Font Size
15px

Sambil ngerutkan dahinya, Randika perlahan ndekati tengkorak itu.

Tengkorak itu bersandar di dinding gua dan sudah tertutup oleh debu. nurut pengamatannya, Randika mperkirakan tengkorak itu setidaknya berada di tempat ini puluhan tahun. Di samping tengkorak, terdapat sebuah pedang yang rusak.

Randika nghampiri dan ngambil pedang tersebut. Namun yang ngejutkannya adalah benda-benda yang ada di balik tengkorak.

Ketika lihat benda tersebut, Randika terkejut bukan main karena dia nemukan bahwa benda yang rupakan bebatuan tersebut mirip dengan berlian! Belum lagi berlian-berlian itu mancarkan cahaya dan bersinar terang. Besar kemungkinan ini adalah sumber cahaya yang dia lihat di dekat kolam itu?

lihat tengkorak dan pedang yang rusak itu, Randika nyimpulkan bahwa orang ini sepertinya ngetahui rahasia dari gua ini dan bermaksud untuk ngambilnya seorang diri. Dengan bermodalkan pedangnya, dia berusaha ngambil berlian itu sebanyak-banyaknya.

Tetapi karena dia ingin monopoli semua berlian itu untuk dirinya sendiri, dia terjebak dan tidak bisa keluar dari gua ini ketika tali yang dia pasang di puncak itu terputus.

"Bagaimana kak? Apa ada sesuatu yang aneh?" Hannah yang tidak jauh dari Randika itu masih ketakutan untuk lihatnya.

"Tidak ada apa-apa, ini hanya tengkorak manusia biasa." Kata Randika berusaha nenangkan.

Setelah itu, Randika nemukan sebuah pisau pendek di tanah. mbersihkannya dari debu, Randika nyentilnya dengan pelan.

Pisau itu lalu berdenting dengan keras, nunjukan bahwa pisau ini masih kuat dan tidak tertelan oleh waktu. Dengan bantuan pisau ini, Randika yakin bisa manfaatkannya ketika berusaha keluar dari gua ini.

Randika lalu nghela napasnya ketika ngambil sebuah kalung yang tergeletak di sebelah tengkorak. Sangat nyedihkan lihat seseorang mati hanya karena ngejar harta seperti ini, ketika dia berhasil keluar nanti dia akan ngubur kalung itu untuk nghormati jasad manusia ini.

Setelah nenangkan Hannah sekali lagi, Randika lalu kembali nuju kolam untuk berkultivasi sekali lagi.

Dia nghabiskan beberapa hari di gua ini demi nyerap kekuatan misteriusnya itu sekaligus mpererat hubungannya dengan Hannah.

Di dalam kolam air dingin itu, Randika kembali nyelam nuju dasar kolam. Berkat semakin kuat dirinya, Randika berhasil nyelam lebih dalam daripada sebelumnya. Sebelumnya suhu dingin mbuatnya ragu untuk neruskan perjalanannya.

Jika dilihat dari polanya, suhu air kolam ini akan makin dingin ketika dia nyelam makin dalam. Tetapi air kolam ini sama sekali tidak mbeku.

Semakin dalam dia nyelam, semakin cepat penyerapan energi di dalam tubuhnya. Sepertinya aura dingin yang terkandung di dalam kolam ini dapat nekan kekuatan misterius di dalam tubuhnya.

Setelah 10 hari tinggal di gua ini, Randika terus nerus nyerap energi dari kekuatan misteriusnya. Sekarang dia telah berhasil nyerap 1/10 dari keseluruhannya. Namun, tidak peduli berapa ikan yang dia makan dan tidak peduli seberapa dalam dia nyelam, penyerapan energi ini berhenti di 1/10. Randika hanya bisa nyerah untuk nyerap seluruh kekuatan tersebut.

Tetapi berkat 1/10 ini, kekuatan Randika sudah tidak bisa dibandingkan dengan yang dulu. Terlebih, jika dia kedepannya nanti berhasil nyerap seluruh kekuatan misterius tersebut maka dia jelas akan njadi nomor 1 di dunia.

"Han, sudah waktunya. Bersiaplah untuk pergi dari tempat ini." Kata Randika sambil tersenyum.

ndengar kata-kata Randika, mata Hannah terlihat berbinar. Akhirnya dia bisa pergi dari tempat ini.

.....

Pada saat yang sama di Jakarta, di kediaman keluarga Alfred.

Wajah Jack terlihat sedih. natap pintu yang ada di depannya, dia seakan tidak berani ndorong pintu tersebut.

Pada saat ini, hatinya bukan dipenuhi keraguan lainkan rasa tidak berdaya yang nyedihkan.

"Ayah, masuklah jika kamu mau." Pada saat ini, terdengar suara dari dalam pintu. skipun suara itu terdengar tenang, suara tersebut terkandung nada dingin.

Jack mbuka pintu dan natap Inggrid yang duduk diam. Di ja, terdapat baju pengantin yang sangat wah.

Jack terdiam beberapa saat. skipun dia ingin anaknya satu ini untuk nikah dengan keluarga Alfred, bukan cara seperti ini yang dia inginkan. Namun, skipun cara ini ncoreng namanya, hal ini cukup untuk redakan kemarahan keluarga Alfred. Mau tidak mau dia harus nerima keputusan ini, dengan kata lain dia tidak punya ruang untuk nolak.

Beberapa hari yang lalu, keluarga Alfred mbawa kembali Inggrid ke Jakarta. Inggrid lalu ditahan di rumah keluarga Alfred agar tidak bisa kabur kembali. Jack tentu saja tahu ngenai kejadian ini, tetapi yang mbuatnya pucat pasi adalah kata-kata dari Ivan. Keluarga Alfred ngirim pesan bahwa skipun Hans telah ninggal, Inggrid tetap akan nikahinya.

Ini berarti Inggrid akan lakukan Ghost Marriage [1]!

Kabar pernikahan ini nyebar ke seluruh penjuru negara, keluarga Alfred benar-benar tidak mberi toleransi sama sekali pada Inggrid.

Namun, keluarga Laibahas benar-benar tidak mpunyai pilihan lain. Awalnya Jack datang ke kediaman Ivan untuk mbahas hal ini tetapi Ivan mbalasnya dengan pernyataan perang. "Jika keluargamu berani nghindar sekali lagi maka jangan harap keluarga kita berdua bisa hidup secara damai!"

Dalam sekejap keringat dingin Jack ngalir deras, dia hanya bisa terdiam. Jika perang benar-benar terjadi di antara dua keluarga reka, maka keluarga Laibahas sudah ditakdirkan untuk jatuh.

Sekarang, Jack berdiri di hadapan Inggrid dan tidak tahu harus berkata apa pada putrinya ini. skipun pada akhirnya dia akan maksa Inggrid untuk nuhi janji pernikahan reka, Jack tidak nyangka keluarga Alfred sampai lakukan Ghost Marriage. Hal ini juga mbuat hubungan kedua keluarga setingkat lebih rendah.

Setelah terdiam beberapa saat, Jack berkata pada Inggrid. "Beristirahatlah dengan tenang, besok adalah hari pernikahanmu. Jangan sampai ngacaukannya."

"Aku ngerti." Inggrid masih sedingin tadi dan ekspresinya sama sekali tidak berubah. Namun, tatapan matanya itu kosong dan mati.

Jack nghela napasnya dan nutup pintunya. Tidak lama kemudian, Ivan masuk dan natap Inggrid yang 'mati' itu dan ndengus dingin. "Besok kamu akan nikahi anakku yang telah kamu bunuh itu, dengan ini kamu akan selalu njadi barang milik keluarga Alfred."

Inggrid tidak mbalas sama sekali.

Ivan natap Inggrid dan berkata dengan nada dingin. "Jika bukan karena kamu, laki itu pasti masih hidup. Mata dibalas dengan mata dan nyawa dibalas dengan nyawa, orang itu sudah ditakdirkan mati setelah berani lawan keluargaku."

ndengar kata-kata itu, tubuh Inggrid bergetar tidak karuan. Tetapi hal itu tetap tidak mbuatnya berbicara.

lihat Inggrid yang sama sekali tidak mau berbicara, Ivan ludah ke lantai dan pergi dari ruangan.

Pernikahan ini ncoreng nama keluarga Laibahas dan ngikat Inggrid ke keluarga Alfred, bahkan jika dia mutuskan untuk mbuang nama keluarganya itu, Inggrid tidak bisa mbuang fakta bahwa dia adalah salah satu keturunan dari keluarga Laibahas.

Sangat disayangkan Jack tidak berani lawan lebih keras, dia mbiarkan dirinya diinjak-injak seperti itu.

Ketika Ivan berjalan keluar, dua penjaga yang bertugas ngawasi Inggrid mulai berbincang.

"Rasakan penderitaanmu itu, salahnya sendiri berani lawan keluarga kita!"

"Tetapi sayang banget tidak sih? Perempuan itu benar-benar cantik." Kata penjaga itu sambil njilat bibirnya.

"Jangan sekali-kali kamu berpikiran aneh. Kamu berani lawan perintah tuan kita? Dia akan ngulitimu hidup-hidup! Bersabarlah, nanti kita akan pergi pelacuran bersama-sama setelah selesai kerja ini."

"Benarkah?"

Penjaga sum satu itu sudah tidak sabar lampiaskan nafsu birahinya yang sudah numpuk.

Setelah tidak ada orang selain dirinya, Inggrid berdiri dan natap kaca.

Di kaca tersebut, terlihat wajah perempuan cantik yang pernah mbuat seluruh pria di Indonesia rela pergi ke kota Cendrawasih untuk mikat hatinya.

Tetapi sekarang wajah cantik itu terlihat murung, tidak berdaya, hampir sama dengan orang mati.

lihat wajahnya yang pucat itu, Inggrid neteskan air mata. Air matanya itu lambangkan rasa frustasi dan penyesalan yang dia pendam selama ini.

"Randika. Hannah" Tangisan Inggrid semakin njadi-jadi. "Kenapa kalian tidak mbiarkanku mati pada waktu itu?"

Ketika mikirkan kedua orang itu, hati Inggrid benar-benar sakit. Randika adalah satu-satunya orang yang dia cintai di dunia ini dan Hannah adalah adiknya yang paling berharga buatnya. Keduanya sudah bagaikan keluarganya sendiri, keluarga yang bahkan lebih dekat daripada keluarga yang mbesarkannya dulu.

Air matanya itu mbasahi bajunya dan rusak riasan wajahnya.

Di benak Inggrid, selalu terbayang Randika yang akan segera nyelamatkannya dari balik pintu ini. Tetapi sayangnya kali ini harapannya itu tidak akan terwujud.

"Tidak peduli berapa kali aku terlahir kembali, aku akan selalu njadi istrimu." Inggrid bergumam tentang kata-katanya ketika dia selamatkan dari Shadow oleh Randika.

Dari sejak saat dia diselamatkan oleh Randika dari genggaman keluarga Alfred, dia sudah mbulatkan tekadnya. Benar, sejak saat itu Inggrid berjanji akan lewati segalanya bersama Randika. Tidak peduli jika Randika mbawanya ke ujung bumi ataupun neraka, cintanya tidak akan pernah padam.

Tetapi sekarang Randika sudah tidak ada, apa gunanya dia masih bernapas?

Masa depan tanpa Randika sama saja seperti berjalan di bulan seorang diri.

Inggrid nangis sejadi-jadinya tetapi kemarahan di hatinya itu tidak bisa dia sembunyikan. Sebelum dia mati, dia bersumpah akan mbunuh Ivan demi mbalaskan dendam Randika dan Hannah.

Berdasarkan rencana Inggrid, dia berniat untuk mbunuh Ivan sebelum akhirnya bunuh diri.

Inggrid natap pisau yang dia sembunyikan itu. Besok dia akan mbunuh Ivan dengan kedua tangannya ini.

Inggrid lalu tersenyum dan berkata pada hatinya. "Randika kamu tidak usah khawatir, besok kita akan bersama lagi."

Inggrid lalu nyembunyikan kembali pisaunya itu dan ngusap air matanya.

Di sisi lain, di dalam gua, Randika dan Hannah sudah selesai mpersiapkan segala hal yang diperlukan.

"Kak, apa kamu yakin? Aku tidak akan jatuh kan?" Kata Hannah dengan nada cemas.

"Sudah jangan khawatir, tutup matamu dan kita akan keluar dari tempat ini dalam sekejap." Kata Randika sambil tersenyum.

Ketika Randika berniat ngambil sebiji berlian, dia terkejut ketika lihat sebuah tali usang di samping tengkorak di dalam gua. skipun sudah usang, tali itu cukup kuat.

Setelah persiapan reka selesai, Randika nyuruh Hannah berdiri di depannya dan ngikat kedua pinggang reka dengan tali.

[1] Perkawinan yang salah satu atau kedua mpelainya adalah arwah orang yang sudah ninggal. Asal usul dari perkawinan ini tidak dapat ditelusuri tetapi konon sudah ada sejak 3000 tahun yang lalu. Negara yang sering ngadakannya adalah negara Cina. Salah satu alasan ngadakan pernikahan ini adalah mastikan garis keluarga berlanjut. Dalam hal ini yang ninggal sebelum nikah adalah anak laki-laki, arwahnya kemudian dinikahkan dengan perempuan yang masih hidup. Dengan demikian orang tua si anak laki-laki itu dapat ngadopsi cucu.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 304: Setelah Dia Tidak Ada, Buat Apa Aku Masih Hidup on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

I Became The Academy Necromancer cover
Similar genre

I Became The Academy Necromancer

172 ·Harem

Scream,Shriek.Wakeupandpourtherestofyourgrudgesontome.ThenI’ll...Readmore Scream,Shriek.Wakeupandpourtherestofyourgrudgesontome.ThenI’llsaveyou.Col...

I Devour Deities cover
Similar genre

I Devour Deities

Love Pea ·Harem

Thirtyyearsago,ameteorfellandthedivineruinsappeared!Somedeitiesemergedfromit,feedingonhumans.Sincethatday,humanshavebecomefoodforthedeities,exceptf...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.