Font Size
15px

Kedua pilot itu sama-sama terkejutnya dengan teroris tersebut.

Randika natap si pemimpin dari para teroris ini dan ncengkeramnya erat di pergelangan tangannya. Dia masih berusaha lawan tetapi Randika sama sekali tidak bergeming.

Dengan tangan satunya, dia mukul orang itu tepat di wajahnya dan pingsan.

Sambil mbawanya keluar dari kokpit seperti hewan buruan yang mati, Randika nutup pintu kokpit itu tanpa berkata apa-apa.

Kapten pesawat dan wakilnya itu saling bertatap-tatapan tanpa berbicara. reka langsung laporkan kejadian ini kepada nara pusat dan ngembalikan jalur pesawat reka nuju Jepang.

Randika sendiri sebenarnya ingin lempar para teroris yang hidup itu keluar dari pesawatnya tetapi dia mutuskan untuk ngikatnya.

Para pramugari natap Randika dengan tatapan penuh makna dan kagum. reka yang tidak punya suami ataupun pacar rasa Randika adalah pria tergagah yang pernah reka lihat. reka bahkan rela lakukannya di toilet pesawat ini.

Namun, suasana hati Randika masih sama buruknya dengan tadi. Perjalanannya ke Jepang ini benar-benar penuh dengan tanda tanya, dia sama sekali tidak tahu bahaya apa yang akan ngintai dirinya. Jadi bermain apalagi berhubungan badan dengan para pramugari cantik ini tidak akan mbuatnya sedikitpun lega.

Duduk di tempatnya kembali, pada saat ini, seorang bule dengan rambut berwarna pirang natap Randika dengan penuh tatapan penasaran. Rupanya penumpang yang duduk di sampingnya itu sedang pergi ke toilet dan bule ini langsung duduk ketika dia tahu bahwa Randika duduk di situ.

"Halo." Kata perempuan tersebut dengan Bahasa Inggris.

Randika natapnya balik dan ngangguk. "Halo."

"Kamu baru saja nghajar reka semua sendirian, apa kamu pesilat Indonesia seperti yang ada di TV?" Perempuan pirang ini terlihat bersemangat.

Randika hanya ngangguk.

"Wow, aku sangat suka dengan budaya Indonesia kalian ini. Boleh aku tanya-tanya sebentar? Omong-omong namaku adalah Serena, salam kenal."

"Namaku Randika." Pada saat yang sama, mata Randika sudah riksa Serena dari atas ke bawah. Serena tidak salah lagi rupakan perempuan bule yang cantik dengan dadanya yang cukup besar itu sebagai aset berharganya. Bahkan dia duduk pun, Randika bisa lihat betapa bagusnya figur Serena.

Dengan mata birunya, bibir pinknya yang cerah, leher putih yang panjang, mbuat perempuan ini semakin cantik.

Sayang sekali suasana hatinya sedang tidak bagus jadi Randika tidak bersemangat sama sekali ketika berbicara dengannya. Isi pikirannya hanya penuh dengan Shadow, Yuna dan adiknya. Kali ini dia akan mastikan Shadow hilang dari muka bumi ini.

Jika dia tidak mbunuhnya, Randika sama sekali tidak bisa rasa tenang!

Jika Shadow sama sekali tidak bergerak dan terus bersembunyi, maka Randika tidak perlu repot-repot ngejarnya hingga ke Jepang. Kemampuan Shadow dalam ngumpulkan informasi sangat mbuatnya khawatir, apalagi Shadow bisa nemukan markas barunya itu.

Bisa dikatakan bahwa Shadow rupakan satu-satunya lawan yang bisa ngancam produksi ramuan X miliknya.

Serena natap Randika yang loyo itu, semakin dia natapnya semakin suka dirinya. Mungkin inilah yang dikatakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Dia mungkin tidak setampan orang-orang dari negaranya tetapi pria ini benar-benar jago berkelahi. Otot-ototnya itu benar-benar sesuai dengan idamannya.

Serena makai rok pendek yang nonjolkan paha dan kakinya yang panjang itu, kakinya benar-benar mulus! Namun ketika Randika sama sekali tidak mperhatikan dirinya, dia mulai mberanikan diri dan ndekatkan kakinya ke kakinya Randika. Dalam sekejap, sensasi aneh ini njalar dari kakinya ke otaknya.

Randika noleh dan lihat senyuman nawan Serena. "Apa kamu punya waktu setelah turun dari pesawat ini?"

Orang luar negeri mang lebih jujur dan terus terang, tidak seperti orang Indonesia. Ucapan Serena itu sama saja dengan ngajak Randika untuk berhubungan badan ketika reka sampai di Jepang.

Mungkin ini sama dengan pesan singkat para perempuan Indonesia yang ngatakan bahwa orang tua reka tidak ada di rumah.

skipun semua ini tidak bisa dijadikan patokan, tatapan dan gerak-gerik Serena jelas ngatakan bahwa dia sangat terangsang dengan Randika dan ingin luapkan perasaannya ini dengannya nanti malam.

"Maaf, setelah turun aku ada urusan." Randika harus nolak, namun jika dia bertemu Serena sebelum ini, mungkin toilet ataupun mobil bisa digunakan sebagai sarang cinta reka berdua.

Ketika ndengar penolakan Randika, Serena tidak bisa nahan mulutnya untuk tidak nganga. Dirinya yang sexy ini ditolak? Apa dia buta?

Serena tidak nyerah, sekarang kakinya mulai digesek-gesekannya dan tubuhnya sudah nempel dengan Randika.

"Tidak masalah kalau kamu tidak bisa malam ini, tinggalkan aku nomormu dan kita bisa lanjutkan hubungan kita ini kapan saja." Kata Serena sambil nggesek-gesek putingnya Randika.

"Hahaha." Randika hanya bisa tertawa pahit sambil rasakan rangsangan Serena ini.

skipun dia nyukainya, Randika benar-benar tidak bisa ngalihkan perhatiannya untuk hal yang lain.

"Hei, apa aku sejelek itu?" Serena lihat Randika dan kedua dadanya mulai bergerak naik turun di lengannya Randika.

natap Serena yang begitu bergairah, Randika mulai luluh.

"Kamu sungguh wanita yang cantik dan nawan, tetapi aku benar-benar sedang tidak kepingin lakukannya hari ini." Kata Randika sambil tersenyum pahit.

Namun, tangan kanan Serena mulai berenang di seluruh tubuh Randika.

"Aku akan mberikanmu kenikmatan yang belum pernah kamu rasakan." Serena, bagaikan kucing yang tidak mau ninggalkan majikannya, berbisik di telinga Randika dan berharap mbuatnya terangsang. "Mau itu S&M, 69, wax, apa pun yang kamu suka akan kita lakukan malam ini. Untuk malam ini aku adalah budakmu."

Godaannya ini benar-benar berat, Serena benar-benar tidak tahan lagi!

ndengar semua ini, Randika mulai bimbang.

Kenapa perempuan ini begitu berani dan nggoda?

Tangan kanan Serena berhenti di dada Randika. rasakan otot kerasnya dari balik bajunya, Serena makin tidak sabar. "Kalau kamu ingin aku nelan ataupun keluar di dalam aku tidak masalah."

WOW!!

Randika sudah berteriak bahagia di dalam hatinya, perempuan bule mang tidak kenal sungkan. Dia mulai nimbangkan kemungkinan tidur dengan Serena.

Serena tidak berhenti di situ saja, dia mulai duduk di pangkuannya Randika. Sambil mbuka kancing bajunya dan mperlihatkan dadanya, tangan kanannya mulai bergerak nuju balik celana Randika.

Randika sama sekali tidak berbicara ataupun nolaknya, dia hanya nikmatinya.

Tetapi pada saat ini, penumpang yang duduk di sebelahnya kembali dari toilet.

"Hei, sedang apa kalian!"

Perempuan paruh baya ini cukup terkejut ketika dia kembali ke tempat duduknya. Anak muda jaman sekarang benar-benar berani! Rasa kagumnya pada pemuda yang telah nyelamatkan pesawat ini langsung jatuh ke dasar.

Sepertinya semua pria sama saja.

"Maafkan kami." Kata Randika dengan cepat sambil nutup kancing baju Serena.

Ketika Serena lihat orang itu datang kembali, mau tidak mau dia harus pergi.

Berjalan nuju tempat duduknya dengan wajah sedih, Randika dengan cepat nangkap tangannya. "Akan kuberi nomor HPku."

Ketika ndengarnya, Serena langsung ceria kembali. "Kalau begitu malam ini kita bertemu di hotel?"

Randika hanya tersenyum. "Lain kali ya, aku benar-benar sibuk setelah ini."

skipun sedikit kecewa, Serena tetap bahagia. Bagaimanapun juga, dia berhasil ndapatkan nomornya dan bisa ngontak ketika dirinya terangsang. Dia tidak sabar hari di mana dia akan tidur dengan pria idamannya itu!

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 197: Kebimbangan Hati Randika on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Nightwatcher cover
Similar genre

Nightwatcher

Paperboy ·Harem

Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,andMagicians.XuQi’an,a...Readmore Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,a...

Tycoon War God cover
Trending now

Tycoon War God

Once Young ·Other

Inhispreviouslife,LinMuwasthetopassassinonEarth.HeaccidentallytraversedtotheEternalImmortalRealm,where,overthespanofeighthundredyears,hecultivatedf...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.