Darah Shou sudah ndidih, dia ingin nguliti Randika hidup-hidup.
Randika tersenyum, dan pada saat ini, dua teman dari Shou kebetulan lewat. Ketika lihat temannya lotot ke Kaori dan pria di sampingnya, reka berdua bisa nebak apa yang terjadi.
Shou yang ngejar-ngejar Kaori sudah rupakan rahasia umum, semua orang ngetahui hal ini. Kaori yang berdampingan dengan pria lain rupakan tanda bahwa dia sudah nemukan pacar baru.
Shou terus lototi Randika. Ciuman dan aksi raba Randika itu benar-benar rupakan sebuah provokasi bagi dirinya. Lagipula, siapa yang dapat tahan lihat pujaan hatinya dicium dan tubuhnya diraba-raba di depan mata?
Randika nghela napas. "Masih belum percaya? Apa kamu mau aku lebih berani lagi?"
ndengar kata-kata Randika barusan, Shou tambah lebih marah. Dia hampir layangkan sebuah pukulan. Kedua temannya berhasil ncegah Shou bertindak gegabah, reka lalu noleh ke arah Randika dan marahinya. "Kau ini buta atau bagaimana? Kaori itu ceweknya Shou, bocah ingusan sepertimu tidak pantas berada di sampingnya. Cepat pergi sebelum wajahmu babak belur."
Semua pejalan kaki lihat kejadian panas ini dan mulai berkumpul. Cinta anak muda mang terkadang penuh drama.
Randika nggelengkan kepalanya dan natap reka bertiga. "Kalau aku tidak mau bagaimana?"
lihat sikap arogan Randika, kesabaran Shou sudah habis. Ketika dirinya baru langkah 2 langkah, suara berdengung dapat terdengar dengan jelas dan makin ndekat.
Ketika Shou dan 2 temannya noleh ke atas, drone berukuran besar layang jatuh nuju tempat reka dan kecepatannya benar-benar luar biasa cepat!
lihat drone yang layang jatuh tidak terkendali itu, reka bertiga ngeluarkan keringat dingin. Namun, laju drone itu tiba-tiba berubah dan sekarang layang nuju tempat Randika berada!
Semua yang nonton adegan drama percintaan ini sadar akan bahaya yang ndekat itu dan langsung berteriak pada Randika.
lihat drone itu hampir ngenai kepala Randika, beberapa orang sudah nutup mata reka karena tidak berani lihat adegan berdarah yang terjadi. Kaori yang di samping Randika sudah nutup matanya dan remas tangan Randika.
Drone itu lepas kendali dan dalam sekejap akan nabrak kepala Randika. Ketika drone itu hampir ngenai kepalanya, Randika mberikannya sebuah pukulan. Pukulan itu tepat ngenai badan drone dan, dengan satu pukulan, drone itu pecah hingga berkeping-keping.
Semua orang yang mbuka mata reka sudah terkejut bukan main ketika lihat Randika dengan mudahnya nghancurkan drone itu dengan satu pukulan.
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Bukankah drone itu layang jatuh dengan sangat cepat?
Bukan hanya para penonton, Shou dan temannya juga terkejut. Drone itu berukuran besar, terbuat dari besi dan layang jatuh dengan kecepatan tinggi, mana mungkin orang bisa mukulnya dengan akurat?
Dan terlebih lagi, drone itu hancur berkeping-keping seakan-akan terbuat dari kertas!
Fenona ini mang luar biasa.
Shou natap Randika seolah-olah sedang lihat monster.
Randika nepuk-nepuk tangannya dan natap Shou seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa. "Apa kalian ingin berkelahi?"
Berkelahi?
Tubuh Shou sudah bergetar, senyumannya benar-benar canggung. Berkelahi dengan seorang monster? Dia tidak pernah lihat orang sengerikan ini.
Satu-satunya jalan untuk nghadapi orang seperti ini adalah kabur!
"Bukan, bukan, aku sama sekali tidak berniatan seperti itu." Shou dengan cepat nggelengkan kepalanya, keringat dinginnya tidak pernah berhenti ngucur. Dia ingin cepat-cepat kabur dari tempat ini.
"Terus kenapa kalian masih ada di sini?" Randika ngerutkan dahinya.
ndengar kata-kata ini, Shou dan kedua temannya ngerti petunjuk yang disampaikan Randika dan berjalan pergi.
Tanpa berkata apa-apa, kecepatan jalan Shou dan temannya sudah hampir mirip dengan berlari. Sepertinya reka benar-benar takut dengan Randika.
Para pejalan kaki masih terpana. Ketika reka lihat ketiga orang itu lari terbirit-birit, reka semua renung. Sepertinya reka tidak bisa lagi lihat betapa ngerikannya kekuatan orang itu.
Kaori masih linglung. skipun dia telah nyaksikan kekuatan Randika sebelumnya, sepertinya dia selalu kagum setiap kali dia lihatnya.
Setelah beberapa saat, Randika ngantar kembali Kaori ke rumahnya. Tepat di depan pagar rumahnya, Kaori terdiam. Dengan wajah yang tersenyum, dia berkata pada Randika. "Terima kasih untuk hari ini, aku benar-benar senang."
Randika mbalas senyumannya. "Yang seharusnya berterima kasih itu aku, aku sangat nikmati mon kita berdua."
Kaori terus terdiam dan reka berdua berdiri di depan pagar.
Sambil natap Randika, Kaori mberanikan dirinya dan ngatakan. "Apa kamu ingin masuk dan minum teh? Aku kebetulan pagi tadi baru saja manggang kue."
Pertanda yang sangat jelas!
Randika tersenyum dan mbalas, "Baiklah."
Kaori bahagia bukan main. Ketika reka berdua hendak mbuka pintu, terdengar suara dari dalam. "Kaori, apa kamu sudah pulang?"
Randika dan Kaori sama-sama terkejut. Namun rasa terkejut itu berubah njadi panik, kenapa ibunya tiba-tiba datang hari ini?"
"Ibu hari ini datang sama ayahmu karena sudah lama kita tidak lihat wajahmu. Bagaimana kalau nanti kita pergi makan malam bersama?"
ndengar kata-kata tersebut, Kaori njadi murung dan Randika berkata padanya sambil tersenyum. "Tidak apa-apa, lain kali aku akan datang lagi."
lihat sosok Randika yang njauh, Kaori ngejarnya dan nangkap tangannya. Sambil neteskan setitik air mata, dia mberinya sebuah ciuman.
Ciuman itu terasa spesial dan lama, entah kenapa Kaori tidak ingin berpisah dengannya hari ini.
Ketika ciuman itu berakhir, Kaori luk Randika sebelum akhirnya masuk ke dalam rumah.
"Bu, kenapa tidak telepon dulu kalau mau ke sini?"
"Eh ibu barusan lihat kalian berciuman di luar. Apa itu pacarmu? Kenapa kamu tidak mbawanya masuk? Ibu kan ingin tahu calon nantuku seperti apa."
Ketika dirinya berjalan sambil tersenyum, Randika rasa bibirnya masih terasa hangat.
Baginya Kaori rupakan pengalaman indah di Tokyo. Tentu saja, apakah dia bisa bertemu lagi dengannya rupakan sebuah tanda tanya. Tetapi selama dia masih ada di Tokyo, reka pasti akan bertemu lagi suatu saat nanti.
....
Dua hari kemudian, pasukan Ares yang terus bekerja itu ngalami progress yang baik. Catherine sebagai otak dari pasukan Ares ini mulai mbersihkan Tokyo dari pengaruh-pengaruh Bulan Kegelapan. Dengan bekerja sama dengan para jenderal, kekuatan dari pasukan Bulan Kegelapan bukanlah masalah bagi reka.
Selain dari pertempuran, Catherine juga sibuk njalin hubungan dengan para politikus, pebisnis dan orang-orang berpengaruh di Tokyo. mbangun hubungan yang baik akan mbuat pasukannya ini bisa bergerak bebas.
Semuanya berjalan dengan sesuai rencana, dan pada saat ini nerima informasi berharga dari Yuna.
Markas dari Bulan Kegelapan telah ditemukan!
lihat laporan tersebut, tatapan mata Randika berbinar. Akhirnya dia nemukannya!
Tanpa pikir panjang, dia minta Yuna nghubungi semua jenderal dan letnan untuk segera berkumpul.
Kali ini Randika ingin nghancurkan Bulan Kegelapan untuk selama-lamanya!
Kematian untuk si pengkhianat!
Reviews
All reviews (0)