Font Size
15px

Pecahan tembok, alat-alat konstruksi dll itu ngarah pada Randika dan Inggrid yang nggantung di udara. Bahkan sudah ada pecahan tembok yang siap nghancurkan kepala reka berdua.

Gawat!

Randika ngerutkan dahinya. Pada saat yang sama, sabuk yang terikat pada pegangan kursi itu mulai lepas karena getaran dari ledakannya. ndadak, kedua orang ini luncur turun kembali.

"Ah tidak!"

Pada saat ini, Inggrid kembali nutup matanya dan luk erat Randika.

Sialan, kenapa mon romantisnya ini selalu terganggu?

Beda dengan Inggrid, Randika masih berwajah tenang. Bagaimanapun juga, reka hanya nggelantung 3 lantai dari bawah. Bagi Randika, ketinggian seperti ini bukanlah sebuah masalah. Siapa dirinya? Dia adalah Ares salah satu dari 12 Dewa Olimpus! lompat dari lantai 10 bukanlah masalah, namun lompat dari lantai 20 sambil nyelamatkan orang, itu baru sebuah masalah besar.

"Sayang, berhentilah berteriak." Kata Randika dengan santai.

"Ah?" Inggrid mbuka matanya secara perlahan dan nyadari bahwa reka sudah ndarat dan Randika sedang berlari sambil nggendongnya. skipun sudah ndarat dengan aman, reka masih dalam radius pasca ledakan jadi Randika tidak ragu-ragu untuk lari dari lokasi ini.

Dengan kecepatannya, Randika berhasil nghindari bahaya.

BOOM!

Pada saat ini, sebuah mayat gosong dari ketinggian jatuh ke tanah dengan keras. Mayat itu adalah Shadow, akhirnya perempuan itu mati di tangan Randika dan terkubur oleh jebakan yang dia buat sendiri.

....

Sambil nggendong Inggrid di perjalanan, akhirnya reka berdua sampai di rumah. Sekarang setelah Shadow telah mati, Randika bisa bernapas lega. Sudah tidak ada ancaman seperti ini lagi untuk sentara waktu.

"Sudah sampai." Randika natap Inggrid yang berada di pelukan tangannya.

Inggrid ngangguk pelan, digendong oleh Randika mberinya rasa aman dan dia sudah terlanjur nyaman jadi dia sedikit kecewa ketika turun.

"Sayang, mandi dulu sana biar segar." Kata Randika sambil ngelus kepala Inggrid.

Setelah itu, Randika mulai masak untuk reka berdua. Dari siang hingga larut malam ini, Randika sama sekali tidak makan. Dia benar-benar cemas pada Inggrid sampai-sampai dia tidak bisa makan ataupun minum.

Alasan kedua dia masak adalah masakan istrinya yang lebih beracun dari racun milik Shadow. Randika lebih milih untuk masak daripada ngulangi penderitaannya yang dulu.

Setelah makanan telah jadi, Randika juga mandi. Ketika Randika selesai, kebetulan Inggrid juga telah selesai.

"Sudah enakan sayang? Kamu tidak perlu khawatir dengan kejadian tadi lagi." Kata Randika sambil tersenyum dan luk Inggrid dari belakang.

Inggrid ngangguk, sebenarnya dia masih takut ketika mikirkan apa yang telah dia alami barusan.

Randika lahap makanannya dengan lahap, sedangkan Inggrid tidak terlalu nafsu untuk makan. Sepertinya dia masih kepikiran dengan kata-kata Shadow tadi.

Randika dapat lihat hal ini dengan jelas. Ketika dia ingin bercanda untuk ringankan suasana, Inggrid tiba-tiba berkata padanya. "Ran, perempuan yang nculikku itu tadi nceritakan ke aku bahwa kamu adalah Ares, benarkah itu?"

Tubuh Randika langsung njadi kaku. Randika tidak ingin Inggrid tahu siapa dirinya yang sebenarnya, jadi ini bukanlah situasi yang bagus. Hal ini sama seperti Inggrid tidak mau nceritakan masalah pertunangannya dengan keluarga Alfred, Inggrid khawatir bahwa Randika akan terseret masalah keluarganya itu. Oleh karena itu, Randika tidak ingin Inggrid ngetahui siapa dirinya sebenarnya karena alasan itu.

Jangan pikir bahwa kehidupan di Indonesianya ini jauh dari kata bahaya. Istananya di Jepang itu saja penuh dengan mata-mata dan pemberontakan Bulan Kegelapan hanyalah salah satu contoh bahaya yang dia hadapi selama ini. Pasukannya selalu ngalami pertempuran tanpa henti, dunia bawah tanah selalu penuh dengan bahaya yang ngintai.

Setelah terdiam beberapa saat, Randika mbalas. "Jadi semuanya berawal dari aku berkeliling dunia"

Ketika Randika mutuskan untuk jujur pada Inggrid, bibirnya telah dihalangi oleh tangan Inggrid.

"Tidak, aku tidak ingin ndengar seluruhnya. Aku hanya ingin tahu siapa suamiku itu sebenarnya, masa lalumu bukanlah masalah bagiku."

ndengar kata-kata itu, mata Randika njadi rah. Namun, Inggrid hanya tersenyum tulus pada dirinya.

"Aku hanya penasaran. Bagaimanapun juga, dilihat dari sisi manapun juga, kamu itu bukan penjual mie ayam. Aku hanya ingin tahu siapakah dirimu yang sekarang ini. Aku ingin mastikan bahwa kamu tetaplah orang yang sama dengan orang yang kucintai." Kata Inggrid.

ndengar kata-kata ini, hati Randika terasa hangat. Randika ngenal Shadow, pasti cerita yang dia sampaikan pada Inggrid penuh dengan tragedi. Tetapi, Inggrid masih mpercayai dirinya dan sangat ncintai dirinya skipun sudah ndengar sepak terjangnya.

Randika nggenggam tangan Inggrid dan luk Inggrid dari belakang.

"Sayang, aku sudah tidak sabar lagi." Randika ncium leher Inggrid dan raba dadanya.

"Sayang, makanannya bagaimana?" Inggrid benar-benar lengah, titik erotisnya telah diserang oleh Randika.

"Aku hanya ingin makanmu sekarang juga."

"Hei, ini di ja makan tahu." Inggrid mberikan perlawanan terakhirnya.

"Tidak ada orang di rumah ini selain kita." Randika sudah tidak sabar dan mulai mainkan tangannya. Sambil berciuman, dia dengan cepat mbuka bajunya Inggrid!

Inggrid sudah nutup matanya dan pasrah dengan keadaannya. Tidak butuh waktu yang lama, keduanya mulai luapkan cinta reka di atas ja.

Di rumah kosong ini, hanya suara benturan pinggang dan desahan yang dapat terdengar.

"Ran, tunggu! Aku mau keluar!"

"Sudah mau lagi? Biarkan aku istirahat sebentar! Ah!!"

....

Keesokan harinya, Randika mbuka matanya dan nemukan Inggrid tertidur di lengannya.

lihat istrinya yang tidur dengan tenang, Randika tidak bisa untuk tidak mbandingkannya dengan seekor kucing. Tidak kuat dengan keimutannya, Randika mbelai rambut Inggrid dan ncium dahinya.

Inggrid tidak terbangun, dia hanya ngulet. Kemudian dia luk tubuh Randika dengan erat, bau tubuh Randika mbuatnya rasa nyaman dan aman.

Randika tersenyum pahit, sekarang dia tidak bisa bergerak. Yang hanya bisa dia lakukan sekarang adalah mbalas pelukannya itu dengan sebuah pelukan.

Sepertinya dia terjebak di tempat tidur.

Namun, suasana ini sama sekali tidak buruk. Tentu saja, mon ini lebih sempurna jika tangan kirinya juga luk perempuan lainnya.

Inggrid masih tertidur pulas di pelukannya Randika, Randika sendiri tidak ingin mbangunkannya. Bagaimanapun juga, istrinya ini telah ngalami hal yang buruk kemarin malam jadi yang bisa dilakukannya adalah mbiarkannya istirahat. Oleh karena itu, beberapa hari ke depan dia akan maksa Inggrid untuk libur dari pekerjaannya dan bersenang-senang bersama dengan dirinya.

Randika dengan pelan mbelai pipi istrinya itu, hatinya penuh dengan kehangatan. Lain kali, tidak, dia akan mastikan tidak akan pernah ada kejadian seperti ini terulang lagi.

Setelah 45 nit berlalu, Inggrid perlahan mbuka matanya. Ketika dia mbuka matanya, dia lihat Randika yang sedang natap dirinya sambil tersenyum.

"Lho kok sudah bangun?" Randika mberi ciuman selamat pagi.

"Hmm? Jam berapa sekarang?" Inggrid ngucek matanya.

"Sayang, jangan khawatir dengan pekerjaan. Aku sudah ngabari bahwa kamu hari ini tidak akan masuk kerja, hari ini dan beberapa hari ke depan kamu akan istirahat di rumah. Tentu saja, aku akan selalu ada bersamamu. Percayakan kantormu itu pada orang-orangmu, reka bukanlah orang-orang lemah." Kata Randika.

Inggrid hanya ngangguk dan kembali ke pelukannya Randika. Randika lalu berbisik ke telinga Inggrid sambil tertawa. "Sayang, karena pagi ini kita tidak ada pekerjaan, bagaimana kalau kita"

Tidak perlu diteruskan lagi, Inggrid sudah ngerti maksud Randika itu.

Wajah Inggrid dengan cepat njadi rah, dia lalu bertanya pada Randika. "Sayang, apa kamu masih kuat?"

"Berani-beraninya kamu rehkan suamimu ini! Aku harus nghukummu!"

"Tidak! Ah!"

Tidak lama kemudian, suara ranjang bergoyang terus terdengar beberapa saat disusul oleh desahan erotis dari Inggrid.

Setelah 3 ronde, Inggrid turun dan nyiapkan sarapan sedangkan Randika berjalan nuju kamarnya.

Randika segera nyalakan komputernya dan tak lama kemudian Yuna segera muncul di layar.

"Ran, tumben sekali kamu nghubungiku pagi-pagi?" Yuna masih makai piyamanya yang longgar itu, kedua dadanya bergelantungan dengan bebas.

Namun, Randika baru saja nyantap Inggrid jadi konsentrasinya sangat tinggi.

"Aku telah mbereskan Shadow." Kata Randika.

"mbereskan?" Yuna terlihat bingung. "Bukankah Shadow sudah mati sebelumnya?"

"Dia berhasil bertahan hidup." Kata Randika. "Kamu sekarang dapat berkonsentrasi penuh pada Bulan Kegelapan. Kikis kekuatannya perlahan dan tangkap segera si pengkhianat itu. skipun dia bukanlah sebuah ancaman berarti buat kita, kita harus mbereskan masalah ini untuk selamanya. Kamu ngerti maksudku?"

Randika masih trauma dengan Shadow, perempuan itu tidak ngincar dirinya lainkan orang-orang yang di sekitarnya. Randika harus mastikan hal ini tidak terulang kembali, jadi satu-satunya jalan adalah mbunuh Bulan Kegelapan. Terlebih, dari mana Shadow bisa ada di Indonesia dan ngerti bagaimana caranya nangkap boneka ginseng? Tentu saja, itu pasti makai kekuatan dan sumber daya milik Bulan Kegelapan.

"Jangan khawatir, pasukan kita sudah bekerja dengan keras. Kita sudah ngeliminasi seluruh kekuatan Bulan Kegelapan di Jepang. nurut informasi yang kudapatkan, dia telah lari ke Arika. Setelah situasi di Jepang ini sudah stabil, kita akan ngejarnya."

Randika ngangguk. "Bekerja samalah dengan Frank dan Catherine untuk misi pengejarannya. Jika ada apa-apa, hubungi aku."

"Baik."

Setelah matikan komputer, Randika berjalan nuju lantai 1. Pada saat ini, Inggrid yang makai celek itu noleh sambil tersenyum. "Aku sudah masak untuk suamiku tercinta, cepat duduk dan siapkan piringnya."

Randika yang baru saja datang itu lihat senyuman manis Inggrid, dia tidak tahu harus berbuat apa.

Rasa takut yang didapatnya ketika makan makanan Inggrid kapan hari benar-benar lekat di benaknya.

Namun, sarapan ini dibumbui oleh sesuatu yang paling berharga di dunia ini. Benar, itu adalah cinta! Tidak ada bumbu yang lebih enak daripada cinta!

Ketika Randika duduk dan ngunyah makannya, hatinya sudah nangis. Dia ingin ngambil kembali kata-katanya barusan. Sepertinya lebih baik dia makan di luar bersama istrinya ini.

Namun, lihat senyuman Inggrid yang begitu lebar, Randika hanya bisa pasrah.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 275: Ingin Kutarik Kata-kataku Barusan on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

All MILFs are Mine cover
Similar genre

All MILFs are Mine

Night_phantom ·Harem

*Caution* *TABOOCONTENT* *STRONGSEXUALCONTENT* THISCONTENTISVERYHARMFULFORANORMALPERSON'SMIND. __________________________________ LeonisaMILFlover,...

On the Path to the Great Dao cover
Trending now

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.