Font Size
15px

Randika berdiri di tempat yang sama, Bulan Kegelapan cuma bisa terpana sedangkan Apollo dan Brahman ngalami luka-luka.

skipun Randika seorang diri, pertarungan ini telah berhasil dia kendalikan.

Kekuatan Randika masih terus ngalir dengan kuat, bahkan lebih kuat dari ruangan rahasia sebelumnya. Namun, Randika masih terus ngingat betapa berbahayanya nggunakan energi ini. Jika tidak hati-hati, dia akan mati.

Oleh karena itu, Randika harus segera nyelesaikannya!

Apollo dan Brahman berdiri kembali, dan pada saat ini, Randika kembali nyerang. nerima serangan Randika yang cepat dan berat, reka berdua tidak akan bertahan lama.

"UHUK!"

Dada Brahman terpukul dengan keras dan tembakan tenaga dalam Randika langsung ngacaukan tenaga dalamnya, sekarang tubuhnya njadi tidak terkendali dan muntahkan darah segar.

Apollo juga tidak jauh berbeda, dia terpental karena serangannya Randika. Tetapi Randika tidak lepaskannya begitu saja, dia langsung ngejarnya di udara dan nghajarnya seperti karung tinju. Tidak bisa bertahan sama sekali, Apollo nerima tiap pukulan itu dengan telak.

Apollo benar-benar sudah tidak berdaya, lukanya sudah terlalu serius.

Dua orang yang dikenal hebat dan kuat itu bukan apa-apa bagi seorang Ares!

Brahman terbatuk dan berkata dengan nada dingin. "Sepertinya kau mang pantas nyandang nama Ares, tetapi kau kira aku tidak bisa ngalahkanmu?"

Randika natap Brahman yang matanya masih mbara dengan semangat bertarung. Tidak disangka-sangka, Brahman ngeluarkan sebuah botol kaca kecil dan lemparnya ke arah Randika. Kemudian dengan jari telunjuknya, dia nembakan energi tenaga dalamnya. Botol itu pecah dan ratusan serangga kecil beracun langsung nyebar.

"Trik murahan!"

Randika ngibaskan tangannya, tenaga dalamnya yang besar itu mbunuh serangga-serangga itu hanya dalam sekali serang. Ketika Randika natap Brahman, dia nyadari bahwa sosok orang nomor 1 di India itu sudah lari nuju jendela!

Benar, Brahman lari nuju jendela dan lompat keluar dari gedung ini.

Randika terkejut bukan main, setelah sadar dari linglungnya, Brahman sudah nghilang dari tempat ini.

Terdiam sesaat, Randika natap Apollo. Apollo yang sama-sama rupakan Dewa dari 12 Dewa Olimpus juga terlihat longo. Lalu tanpa berkata apa-apa, dia berbalik dan lari nuju jendela yang sama!

Kedua orang itu larikan diri!

Jika orang-orang ndengar cerita ini, reka akan netertawakan Apollo dan Brahman dengan sangat keras.

Namun karena kondisi tubuhnya yang tidak jelas, Randika tidak bisa ngejarnya. Dan bagaimanapun juga, lawannya yang sebenarnya adalah Bulan Kegelapan bukan Apollo dan Brahman. Sekarang, fokus Randika jatuh pada Bulan Kegelapan yang sama sekali tidak bergerak.

Bulan Kegelapan masih belum sadar bahwa Randika sudah bergerak nuju dirinya, dia masih terkejut dengan reaksi 2 bawahannya itu.

Ketika dia sadar dari linglungnya, Randika sudah dekat dengannya. Bulan Kegelapan terus langkah mundur hingga tersandung oleh sebuah kursi.

Setelah lihat sendiri betapa ngerikan kekuatannya Ares, dia tahu bahwa dia tidak miliki kesempatan nang.

Sejak awal dia mberontak, dia ngira telah ngenal sosok tuannya itu baik kekuatan maupun sifatnya. Berbagai perangkap dan tipuan telah dia buat namun sepertinya semua itu sia-sia.

"Saat kau masih njadi bawahanku, kau raih banyak prestasi untukku." Kata Randika dengan suara pelan. "Sekarang beristirahatlah di neraka."

"Hahaha." Bulan Kegelapan tertawa keras. "Kau kira kau bisa mbunuhku? Aku hanyalah salah satu dari kloning."

ndengar hal ini Randika ngerutkan dahinya. Dia bukan yang asli?

Bulan Kegelapan mang seperti tikus, dia tidak pernah nunjukan dirinya yang asli.

"Ares, kau tidak akan bisa mbunuhku!" Bulan Kegelapan tertawa.

Jengkel ndengar tawa yang nyebalkan itu, Randika layangkan sebuah pukulan ke dada Bulan Kegelapan. Sekarang suara tawa itu berubah njadi suara batuk berdarah.

"Bahkan jika aku tidak bisa mbunuhmu, aku akan nghancurkan semua markasmu! Cepat atau lambat, aku akan nemukanmu yang asli!" Kata Randika.

Bulan Kegelapan terlihat nyengir tetapi akhirnya nyawanya ikut layang bersamaan dengan darahnya yang ngucur deras.

Randika mbunuh kloning Bulan Kegelapan dengan satu pukulan. natap Bulan Kegelapan yang leleh itu, Randika ngerutkan dahinya. Kapan permainan kucing dan tikus ini akan berakhir?

Tak lama kemudian, energi yang sebelumnya ngalir dengan deras itu tiba-tiba surut dan rasa sakit mulai ngambil alih.

Keringat dingin mulai ngalir deras dari punggungnya. Sekitar 1 nit kemudian, tubuh Randika sudah mbentuk kolam keringat dan rasa sakit itu semakin njadi-jadi.

Dia dengan cepat ngambil pil obat dari kakeknya dan nelannya. Dia lalu nutup matanya dan ngontrol tenaga dalamnya di tubuhnya. Butuh waktu yang lama untuknya redakan gejala ini.

"Huaaa!"

Randika nghela napas lega yang panjang. Kekuatan misterius dalam tubuhnya itu bagaikan kuda liar yang ganas. Untungnya saja dia berhasil ngendalikannya atau konsekuensinya tidak terbayangkan.

Pada saat yang sama, pasukannya telah nghabisi seluruh pasukan Bulan Kegelapan dan mulai ngamankan gedung.

Di sisi lain, pertarungan antara Frank dan Father Daniel sudah berakhir. Father Daniel tersenyum lebar ketika lihat Brahman yang larikan diri. Setelah lihat celah, Father Daniel nyusul Brahman.

Indy lihat rekannya itu larikan diri lalu mutuskan untuk nyusulnya. Raihan awalnya ingin ngejarnya tetapi dia ditahan oleh Frank.

Kemudian reka berdua nyusul Randika.

Randika dengan baju compang-campingnya nghampiri reka berdua dan berkata padanya. "Hubungi Catherine dan Yuna, minta reka untuk lacak sisa-sisa kekuatan Bulan Kegelapan di Tokyo."

Kemudian Randika minta pasukannya untuk riksa seluruh gedung ini dengan harapan nemukan sesuatu yang bisa nuntun reka ke markas asli Bulan Kegelapan.

..........

skipun pertempuran besar ini tidak newaskan Bulan Kegelapan yang asli, kekalahan Bulan Kegelapan itu benar-benar nyakiti fondasi kekuatannya di Tokyo. Bisa dikatakan bahwa markasnya yang hancur kali ini rupakan fasilitas penting karena dijaga oleh Apollo, Brahman, Father Daniel dan Indy.

Setelah nyelidiki seluruh gedung dengan seksama, Randika nemukan beberapa informasi penting seperti orang-orang politik dan pebisnis yang berhubungan dengan Bulan Kegelapan sebelumnya dan peta berisikan markas-markas cabang lainnya.

Dengan peta ini, pasukan Ares bisa nghabisi kekuatan Bulan Kegelapan secara efektif dan cepat!

Seluruh jenderal dan letnan dibagi dan reka lancarkan serangan bersamaan, Tokyo ditakdirkan njadi lautan berdarah.

Tragedi ini dimulai dengan jeritan tragis para pasukan Bulan Kegelapan, lalu nyebar ke jajaran politik dan pebisnis. reka semua dibunuh dengan diam-diam, kebanyakan dari reka miliki sejarah penyuapan dan kepemilikan barang ilegal.

Orang awam tidak rasakan tragedi berdarah ini sama sekali, tetapi bagi yang terseret dalam arus ini kejadian hari ini benar-benar ngerikan. Bahkan jika yang njadi korban adalah pasangannya sendiri, reka hanya malingkan wajahnya dan pura-pura tidak lihat.

Orang-orang ini tahu bahwa kejadian ini rupakan bentuk balas dendam dari pasukan Ares. Siapapun yang berani nentang akan berurusan dengan pasukan ngerikan itu dan mati ngenaskan.

Pada saat yang sama, nama pasukan Ares sebagai raja dunia bawah tanah mulai harum kembali.

Operasi penyapuan markas Bulan Kegelapan terus berjalan. Berkat peta yang reka temukan, Bulan Kegelapan sama sekali tidak mpunyai kesempatan.

Kali ini kekuatan Bulan Kegelapan benar-benar nyusut dengan cepat. Terlebih dengan semakin pulihnya pasukan milik Randika, Bulan Kegelapan sudah tidak bisa bertindak terang-terangan seperti sebelumnya.

Bisa dikatakan bahwa pengaruh yang dimiliki Bulan Kegelapan di Tokyo sudah nipis dan dia sudah bukan lagi ancaman bagi pasukannya.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 236: Operasi Pembersihan on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

I Am the Fated Villain cover
Similar genre

I Am the Fated Villain

Fated Villain ·Harem

ImmediatelyafterGuChanggerealizedhehadtransgressedintoafantasyworld,theworld’sprotagonist,andfortune’schosen,vowedtotakerevengeonhim.Enviedbyall,he...

Tycoon War God cover
Trending now

Tycoon War God

Once Young ·Other

Inhispreviouslife,LinMuwasthetopassassinonEarth.HeaccidentallytraversedtotheEternalImmortalRealm,where,overthespanofeighthundredyears,hecultivatedf...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.