Font Size
15px

Namun Randika tidak bisa nyepelekan kasus ini. Sebelum Bulan Kegelapan benar-benar mati, ancaman bahaya ini selalu ngintai dirinya. Dia tidak bisa mbiarkan kanker ini terus berkembang hingga besar.

Setelah beberapa hari pasca kejadian di kota Kamakura, masih belum ada kabar ngenai markas utama Bulan Kegelapan. Bahkan pasukan Bulan Kegelapan yang diinterogasi tidak ngatakan apa-apa.

Hanya dalam 2 hari, seluruh markas Bulan Kegelapan yang reka tahu telah hancur. Dan terlebih reka berhasil rebut istana reka kembali! Dengan perencanaan yang teliti oleh Catherine dan juga tidak adanya bala bantuan mbuat reka bisa rebutnya kembali dengan mudah.

Pada saat ini, nama pasukan Ares sudah nggema di telinga orang-orang. manfaatkan kesempatan ini, Catherine dan Randika mutuskan untuk rekrut lebih banyak orang dan nstabilkan fondasi reka.

Sebelumnya pasukan reka ini terlalu sederhana, tetapi kali ini Catherine ingin mperdalam fondasi reka. Dia ingin rekrut lebih banyak peneliti, kanik dan ahli komputer. Proses perekrutan ini akan diawasi langsung olehnya dan Yuna agar tidak kemasukan mata-mata.

Beberapa hari setelahnya Yuna dan Catherine ngantar Randika ke bandara. reka berangkat secara diam-diam dan tidak mberitahu para jenderal dan letnan lainnya. Kalau tidak, ngingat sifat reka semua, Randika bisa-bisa tidak bisa kembali ke Indonesia.

"Kalau begitu sampai di sini ya. Aku serahkan sisanya pada kalian berdua." Kata Randika sambil tersenyum.

Yuna yang cemberut itu tiba-tiba sudah berurai air mata. Kedua dada supernya itu nempel erat dengan Randika.

"Aku mohon jangan pergi, aku masih ingin bersamamu. Lagipula kamu juga belum bertemu dengan adikku." Yuna nangis di dadanya Randika.

"Yuna, aku tahu kamu kesepian tetapi bukankah Kyoko, Catherine dan yang lain ada bersamamu? Aku yakin kamu bisa ngatasi semua masalah dengan baik tetapi jika kamu mbutuhkanku, kamu tinggal nghubungiku."

Catherine yang ada di samping ikut tersenyum. "Tuan, bagaimana kalau kamu mbawa Yuna bersamamu? Aku akan ncari orang yang tepat untuk nggantikan posisinya di divisi intelijen."

"Benarkah? Aku bisa pergi bersamamu?" Wajah Yuna terlihat berbinar-binar.

Randika nggelengkan kepalanya. "Maaf untuk divisi intelijen aku tidak bisa percaya dengan siapapun selain kamu Yuna. Lagipula bagaimana perasaan adikmu kalau kamu ndadak pergi?"

"Tapi."

"Sudah kamu tenang saja, aku akan nghubungimu lebih sering mulai dari sekarang."

"Janji?"

Randika nganggukan kepalanya dan ngusap kepala Yuna, dia lalu noleh ke arah Catherine. "Aku mpercayakan pasukan kita padamu, jaga baik-baik rumah kita."

Catherine ngangguk. "Tuan jangan khawatir, aku tidak akan mbiarkan pasukan kita ngalami kejadian malukan seperti itu lagi."

Randika ngangguk dan tersenyum, reka berdua manglah orang kepercayaannya.

"Oya, nanti kalau kalian rekrut orang, dahulukan kesetiaan daripada keahlian." Dengan adanya reorganisasi pasukan, proses perekrutan njadi kunci kestabilan dan kekuatan reka. Kalau proses perekrutan ini tidak diawasi dengan baik, bisa-bisa akan terjadi kasus Shadow kembali.

Catherine ngangguk. "Tuan, aku akan mbuka markas cabang di Indonesia ketika masalah kita di Jepang ini telah selesai. Lagipula Indonesia rupakan kampung halaman tuan kita."

Cabang di Indonesia?

Randika terkejut, ide yang sangat brilian! Namun, dia berpikir sebentar dan nggelengkan kepalanya. "Hal seperti ini mungkin akan sulit, Arwah Garuda tidak akan mbiarkannya."

Setelah berbincang sebentar, Randika masuk untuk lakukan check in.

Ketika dia hendak masuk, terdengar suara sin yang nggelegar dari belakang. Suara ini langsung mbuat semua orang penasaran.

Randika noleh ke belakang dan tidak bisa nahan dirinya untuk nggelengkan kepalanya sambil tertawa.

Beberapa motor besar berbaris dengan rapi tepat di luar pintu masuk bandara. Motor yang dikendarai itu benar-benar besar.

Jika ada orang yang ngerti ngenai sepeda motor, reka tentu akan terkejut. Motor-motor itu adalah Harley Davidson Street Glide. sin motor reka ngerikan dan kecepatannya tidak kalah dengan mobil!

Motor-motor itu berbaris rapi dan di belakangnya terlihat beberapa mobil sport lainnya seperti Rolls Royce, Ferrari dan Lamborghini. Satu per satu mobil itu berhenti dan parkir dengan rapi, sepertinya sedang terjadi parade mobil wah.

Semua orang terkejut bukan main, motor dan mobil wah ini kenapa tiba-tiba berkumpul di tempat ini?

Sebuah mobil yang parkir di samping Lamborghini itu tidak bisa tidak rasa minder. Dengan nggosok matanya dengan keras, dia bermimpi suatu saat nanti akan miliki mobil seperti itu.

Satu per satu orang mulai rekam kejadian unik ini dengan HP reka. Setelah beberapa saat, semua orang yang di dalam mobil keluar dan berjalan nghampiri pintu masuk bandara.

Randika nggelengkan kepalanya dan tertawa pahit. Dia lalu natap Yuna dan nghela napas.

Sepertinya Yuna mberitahukan kepergiannya pada semua orang.

Tidak lama kemudian, semua pasukannya yang makai jas hitam itu berdiri di hadapannya Randika.

Dion, Polemos, Serigala, Jin, Singa dan yang lain tampak seperti mafia. Sedangkan Kyoko makai dress China yang mperlihatkan kaki panjang dan mulusnya, benar-benar nggoda.

Jika saja bukan karena luka di mukanya, Kyoko sudah njadi perempuan tercantik yang pernah dilihatnya.

Semua pasukannya itu, dipimpin oleh 5 jenderal, bersamaan mbungkuk ke arah Randika.

"Selamat jalan tuan!"

Suara yang keras itu dapat terdengar di seluruh pelosok bandara, semua orang terkejut bukan main ketika ndengarnya.

Pemuda itu bos dari semua orang itu?

Benar-benar tidak masuk akal.

Randika nghela napas lalu tertawa dengan keras.

"Siapa yang akan nemaniku berlatih pedang coba?" Raihan nghela napas sambil mbawa pedang besarnya di punggungnya. Frank lalu marahinya. "Sudah jangan nambah beban tuan kita lagi. Tolong maafkan dia, berangkatlah dengan hati yang tenang dan serahkan yang di sini padaku."

"Benar bos, aku akan njaga rumah kita ini!" Singa robek jasnya sambil ngeluh. "Sialan, baju seperti ini mang tidak cocok untukku."

lihat tingkah laku Singa yang malukan, Jin sudah geleng-geleng. Dia sangat mbenci sikap Singa yang seenaknya.

Matthew dan Martin tersenyum. "Tuan, Anda harus kembali!"

"Jangan khawatir." Randika tersenyum. Kali ini Dion dan Polemos maju dan nyampaikan salam perpisahan reka.

"Karena aku tidak ada di sini, jagalah baik-baik saudara-saudara kita."

"Jangan khawatir, kita semua akan bertaruh nyawa untuk njaga warisanmu ini tuan."

Randika luk para jenderal dan letnannya.

"Serigala, ketika pasukan kita sudah kuat dan banyak, aku berpikir untuk mbuat cabang di Eropa. Bersiaplah untuk kemungkinan itu."

"Kyoko, semakin hari aku lihatmu kecantikanmu itu mang abadi. Jaga dirimu baik-baik."

........

Dengan begini Randika sudah berpamitan dengan semuanya, dia sekarang sudah siap pulang ke Indonesia.

Para pengunjung yang lain masih tertegun namun perasaan reka langsung berubah njadi ketakutan.

"Hoi, jangan nghalangi jalan tuanku! Kubunuh kau!"

Semua orang langsung nyingkir dan mberikan jalan pada Randika.

Randika hanya bisa tersenyum pahit, dia nduga hasil yang seperti ini jika mberitahukan kepergiannya pada semua orang.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 237: Perpisahan on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

I Became The Academy Necromancer cover
Similar genre

I Became The Academy Necromancer

172 ·Harem

Scream,Shriek.Wakeupandpourtherestofyourgrudgesontome.ThenI’ll...Readmore Scream,Shriek.Wakeupandpourtherestofyourgrudgesontome.ThenI’llsaveyou.Col...

I Devour Deities cover
Similar genre

I Devour Deities

Love Pea ·Harem

Thirtyyearsago,ameteorfellandthedivineruinsappeared!Somedeitiesemergedfromit,feedingonhumans.Sincethatday,humanshavebecomefoodforthedeities,exceptf...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.