Karena ikan-ikan ini miliki efek yang baik untuk dirinya ngendalikan kekuatan misterius di dalam tubuhnya, Randika tidak bisa lepaskan kesempatan ini.
Kolam yang berada di tengah-tengah gua terpencil ini benar-benar fenona yang aneh, Randika nganggap bahwa kolam ini rupakan kolam sakral yang sudah ada sejak dulu. Terlebih lagi ada makhluk hidup yang tinggal di kolam ini sungguh patut dipertanyakan. nurut analisa Randika, karena ikan-ikan itu selama ini berada di kolam sakral ini, reka telah nyerap energi yang terkandung di dalamnya.
Oleh karena itu, inilah kesempatan terbaik Randika untuk ngontrol kekuatan misterius di dalam tubuhnya. Asalkan dia makan banyak ikan dari tempat ini, seharusnya dia dapat ngontrolnya dengan sempurna.
ngingat betapa kuat kekuatan misteriusnya itu, Randika jelas tergoda untuk nggunakannya. Jadi dengan tubuh telanjangnya, dia langsung nceburkan diri ke dalam kolam.
Pada saat ini, air terciprat ke segala arah dan, pada saat yang bersamaan, Randika langsung nggigil kedinginan. Air kolam ini benar-benar dingin, adik besarnya itu sampai ikut ngkerut dan njadi kecil.
Namun, Randika tidak terlalu dulikannya. Selama dia bisa ngendalikan kekuatan misterius di dalam tubuhnya, pengorbanan seperti ini sangatlah setimpal. Apabila dibandingkan dengan pengalaman hidupnya selama ini, air dingin ini bukanlah apa-apa baginya.
Ketika permukaan air yang tenang itu tiba-tiba penuh dengan riak, ikan-ikan itu terkejut dan berlarian ke mana-mana. Sayangnya ada seekor ikan yang terjebak di pusaran air dan langsung tertangkap oleh Randika. Tanpa sungkan-sungkan, Randika langsung lahapnya.
Setelah ikan itu tertelan, energi dingin itu langsung nyatu dengan energi gabungan sebelumnya. Pada saat ini, Randika sudah berenang nuju dasar kolam. Setelah beberapa saat, dia mbuka matanya untuk riksa keadaannya. Dia benar-benar terkejut ketika lihatnya.
Kedalaman kolam ini benar-benar ngejutkan, nurut perkiraannya kedalamannya itu lebih dari 15 ter. Terlebih lagi, kolam ini jauh lebih besar daripada ketika dia lihatnya dari atas.
lihat kolam yang nakjubkan ini, Randika semakin kagum dengan alam.
Di saat Randika nyelam, dia nemukan segerombolan ikan yang berenang bersama-sama dengan gembira. Randika senang bukan main, di matanya ikan-ikan itu sudah sama seperti harta karun.
Tanpa pikir panjang, Randika langsung lesat nuju ikan-ikan tersebut dan berhasil nangkap 4 ikan dengan kedua tangannya.
Hannah yang nutup matanya itu nunggu Randika yang nyelam di pinggir kolam. Pada saat ini, tiba-tiba Randika muncul dari dalam air dan mbawa empat ikan di tangannya.
Setelah mberikannya pada Hannah, Randika kembali nyelam telanjang bulat ke dalam kolam. Setelah beberapa saat, dia kembali muncul dari dalam air dan air langsung mbasahi ke segala arah.
"Kak, hati-hati dong." Hannah yang terkejut itu langsung nutupi matanya dengan tangannya.
Tanpa berbicara apa-apa, Randika lahap 4 ikan yang dijaga Hannah itu dan beberapa ikan yang barusan dia tangkap.
Dengan beberapa ikan sekaligus, energi yang masuk ke dalam tubuhnya itu langsung nyatu dan mbentuk bola yang cukup besar. Bola energi itu langsung bekerja dan nyerap kekuatan misterius Randika.
Pada saat dia nyelam kembali, Randika rasa heran. Sepertinya ada aura dingin yang nyelimuti dirinya selama dalam air. Aura dingin ini sepertinya mbantu nekan kekuatan misterius di dalam tubuhnya, jadi nurut analisanya kolam inilah yang njadi sumber energi para ikan tersebut.
Tidak ada penjelasan lain yang bisa Randika pikirkan lagi, sepertinya dia telah nemukan kolam sakral yang sudah berusia ratusan tahun.
Setelah muncul kembali di atas, Randika kembali ngunyah ikan-ikan itu. Dia tidak keberatan dengan ikan yang ronta-ronta di mulutnya, lagipula ini juga demi keselamatan dirinya jadi dia tidak akan sungkan nghabisi ikan-ikan tersebut.
"Han, apa kamu lapar?" Randika tersenyum dan mberikan beberapa ikan kepada Hannah.
Dengan mata tertutup, Hannah dengan cepat nggelengkan kepalanya. Bau amis dan sensasi ikan yang dia kunyah tadi malam masih nghantui pikirannya. Kalau bukan karena Randika yang sedang kritis, dia tidak akan mungkin ngunyahnya.
lihat Hannah nolak, Randika tidak sungkan-sungkan. Dia kembali makan ikan itu dan kembali nyelam.
Jumlah ikan-ikan sebesar ibu jari ini sangat banyak di dalam kolam ini, tetapi Randika tidak bisa nemukan spesies lain selain ikan-ikan ini.
Randika tidak peduli, dia hanya peduli dengan ikan-ikan ini.
Sambil berenang ngincar target, Randika berhasil nangkap beberapa ikan dengan kedua tangannya.
Hannah sudah lelah nutup matanya dan duduk di kejauhan, lagipula kakak iparnya itu hanya muncul ke permukaan untuk ngunyah dan kembali nceburkan diri ke dalam kolam.
Di dalam hatinya Hannah itu terheran-heran, Randika pasti lapar sekali sampai-sampai berani berbuat seperti itu.
Randika sendiri sangat puas dengan hasilnya, gabungan energi ikan dan pil obatnya itu berhasil nyerap kekuatan misterius di dalam tubuhnya jauh lebih cepat daripada kemarin.
Selama dia berhasil nyerap dan nggunakan kekuatan misterius itu, siapa yang berani lawan dirinya di dunia ini?
Bahkan berikutnya dia lawan 2 atau 3 Dewa dari 12 Dewa Olimpus, dia yakin bisa nghajar reka dengan 1 tangan!
Randika kembali nyelam dan muncul permukaan hanya untuk ngunyah hasil tangkapannya. Jika dia bisa makan di dalam air, mungkin dia sama sekali tidak akan keluar.
Ikan-ikan di dalam kolam itu kebingungan, reka rasa bahwa teman-temannya itu nghilang satu per satu. Ketika Randika berenang nuju kawanan reka, ikan-ikan ini tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah ketika tertangkap.
Randika sudah tidak tahu berapa puluh ikan yang dia makan. Ketika dia hendak kembali nyelam, dia rasa perutnya itu sudah penuh.
Randika geleng-geleng dan tersenyum pahit. Dia hampir lupa bahwa perutnya miliki kapasitas terbatas, kalau tidak bisa-bisa dia makan semua ikan yang ada di dalam kolam.
Namun karena perutnya itu sudah penuh dan energi di dalam tubuhnya sedang bekerja, Randika mutuskan untuk lihat-lihat apa yang ada di dalam kolam air dingin ini.
lihat ke sekelilingnya, tidak ada sesuatu yang ncolok. Selain tumbuh-tumbuhan air di sisi kolam, tidak ada sosok hewan selain ikan-ikan kecil itu.
Randika mulai nyelam lebih jauh lagi. Ketika dia makin ke bawah, suhu air semakin dingin. Ajaibnya, dia rasa bahwa aura dingin yang nyelimutinya tadi justru makin mbantu penyerapan kekuatan misterius di dalam tubuhnya.
Randika terkejut bukan main, berarti semakin dia nyelam ke bawah semakin cepat proses penyerapannya?
Bukankah ini hal bagus?
Tanpa ragu-ragu, Randika nyelam semakin dalam. Sekarang dia sudah berada di tengah-tengah kolam. Namun, Randika tiba-tiba ngerutkan dahinya. Suhu di sekitarnya itu sudah ncapai 3 derajat. Jika dia semakin nyelam ke bawah, suhunya bisa-bisa ncapai 0 bahkan lebih dari itu. Terlebih lagi, titik beku air adalah 0 derajat, jadi seharusnya air di bawahnya itu akan mbeku.
Terlebih lagi, orang bisa-bisa mati beku karena tubuh telanjang manusia tidak bisa bertahan di suhu seekstrim itu. Tetapi Randika bukanlah orang sembarangan, dengan bantuan tenaga dalamnya dia bisa nghangatkan dirinya.
Randika kembali nyelam dan suhu air perlahan ikut turun. Tidak lama kemudian, suhu air di sekitarnya sudah ncapai 0 derajat. Tetapi ajaibnya air di kedalaman ini sama sekali tidak mbeku.
Randika terlihat bingung, dan akhirnya dia nyadari bahwa kolam ini mang berbeda dengan yang lain. Sepertinya air di dalam kolam ini terlalu banyak dan sedikit ngandung garam jadi bagian bawah kola mini tidak mbeku.
Setelah nyelam beberapa lama, Randika rasa bahwa penyerapan kekuatan di dalam tubuhnya itu jauh lebih cepat daripada sebelumnya. Sekarang Randika sudah tidak berani nyelam lebih jauh lagi, karena suhu air yang terus nurun. Terlebih lagi, dia khawatir tubuhnya itu akan ngalami gangguan sirkulasi udara skipun tenaga dalamnya itu lindungi dirinya.
Jadi Randika hanya ngapung sentara waktu. Setelah beberapa saat, dia ngaktifkan kekuatan misterius di dalam tubuhnya. Kekuatan misteriusnya itu langsung mberontak dan berusaha ngambil alih kesadaran Randika. Tetapi usahanya itu sia-sia, energi gabungan sebelumnya dan dibantu dengan aura dingin kolam, kekuatan misterius itu lebur jadi satu dengan tenaga dalam Randika.
rasakan kekuatan yang limpah, Randika rasa lebih bertenaga daripada sebelumnya. Dia selama ini belum ngalami terobosan sama sekali terhadap kekuatan misteriusnya itu, dan berkat datang ke gua ini sekarang dia berhasil lampauinya.
Terakhir kali dia ncoba adalah ketika dia bersedi di kamar dan tiba-tiba Hannah datang ngganggu dirinya. Dalam sekejap tubuhnya itu tidak kuat nahan kekuatannya dan dia pun harus berbaring di rumah sakit.
Randika sekarang nutup matanya sambil terus ngapung. Ikan-ikan itu penasaran dengan sosok misterius yang tiba-tiba datang di kolam reka.
Ikan-ikan itu nghampirinya dan berenang-renang di sekelilingnya.
Ikan-ikan ini sama dengan ikan-ikan sebesar ibu jari di permukaan, tetapi warnanya hanya sedikit lebih hitam dari sebelumnya.
Randika tidak peduli dengan ikan-ikan ini, dia rasakan bahwa tenaga dalamnya itu bersikulasi lebih cepat dan dia rasa jauh lebih bertenaga daripada sebelumnya. Kekuatan misteriusnya itu terus-nerus terhisap dengan cepat dan pada akhirnya lebur jadi satu!
Tenaga dalamnya yang limpah itu mulai ngalir deras ke titik-titik vital di tubuhnya. Akhirnya, titik-titik tersebut tidak kuat nahan aliran deras tenaga dalamnya ini dan ledak njadi serpihan!
Ketika titik-titik tersebut terbuka, tenaga dalam Randika yang seperti pusaran angin itu lesat dan mbuat Randika penuh dengan tenaga.
Randika lalu mbuka matanya dan rasakan bahwa pori-pori di tubuhnya itu terbuka dan bahkan air di sekitar pori-porinya itu seakan-akan terhempas.
Randika dapat rasakan bahwa kekuatan, reaksi, inderanya jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Daya tempurnya sudah njadi 2x lipat daripada sebelumnya!
Dari awal Randika itu sudah sangat kuat. Jika kekuatannya itu njadi 2x lipat lebih kuat, siapa yang bisa ngalahkannya?
Randika ingin tertawa, tetapi ketika mulutnya terbuka, air kolam langsung masuki mulutnya.
Dia lupa kalau dia masih berada di air.
Tanpa pikir panjang, Randika berenang nuju permukaan kolam.
Hannah yang duduk lumayan jauh dari kolam itu sedang khawatir. Kenapa kakak iparnya itu tidak muncul-muncul? Apa dia bertemu dengan buaya di kolam itu?
Reviews
All reviews (0)