Font Size
15px

Naomi terlihat bersemangat, dia sangat nyukai berbagai macam bela diri.

Randika dan ketiga perempuan ini mulai ngobrol dengan santai. Topik awalnya rupakan cerita perjumpaan pertama Randika dengan Kaori dan topik-topik lainnya. Seperti contohnya ketika reka lakukan kencan buta berkelompok, Naomi waktu itu berhasil ndapatkan lelaki incarannya dan berhubungan badan dengannya sepanjang malam.

Randika ndengarkan kehidupan sex ketiga perempuan ini sambil berkeringat dingin. Perempuan-perempuan ini tidak sungkan nceritakan pengalaman intim reka. skipun perempuan di Indonesia juga sama terbukanya, reka tidak akan mbicarakannya di depan publik. Naomi juga mbahas kemampuan mantan pacarnya yang sangat buruk di atas ranjang dan cepat loyo itu.

Untungnya, topik ini tidak nyinggung nama Randika sama sekali dan Kaori juga tidak mbahas pengalaman intim reka berdua.

Yang paling mbuat Randika terkejut, ternyata Kaori sama sekali belum pernah lakukannya! Berarti kalau tidak ada campur tangannya, Haru bisa mbuat Kaori ini trauma dengan pengalaman seperti itu.

Jadi kalau malam itu Randika lakukannya hingga akhir, dia akan ndapatkan seorang perawan?

mikirkan betapa rapat dan ketat jepitan seorang perawan mbuat Randika sedikit bersemangat.

"Randika, hei Randika!"

ndengar suara orang manggilnya, Randika kembali sadar. Ternyata Kaori manggil dirinya.

"Minggu depan sepertinya ada pesta, maukah kamu datang bersamaku?" Kaori natap Randika dengan ekspresi penuh harap.

Pesta?

Setelah mikirkannya, Randika berkata sambil tersenyum. "Kalau aku ada waktu, aku akan pergi bersamamu."

Kaori tersenyum ketika ndengarnya, janji seperti itu sudah cukup baginya.

Randika sendiri tidak berani ngiyakan dengan mudah, urusannya dengan Shadow dan Bulan Kegelapan belum selesai. Jika masalah ini belum selesai, maka Randika tidak bisa tidur dengan tenang.

Di tengah pemikirannya ini, Randika juga harus ngabarkan Inggrid ngenai situasinya. Dia tidak ingin istrinya itu khawatir dengan dirinya.

Randika tidak yakin kapan dirinya bisa pulang ke pelukan Inggrid.

Pada saat ini, keempat orang ini terlihat ngobrol dengan gembira. Namun, pada saat ini pintu kafe ini terbuka kembali. Dan saat ini Randika nyadari bahwa Haru datang bersama dengan dua polisi.

Kaori dan Naomi terkejut ketika lihat Haru mbawa-bawa polisi ke dalam masalah reka ini.

Kedua polisi ini nggenggam erat senjata reka, sepertinya jika Randika macam-macam maka reka tidak akan sungkan untuk nembak. Situasi seperti ini mbuat semua orang njadi takut.

"Itu dia penjahatnya, tangkap dia pak!" Haru nunjuk ke arah Randika, dia laporkan bahwa Randika adalah seorang pencopet yang telah nghajarnya demi uang di dompetnya.

Ketika kedua polisi itu nghampirinya, Randika hanya natap kedua polisi tersebut sambil tersenyum. lihat senyuman itu, kedua polisi ini rasakan firasat buruk.

Polisi yang di sebelah kanan berbisik kepada temannya. "Hei, bukannya wajah orang itu tidak asing?"

Setelah diingatkan temannya, sambil berkeringat dingin, polisi itu nyadari siapa sosok Randika itu dan langsung berbalik sambil nyeret temannya.

Tanpa berkata apa-apa, kedua polisi itu berjalan sambil nahan napasnya dan pergi dari kafe ini.

Haru awalnya natap Randika dengan tatapan dingin, tetapi ketika kedua polisi itu lari dengan terbirit-birit, wajah Haru terlihat bingung. Bukannya para polisi itu akan nangkap penjahat itu? Kenapa reka malah lari?

"Hei tunggu dulu, mau ke mana kalian! Dia itu penjahat!" Haru berusaha ncegah kedua polisi itu pergi. Semua orang di dalam kafe mulai bertanya-tanya pada diri reka masing-masing, kenapa polisi itu malah kabur ketika lihat Randika?

Saat kedua polisi itu tertahan di depan pintu kafe, salah satu dari reka nampak bingung. Dia tidak tahu kenapa temannya itu nyeretnya pergi tanpa njelaskan apa-apa. skipun dia familier dengan wajah penjahat itu, sepertinya dia tidak ingat di mana pernah lihat wajahnya. Bagaimanapun juga, dia sudah cukup tua. Dia hanya nyuarakan rasa penasarannya tersebut ke temannya tetapi reaksi temannya itu ternyata berlebihan.

Temannya itu njawab. "Takeshi, apa kamu berani nangkapnya? Apa kamu lupa dengan operasi penangkapan kapan hari di sebuah rumah aman?"

ndengar penjelasan temannya itu, polisi bernama Takeshi itu wajahnya njadi buruk. Kejadian hari itu benar-benar lekat di ingatannya. Pada hari itu, puluhan mobil hitam ngepung dirinya dan kesatuannya dengan senapan sin yang besar. Pantas dia pernah lihat wajah itu, orang yang reka hendak tangkap adalah orang itu!

Dia bersyukur temannya ini berusaha mbawa dirinya cepat-cepat keluar dari tempat ngerikan ini sebelum reka tertimpa nasib buruk.

Pada saat reka hendak pergi, terdengar suara lantang yang manggil reka. "Tunggu!"

Kedua polisi itu langsung njadi kaku ketika lihat sosok Randika yang manggil reka.

Haru benar-benar bingung, kenapa para polisi ini kelihatan ketakutan seperti ini? Dan kenapa reka nghampiri Randika dengan kepala tertunduk?

Semua pengunjung di kafe juga bertanya-tanya, kenapa kedua polisi itu seperti anak kecil di hadapan Randika?

Naomi dan Kaori juga sedikit bingung ketika kedua polisi itu tiba di ja reka.

"Ada apa ya?" Salah satu dari polisi itu nguatkan hatinya. reka berdua sama sekali tidak berani nyinggung hati orang ini.

"Kopiku sudah habis, ambilkan yang baru untukku." Randika nyodorkan cangkir kopinya yang sudah kosong sambil natap tajam reka.

Keduanya nghembuskan napas lega dan berusaha ngambilkan kopi yang baru. Tetapi sayangnya cangkirnya hanya ada satu, salah satu dari reka harus terjebak di ja ini.

Haru yang lihat kejadian ini hanya bisa nganga, apa orang itu Yakuza?

Yakuza rupakan sindikat terorganisir di Jepang, bisa dikatakan bahwa reka adalah mafia Jepang. Pengaruh reka di bidang politik, ekonomi dll sangatlah besar dan tentu saja kepolisian tidak lepas dari pengaruh reka.

lihat kemungkinan itu besar, Haru njadi takut. Tidak ada alasan lain yang bisa mbuat kedua polisi itu ketakutan dan nuruti Randika seperti anjing. Kejadian seperti ini hanya bisa disimpulkan bahwa Randika bukan orang sembarangan.

Kedua polisi itu mutuskan pergi berdua untuk ngambilkan kopi yang baru buat Randika. reka naruh cangkir tersebut dengan pelan.

"Apakah ada yang bisa saya bantu lagi?" Polisi itu bertanya dengan pelan.

"Tidak ada." Randika nyesap kopinya dan berkata dengan santai. "Omong-omong, orang yang nuduhku itu punya sejarah kejahatan yang panjang. Periksa saja riwayat hidupnya."

Kedua polisi itu ngangguk dengan cepat dan, di bawah arahan Randika, nangkap Haru untuk diinterogasi.

"Lepaskan aku! Kalian nangkap orang yang salah!" Haru ronta-ronta ketika hendak diborgol.

Semua orang di kafe sudah tidak tahu harus berkata apa, reka natap Randika dengan perasaan kagum sekaligus takut. Siapa orang itu sebenarnya?

Kedua teman Kaori ikut njadi takut tetapi Kaori terlihat biasa-biasa saja. Dia sudah lihat adegan di rumah aman Randika jadi dia ngerti bahwa Randika bukanlah orang sembarangan.

Setelah beberapa saat, suasana ja yang awalnya riah itu njadi hening. Naomi nyeret Kaori dan berbisik di telinganya. "Hei, pacarmu itu siapa sebenarnya? Kenapa dia terlihat nakutkan seperti itu?"

Kaori nggelengkan kepalanya. "Aku sendiri tidak tahu."

Naomi geleng-geleng dan tatapan matanya bertemu dengan Randika. Sepertinya dia makin penasaran dengan identitas asli pria ini.

Randika ngambil cangkir kopinya yang penuh itu dan tersenyum. "Jika kamu natapku seperti itu, bisa-bisa kopiku ikut dingin."

Keempat orang ini kembali bercanda sebentar. Dan ketika kopinya sudah habis, Randika berniat untuk pergi.

Naomi sambil tersenyum berkata pada Randika. "Bukankah seorang pria sejati seharusnya ngantar ceweknya pulang dengan selamat?"

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 220: Ambilkan Aku Kopi yang Baru on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Data-Driven Daoist cover
Trending now

Data-Driven Daoist

CatVI ·Action

Theycalledhimtrash—untilhestartedtreatingtheDaolikeaDataset.Whendemonsslaughterhisnewfamily,computerscientistJohan—nowrebornasYuHan—survivesbypurew...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.