Randika lalu mbawa Inggrid kembali ke rumah. lihat nona mudanya itu kembali, Ibu Ipah nangis bukan main. reka berdua langsung berpelukan dan Ibu Ipah tidak berhenti minta maaf.
Para pendekar yang dibawa Yosef ke rumah ini sudah tidak ada, tetapi kekacauan yang ditimbulkannya masih tetap ada. Luka Ibu Ipah tidak mungkinkannya untuk mbereskan ini semua.
Namun, semua ini hanyalah masalah kecil. Yang paling penting adalah Inggrid berhasil pulang dengan selamat.
"Apa nona lapar? Ibu akan nyiapkan sesuatu." Kata Ibu Ipah dengan cepat.
Inggrid ngangguk dan Ibu Ipah segera pergi ke dapur.
lihat wajah pucat Inggrid, Randika rasa hatinya njadi sakit. Dia lalu nggendong belahan jiwanya itu ke sofa.
reka berdua hanya duduk dengan diam sambil berpegangan tangan.
Setelah makan malam bersama-sama, Inggrid rasa dirinya benar-benar capek dan ingin kembali ke kamarnya untuk tidur.
Sambil nggendong Inggrid, Randika ikut masuk ke kamarnya.
"Beristirahatlah dengan tenang ya sayang, besok kamu tidak usah masuk ke kantor." Kata Randika dengan nada lembut.
Randika kemudian ngecup dahi Inggrid sambil tersenyum tulus.
"Iya." Inggrid hanya ngangguk pelan.
"Kalau begitu selamat beristirahat." Randika lalu berdiri. Setelah nutup tirai jendela, Randika hendak pergi dari ruangannya.
"Tunggu..." Inggrid tiba-tiba nangkap tangan Randika.
"Kenapa sayang?" Randika tampak bingung.
"Tunggu aku sampai tertidur." Kata Inggrid dengan suara yang sangat pelan.
Randika lalu tersenyum dan duduk di samping Inggrid yang sedang tiduran. "Kamu tidak perlu khawatir, aku akan nunggumu sampai kamu tertidur. Beristirahatlah dengan tenang."
Inggrid langsung tersipu malu, hatinya terasa hangat.
Setelah jam mata beberapa saat, Inggrid ngatakan. "Ran aku tidak bisa tidur."
"Hahaha kalau gitu ayo kita lihat TV."
Inggrid masih khawatir dengan keluarga Alfred.
Kekuatan dan pengaruh keluarga Alfred bukanlah main-main. Itulah kenapa seorang suruhan seperti Yosef berani berjalan dengan tubuh yang tegak. Itu semua karena reputasi keluarga Alfred yang benar-benar luas.
Keluarga Alfred benar-benar mampu ngguncang bumi dan mutar langit hanya dengan satu malam. Hal ini mbuat Inggrid tidak bisa tidur.
lihat wajah resah Inggrid, Randika luk pundaknya sambil terus nonton TV yang ada di dalam kamar.
"Sayang, kamu tidak usah khawatir. Suamimu ada di sini dan selalu akan lindungimu. Keluarga Alfred itu tidak akan bisa nyentuhku ataupun nyurimu lagi seperti tadi. reka tidak punya kekuatan untuk lawanku."
Namun Inggrid masih ngerutkan dahinya. Kata-kata Randika hanya terdengar seperti penghiburan sentara baginya. Yang mbuatnya makin resah adalah Randika mbunuh kedua pendekar kelas atas dan Yosef untuk nyelamatkan dirinya. Terlebih lagi Randika lukai Henry, keluarga Alfred pasti tidak akan tinggal diam.
Inggrid nghela napas di dalam hatinya. Satu-satunya jalan terbaik adalah minta maaf pada keluarga Alfred dan kembali ke Jakarta. Setelah dia mutus hubungannya dengan Randika, seharusnya reka tidak akan ngincar suaminya ini.
Setelah dia kembali ke Jakarta, dirinya akan nuhi perjanjian keluarganya dan nikahi Henry.
"Kenapa kamu masih terlihat khawatir seperti itu?" Randika pura-pura terlihat tidak senang. "Kalau kamu terus seperti itu, lama-lama aku akan nghukummu. Masih berani tidak percaya dengan suamimu ini?
Inggrid hanya natap diam Randika. Dia tidak bisa nahan dirinya untuk ngingat-ingat pertemuan pertama reka. Pria ini hanyalah seorang penjual mie ayam yang kasar dan bau keringat, tetapi setelah itu dia mbantu dirinya ngembangkan parfum, ngusir laki-laki sum yang ngejar dirinya. Belum lagi dia nyelamatkan dirinya dari serangan seorang pembunuh, nemani dirinya ke kota rak dan mbantu dirinya secara diam-diam untuk ndapatkan kontrak kerja yang nguntungkan. Semua hal ini lintas secara bersamaan di pikiran Inggrid.
Ketika Randika nggoda dirinya, raba dirinya, bahkan kemarin dia semalaman bercumbu dengannya, semua itu mbekas di dalam dirinya.
Pada saat ini, Inggrid akhirnya sadar setelah hidup bersama-sama dengannya, dia telah jatuh cinta pada Randika.
"Hmm? Kenapa?" Randika natap Inggrid yang terus terdiam itu, dia lalu tersenyum hangat. Dia sendiri bingung, kenapa istrinya diam saja?
"Ran, kamu ingat ketika kita pertama kali bertemu?" Tanya Inggrid.
"Tentu saja aku ingat. Pada saat itu kamu ngancamku bisa lenyapkanku dengan 100 cara dari kota ini." Kata Randika sambil tertawa. Pada saat itu dia tidak nyangka akan diajak nikah oleh seorang perempuan cantik setelah dia tiba di Indonesia.
Inggrid lalu berkata dengan wajah yang rah. "Kamu sendiri yang maksaku berkata seperti itu."
Inggrid lalu ngenang masa lalu itu. Dia ngingat saat di mana perusahaannya mbutuhkan uang dan seseorang misterius dari dunia bawah tanah nyuruh Inggrid nikahi Randika sebagai syarat peminjaman uang. skipun awalnya tidak mau, Inggrid terpaksa setuju demi ambisinya. Tapi Inggrid sendiri tidak nyangka, orang itu akan njadi pangeran yang benar-benar ncuri hatinya.
Jika Randika tahu hal tersebut, dia dapat dengan mudah nebak bahwa orang itu adalah Bulan Kegelapan. Musuhnya itu berusaha mbuat Inggrid njadi kelemahan Randika. Jika rencana Bulan Kegelapan berjalan lancar, Randika akan jatuh cinta pada Inggrid dan Ares akan mudah dikendalikan.
Bulan Kegelapan nyadari ini sejak lama, kelemahan Ares sang dewa perang adalah perempuan. Pada saat itu Bulan Kegelapan beranggapan bahwa itu adalah kelemahan terbesar Randika.
Beberapa kali Inggrid diracuni dan diserang, tetapi takdir berkata lain. Randika berhasil nyelamatkan Inggrid dan keduanya makin dekat karenanya.
Kedua pasangan ini mulai bercerita ngenai pertemuan pertama reka dan bagaimana Randika selalu raba dirinya.
Dari waktu ke waktu, Inggrid selalu tersenyum manis dan Randika akan ngusap kepalanya. rasa malu, Inggrid mukul pelan Randika seperti anak kecil.
Inikah kebahagiaan?
Inggrid benar-benar rasa hangat, dia tidak nyangka jatuh cinta akan senyenangkan ini.
Waktu berjalan dengan cepat, tanpa sadar 1 jam telah berlalu. Randika lalu berkata dengan nada lembut. "Sayang, hari sudah malam dan kamu perlu istirahat. Besok kita akan njauhi pekerjaan dan nikmati hari berdua saja bagaimana?"
Inggrid ngangguk pelan. Tetapi ketika lihat Randika yang hendak berdiri, Inggrid narik tangannya dan berkata dari balik selimut. "Kamu hari ini tidur di sini saja."
Setelah ngatakannya, jantung Inggrid berdetak dengan hebat dan wajahnya sudah rah sekali.
Tidur bersama?
Randika terkejut kemudian dia natap Inggrid yang bersembunyi di balik selimut.
Mungkinkah penantiannya akan berakhir?
Randika langsung tersenyum, sepertinya malam ini akan njadi malam yang panjang.
"Baiklah."
Randika tidak sungkan-sungkan. Dia segera masuk ke dalam selimut sambil tersenyum. Semua proses ini tidak lebih dari 3 detik.
lihat tubuh Randika dari balik selimut, Inggrid njadi panik. "Tolong matikan lampunya."
Oh? Pengen dalam keadaan gelap? Tidak masalah!
Lebih cepat dari petir, Randika sudah matikan lampu dan tiduran kembali di kasur. Kedua orang ini terdiam cukup lama. Ruangannya sudah gelap gulita dan hening. Oleh karena itu, suara detak jantung Inggrid benar-benar nggema di kedua telinga reka.
Tangan Randika secara perlahan bersentuhan dengan tangan Inggrid. Ketika tangannya itu bersentuhan, dia rasa Inggrid tiba-tiba getaran.
Namun, Inggrid tiba-tiba nggenggam tangannya.
Lampu hijau!
Randika njadi senang bukan main. Dia dengan cepat masuk ke dalam selimut dan nindih Inggrid.
Inggrid hanya nutup matanya. skipun sedikit takut, hari ini dia mutuskan nerima cinta Randika.
Tetapi setelah nunggu cukup lama, tidak terjadi apa-apa. Mau tidak mau, Inggrid mbuka matanya sambil penasaran. Ternyata dia lihat Randika sedang natap dirinya.
"Kamu benar-benar cantik." Kata Randika sebelum ncium Inggrid!
Reviews
All reviews (0)