Font Size
15px

Dalam waktu yang singkat, para bawahan Randika ini bekerja dengan sangat cepat. Setiap orang ngejakan tugas reka masing-masing dengan tekad yang bulat. Catherine mulai nyusun rencana dan ngambil alih seluruh tugas. Serigala latih para tahanan yang berpotensi, sedangkan para letnan berpencar dan ncari keberadaan Yuna.

Pada saat yang sama, Randika ngirim orang untuk pergi ke departen intelijensi miliknya. Shadow manglah yang mimpin departen ini tetapi tidak semua orang di dalam departen itu yang ikut berkhianat sepertinya. Beberapa orang masih setia dengan Randika.

Randika juga ngirim Polemos untuk ngintai pergerakan pasukan Bulan Kegelapan di istana miliknya itu. Mungkin dengan ngetahui perubahan shift atau pola pergerakan, reka akan nemukan celah untuk dimanfaatkan.

Dalam beberapa hari informasi terus ngalir tanpa henti, jejak-jejak Bulan Kegelapan di Tokyo mulai terlihat semua.

Tidak butuh waktu lama untuk Randika dkk untuk ngetahui letak di mana Yuna disekap.

ngetahui informasi tersebut, Randika langsung nyiapkan rencana untuk nyelamatkannya.

Namun pada saat ini, di luar markas sentaranya ini, tiba-tiba ada suara sirene yang keras. Sepertinya suara ini berasal dari selusin mobil polisi.

Di luar rumah, para pejalan kaki lihat mobil polisi itu nutup jalan dan nyebar. Semua orang terkejut karena tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi.

Apa ada sarang teroris?

Di antara para pejalan kaki tersebut, Kaori dan teman-temannya sedang berjalan nuju mall. Tetapi lihat polisi yang begitu banyak, reka berhenti dan bertanya-tanya apa yang telah terjadi.

"Masa di perumahan ini ada teroris?" Bisik salah satu perempuan.

Para polisi langsung keluar dari mobil reka dan masang blokade. Laras senapan reka semua tertuju pada satu rumah. Semua polisi kesatuan khusus ini sudah siap nembak apa pun yang keluar dari dalam rumah tersebut.

"Kalian sudah terkepung." Salah satu dari reka ngeluarkan alat pengeras suara untuk mberi peringatan pada para tersangka yang ada di dalam rumah.

Sepertinya Bulan Kegelapan sudah ngetahui lokasi markas sentara Randika.

"nyerahlah dan keluar dari gedung dengan tangan di atas kepala. Kami tidak akan nembak, tetapi jika kalian lawan maka kami akan mbalas tembakan kalian!"

Kaori dan teman-temannya njadi bersemangat, reka belum pernah lihat adegan ala Hollywood ini secara langsung.

Setelah 1 jam berlalu, sama sekali tidak ada pergerakan dari dalam rumah.

"Aku akan mberi kalian 10 detik untuk keluar atau kami akan mulai nembak." Kata polisi tersebut yang sudah muak nunggu.

"Sepuluh!"

Sesaatnya polisi tersebut nghitung mundur, di bawah tatapan mata para polisi dan pejalan kaki, pintu dari rumah tersebut terbuka. Semua polisi langsung njadi waspada dan jari reka sudah bersiaga di pelatuk senjata reka, siap untuk nembak kapan saja.

Randika, beserta para bawahannya itu, berjalan dengan pelan nuju para polisi.

Polisi yang mbawa alat pengeras suara tersebut ngangguk puas. "Kalian adalah tersangka dari pembobolan penjara Shinra yang newaskan banyak korban jiwa dan atas nama kepolisian Tokyo, kalian semua kami tangkap. Serahkan diri kalian dengan baik maka kami tidak akan nembak kalian."

Ha? Apa aku tidak salah lihat?

Kaori lototi sosok Randika yang berjalan di paling depan, pria itu adalah orang yang masuk ke dalam rumahnya!

Tiba-tiba Kaori rasa sedih. Entah kenapa, dia tidak rela lihat sosok yang telah nyelamatkannya dari mantan pacarnya itu ditangkap. Dari interaksi reka yang singkat itu, dia tahu bahwa Randika adalah pria yang baik.

Pemimpin para polisi itu lambaikan tangannya dan dengan cepat beberapa polisi maju dan ngeluarkan borgol reka.

Pada saat ini, hati Kaori ngepal.

Lari bodoh! Kenapa kamu tidak lari dari sini?

Kaori sudah berteriak dengan keras di dalam hatinya, tetapi ekspresi Randika terlihat tetap tenang. Randika masih berjalan secara perlahan dan stabil, setiap langkah kakinya dia hentakan dengan mantap.

Para bawahannya yang ada di belakangnya, ketika lihat beberapa polisi ngeluarkan borgol, natap jijik pada reka. Kalian pikir kalian bisa nangkap kami?

Sebelum ini, ketika Randika belum nguasai dunia bawah tanah, seluruh polisi di Jepang selalu nundukan kepalanya pada reka dan selalu minta bantuan Randika jika ada masalah skala nasional. Dan sekarang reka ingin nangkap reka?

Wajah Frank benar-benar tenang, tetapi tatapan mbunuhnya berhasil dia sembunyikan dengan baik di balik topinya.

Pada saat ini, tiba-tiba, terdengar suara tembakan!

Dor! Dor!

Empat tembakan itu sepertinya ditembakan dari satu senjata. Kemudian, empat polisi yang hendak mborgol Randika itu rasa ada cairan hangat yang keluar dari kepala reka dan terjatuh di tanah dengan nyedihkan.

Ketika ndengar suara tembakan dan nyadari bahwa keempat polisi itu tertembak mati, para pejalan kaki langsung lari tidak beraturan!

Kaori yang berdiri linglung itu sudah ditarik oleh teman-temannya untuk segera pergi dari situ. Hampir semua polisi langsung ngarahkan senjata reka ke arah belakang. Kali ini pemimpin dari para polisi ini benar-benar marah. "Siapa yang nembak!?"

Sesaatnya dia noleh ke belakang, semua orang lihat mobil hitam muncul di bagian paling belakang blokade. Tidak hanya satu, terlihat 10 mobil hitam hendak ndatangi reka.

"Pak lihat sebelah sana!"

Seorang polisi dengan panik berteriak pada atasannya itu. Dengan cepat dia noleh ke arah sisi jalan dan lihat mobil-mobil hitam tersebut telah ngapit reka dari dua arah.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi?

Polisi ini langsung rasakan firasat buruk di dalam hatinya. Siapa orang-orang ini?

Para pejalan kaki yang berlarian itu juga bertanya-tanya, siapa yang tiba-tiba datang ke pesta ini?

Di bawah tatapan semua orang, puluhan mobil sudah ngepung tempat ini dan mblokade jalur kabur dari para polisi ini. Saking banyaknya mobil hitam tersebut, orang sudah tidak bisa mastikan berapa banyaknya.

Kemudian, secara tiba-tiba, pria berbadan besar dan teman-temannya keluar dari mobilnya dan mbidik para polisi dengan senapan serbu reka.

GAWAT!

Hati semua para polisi ini langsung ngepal ketika lihat senjata lawan reka. Senjata yang dibawa oleh keempat orang tersebut adalah machine gun bertipe M240. Jika reka beradu tembakan, jelas reka akan kalah dengan mudah.

Para polisi ini berlindung di balik mobil reka, tidak berani bertindak gegabah. Seorang polisi nanyakan situasi ini di HT. "Pak, bagaimana ini?"

Apa yang harus dilakukan? Bagaimana mungkin aku tahu apa yang harus kita lakukan?

Pada saat ini, orang berbadan besar itu berkata dengan lantang. "Aku akan mberikan kalian 10 detik sebelum kubombardir kalian semua dengan peluru!"

Sederhana namun nakutkan, kata-katanya itu berhasil mbuat nyali para polisi ini nciut. Di bawah ancaman senjata yang begitu kuat, nasib reka sudah jelas.

Namun pada saat ini, pemimpin dari para polisi ini tidak boleh ragu. Mungkin keputusannya ini malukan tetapi mati di tempat ini benar-benar tidak sepadan.

"Kalian semua turunkan senjata kalian." Katanya lewat HT.

Sesudahnya perintah itu terdengar, semua polisi ini bernapas lega di dalam hati reka.

Semua para pejalan kaki itu lihat kejadian unik ini dari jarak jauh. Semuanya terkejut bukan main ketika lihat para polisi itu mbuang senjata reka. Teman-temannya Kaori juga tidak kalah terkejut, reka bertanya-tanya siapa orang-orang itu yang mampu mbuat para polisi nyerah?

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 211: Terkepung on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

I Am the Fated Villain cover
Similar genre

I Am the Fated Villain

Fated Villain ·Harem

ImmediatelyafterGuChanggerealizedhehadtransgressedintoafantasyworld,theworld’sprotagonist,andfortune’schosen,vowedtotakerevengeonhim.Enviedbyall,he...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.