Font Size
15px

PLAK!

Randika nampar pipi Inggrid. Inggrid jelas terkejut.

"Apa kamu tidak percaya padaku?" Randika pura-pura terlihat marah. "Kamu terlalu rehkan suamimu ini. Jangan khawatir, itu hanya sebuah keluarga dari kota besar. Suamimu ini tidak akan lari begitu saja."

"Terlebih, kamu itu istriku. Aku tahu bahwa hubungan kita itu rumit tetapi selama kamu masih njadi istriku, tindakan reka itu sama saja dengan rampok. Orang yang berani berbuat seperti itu padaku masih belum lahir."

"Jadi aku hanya mohon padamu." Randika lalu berlutut dan ncium tangan Inggrid. "Percayalah padaku."

Dalam hidup Inggrid, dia selalu berusaha nanggung semua bebannya seorang diri. Dan sekarang setelah Randika muncul di hidupnya, perlahan dia mulai bersandar di pundak Randika.

Dan sekarang, setelah Randika namparnya dan mbuatnya dia sadar bahwa dia sudah tidak sendirian lagi benar-benar mbuat hati seorang Inggrid Elina njadi hangat.

Dan entah kenapa, dia rasa bahwa Randika rupakan pria yang tepat baginya.

"Aku percaya padamu." Inggrid ngangguk pelan.

Tanpa sadar, Inggrid sendiri rasa bahwa Randika pasti miliki cara. Sama seperti masalah-masalah sebelumnya, Randika selalu cahkan masalahnya.

Randika lalu berdiri dan tersenyum. "Untukmu, aku rela nyeret jatuh raja dari singgasananya. Keluarga Alfred hanyalah sebuah keluarga bukan seorang penguasa. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Ketika keluarga Alfred berani rebutmu, aku akan nghajar reka semua dan mpertahankanmu."

Wajah Inggrid sudah benar-benar rah, Randika sudah benar-benar dekat dengan wajahnya. "Sayang, apa kamu barusan berpikir kalau suamimu ini keren dan tampan? Apakah aku telah ndapatkan hatimu? Sini beri aku ciuman yang panas."

Yah skipun tidak panas, ciuman itu hanya berlangsung 5 detik.

..........

Setelah seharian sibuk, sekarang saatnya pulang ke rumah. Tiba-tiba banyak orang mulai keluar secara bersamaan dari dalam gedung.

Perusahaan Cendrawasih miliki karyawan 2000 orang lebih, oleh karena itu setiap jam pulang kerja fenona gelombang tsunami berisikan orang-orang ini adalah hal yang wajar.

Bagi kebanyakan karyawan, tidak ada perasaan yang lebih nyenangkan daripada jam pulang kerja. Akhirnya reka bebas dari pekerjaan reka dan bisa bersantai di rumah maupun bersama teman-teman reka.

Tetapi bagi Randika, hal seperti itu rupakan hal yang biasa saja. Lagipula dia jarang sibuk dan lakukan apa pun yang dia mau.

Randika dan Inggrid keluar bersamaan dan hendak pulang bersama. Inggrid nampak tersenyum karena ndengar lelucon dari Randika.

"Sayang, tahu tidak makanan para tentara di saat perang?"

Awalnya Inggrid tidak tahu dan hanya nggelengkan kepalanya. Lalu Inggrid coba nebak. "Makanan yang diberikan?"

Aduh ini jokes receh bukan pertanyaan serius, pikir Randika.

Inggrid lalu nyerah.

Randika lalu berkata sambil tersenyum. "Telur dadar."

Hah? Apa hubungannya dengan dadar? Inggrid lalu nggelengkan kepalanya lagi.

"Suara tembakan bunyinya seperti apa? Kan suaranya dor, dor, dor. Jadi makanan reka sehari-hari adalah telur dordor (dadar)."

ndengar lelucon ini, Inggrid tidak tahu harus berekspresi seperti apa. Kenapa dia rasa lelucon itu tidak lucu?

Pada saat ini, Yosef, yang sedang berada di luar gedung perusahaan Cendrawasih, sedang ncari orang. natap satu per satu orang yang keluar dari dalam gedung, dia ngerutkan dahinya. Sepertinya targetnya belum keluar.

Namun, setelah beberapa saat ncari dan berkonsentrasi, akhirnya Yosef nemukan apa yang dia cari. Dia akhirnya nemukan nona Inggrid.

Ketika Yosef ingin nghampirinya, dia lihat seorang pria sedang berjalan berduaan dengannya. Yosef langsung ngerutkan dahinya.

Bagaimana mungkin nona Inggrid bersama dengan orang pria? Bukankah dia lajang?

Yosef mperhatikannya dengan lebih jelas. Tiba-tiba dia rasa marah. Bisa-bisanya nona yang akan nikahi majikannya itu berjalan berdua bersama seorang preman?

Apa wanita itu pantas untuk majikannya?

Sambil ndengus dingin, Yosef nghampiri reka.

Randika dan Inggrid masih bercanda ria. Namun, yang berbicara hanyalah Randika tetapi yang terpenting baginya adalah mbuat Inggrid tetap tersenyum.

Pada saat ini, tiba-tiba ada suara yang nimbrung di percakapan reka. "Nona Inggrid, bahkan jika kau jauh di selatan, Anda harus tetap mperhatikan tata krama dan tindakanmu."

Oh? Entah kenapa suara itu terdengar familiar? Bukankah dia ndengar suara ini siang tadi?

Randika noleh dan dugaannya benar, orang itu adalah Yosef.

"Bukannya aku nyuruhmu tidak nggangguku lagi? Kenapa kau muncul lagi?" Randika natap tajam Yosef. "Apa pukulanku tadi kurang keras? Kau ingin tulangmu itu patah?"

ndengar ancaman dan tatapan tajam Randika itu, perasaan takut dan mori kelam di mana dia dikalahkan dengan mudah mbuat Yosef berjalan mundur. Namun, ketika dia teringat dengan tugas dan identitas aslinya, Yosef berhenti dan berdiri dengan tegak.

Buat apa dia takut sama seorang preman? Toh dalam beberapa hari lagi dia pasti mati.

Yosef ncueki Randika dan hanya natap Inggrid yang ada di sampingnya. Dia lalu ngatakan. "Nona Inggrid, jangan lupa bahwa Anda mpunyai perjanjian untuk nikahi anak dari keluarga Alfred. Tolong penuhi perjanjian itu dan jangan bermain-main di kota kecil ini terus-terusan. Jangan salahkan kami kalau reputasi keluargamu tiba-tiba hancur."

Wajah Inggrid langsung njadi buruk, dia lalu natap Yosef dan ngatakan. "Perjanjian itu dibuat tanpa persetujuanku, semua itu tidak ada hubungannya denganku!"

Pada saat ini, semua karyawan yang baru keluar lihat atasan reka itu sedang berdebat dengan seorang pria. skipun ingin lihatnya, reka tidak berani natap dan nonton reka. Bagaimana kalau tiba-tiba Inggrid marah dan cat reka yang nonton masalah ini?

Ketika ndengar Yosef ngancam Inggrid, Randika langsung njadi marah.

"Kau mang tidak kenal kapok." Randika nghampirinya secara perlahan.

lihat Randika yang ndekat, Yosef segera ketakutan. "Ini semua tidak ada hubungannya dengan orang kasar sepertimu. Ini adalah masalah antara Inggrid Elina dan keluarga Alfred. Jika kau ikut campur, kau akan mati dengan cara paling ngenaskan."

"Apanya yang tidak ada hubungannya?" Randika tersenyum dingin. "Inggrid adalah istriku, jelas ini adalah urusanku."

Istri?

Yosef terkejut bukan main dan dia natap Inggrid. Wajahnya benar-benar terkejut.

"Kau. Kau nikah?"

Wajah Yosef berubah njadi jijik. "Bukan hanya kabur, kau bahkan langgar perjanjian keluargamu itu? Nona Inggrid kau benar-benar nyedihkan."

"Karena anak ketiga dari keluarga Alfred telah nghilang, ditetapkan bahwa anak kelima akan njadi suamimu. Beliau akan datang ke Cendrawasih sebentar lagi. Alasan apa yang akan Anda katakan padanya?" Yosef ndengus dingin, dia tidak nyangka bahwa masalah ini akan njadi sebesar ini. Dia kira datang ke Cendrawasih hanyalah tugas yang gampang ternyata masalah yang ada benar-benar sudah besar.

"Alasan? Kau butuh alasan?" Randika ngangkat tubuh Yosef dengan tangannya. "Suruh anak kelima itu datang ke aku, aku akan nghajarnya dan mbuatnya pulang."

"Jangan sok kuat." Yosef yang masih nggantung di udara ini tetap bersifat arogan. "Kau akan mati apabila nyinggung tuan muda kami. Mayatmu akan ngapung dalam hitungan hari!"

"Benarkah begitu?" Randika lalu mukul Yosef tepat di wajahnya.

Yosef sudah siap dengan serangan seperti ini tetapi serangan Randika benar-benar terlalu cepat dan akurat. Wajahnya dengan cepat njadi bonyok.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 147: Inggrid Elina adalah Istriku on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.