Font Size
15px

Di kejauhan terlihat jalan yang nuju ke pegunungan, tepat di ujung kota ini orang-orang berkumpul dan suasana benar-benar riah. Orang-orang yang datang untuk lihat perlombaan lintas alam ini semua berkumpul di tempat ini.

Belum lagi acara besar ini diikuti oleh para pembalap sepeda motor profesional sehingga narik sejumlah dia untuk liputnya.

Pada saat ini, lintasan lomba sedang dipersiapkan dan di sepanjang jalan akan ada panitia yang bertanggung jawab untuk lapor dan ngawasi.

"Selamat siang saudara-saudara sekalian. Selamat datang di perlombaan lintas alam ke-13 di kota Gunung Agung yang indah ini. Saya Ronald ndapatkan kehormatan untuk njadi kontator hari ini."

Suara kontator mulai terdengar, orang-orang mulai lototi lancar tancap yang sudah terpasang.

"Saya akan laporkan bagaimana perjalanannya pertandingan dan rekan saya, Dio, akan laporkannya dari helikopter agar dapat mberikan informasi dari atas sana. Yak yang kita tunggu-tunggu telah tiba. Seluruh peserta sudah bersiap-siap dan nempati posisinya. Perlombaan akan segera dimulai."

"Untuk perlombaan kali ini, jalur lintasan akan dibagi njadi dua. Yang pertama adalah lintasan yang berada di kota dan kedua adalah jalur lintasan gunung. Karena total jarak yang ditempuh cukup jauh, maka perlombaan ini hanya butuh satu putaran agar salah satu peserta njadi juara."

Di garis awal, kedua belas sepeda motor sudah siap di posisi reka masing-masing. Helm terpasang, suara motor terdengar keras, tangan sudah siap beraksi dan darah sudah ndidih!

"Woo Hoo Hoo!"

Di dekat reka, ratusan orang sudah bersorak dan njagokan jagoan reka.

"Kali ini juaranya pasti Pinpin!"

"Bicara apa kamu? Jelas yang pasti nang adalah Giant!"

"Ahhh mimpi!"

Suasana riuh ini mbuat perlombaan ini semakin seru. Dan para pembalap ini sudah lototi lawan-lawannya, jiwa bertarung reka sudah tersulut.

Tidak lama kemudian, gadis pembawa bendera sudah bersiap untuk lambaikan benderanya. Dan dengan cepat, kedua belas motor tersebut langsung laju sekuat tenaga. Persaingan di garis awal sangat kacau dan reka saling susul nyusul.

"Dan pertandingan pun dimulai, para peserta terlihat sengit rebut posisi pertama. Tikungan pertama segera datang dan semuanya lewatinya dengan sempurna tanpa perubahan posisi. Pinpin masih kokoh di posisi pertama."

"Benar Ronald, untuk perlombaan kali ini adalah Pinpin yang masih muda itu. skipun tergolong muda bukan berarti dia tidak mpunyai kemampuan, para kompetitor harus rhatikan anak muda satu ini."

"Dan juga jangan lupa, Pinpin berhasil njuarai posisi kedua saat perlombaan yang lalu skipun dia mulai dari posisi ke-8. Perkembangan Pinpin mang layak untuk dinantikan."

Kedua kontator itu berhasil mbumbui perlombaan ini dengan baik. Sentara reka asyik berbincang, Dio tiba-tiba ngatakan. "Oh, sebentar lagi Pinpin akan masuki tikungan kedua. Tikungan itu benar-benar tajam, belum lagi setelah itu ada tikungan lagi yang cukup tajam. Sepertinya keahlian Pinpin akan dicoba dalam tikungan ini, apakah dia bisa mpertahankan posisi atau tidak? Mari kita lihat!"

Pada saat ini, Pinpin lihat tikungan tajam itu. Dia makin macu motornya sambil nggenggam erat pegangannya. Lalu pusat gravitasinya dia condongkan ke kiri. Motor dan badan bagian kiri Pinpin sama-sama hampir nyentuh tanah dengan kecepatan tinggi! Benar-benar teknik ngepot yang sempurna!

"Ya ampun! Pinpin baru saja ngepot dengan sempurna untuk ngatasi tikungan kedua dan mbuat jarak yang jauh dengan posisi kedua. Benar-benar luar biasa!" Dio yang lihatnya dari atas helikopter benar-benar terpukau. Kemampuan ngepot yang ditunjukan oleh Pinpin sangat jarang digunakan di jalur gunung yang curam dan terkadang rusak seperti ini. Namun, dalam balapan profesional semua teknik bermotor sangat dibutuhkan untuk nciptakan sebuah keajaiban.

Bisa dilihat bahwa dari satu tikungan tersebut, kemampuan Pinpin sudah layak diacungi jempol.

"Hei Pin, kamu baru saja dipuji kontator." Pinpin masih fokus macu motornya dan tiba-tiba pelatihnya mujinya dari earphonenya.

Pinpin tersenyum, dia mbalas pelatihnya itu dengan nada bangga. "Wajar saja reka mujiku seperti itu, reka pasti tidak pernah lihat teknik seperti itu."

"Sudah tetap fokus dan juaralah baru kamu bisa berbangga diri. Setelah kamu juara kita akan rayakannya dengan berpesta.

Tak lama kemudian, kedua belas pembalap ini sudah masuki area jalan pegunungan.

"Semua peserta sudah ninggalkan kota." Ronald njadi bersemangat, keadaan akan semakin narik setelah ini. Tetapi, di saluran HT para panitia tiba-tiba terdengar suara panik.

"Lapor! Ada orang yang masuk ke jalur lintasan lomba!"

nerobos? Bukannya jalur lomba sudah reka kosongkan dan sudah ada pembatasnya?

"Kok bisa dia nerobos?" Tanya Ronald lewat HT, kejadian ini benar-benar di luar dugaan. Sebuah abnormal seperti ini bisa ngganggu jalannya pertandingan.

"Orang itu benar-benar cepat, dia sudah di luar jangkauan kita."

Ronald langsung berdiri dan lihat garis awal. Di sana sudah ada sosok sepeda motor berkecepatan tinggi hendak lewati garis awal tersebut.

"Sudah lupakan saja orang itu, aku rasa dia hanya sedang bercanda. Mana mungkin dia bisa ngejar para pembalap kita." Jawab Ronald lewat HT, dia kemudian lanjutkan kontatornya. "Baiklah maaf atas sedikit gangguannya sebelumnya. Bagaimana keadaannya di atas Dio?"

Pada saat yang sama, Randika sedikit bingung kenapa ada banyak orang berkumpul di ujung kota? Apa reka datang untuk nyemangatinya?

Tetapi karena Randika punya banyak pikiran, dia sama sekali tidak dulikannya. Dia kemudian terus macu motornya dengan kecepatan tinggi, lagipula jalan nuju desa Sukasari hanya 1.

Para penonton yang ndengar kontar Dio dan Ronald itu terus bersorak dan tenggelam dalam keseruan perlombaan. Namun, pada saat ini, reka ndengar suara motor yang berisik bagaikan guntur lewat.

"Broooommm!"

Suara motor bobrok ini sangat nyaring, benar-benar motor yang sudah bobrok. Sepertinya motor itu bisa hancur berantakan kalau dipacu seperti itu.

Sejujurnya, motor itu mang motor kuno yang dijual pemiliknya. skipun performanya tidak buruk, motor itu sudah terlalu jadul dan berisik jadinya motor itu dijual.

Randika yang lewati para penonton ini benar-benar fenona yang cukup aneh. Suara speaker itu kalah keras dengan suara motornya dan motornya sendiri terlihat seperti hendak hancur berserakan. Semua orang heran sekaligus terkejut dengan pemandangan ini.

Saat sosok Randika sudah hilang, barulah orang-orang bertanya-tanya.

"Orang itu juga pembalap?"

"Sepertinya."

reka semua tidak yakin, kemunculan motor bobrok itu benar-benar di luar dugaan.

Sedangkan Randika sendiri sudah tidak bisa berpikir banyak, pikirannya hanya penuh oleh sosok Christina. Kecepatannya sama sekali tidak nurun dan saat dia berada di tikungan, dia ngepot sama persis dengan Pinpin. Kejadian ini hanya diketahui oleh panitia yang njaga di tikungan tersebut.

Pada saat ini, di jalur gunung, kedua belas pembalap itu masih terus bersaing. Pinpin masih mimpin di posisi pertama dengan jarak yang cukup jauh.

Suara motor reka yang nyaring bergema di seluruh gunung, mbuat hewan-hewan njadi waspada.

Segala macam teknik reka tunjukan, mang pembalap profesional beda dengan pembalap amatir.

"Sekarang para peserta sudah lewati tikungan ketiga dan sesuai dugaan kami, Pinpin masih berada di posisi pertama dengan keunggulan yang cukup jauh dan posisi kedua adalah .. "

Di saat Ronald sedang sibuk berkontar, tiba-tiba, dari HT-nya terdengar kata-kata yang mbuatnya terkejut.

"Lapor, penyusup tadi sudah berada di jalur gunung!"

Ronald yang ndengarnya sampai kehabisan kata-kata dan berhenti berkontar. Dia lihat sendiri motor itu sudah bobrok tetapi kenapa dia mulai nyusul para pembalap profesional?

Ronald benar-benar tidak percaya, tetapi laporan demi laporan dari para panitia yang ada di jalur gunung itu laporkan keajaiban ini lalui HT.

Randika nyalurkan tenaga dalamnya ke dalam motornya, oleh karena itu motornya dapat bergerak dengan liar dan cepat. Yang paling ngejutkan adalah dia ngepot dengan kecepatan 120 km/jam! Setelah lewati tikungan kedua, dia kembali macu motornya.

Semua panitia yang lihatnya benar-benar terpukau, siapa orang itu? Bagaimana bisa dia ngepot dengan kecepatan setinggi itu?

Tidak butuh waktu lama untuk Randika nyusul kedua belas pembalap itu. Dari kejauhan, Randika dapat lihat bahwa kedua belas pembalap itu mbentuk satu garis lurus.

Lewat HT, Ronald sudah ngetahui bahwa motor bobrok itu sudah dekat dengan para pembalap. Dia dan Dio njadi ragu, apakah reka harus laporkannya pada para penonton?

Namun, Ronald mutuskan untuk ngabarkan situasi ngejutkan ini pada para penonton.

"Saya ndapatkan info bahwa ada seorang pembalap tanpa nama ngikuti perlombaan ini. Sekarang dia masih berada di posisi ke-12."

Pembalap yang dibalap oleh Randika sangat terkejut. Bukannya pembalapnya cuma ada 12? Kenapa dirinya tiba-tiba disalip dari belakang.

Randika terus berkendara dengan kecepatan tinggi, motornya sudah bagaikan cheetah. Ia lesat lewati angin dan mbalap satu per satu.

Dalam sekejap dia sudah berada di posisi kedelapan!

Setelah tiba di tikungan, para pembalap ini nurunkan kecepatannya. Randika manfaatkan hal ini dan ngepot dengan kecepatan penuh.

Motor bobrok Randika laju kencang di tikungan itu dan langsung mbalap ketiga pembalap sekaligus!

Dio yang laporkannya dari atas helikopter sudah kehabisan kata-kata, siapa pembalap misterius itu?

Randika benar-benar nggila, dia sudah berada di posisi kedua dan hendak nyalip Pinpin!

"Pembalap misterius itu sudah berada di posisi kedua dan posisinya dengan Pinpin sudah sangat dekat!" Suara Ronald sedikit serak, apakah ini mon seorang amatir ngalahkan pembalap profesional?

Pinpin sudah ngetahui berita nghebohkan ini lewat earphonenya. lihat dari kaca sampingnya, dia lihat sosok Randika ngekorinya dengan kecepatan tinggi.

Pinpin dapat lihat dengan jelas bahwa pegangan gasnya Randika dia putar hingga ke bawah.

Benar-benar orang gila!

Namun, semangat bertarung Pinpin semakin tersulut, dia tidak peduli orang itu siapa tetapi dia tidak akan oleh siapapun!

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 173: Jangan Menilai Buku dari Sampulnya on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Nightwatcher cover
Similar genre

Nightwatcher

Paperboy ·Harem

Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,andMagicians.XuQi’an,a...Readmore Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,a...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.