Boneka ginseng itu rasa lega karena Randika akhirnya ngerti apa yang ia maksud. Boneka itu ngangguk dengan semangat.
"Sungguhan?" Randika bersemangat kembali, keberuntungan sepertinya tidak ninggalkan dirinya. "Bawa aku ke sana!"
.........
Pinggiran kota, Hotel Atmosfer, kamar VVIP.
Inggrid terikat di kursi, tangan dan kakinya terikat sehingga dia sama sekali tidak bisa bergerak.
Akhirnya kain hitam yang nutupi wajahnya dibuka. Dalam sekejap Inggrid langsung riksa sekelilingnya. Dia nyadari ada seorang pria yang duduk di kursi rodanya sedang munggunginya.
Inggrid tidak bisa lihat wajah penculiknya itu.
"Siapa kamu?" Tanya Inggrid. "Kenapa kamu nculikku? Aku sama sekali tidak pernah punya masalah dengan orang sepertimu."
"Tidak punya masalah?" Pria itu tertawa keras ndengar kata-kata Inggrid.
Inggrid berusaha lepaskan diri tetapi tali yang ngikatnya benar-benar terlalu ketat.
"Kukira orang sepertimu itu pintar, tetapi nyatanya kamu sama bodohnya dengan pelacur." Pria dengan kursi rodanya itu berputar dan natap Inggrid.
Wajah pria ini penuh dengan luka, sepertinya lukanya itu baru saja kering. Inggrid dengan cepat ngenali wajah pria tersebut. Dia adalah Hans, anak kelima keluarga Alfred!
"Kau!" Inggrid terkejut, dia sama sekali tidak nyangka Hans akan datang ke kotanya lagi.
"Kamu sepertinya terkejut lihatku." Wajah Hans terlihat dingin, mori kelam waktu itu kembali masuki dirinya.
"Hans, masalah kita sudah diselesaikan oleh keluarga kita. Jangan berbuat gegabah dan seenaknya, keluarga kita bisa-bisa tidak akan ngampuninya." Kata Inggrid.
"Kalau begitu kenapa kamu kembali ke kota sampah ini? Kenapa kamu masih berkeliaran dan tidak nungguku sambil ngangkang di rumahku?" Hans ndengus dingin. "Jangan sebut omong kosong itu solusi terbaik keluarga kita. Pelacur sepertimu dan anjingmu itu harus dihukum sepantasnya, kalian tidak akan kubiarkan lolos begitu saja."
Inggrid rasakan kebencian yang ndalam di setiap kata-kata milik Hans. "Apa maumu?"
"Apa mauku?" Hans ndadak tertawa keras, sambil tersenyum, wajahnya terlihat dingin.
"Apa mauku? Tentu saja, aku ingin kalian berdua mati!"
Wajah Hans benar-benar terlihat bengis dan matanya penuh dengan api amarah. Dia remas keras pegangan kursi rodanya. Dia natap Inggrid, yang tidak bisa bergerak, seolah-olah dia lihat bongkahan daging yang siap disantap.
Inggrid sudah ketakutan lihat wajah Hans yang terlihat bengis itu. "Kamu sebaiknya lepaskanku."
"lepasmu?" Wajah Hans kembali normal. "Kamu pikir aku jauh-jauh dari Jakarta ke kota kecil ini hanya untuk lepasmu?"
"Terus apa maumu!" Inggrid natap tajam Hans.
Hans tersenyum jahat. "Kamu pikir setelah mbuatku njadi kasim aku tidak bisa mperkosamu?"
ndengar hal ini, Inggrid njadi ketakutan. Pada saat ini, Hans nepuk tangannya dan tiba-tiba muncul sekumpulan pria kekar dari balik pintu yang hanya makai celana dalam.
Satu per satu, dengan total 15 orang, berbaris dan berdiri di belakang Hans.
"Lihat orang-orang ini." Hans noleh sambil ngatakan. "Aku telah milih orang-orang ini dengan hati-hati. reka akan mperkosamu hingga kamu mati! Hahaha."
lihat senyuman jahat Hans tersebut, Inggrid dengan marah mbentaknya. "Kau benar-benar manusia biadab!"
"Aku biadab? Karena kamu telah nghancurkan hidupku, aku bersumpah akan mbalasnya!" Bentak Hans.
Kemudian Hans kembali duduk dengan tenang dan berkata dengan nada dingin. "Hari ini aku hanya akan nyiksamu, setelah itu akan nyiksa anjingmu yang kau sebut suami itu. Aku akan maksanya lihat kamu diperkosa, dihamili, disiksa baru aku akan mbunuhnya!"
Inggrid sudah kehabisan kata-kata. Ketika manusia duduk di depan seekor hewan buas, hewan tersebut tidak akan mahami kata-katanya.
Hans tersenyum dingin. "Untuk ncegahmu mberontak dan kabur, aku akan ngikatmu lebih erat lagi."
Hans nepuk tangannya dan tiba-tiba 2 orang kekar itu berjalan ke arah Inggrid.
"Hei! Apa yang kau lakukan!" Inggrid ketakutan dan ronta-ronta.
Tetapi kedua orang ini benar-benar terlalu kuat dan Inggrid sama sekali tidak bisa lepas. Inggrid dibuat tertidur terlentang di atas kasur. Setiap tangan dan kakinya diborgol di sudut kasur, mbuatnya sama sekali tidak bisa bergerak.
Di tengah-tengah proses tersebut, Inggrid berteriak. "Kau benar-benar sudah bukan manusia! Kau akan nyesali perbuatanmu ini!"
"Aku tidak pernah nyesal dalam hidupku." Hati Hans benar-benar sudah dikuasai oleh kebencian. Dia lalu berkata pada bawahannya. "Bungkam mulutnya!"
ndengar hal ini, kedua orang tadi nyumpal mulut Inggrid dengan kain. Suara Inggrid hanya bisa terdengar seperti suara nyamuk.
Pada saat ini, Inggrid sudah terborgol di atas kasur dengan kaki ngangkang dan tangan yang terbuka lebar.
"Jangan harap ada yang datang untuk nyelamatkanmu." Hans ndorong kursi rodanya ke samping kasur dan mbelai wajah Inggrid.
Inggrid segera malingkan wajahnya, mbuat Hans ncengkeram wajahnya.
"Benar-benar wajah yang cantik." Kata Hans di telinga Inggrid. "Sayang sekali wajah ini akan hancur sebentar lagi."
Inggrid ingin nggigit orang ini hidup-hidup, tetapi Hans tiba-tiba lepas dirinya dan berkata pada para bawahannya. "Cepat mulai."
ndengar perintah ini, para pria kekar ini nghampiri Inggrid dengan tatapan sum.
Inggrid sudah ketakutan ketika lihat para pria tersebut nghampiri dirinya, dia nggelengkan kepalanya sambil berusaha lepaskan diri sekuat tenaga.
"Jangan pikir kau bisa kabur. Percuma kamu ronta-ronta seperti itu." Hans ngambil gelas berisi anggurnya dan minumnya. Adegan berikut ini akan njadi adegan paling narik dalam hidupnya.
Bagaimanapun juga, jika dia tidak bisa miliki Inggrid maka dia akan nghancurkan perempuan itu dengan tangannya sendiri!
Hans mang besar dengan cara seperti ini, apa pun yang dia mau harus dia dapat dan apabila tidak bisa maka tidak boleh ada orang yang bisa.
Ketika para bawahannya itu sudah ngelilingi Inggrid, Hans letakan gelas anggurnya dan ngatakan. "Bugili dulu."
Para pria itu dengan cepat berusaha lepas pakaiannya Inggrid.
lihat tangan para bawahannya itu di tubuhnya Inggrid, Hans rasa bahwa dirinya lah yang berada di atas Inggrid. Namun, tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara ledakan.
DOR!
Pintu yang terkunci itu benar-benar hancur njadi 2 bagian.
Hans benar-benar terkejut, para pria kekar itu juga langsung noleh ke arah pintu. reka semua lihat sesosok pria muncul dari balik pintu.
Randika!
Inggrid sudah berurai air mata, pangeran berkudanya telah datang nyelamatkan dirinya!
Randika dengan cepat riksa seluruh isi ruangan. Tatapannya jatuh pada Inggrid yang terborgol dan dikepung oleh sejumlah pria yang hanya bercelana dalam. Dalam sekejap amarahnya luap dan seluruh sosoknya nghilang. Dia sudah nghampiri pria yang hendak mperkosa istrinya itu satu per satu dan mukulnya hingga pingsan.
Para pria kekar ini sama sekali tidak berdaya. reka semua terpental nyaris bersamaan sambil raung kesakitan. Entah reka natap tembok ataupun lantai, reka sama sekali tidak bisa lihat sosok Randika.
Dalam sekejap tembok dan lantai sudah diisi oleh orang tak sadarkan diri!
"Aku tidak nyangka kamu akan nemukanku secepat ini." Hans ndengus dingin.
"Aku tidak nyangka kamu masih berani nyentuh Inggrid setelah aku mberimu pelajaran." Kata Randika dengan nada dingin.
Tangan Hans yang ada di pegangan kursi rodanya itu remas kuat. Tatapan matanya benar-benar dipenuhi api kebencian, dia ingin nguliti orang di hadapannya hidup-hidup.
"Tetapi semua ini tidak masalah, aku mang akan berniat mbunuh kalian berdua sekaligus."
"Aku dan Inggrid tidak akan mati, tetapi hari ini adalah hari kematianmu!" Kata Randika dengan wajah dinginnya.
Hans bukan hanya sekali tetapi dua kali berani nyentuh perempuan miliknya, Ares tidak akan mbiarkan orang ini hidup!
"Jangan terlalu berbangga diri." Para pria kekar itu sebagian banyak sudah berdiri kembali. "Kami akan mbunuhmu terus mperkosa wanita itu."
Randika natap cecunguk-cecunguk tersebut dan berkata dengan nada dingin. "Jangan harap bantuanmu yang ada di luar pintu itu akan mbantumu, aku sudah mbunuhnya."
Kali ini para pria kekar itu terdiam ketika ndengarnya, temannya sudah mati?
Tetapi 10 pria yang sudah sadarkan diri ini tidak peduli dan natap musuhnya kali ini.
Musuhnya ini benar-benar terlihat seperti orang biasa, tidak ada istiwanya. Mungkin reka tadi semua terpental hanya karena suatu trik liciknya saja, jika reka serius pasti pria ini sama sekali bukan lawan reka.
Hans tetap berwajah bengis skipun Randika berdiri di hadapannya. Dia sudah bertekad akan mbunuh pria yang rusak hidupnya itu.
Lagipula, dia miliki Inggrid sebagai jaminan keselamatan dirinya!
Randika natap seluruh 10 orang yang hanya bercelana dalam itu.
Hans ngambil gelas anggurnya lagi sambil ngatakan. "Bunuh penyusup itu."
Perintah itu singkat dan jelas, wajah para bawahannya njadi serius.
"Jangan dimasukkan hati, semua ini hanyalah bisnis."
Para pria kekar ini benar-benar tidak kenal takut, tapi Randika jauh lebih tidak takut lagi. Dia mberikan jari tengahnya pada reka.
Para pria kekar itu njadi marah. "Mati kau!"
Tiba-tiba, kesepuluh orang ini sudah nerjang ke arah Randika.
Randika tetap berwajah datar, setelah beberapa saat dia juga nerjang ke arah lawannya.
Sosoknya benar-benar seperti bayangan. Randika sudah berada di hadapan salah satu lawannya dan mukulnya tepat di wajahnya. Dipukul dengan kekuatan yang luar biasa, orang tersebut hanya bisa ngeluarkan seteguk darah. Namun, sebelum dia sempat berteriak kesakitan, seluruh tubuhnya sudah layang dilempar oleh Randika!
Sebelum orang ini terangkat dan layang, masih ada jeda satu detik. Satu detik itu dimanfaatkan oleh Randika untuk nendang salah satu musuhnya, dia layang lewati Hans dan nabrak tembok.
Randika mbungkuk dan nghindar dari serangan kaki lawannya yang ketiga. Kakinya yang berada di udara itu dicengkeram erat oleh Randika dan dirinya tiba-tiba terangkat. Randika manfaatkan lawannya ini untuk nghajar lawannya yang lain.
Dalam sekejap, Randika nghajar para pria yang tidak kenal takut itu dengan sangat kejam dan cepat. Setelah nerima pukulan ataupun tendangan Randika, seluruh bawahan Hans itu sudah tidak sadarkan diri kembali. Kesepuluh orang itu dikalahkan Randika hanya dalam 1 nit!
Reviews
All reviews (0)