Font Size
15px

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mbuat Hannah njadi salah satu perempuan yang tidak bisa lepas dari dirinya, sisanya dia tinggal yakinkan Inggrid saja.

mikirkan hal ini, Randika tidak bisa nahan air liurnya untuk netes. Dia lalu berjalan nuju Hannah yang masih sibuk mbasuh tubuhnya itu.

Gua ini benar-benar sunyi, suara langkah kaki dapat terdengar dengan jelas. Ketika Hannah ndengar suara langkah kaki itu, dia noleh dan ndapati bahwa Randika sudah sadar dan berjalan nghampirinya.

Sialan, aku ketahuan!

Randika sedikit malu karena hal ini, kenapa Hannah tiba-tiba noleh ke dirinya? Jika dia tidak noleh, dia akan nyerangnya dari belakang.

Randika awalnya ingin mberi sebuah alasan, tetapi tiba-tiba, kedua mata Hannah dibanjiri dengan air mata. Kesedihan dan kesepian yang nghantui dirinya selama ini langsung keluar bersama air matanya, dia lalu berlari nuju Randika dan hendak luknya.

"Kak Randika? Kak Randika!"

Hannah tidak bisa berhenti nangis, Randika sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Karena ketika Hannah berlari nuju dirinya, kedua dadanya yang besar itu naik turun tiada henti. Dada yang kenyal itu pertanda bahwa Hannah tumbuh dengan sehat.

Kenapa perempuan diciptakan dengan tubuh nggoda iman para lelaki seperti ini? Terutama perempuan cantik seperti Hannah begini kenapa dipersenjatai dengan figur tubuh yang kelas dunia juga? Mana ada lelaki yang dapat nahan diri reka ketika dipeluk seperti ini? Oleh karena itu, perempuan cantik seperti Hannah ini rupakan sebuah karya seni yang tidak ternilai.

skipun Hannah dua hari ini terlihat tegar, dia sebenarnya ketakutan. Dia belum pernah ngalami kejadian seperti ini dan dia benar-benar takut Randika akan mati di hadapannya. Jadi ketika lihat Randika sudah berdiri dengan kedua kakinya, Hannah tidak bisa nahan dirinya untuk tidak berlari ke arahnya. Dia bahkan tidak sadar kalau dia masih telanjang bulat ketika dia nerjang ke arah Randika.

"Syukurlah kak, Hannah benar-benar kesepian."

Pada saat ini, Randika nelan air ludahnya kembali. Hannah yang emosional itu luk dirinya dengan erat. Randika dapat rasakan kedua puting Hannah yang ngeras itu nempel di dadanya. Randika semakin tidak bisa nahan dirinya lagi.

Randika tidak kuasa nahan dirinya lagi, kedua tangannya itu secara tidak sadar berusaha remas dada dan pantat Hannah. Tetapi air mata Hannah yang nempel di dirinya itu nggagalkan niatnya.

Jika saja Hannah bersikap lebih dewasa dan lebih mperhatikan pakaiannya, levelnya sebagai perempuan cantik sudah berada di level kakaknya. Randika yakin orang yang ngejar Hannah akan sama banyaknya dengan yang ngejar Inggrid.

"Sudah tidak usah nangis seperti itu, aku sudah baik-baik saja." Randika nahan niat jahatnya itu. lihat Hannah yang nangis tersedu-sedu, hati kecil Randika juga ikut lunak. Dia teringat dengan usaha Hannah yang begitu luar biasa bagi dirinya. Terlebih lagi, kalau bukan karena usaha Hannah dalam nangkap ikan-ikan itu, dia sudah pasti mati.

Randika luk punggung telanjang Hannah, sensasi itu sama nikmatnya dengan yang di depan.

"Kak, ini bukan mimpi kan? Kamu benar-benar sudah sadar?" Setelah nangis beberapa saat, Hannah ngangkat kepalanya dan natap Randika.

"Iya ini sungguhan aku." Randika lalu ncubit pipi Hannah dan tersenyum padanya. "Terima kasih telah njagaku selama ini, aku sekarang sudah jauh lebih baik."

Hannah tersipu ketika lihat senyuman Randika, dia hanya ngangguk kecil. Setelah luapkan seluruh perasaannya dengan nangis, Hannah jauh rasa lebih baik.

"Bagaimana luka-lukamu?" Tanya Hannah dengan cemas.

"Berkat bantuanmu, luka di tubuhku itu sudah perlahan sembuh seperti dulu." Randika tersenyum lebar dan mbelai rambut Hannah. Jika bukan karena usaha Hannah kemarin, dia benar-benar akan mati di tempat.

"Bantuanku?" Wajah Hannah terlihat bingung. mangnya hubungannya apa dengan luka di tubuh Randika dengan bantuannya?

"Kalau bukan karena makanan yang kamu berikan itu, aku tidak akan pernah bangun lagi. Saking enaknya aku sampai ncari-cari makanan itu dengan lidahku." Wajah Randika tersenyum lebar, sedangkan Hannah tersipu malu karena ndengar perkataan Randika itu. Baginya kemarin ciuman French Kiss itu pertama baginya, sekarang setelah Randika mbahasnya dia tidak berani lihat wajahnya.

"Han, ikan-ikan itu benar-benar bermanfaat bagi tubuhku. Bagaimana kalau nanti kamu nyuapiku lagi seperti kemarin?" Tanya Randika.

Wajah Hannah semakin rah, mang sejak kemarin dia ncium Randika terus-nerus tetapi dia lakukannya karena Randika mbutuhkan pertolongannya. Sedangkan sekarang Randika sudah sadar dan seharusnya bisa makan sendiri bukan?

Ketika Hannah malu-malu ingin ngangguk setuju, dia tiba-tiba sadar bahwa kakak iparnya itu hanya bermaksud nggodanya.

"Kak, bisa-bisanya kakak bercanda di saat seperti ini." Kata Hannah dengan mulut cemberut. Ketika Hannah yang bermata rah itu natap dirinya, Randika tidak bisa nahan dirinya untuk tidak ncium Hannah.

Pada saat ini, Hannah masih luk erat Randika. Di saat reka hendak berciuman, Randika dapat rasakan kedua dada Hannah yang empuk itu makin nggoda bagi dirinya. Tetapi karena kondisinya masih tidak mungkinkan untuk berbuat lebih, dia mutuskan untuk ncium kening Hannah. Sambil misahkan diri, Randika berkata pada Hannah sambil tersenyum. "Han, jangan terlalu banyak bergerak. Kamu sedang tidak makai baju, jika kamu bergerak lagi nanti tombolku akan nyala dan aku tidak berhenti sama sekali."

ndengar hal ini, Hannah benar-benar terkejut bukan main. Karena saking senangnya Randika sudah tersadar dari tidurnya, dia benar-benar lupa bahwa dia sedang tidak makai apa-apa.

"Ah! Jangan lihat kak! Tutup matamu, tidak, balik badan sana dan jangan ngintip."

Hannah langsung lepaskan pelukannya dan nutupi badannya dengan kedua tangannya.

Randika hanya berdiri diam dan mperhatikan Hannah, bukankah dada itu sudah nyentuh dirinya? Kenapa Hannah masih malu mperlihatkan tubuhnya itu?

Namun Randika tidak bisa sepenuhnya nyalahkan Hannah. Hannah sendiri tidak nyangka Randika akan tiba-tiba bangun dan berjalan nghampirinya. Pada waktu Hannah lihat dirinya, tanpa berpikir panjang adik iparnya itu langsung berlari ke arahnya karena saking leganya dan nangis di pelukannya Randika, dia sama sekali tidak sadar bahwa dia sedang telanjang.

"Kak! Sudah jangan ngintip terus, balik badan sekarang!" lihat Randika yang masih natap dirinya, Hannah njadi marah.

"Aku pakai baju dulu dan jangan berani-berani ngintip!" Kata Hannah sambil terus nutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.

"Jangan khawatir, lagipula kita keluarga bukan? Buat apa malu-malu begitu, sudah sana cepat pakai bajumu."

Hannah dengan cepat berlari nuju pinggiran kolam dan ngambil pakaiannya. Sesekali dia akan ngintip Randika dan nyadari bahwa kakak iparnya itu sama sekali tidak berusaha ngintipnya, ini mbuat Hannah rasa lega.

Randika sendiri tidak perlu ngintipnya lagi karena dia sudah rekam tubuh telanjang Hannah di benaknya ketika dia mbasuh badannya tadi. Ingatan itu tidak akan pernah hilang dari pikirannya untuk selamanya.

Tak lama kemudian, Hannah berkata pada Randika. "Sudah kak, kak Randika boleh noleh."

Randika noleh dan lihat Hannah lalu ngatakan. "Kamu benar-benar cantik."

"Sudah jangan bercanda kak." ndengar pujian itu, hati Hannah sedikit rasa senang.

lihat kakak iparnya ini tidak berubah, Hannah benar-benar senang. Dia segera nghampirinya dan berbincang-bincang.

Ketika keduanya berbincang, mata Randika riksa gua ini sekali lagi.

Kemarin dia hanya sempat sekilas rika gua ini sebelum dirinya pingsan, sekarang dia berusaha mahami lingkungannya ini.

"Kak, ikan yang kakak makan itu berasal dari kolam itu." Kata Hannah sambil nunjuk kolam berdiater 10 ter itu.

Mata Randika tertuju pada kolam tersebut. Seketika itu juga, ada beberapa ikan yang loncat dari air dengan semangat.

Keduanya lalu berjalan nghampiri kolam itu, Randika lalu ncelupkan tangannya ke dalamnya. Tangan Randika sudah seperti jaring, dalam sekejap dia sudah berhasil nangkap seekor ikan.

Hannah yang terpukau itu langsung bertepuk tangan, dia sendiri tahu betapa susahnya nangkap ikan itu. "Kak Randika mang luar biasa."

Hannah sendiri harus bersabar ketika nangkap ikan-ikan itu kemarin, tetapi sekarang kakak iparnya bisa nangkapnya dengan satu tangan dan dalam waktu yang singkat.

Randika lalu natap ikan itu lekat-lekat, inikah ikan yang dimakan dirinya kemarin?

Setelah dilihat-lihat, ikan ini berbeda dengan ikan yang pernah dilihatnya. Sepertinya habitat ikan ini hanya di kolam dingin ini saja.

Setelah gangnya beberapa saat, Randika masukan ikan itu hidup-hidup ke mulutnya dan mulai ngunyahnya.

Setiap gigitan yang dilakukannya, sebuah energi mulai masuk ke dalam tubuhnya. Ketika dia nelannya, energi yang sebelumnya berhenti nyerap kekuatan misterius di dalam tubuhnya, mulai bergerak kembali.

Mata Randika berbinar-binar. Ketika dia lihat kolam dingin itu, hatinya benar-benar senang.

Kekuatan misterius di dalam tubuhnya itu benar-benar repotkan dirinya selama ini dan sekarang ia sedang terpojok berkat energi yang berasal dari ikan-ikan ini dan pil obat kakeknya. Randika tidak nyangka bahwa ikan-ikan ini mpunyai kekuatan untuk nyerap kekuatannya itu.

Inikah kekuatan alam?

Yin dan Yang adalah konsep dalam filosofi Cina yang biasanya digunakan untuk ndeskripsikan sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan di dunia ini dan bagaimana reka saling mbangun satu sama lain. Kekuatan misterius yang ada di dalam tubuhnya itu kuat, kasar dan ndominasi ini bisa dikatakan Yang. Sedangkan energi yang terkandung pada ikan ini lebih bersifat lembut seperti Yin. Keduanya lalu nciptakan harmonisasi dan bersatu.

Sepertinya itulah penjelasan yang paling masuk akal bagi Randika.

"Hmm? Ada apa kak?" Hannah cemas ketika Randika tiba-tiba terdiam setelah makan ikan yang ditangkapnya.

"Tidak apa-apa, tetapi rasanya aku perlu masuk ke dalam kolam dan mandi." Kata Randika sambil tertawa. Lalu di bawah tatapan mata Hannah, Randika benar-benar mbuka baju dan celananya.

"Kak!" Hannah terkejut ketika lihatnya, bukankah ini pelecehan seksual?

Ketika Randika sudah telanjang, dia letakkan pakaiannya agak jauh dari kolam sebelum nceburkan dirinya ke dalam kolam. Sedangkan Hannah yang nutupi wajahnya dengan tangannya, berusaha ngintip Randika dari sela-sela jarinya. Dia penasaran seberapa besar barang kakak iparnya itu.

Kemudian di bawah tatapan mata Hannah yang sembunyi-sembunyi itu, Randika sudah lompat dan nceburkan diri ke dalam kolam dingin tersebut.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 301: Kekuatan Yin dan Yang on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Elven Invasion cover
Trending now

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.