"Bulan Kegelapan."
"Ares."
Randika dan Bulan Kegelapan saling natap satu sama lain. Aura mbunuh yang pekat mulai rembes keluar dari keduanya.
"Kau tidak bisa kabur lagi." Kata Randika dengan nada dingin.
"Tidak perlu, karena kau akan mati hari ini."
ndengar hal ini, Randika ngerutkan dahinya. Suara itu bukan berasal dari Bulan Kegelapan lainkan dari belakangnya.
Dari arah belakang juga muncul sensasi bahaya yang nyuruhnya untuk nghindar.
lihat reaksi Randika, Bulan Kegelapan nyengir. "Tidak ada salahnya berjaga-jaga jika lawanmu bukan? Lagipula aku bukan tandinganmu 1 lawan 1."
Saat itu juga, Randika noleh dan naruh kedua tangannya di depan dadanya. Dari arah belakang, muncul 2 telapak tangan yang hendak nghantam dadanya. Kedua belah pihak bertemu dan hasil energinya mbuat keduanya langkah mundur.
Ketika lihat lawan barunya ini, Randika cukup terkejut. Wajahnya benar-benar terlihat buruk.
"Apollo dan Brahman!"
Randika berhadap-hadapan dengan seorang pria paruh baya berambut pirang yang panjang. Dengan senyuman ngerikan di wajahnya, tubuhnya ngeluarkan aura mbunuh yang luar biasa!
Apollo, Dewa Matahari, salah satu dari 12 Dewa Olimpus. Daya tempurnya benar-benar luar biasa.
Dari keempat daftar ahli bela diri, 12 Dewa Olimpus rupakan unggulan di antara 4 daftar tersebut. Terlebih gelar itu hanya 12 sedangkan populasi dunia ncapai 7 miliar orang, benar-benar kuota yang sangat sedikit. Bisa dibayangkan bagaimana kuatnya reka untuk bisa berdiri di puncak.
Dari keempat daftar itu, Dewa, Manusia Peranakan dan Manusia perbedaan ketiganya tidak terlalu jauh. Sebagai contoh, orang yang berada di puncak daftar Manusia miliki kemampuan dan daya tempur yang tidak terlalu jauh dengan daftar Manusia Peranakan dan begitu pula dengan Manusia Peranakan dan Dewa. Tetapi keberadaan 12 Dewa Olimpus benar-benar berbeda. Bahkan jika nomor 1 dari daftar Dewa lawan yang terlemah dari 12 Dewa Olimpus, dia sama sekali tidak bisa lawan.
Sangat jarang terjadi perubahan dari daftar 12 Dewa Olimpus. Sangat susah untuk nggeser nama-nama dari daftar ini. Perubahan terbesar hanya terjadi pada saat Randika mbantai 1000 orang suruhan Sirius dari mafia Italia tanpa terluka sedikitpun, reputasi itu mbuatnya njadi Ares sang Dewa Perang!
Dengan kemunculan Randika ini, dia ndorong keluar salah satu nama dari 12 Dewa Olimpus sebelumnya. Oleh karena itu, orang tersebut masuk ke dalam Dewa yang berada di bawah 12 Dewa Olimpus.
Sebenarnya, sangat mudah bagi orang apabila ingin masuk ke dalam daftar 12 Dewa Olimpus. Hal pertama yang bisa reka lakukan adalah ncari salah satu penghuninya dan bertarung dengannya. Jika orang itu bisa ngalahkannya, orang itu akan ngambil alih posisinya. Tentu saja, pilihan ini hanya ncari mati.
Cara kedua adalah lakukan hal nakjubkan seperti Randika. Dia mbantai seharian tanpa terluka sedikitpun. Kemampuan bertempur seperti itu bukanlah kemampuan sembarangan, oleh karena itu Randika pantas ndapatkan gelarnya sebagai Ares.
Kedua syarat itu terdengar mudah, tetapi sangat susah untuk dipraktekkan.
Jadi bisa disimpulkan bahwa orang-orang yang berada di 12 Dewa Olimpus adalah 12 orang terkuat di dunia!
Apollo, sang Dewa Matahari, adalah salah satu penghuni terlama dari 12 Dewa Olimpus.
skipun reputasinya tidak setenar Randika, kekuatannya benar-benar ngerikan.
Sampingnya adalah orang India yang miliki kekuatan yang tak kalah ngerikan. Orang-orang manggilnya Brahman.
Brahman dalam kepercayaan orang India adalah penguasa tertinggi dalam konsep ketuhanan di agama Hindu, dialah sang Pencipta! Bisa dikatakan orang yang nyebut dirinya Brahman ini adalah ahli bela diri nomor 1 dari India.
natap kedua musuhnya itu, wajah Randika benar-benar buruk. Sebelum ini Bulan Kegelapan ngerahkan orang-orang dari daftar Dewa untuk mbunuhnya dan Randika masih dapat lolos. Tetapi dia tidak nyangka bahwa dia bisa manfaatkan orang dari daftar 12 Dewa Olimpus!
Bulan Kegelapan berada di daftar Dewa, jadi bagaimana caranya dia bisa rintah kedua orang itu?
Bulan Kegelapan berdiri di paling belakang ndadak berkata dengan nada serius. "Hari ini nama Ares akan hilang dari bumi!"
Wajah Bulan Kegelapan berkedut, suaranya sudah seperti ringkikan perang.
Apakah kali ini akan njadi akhir dari Randika?
Satu orang dari 12 Dewa Olimpus saja sudah repotkan, sekarang dia harus lawan 3 ahli bela diri sekaligus?
Apollo natap Randika dan tersenyum ngejek. "Ares, sebuah kejutan yang narik."
"Hei, jika aku mbunuhnya apakah aku bisa masuk ke dalam daftar Dewa sepertimu?" Brahman terlihat bersemangat, dia tidak sabar ngharumkan namanya.
Kedua ahli bela diri ini tidak sabar bertukar pukulan dengan Randika.
"skipun sayang sekali mbunuh sesamaku, tetapi yang lemah selalu akan mati dan yang kuat akan bertahan hidup." Apollo tersenyum tetapi, saat itu juga, tubuhnya sudah berubah njadi gumpalan asap. Dengan kecepatan luar biasa, dia nerjang ke arah Randika. Di sisi lain, Brahman juga bergerak dan lompat-lompat di dinding untuk nciptakan montum yang cepat.
Pertarungan antar Dewa telah dimulai!
Reaksi Randika juga tidak kalah cepat. Di bawah serangan matikan reka berdua, tenaga dalam Randika sudah ngalir dengan deras. Kedua telapak tangannya bersatu dan penuh dengan tenaga dalam. Yang kanan ngarah pada dada Apollo dan yang kiri ngarah pada wajah Brahman!
DUAK!
DUAK!
Kedua belah pihak berhasil layangkan serangannya. Apollo beradu tinju dengan Randika sedangkan Brahman tidak peduli terpukul asalkan dia berhasil layangkan pukulannya. Ledakan energi ini mbuat reka bertiga langkah mundur.
skipun terlihat seimbang, Randika masih berada di posisi kalah. Pernapasannya tidak teratur seolah-olah dia telah lari selama 1 jam. Kekuatan misterius di dalam tubuhnya juga mulai mberikan tanda-tanda mberontak.
Jika Randika bisa ngerahkan seluruh kekuatannya, kemungkinan besar dia bisa nangkan pertarungan antar Dewa ini. Tetapi dalam pertempuran ini, dia tidak bisa ngeluarkan kekuatan maksimalnya.
Sedangkan Apollo dan Brahman tertawa ketika lihat sosok Randika yang tertatih-tatih itu.
"Aku kira orang yang disebut Dewa Perang itu kuat." Brahman ludah ke lantai. "Ternyata masuk ke dalam daftar Dewa Olimpus tidak sesulit yang kubayangkan."
Randika tidak mbalas, wajahnya terlihat muram.
Apollo juga nyengir sambil mbetulkan rambut pirangnya. "Setelah hari ini tidak ada lagi yang namanya Ares."
Sesudahnya itu, ketiganya kembali bertarung. Bulan Kegelapan berada di samping dan tidak bisa berhenti nyengir. Kali ini Ares akan mati!
Randika masih terus didesak dengan serangan gabungan Apollo dan Brahman. Situasi terlihat seimbang tetapi tiap detiknya tenaga dalam Randika terkuras. Pertarungan antar Dewa seperti ini selalu nimbulkan kekacauan yang besar, kekuatan reka sudah tidak bisa dijelaskan oleh logika manusia.
DUAK!
Tembok demi tembok bolong oleh serangan yang dilancarkan dari reka bertiga. Ketiganya lompati tembok, langit-langit dan lantai sambil terus nyerang.
Apollo layangkan sebuah tendangan sedangkan Brahman ngincar kaki Randika.
Randika berlari mundur sambil terus bertahan, serangan gabungan lawannya terus ndesaknya. Akhirnya, setelah Randika nahan pukulan Brahman, Apollo lihat kesempatan dan mukul Randika tepat di dadanya.
Kali ini dia tidak nahan kekuatannya sama sekali, hal ini mbuat Randika terpental.
lihat Randika yang mbentur tembok dengan keras, Apollo tertawa keras. "Jadi Cuma segini kekuatanmu HAH!?"
"Tahu gitu aku tidak perlu repot-repot ncari cara untuk njadi yang terkuat, aku tinggal mbunuhmu yang lemah ini." Brahman nghela napas.
Reviews
All reviews (0)