Font Size
15px

Naomi berkedip ke arah Randika, sedangkan Kaori hanya bisa nunduk dengan wajah tersipu malu.

Sesuai perkataan Naomi, ngantar pulang seorang perempuan hingga ke rumahnya rupakan ciri-ciri seorang pria yang jenteln. Bisa dikatakan bahwa ketika perempuan ngajakmu minum kopi, dia ingin njalin hubungan denganmu. Dengan minum kopi, reka bisa nilai dirimu dan mbangun sebuah hubungan.

Dan tentu saja, setelah acara minum kopi ini telah selesai, reka akan nilai apakah reka ingin bercumbu denganmu atau tidak.

Dari bercumbu itu mungkin percik-percik cinta akan muncul atau kalau tidak ingin njalin hubungan yang terikat maka reka bisa njadi sex buddy atau istilah gaulnya friend with benefit.

Bahkan di Indonesia, hal seperti ini sudah wajar. Jika seorang perempuan tidak suka denganmu, maka reka tidak akan ngijinkan kamu untuk njemput atau ngantarnya pulang. Jika dia berniat mbawamu pulang ketika orang tuanya tidak ada ataupun bersedia nginap di rumahmu, ini sudah rupakan sinyal yang jelas bahwa reka ingin bercumbu denganmu.

lihat wajah malu Kaori, Randika berdiri sambil tersenyum dan ngulurkan tangannya. "Tentu saja."

Naomi dan temannya tertawa dan ngucapkan selamat pada Kaori. Dia ngingatkan Kaori untuk makai pelindung di pengalaman pertamanya nanti.

Kemudian reka berempat keluar ninggalkan kafe dan berjalan nuju rumah Kaori.

Randika berjalan berdampingan dengan Kaori sedangkan Naomi bersama dengan temannya. Dari belakang, Naomi nilai Randika dari atas hingga bawah. Setelah itu dia berbisik ke temannya lalu nyeret Kaori ke samping reka. Setelah berbisik di telinganya, keduanya tertawa keras sedangkan Kaori hanya bisa tersenyum pahit.

"Hmm? Apa ada yang lucu?" Randika bertanya sambil tersenyum pada Kaori.

Wajah Kaori sudah rah padam, apa dia harus berkata jujur pada Randika?

"Apa kamu benar-benar ingin tahu?" Kaori sedikit ragu-ragu.

"Tidak apa-apa, santai saja." Kata Randika sambil tersenyum.

"Jadi reka hanya ingin tahu, seberapa panjang milikmu itu." Kata Kaori sambil tersipu malu.

ndengar hal ini, Randika juga ikut terkejut dan terbatuk. Dia rasa kedua temannya itu benar-benar bar-bar. Sepertinya perempuan dan laki tidak ada bedanya, isi kepalanya penuh dengan makanan dan sex.

Pria biasanya, ketika mbahas perempuan, rata-rata bercerita bagaimana lekuk tubuh perempuan yang reka lihat, seberapa besar dadanya, kakinya yang mulus atau betapa cantiknya perempuan itu. Sepertinya perempuan juga tidak jauh berbeda ketika mbahas pria yang ditemuinya, seperti apakah dia tampan atau tidak, berotot atau tidak, gaya rambutnya bagaimana dan seberapa besar alat kelaminnya.

Pria dan wanita sama-sama dilahirkan sum!

Ketika lihat kedua pasangan itu malu-malu, senyuman Naomi makin njadi-jadi.

Ketika sesampainya di rumah Kaori, Randika berdiri di luar pintu dan hendak pergi pulang. Tetapi, lagi-lagi dirinya dicegat oleh Naomi.

"Sudah jauh-jauh ke sini jangan langsung pulang dong. Masuklah sebentar, Kaori sendiri sepertinya masih ingin nghabiskan waktunya bersamamu."

Randika natap Naomi dan berkata sambil tersenyum. "Aku dengan senang hati nerimanya, tetapi aku takut kalau kalian keberatan dengan kehadiranku."

"Ah santai saja, aku cuma ingin kamu nanti bersikap lembut pada temanku ini karena ini masih pengalaman pertamanya." Naomi tertawa. Kaori yang ndengar dirinya dijual itu hanya bisa tersipu malu, dia ngundang Randika untuk masuk ke dalam rumahnya.

Dengan begitu, keempat orang ini kembali berkumpul di dalam rumah.

Mau dirinya di mana pun, entah kenapa dirinya selalu dikelilingi perempuan-perempuan cantik. njadi orang tampan benar-benar susah!

Kedua teman Kaori ini juga rupakan perempuan cantik, tetapi Kaori sendiri tidak kalah cantiknya.

Dari bentuk tubuh, Naomi dan temannya itu bisa nggoda iman para lelaki dengan mudah. ngandalkan paras cantik dan tubuh reka yang bagus, pakaiannya yang dipadu dengan rok ketat mbuat reka makin nggoda.

Namun, kecantikan Kaori itu benar-benar berada di level yang berbeda. Mungkin karena wajahnya yang kekanak-kanakan, Kaori mberikan kesan muda dan polos!

Ketika masuk ke dalam ruang tamu rumahnya Kaori, reka segera duduk di bantalan duduk. lihat Randika yang sungkan, Naomi segera nyuruhnya duduk.

"Sudahlah jangan kaku dan terlihat polos seperti itu." Naomi tersenyum. "Aku tidak akan makanmu kok, lagipula kamu itu cowoknya Kaori."

ndengar itu, Kaori kembali tersipu malu. Dia tidak berdaya dengan sifat terus terang Naomi yang intens.

Randika hanya tersenyum dan duduk. Dalam sekejap, bau parfum dari ketiga perempuan ini nyerang dirinya secara bersamaan.

Terlebih lagi, Kaori yang duduk di sebelahnya itu, entah sengaja atau tidak, ngambil tangan Randika dan letakannya di pahanya.

Randika ngingat ciuman panas reka di kafe sebelumnya. Sepertinya dia beruntung bisa berada di tempat ini.

Keempatnya mulai ngobrol dan topik reka bervariasi mulai dari yang sum hingga kehidupan sehari-hari. Dan akhirnya, reka mutuskan untuk bermain kartu.

Namun karena kartunya berada di kamar tidurnya Kaori, reka berempat mutuskan untuk bermain di kamar saja. Akhirnya reka berempat naik ke lantai 2 dan Randika berjalan secara perlahan, mberi waktu untuk Kaori apabila ingin mbersihkan kamarnya.

Ketika sampai di atas, ketiga perempuan itu berlari sambil tertawa dan cepat-cepatan siapa yang bisa masuk ke dalam kamar duluan. Pada saat ini, sepertinya salah satu dari reka terpeleset. Tiba-tiba, seluruh tubuhnya terdorong ke depan! Bergerak secara reflek, tangannya njulur dan nangkap tangan Naomi.

Hal ini mbuat Naomi ikut terjatuh, dan dalam proses itu, Naomi nyeret Kaori bersamanya.

Randika yang masih berjalan dengan santai di tangga, ndengar suara terjatuh yang keras itu dan langsung berlari. Di bawah tatapan mata Randika, ketiga perempuan yang terjatuh ini sepertinya robek rok ketat reka.

"Aduh sakit!"

Ketiganya ngeluh sakit, sedangkan Randika masih nikmati pemandangan indah ini dari belakang. Setiap pakaian dalam reka terekspos!

Randika belum pernah lihat pemandangan seperti ini dalam hidupnya.

Teman Naomi itu makai celana dalam berwarna ungu, pantatnya yang kenyal itu hanya terbungkus setengah dan sisa kainnya terselip di sela-sela pahanya. Randika sangat ingin nampar pantat itu!

Naomi, yang paling bar-bar diantara reka, ternyata makai G-string berwarna rah!

Ternyata Naomi siap bertempur kapan saja asalkan dia nemukan lelaki yang tampan.

Kaori sendiri makai celana dalam putih yang polos, benar-benar perempuan yang polos!

Ketiganya itu masih kesakitan di lantai, reka sendiri sadar bahwa rok reka itu sobek dan tidak terlalu dulikannya. reka masih ngeluh sakit dan nyalahkan satu sama lainnya. Namun ketika lihat sosok Randika, reka semua njadi malu.

Dalam sekejap reka tahu bahwa Randika sudah ngintip reka.

"Pacarmu itu ternyata orang yang sum!" Naomi tertawa ketika lihat celana Randika yang terlihat sesak itu.

Untuk mberikan kenang-kenangan pada Randika, Naomi ngangkat rok milik Kaori agar Randika bisa lihatnya lebih jelas.

Randika hanya bisa nyaksikannya sambil minum air liurnya.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 221: Pemandangan Indah on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Nightwatcher cover
Similar genre

Nightwatcher

Paperboy ·Harem

Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,andMagicians.XuQi’an,a...Readmore Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,a...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.