Font Size
15px

Setelah makanan sudah siap, akhirnya reka berdua mulai makan.

"Sayang, kau harus coba makan kepiting yang ini. Daging di dalamnya pasti banyak." Kata Randika sambil letakan seekor kepiting di piring Inggrid.

"Tahu dari mana kalau isi daging kepiting yang ini banyak?" Inggrid penasaran.

"Sayang, itu simpel." Randika lalu njelaskan sambil tersenyum. "Coba kamu perhatikan kepitingmu itu. Besar dan gendut apalagi kedua bola matanya itu. ski sudah mati tatapan matanya terlihat kuat dan besar. Jelas bahwa selama dia masih hidup dulu dia makan dan bermain perempuan layaknya seorang raja. Ah, maksudku bukan begitu. Dulunya dia pasti raja dari para kepiting lainnya jadi dagingnya pasti banyak dan enak."

ndengar ocehan Randika yang tidak masuk akal itu, Inggrid hanya malingkan wajahnya dan terdiam. Dia ingin nikmati hidangannya ini dalam keadaan hening.

"Ibu Ipah, makanan yang kau masak ini luar biasa! Cobalah." Ketika dicueki oleh Inggrid, Randika beralih ke Ibu Ipah.

"Maaf nak Randika, aku nanti akan makan sendiri di belakang." Kata Ibu Ipah sambil tersenyum. "Sebagai suaminya, Anda lebih baik nikmati makan malam ini berdua dengan nona."

Tapi aku dicueki bu! Randika sungguh ingin nangis sekarang.

Ketika ndengar kata-kata Ibu Ipah, Inggrid natapnya. Kenapa Ibu Ipah tiba-tiba seperti setuju kalau pria ini adalah suaminya?

skipun perasaan curiga dan waspada masih tergenang di hatinya, Ibu Ipah tetap percaya bahwa Randika adalah sosok yang tepat bagi nona mudanya itu. Bahkan Randika pasti bisa mberikan kebahagian pada majikannya yang sudah dia anggap anaknya itu.

Sekarang adalah bagaimana caranya Randika yakinkan keluarga besar Inggrid.

ngingat masalah itu, Ibu Ipah hanya bisa nghela napas dalam hati.

...

Keesokan harinya Randika dan Inggrid berangkat bersama nuju kantor.

Seperti biasa reka berpisah setelah ncapai kantor. Randika segera pergi ke ruangannya dan seluruh bawahannya nyapanya sambil tersenyum.

"Wah pak bos terlihat sehat hari ini. Bapak habis main wanita ya kemarin?"

"Waduh pak, kenapa tidak bilang-bilang? Jangan-jangan kemarin yang kulihat itu bapak ya?"

Karena Randika dari awal sudah rupakan sosok yang mudah diajak bergaul, para bawahannya ini senang bercanda dengannya apalagi setelah liburan reka ke pulau kura-kura.

Ikatannya dengan para bawahannya ini sudah seperti seorang sahabat tetapi dalam pekerjaan reka tetap profesional. Namun terlepas dari pekerjaan, candaan ringan dan sum kadang njadi obrolan hangat para lelaki di ruangan ini. Maklum seorang laki-laki akan bercanda seputar wanita.

"Selamat pagi pak Randika." Beberapa ahli parfum perempuan lainnya juga nyapa Randika.

Randika nyapa reka semua satu per satu. Namun pada saat ini dia lihat sosok Viona di pojok ruangan. Ketika dia lihat Viona, dia tidak bisa nahan air liurnya. Kenapa Viona terlihat sexy hari ini?

Viona hari ini sedang makai setelan blouse putih dengan pita di bawah lehernya. Yang mbuatnya sexy adalah betapa ketatnya baju itu dan warna hitam dari behanya benar-benar nampak. Belum lagi rambutnya yang terurai itu apalagi ditambah dengan senyuman manisnya. Siapapun akan leleh ketika ndapatkan senyumannya itu.

Namun kecantikannya tidak sampai di situ saja, di bagian bawahnya dia makai rok pensil yang ketat. Rok tersebut berhasil nonjolkan kedua bakpau yang kenyal itu, Randika benar-benar ingin remasnya. ngingat koleksi pakaian dalamnya, di balik rok itu pasti ada kejutan yang nyenangkan.

Apalagi hari ini Viona makai lance stocking yang setengah transparan. Perasaan ingin tidur di pangkuan pahanya itu benar-benar luar biasa nggoda.

Penampilan sexy Viona ini mbuat darah Randika ndidih, dia harus nunduk sentara untuk nyembunyikan adiknya yang bangun itu. Ruangan ini penuh dengan orang, Randika tidak bisa bermain dengan Viona sembarangan. Dia benar-benar ingin robek baju itu dan remas kedua gunung itu dengan tangan kosongnya.

lihat bahwa Randika natapnya, Viona langsung tersipu malu. Namun dia mberanikan diri untuk mbalas tatapan Randika dan tersenyum manis.

Sialan, dia malah tersenyum begitu manis padaku!

"Pagi Viona." Randika nghampiri Viona sambil tersenyum. Dia lalu berbisik padanya. "Hari ini kau begitu cantik, maukah kamu pergi bersamaku ke toilet?"

ndengar pujian Randika itu Viona rasa senang. Namun, setelah ndengar kata-kata toilet dia langsung tersipu malu. Kejadian reka berdua sebelumnya di toilet itu benar-benar malukan baginya.

lihat Viona tidak mbalasnya sama sekali, Randika lalu berkata padanya sambil tersenyum. "Vi, bisa minta tolong ikut aku sebentar? Ada barang yang perlu aku bawa dari lantai bawah."

"Baiklah" Wajah Viona masih terlihat rah, apakah ini taktik Randika untuk mbuatnya reka berduaan?

Tidak ingin mbuat orang curiga, Randika perlu mbawa Viona keluar dari ruangan dengan alasan yang jelas. Setelah reka berdua keluar, beberapa ahli parfum ini mulai bergosip dan berdiskusi.

Cara Randika mbuat alasan benar-benar payah jadi reka sudah ncium kecurigaan ini jauh-jauh hari. Di mata reka, Randika terlalu sering luangkan waktu dengan Viona yang pengalamannya masih sedikit itu. Jelas bahwa dia tertarik pada wanita berumur 20an itu.

Namun, sangat terlihat jelas bahwa Viona juga tertarik dengan Randika. Jadi tidak heran apabila reka berdua mulai pacaran.

"Sayang sekali perempuan tercantik di kantor kita ini jadi milik pak Randika." Kata salah satu orang.

Lalu temannya hanya bisa tertawa ndengarnya. "Bro, jangan harap dia mau sama kamu!"

Semuanya ikut tertawa. "Sudah jangan dipikirin, masih banyak bunga-bunga yang berkaran. Bunga yang lain pasti akan segera datang."

"Ini sebabnya aku tidak mau ikut berdiskusi kali ini. Jelas-jelas aku tidak kalah cantik tetapi kalian sama sekali tidak rebutkan diriku." Ahli parfum perempuan ini nghela napas. "Nampaknya aku ditakdirkan mati sendirian."

ndengar hal ini semua kembali tertawa dan salah satu njawabnya. "Bisa jadi, bisa jadi."

"Wah iya, kalau dilihat-lihat kamu cantik juga ya." Kata pria yang patah hati tadi.

"Sudah terlambat, aku tidak akan tergoda sama kamu!"

Suasana gembira ini berlangsung sesaat setelah muncul sebuah pertanyaan yang mbuat reka semua berpikir. "Bukankah pak Randika itu suaminya bu Inggrid ya?"

"Nah itu masalahnya, aku jadi bingung mana yang benar."

"Aduh jaman sekarang punya istri dan kekasih gelap bukannya wajar?"

"Hush, ngomong apa kamu!"

Pada saat ini, atasan reka yang lain, Kelvin, masuk dan lihat reka semua tidak bekerja. Dengan nada marah Kelvin berteriak. "Apa yang kalian lakukan? Cepat kembali bekerja!"

lihat atasannya yang marah itu, para ahli parfum ini kembali sibuk dan ngerjakan tugas reka.

Sedangkan Randika, dia mbawa Viona ke ruangan kosong. Karena lantai 9 rupakan lantai khusus departen perkembangan dan uji coba parfum, banyak ruangan kosong di lantai ini.

Setelah nutup pintu, Randika dengan cepat luk pinggang Viona dan nciumnya.

Viona nerima cinta Randika ini dengan senang hati. Dengan napas nggebu-gebu, reka berciuman sambil raba satu sama lain. Hari ini Randika tidak bisa nahan diri untuk tidak remas pantat Viona.

Mau bagaimana lagi, hari ini Viona benar-benar sexy!

Randika muji penampilan Viona hari ini tetapi Viona sendiri sepertinya sudah tidak bisa berpikir.

Dengan wajah yang linglung, Viona hanya bisa rasa kecewa ketika bibir Randika lepas dari bibirnya.

"Vi, apa kau hari ini berpakaian sexy seperti ini untuk nggodaku?" Tanya Randika.

"Pikir saja sendiri." Viona terlihat malingkan wajahnya, dia terlalu malu ngakuinya. Dia sendiri aslinya malu berpakaian seperti ini saat pergi ke kantor tadi pagi. Jika bukan untuk Randika, buat apa dia berpakaian seperti ini?

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 142: Viona yang Sexy on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

On the Path to the Great Dao cover
Trending now

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.