Font Size
15px

Ivan benar-benar terkejut, dan pada saat ini, Randika semakin dekat dengan dirinya.

Semua bawahannya segera lindungi tuannya dan bahkan keenam pembunuh yang baru sadar itu kembali masang badannya. Namun, semua orang yang berani nghalanginya dibuat layang oleh Randika!

Keenam pembunuh terkuat itu kembali muntahkan darah, reka tidak nyangka lawannya ini benar-benar kuat.

"Tahan posisi kalian, dia tidak akan bertahan lama." Albert yang berada di sisi Ivan mberikan arahan pada bawahannya.

Semua orang segera ngubah taktik reka, reka tidak nyerang Randika lainkan nyibukan Randika sampai dia kehabisan tenaga.

reka segera ngepung Randika sambil terus saling lindungi. Randika, yang darahnya sudah ndidih, nerjang tanpa dulikan apa pun. Dengan tangan kirinya yang nyerupai cakar, dia nggenggam kepala lawannya dan lemparkannya ke arah kerumunan. Kemudian tangan kanannya layangkan pukulan ke dada seseorang. Lalu telapak tangannya yang ngandung tenaga dalamnya dia pukulkan ke tanah dan mbuat tanah berguncang!

Dalam sekejap semua orang kehilangan keseimbangannya.

Namun pada saat ini, kekuatan misterius Randika kembali mberontak!

Tubuh Randika segera njadi kaku. Keringat dingin ngalir deras di dahinya dan seteguk darah hitam nyembur keluar dari mulutnya.

Inilah saatnya!

Keenam pembunuh yang terluka itu kembali nerjang Randika. Randika yang ngusap darah di mulutnya itu ngangkat tangan kanannya. Ledakan tenaga dalam tiba-tiba nyerang keenam pembunuh itu dan mbuat reka terpental!

Jangan kira dirinya adalah mangsa yang mudah!

Keenam pembunuh ini rasakan kengerian yang belum pernah ada. Jika lawannya itu tidak cedera, ledakan tenaga dalam sebelumnya itu akan mbunuh reka.

Pada saat yang sama, Ivan natap Randika yang sedang berlutut satu kaki. Ivan berpikir bahwa jika pria itu ada di sisinya, nguasai negeri ini bukanlah mimpi.

Tanpa disadari, Ivan tertarik untuk rekrut Randika.

"Kau sudah kalah." Kata Ivan pada Randika. "nyerahlah dan aku tidak akan mbunuhmu asalkan kau mau bekerja untukku."

"Hahaha." Randika hanya tertawa, ini mbuat Ivan ngerutkan dahinya.

Tidak jauh dari situ, Inggrid natap cemas Randika. Dia rasa tidak berdaya lihat Randika yang sudah diambang kematian itu. Air matanya sudah tidak bisa terbendung lagi.

Jika kamu mati, aku tidak rela hidup di dunia ini.

Sambil berurai air mata, Inggrid terus natap Randika yang di ujung tanduk. skipun tidak bisa apa-apa, dia akan terus nemani Randika hingga akhir.

Ivan sudah nggelengkan kepalanya. Randika sudah dikepung oleh 20 orang miliknya, kenapa bocah itu masih bisa sepercaya diri seperti ini?

"Kau ingin aku nyerah? Kalau kalian ingin hidup, aku sarankan kalian nyerangku bersamaan." Wajah Randika ngandung rasa percaya diri yang besar.

"Baiklah kalau itu maumu!" Ivan sudah tidak peduli lagi.

Tiba-tiba, semua orang nerjang ke arah Randika!

Randika natap semua orang yang nerjang dirinya. Sambil nahan rasa sakitnya, Randika berdiri. Pada saat yang sama, dia ngumpulkan seluruh tenaga dalamnya dalam tubuhnya untuk nyiapkan satu serangan terakhir.

Jika dirinya akan mati, dia tidak akan mbiarkannya tanpa mberi perlawanan.

"Randika!"

Inggrid tidak bisa nahan dirinya lagi. Indra, yang berlutut di tanah, hanya bisa natap Randika. Mulutnya nampak bergerak. "Maafkan aku kak, adikmu ini tidak berguna sama sekali."

lihat Randika yang berdiri dengan susah payah, rasa kagum sekaligus takut bercampur jadi satu. skipun lawannya ini sudah kehabisan tenaga dan tampak terluka, dia masih mampu mbunuh reka. Jadi keenam orang ini tidak boleh bertindak gegabah.

lihat kerumunan orang yang semakin ndekat itu Randika tertawa. Tangan kanannya yang ngandung seluruh tenaga dalamnya itu siap ledak. Tetapi, pada saat ini sebuah batu kerikil layang di udara dan ngenai pergelangan tangan Randika. Serangannya ini terpaksa buyar karenanya.

Randika sama sekali tidak berdaya. Batu itu ngenai titik akupunturnya dan mblokir saluran tenaga dalamnya.

lihat Randika yang kebingungan, keenam pembunuh itu nyadari ada yang aneh. Tetapi kesempatan seperti ini tidak akan datang lagi, jadi reka tetap neruskan serangan reka. Namun, ketika reka bergerak, satu per satu wajah reka terkena oleh batu. Sudut serangan dan kekuatannya benar-benar luar biasa, itu mbuat reka berenam nghentikan serangannya.

"Siapa?"

Keenam pembunuh ini terkejut, masih ada orang kuat lainnya yang masih bersembunyi?

Serangan batu ini bukan serangan biasa, dari jarak yang jauh dan akurasi yang luar biasa, serangan batu itu ngenai titik akupuntur keenamnya dan mblokir tenaga dalam reka.

Ivan juga nyadari keanehan ini dan mberi perintah mundur agar bawahannya berhenti nyerang.

Ivan telah lalui banyak dan perang sehingga dia numbuhkan indera yang dapat rasakan bahaya. Sekarang adalah salah satu contohnya.

Jack juga nyadari ada yang aneh, dia nampak ngerutkan dahinya. Kenapa serangan batu itu terlihat familiar?

Di bawah tatapan orang, seorang penatua dengan baju sederhana dan topi jerami keluar dan berjalan ke arah reka. Rambut putihnya tampak berantakan dan tongkat berjalannya mberi kesan tua. lihat sosok penatua itu, entah kenapa Ivan rasa tidak asing dengan pemandangan ini.

Lalu penatua itu mbuka topinya.

"Ya Tuhan."

Dalam sekejap Ivan nampar dahinya dan berkata dengan nada takut. "Kenapa orang itu bisa ada di sini?"

Ingatan buruknya segera lintas di benaknya tetapi dia segera mbuangnya jauh-jauh. Ingatan masa lalunya itu benar-benar ngerikan.

Para bawahan Ivan terlihat bingung, kenapa tuannya tiba-tiba njadi pucat?

Dengan tubuh yang tidak bisa berhenti getar, lutut Ivan mulai lemas. Kenapa, kenapa pak tua itu bisa datang ke sini?

Pada saat yang sama, Jack juga lihat wajah penatua itu. Dia langsung ngambil langkah mundur dan terjatuh. Tangan kanannya langsung ncengkeram jantungnya, seakan-akan dia terkena serangan jantung.

"Kenapa Kenapa dia ada di sini." Pertanyaanya Jack sama dengan Ivan, reka berdua tidak nyangka hantu masa lalunya akan ndatangi reka lagi.

"Siapa orang itu?" Salah satu keluarga inti Jack bertanya padanya.

"Jangan tunjuk orang itu, kau jangan sampai berurusan dengannya." Jack langsung malingkan wajahnya dan nampar tangan keluarganya itu. Wajahnya benar-benar sudah penuh dengan ekspresi ketakutan. Dia tidak nyangka hantu itu akan tiba-tiba muncul di rumahnya.

Randika natap orang yang sedang berjalan ke arahnya itu, sambil terkejut dia ngatakan. "Kakek kedua!"

Orang itu ternyata adalah kakek keduanya. Kenapa dia bisa ada di sini? Bukankah kakeknya itu ada di desa?

Kakek kedua itu tersenyum. Di bawah tatapan orang-orang, dia ngambil jarum akupunturnya dan nekan luka yang diderita Randika. "Sudah jangan khawatir sama detail kecilnya. Kau tidak perlu khawatir lagi, kakek akan ngurus sisanya.

Randika jelas tersenyum bahagia. Ketika dia berada di dekat kakeknya, dia benar-benar seperti anak kecil.

Kakek kedua juga nghampiri Indra dan nekan luka-lukanya.

Kemudian kakek kedua dengan pelan ngatakan. "Kalian berdua cepat ke sini."

Semua orang bertatap-tatapan. Dengan siapa kakek itu berbicara? Bahkan beberapa orang terlihat rehkan sosok tua itu.

Tetapi tanpa diduga semua orang, kedua kepala keluarga yang berstatus tinggi tersebut berjalan nghampiri kakek itu dengan wajah pucat pasi.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 162: Kemunculan Kakek Kedua on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Nightwatcher cover
Similar genre

Nightwatcher

Paperboy ·Harem

Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,andMagicians.XuQi’an,a...Readmore Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,a...

Top-tier Unruly Master cover
Trending now

Top-tier Unruly Master

Be Qin Sanchi ·Other

WhenDingFanopenedhiseyesagain,everythingbeforehimhadchanged.ACultivatorrebornonEarth,hefoundhimselfinthedespisedbodyofadisgracedheir.Fistsstrikinga...

Tycoon War God cover
Trending now

Tycoon War God

Once Young ·Other

Inhispreviouslife,LinMuwasthetopassassinonEarth.HeaccidentallytraversedtotheEternalImmortalRealm,where,overthespanofeighthundredyears,hecultivatedf...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.