak iparnya ini tertuju pada dirinya. Ketika Hannah nyadarinya, dia langsung nutupi tubuhnya dengan tangannya. "Kak, kenapa kamu begitu sum!"

"Han, kan tidak ada salahnya lihat? Lagipula aku juga sudah lihat yang jauh lebih vulgar dari ini bukan?" Kata Randika sambil tersenyum.

Karena tubuhnya masih basah, Randika lepas bajunya dan hanya makai celananya. Tubuh sixpacknya itu langsung nuhi kedua mata Hannah.

"Kak, lihat apa yang kamu perbuat, aku tidak punya baju selain yang ini." Kata Hannah sambil tersipu malu.

"Jangan khawatir, aku akan mbuat api unggun untukmu."

mbuat api unggun?

Hannah terlihat bingung, bagaimana caranya mbuat api? Tidak ada bahan yang bisa dijadikan sumber api di gua ini.

Randika tidak njelaskan apa-apa dan hanya berjalan keluar dari gua. Setelah riksa sekelilingnya, dia nemukan sebuah pohon yang ikut jatuh bersama dirinya sebelumnya.

Tanpa ragu-ragu, dia langsung mbawa pohon itu ke dalam gua.

Namun yang tidak diketahui Randika adalah seseorang tidak sengaja mfoto dirinya nyeret pohon tersebut. skipun hasil fotonya tidak terlalu jelas, hal ini cukup nggemparkan.

Gorilla di gunung ini? Penemuan luar biasa yang sangat ngejutkan!

Foto ini kelak akan nggemparkan para ilmuwan di Indonesia, apalagi perilakunya yang nyeret pohon itu sangat dipertanyakan.

Randika berjalan perlahan nuju tengah gua dengan hanya bercelana panjang saja. skipun sebenarnya dia bisa ngeringkan bajunya dengan tenaga dalamnya, dia tidak bisa lakukannya di depan Hannah. Kalau tidak, bisa-bisa perempuan itu mintanya makai semua pakaiannya dan ngeringkannya. Terlebih lagi, Hannah tidak bisa makan ikan-ikan itu secara ntah jadi dia mang perlu mbuat api unggun.

"Han, tunggulah sebentar dan aku akan mbuatkan makanan enak buatmu." Kata Randika sambil tersenyum. Lalu dia nyelam kembali ke dalam kolam.

Kali ini Randika berhasil nangkap beberapa ikan sekaligus dan naruhnya di pinggir kolam. Setelah 3x nyelam, dia berhasil nangkap sekitar 15 ikan.

Setelah ngeringkan diri, Randika matahkan dahan-dahan yang ada di pohon dan nusukan ikannya pada ranting pohon. Setelah nyalakan api unggun, dia manggang ikan-ikan tersebut.

lihat kejadian ini, Hannah bertepuk tangan dengan gembira. "Kak Randika mang luar biasa!"

Pada saat ini, Randika di mata Hannah benar-benar tampan. Dia tidak nyangka kakak iparnya itu bisa masak di tempat seperti ini.

"Kalau begitu lepas bajumu." Kata Randika dengan santai.

"Tapi jangan berani-berani untuk ngintip atau aku akan laporkannya pada kak Inggrid." Kata Hannah sambil tersenyum nakal. Kemudian dia lepas bajunya dan kedua dadanya yang berbalut beha itu kembali nampak.

Randika nelan air ludahnya, adik iparnya ini mang sungguh luar biasa.

Ketika naruh baju dan celana Hannah di dekat api, kata-kata Hannah itu terngiang-ngiang di benak Randika. Dia sadar bahwa dia tidak boleh berada di tempat ini terlalu lama. Dia tidak tahu apakah Inggrid berhasil larikan diri atau tertangkap.

Hannah duduk di dekat api sambil nutupi tubuhnya, karena air tadi tubuhnya sedikit kedinginan.

ngingat sifat Randika, jika dia tidak manfaatkan kesempatan ini maka dia bukanlah lelaki.

Tetapi Hannah nghalangi tubuhnya itu dengan sempurna, Randika tidak bisa lihat apa-apa.

Sedangkan Hannah masih fokus pada ikan-ikan yang dipanggang itu, dia sudah tidak sabar makannya. Randika sendiri sedikit tertawa lihat wajah senang Hannah yang seperti anak kecil itu.

Tak lama kemudian, ikan-ikan itu akhirnya matang. skipun tidak dibumbui, Hannah sudah benar-benar lapar. Cacing di perutnya sudah tidak sabar nyantapnya. Dia langsung ngambil 2 tusuk dan makannya dengan rakus. Namun, cara makannya yang sembrono itu mbuat mulutnya kepanasan.

"Ah!"

Randika natap senyum Hannah yang kelaparan itu, dia lalu ingat kemarin Hannah bersusah payah nangkap ikan dan ngunyahnya untuk dirinya. Randika lalu berkata dengan lembut. "Han makanlah dengan pelan. Tidak perlu khawatir, sekarang adalah giliranku untuk njagamu."

Hannah lihat kelembutan di tatapan mata Randika, hatinya benar-benar tergerak. Dia hanya ngangguk pelan dan mulai niup dulu makanannya.

Kedua orang ini sama sekali tidak berbicara, yang satunya lagi makan dan yang satunya lagi nikmati pemandangan gunung yang indah. Gua ini akhirnya ndapatkan keheningannya kembali.

Karena Hannah makan ikan itu dengan kedua tangannya, Randika dapat nikmati pemandangan indah itu dengan diam.

Perlahan ikan-ikan itu habis dan njadi asupan energi buat Hannah. Randika sendiri sudah sangat kenyang jadi seluruh tangkapannya itu dimakan oleh Hannah.

Setelah selesai makan, pakaian yang dikeringkannya itu juga sudah kering. Hannah lalu makai pakaiannya dan berdiri.

"Kak, aku ingin keluar dan lihat-lihat." Kata Hannah sambil tersenyum. Randika lalu ngangguk dan berdiri.

Hannah berjalan keluar dari gua dan nyambut sinar matahari yang bersinar dengan terang, tetapi hatinya ngepal ketika dia lihat sekelilingnya. skipun dia rasa beruntung bisa hidup, tetapi rasa tidak berdaya seperti ini mbuatnya nghela napas. Bagaimana caranya reka bisa keluar dari tempat ini?

Jika tidak bisa keluar maka reka harus tinggal di tempat ini dan nunggu bantuan yang tidak tahu kapan akan datang. Tetapi sumber makanan reka sangatlah terbatas dan apakah bantuan itu akan datang?

Hannah terdiam, dia sepertinya berpikir dengan sangat keras.

"Han, ada apa denganmu?" Suara Randika mbuat Hannah kembali dari linglungnya.

"Kak, apakah kita bisa keluar dari tempat ini?" Hannah noleh ke arah Randika. Kedua matanya itu natap Randika lekat-lekat.

Jika reka ingin keluar, semuanya bergantung pada Randika. skipun Hannah tahu kemungkinannya kecil, dia masih naruh harapan besar pada Randika. Asalkan Randika ngangguk, dia akan percaya!

Randika tersenyum dan dengan wajah serius dia ngatakan. "Apa pun yang terjadi, aku akan mbawamu keluar!"

skipun dia harus manjat atau loncat lagi, istrinya itu masih nunggunya. Jadi Randika harus keluar dari tempat ini.

Jika ini Randika yang dulu mungkin dia tidak akan percaya bisa lakukannya. Tetapi setelah nyerap kekuatan misteriusnya, dia yakin 100% bisa lakukannya.

Yang mbuat hal ini sedikit sulit adalah dan dari tebingnya. Karena tidak ada pijakan kaki, Randika harus nancapkan tangannya itu ke dalam tebing agar miliki pegangan. Jika dia bergerak sendiri maka dia mungkin bisa naik ke puncak sendirian. Masalahnya adalah dia harus mbawa Hannah bersamanya.

Ini bukan hanya masalah adu stamina saja tetapi juga masalah ntal. Jika orang itu tengah-tengah rasa capek dan tidak kuat lagi maka dia akan terjatuh. Belum lagi Randika harus nggendong Hannah, ini sudah rupakan tes fisik dan ntal.

Jadi bisa dibayangkan betapa sulitnya manjat gunung ini. Tetapi, jika Randika mampu nyerap seluruh kekuatan misteriusnya itu, dia yakin 100% bisa lakukannya.

Randika sangat ngerti betapa ngerikannya kekuatan misteriusnya itu. Jika dia bisa nyerapnya 100% maka dia yakin bisa naklukan gunung ini sambil nggendong Hannah.

Hannah natap ekspresi serius Randika, dia lalu tersenyum. "Aku percaya denganmu."

Hannah berjalan nuju Randika dengan wajah sedikit rah dan Randika sendiri natapnya. Pada saat ini, sepertinya reka terjebak dengan suasana misterius. Wajah Hannah ndekati wajah Randika secara perlahan, bibirnya yang lembut itu sudah ngunci targetnya.

Randika juga tidak mau kalah, dia sudah luk pinggangnya Hannah. Tidak diragukan lagi, satu ciuman ini akan mbuat hubungannya itu lebih rumit daripada sekedar adik dan kakak ipar.

Tetapi ketika bibir reka hampir bersentuhan, kesadaran Hannah seperti tersambar sesuatu dan dia tiba-tiba berhenti. Wajahnya masih terlihat rah dan matanya itu berbinar-binar.

"Maafkan aku."

Hannah lalu berlari nuju gua sendirian. lihat sosok Hannah nghilang, Randika rasakan bibirnya lalu tersenyum. Sepertinya mimpinya mbuat Hannah njadi anggota haremnya bisa terwujud.

Randika lalu natap pemandangan gunung yang luar biasa gah itu. Dia juga nikmati sinar matahari yang hangat, tubuhnya terasa segar bugar. Jika dia bisa bernyanyi maka dia sudah pasti bernyanyi dengan keras.

Ketika Randika sedang asyik lihat pemandangan, tiba-tiba ada suara teriakan dari dalam.

"Kak Randika tolong!"

Hannah?

Hati Randika ngepal, dia langsung berlari nuju gua dan tempat teriakan itu berasal.

"Han, di mana kamu?"

Suara Randika nggema dengan keras di gua tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Untungnya saja, Hannah berlari nuju arahnya dan bertemu dengan Randika di tengah-tengah gua.

"Kak, ada tengkorak manusia di dalam." Kata Hannah dengan wajah yang pucat.

Hannah sudah takut setengah mati, dia luk erat Randika dan sudah hampir nangis.

Randika lalu berusaha nenangkan Hannah sambil lihat ke arah yang ditunjuk oleh adik iparnya itu.

Sebelumnya Randika tidak sempat mperhatikan gua ini dengan seksama karena gelap dan terlalu fokus ke kolam air dingin itu. Dia tidak nyangka gua ini ada penghuninya.

Dengan penglihatan supernya, dia bisa lihat tengkorak itu tergeletak begitu saja di tanah.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 303: Terjebak Dalam Suasana Misterius on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

All MILFs are Mine cover
Similar genre

All MILFs are Mine

Night_phantom ·Harem

*Caution* *TABOOCONTENT* *STRONGSEXUALCONTENT* THISCONTENTISVERYHARMFULFORANORMALPERSON'SMIND. __________________________________ LeonisaMILFlover,...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.