Font Size
15px

Penjelasan Randika masuk akal, kedua perawat itu nuruti Randika dan lepas pakaian sang nenek.

Lalu, di bawah tatapan mata semua orang, Randika mulai nutup matanya dan nyalurkan tenaga dalamnya.

Ketika dia mbuka matanya, dalam sekejap ada aura nekan yang nyelimuti Randika. Dia lalu nusukan jarum akupuntur yang dilapisi oleh tenaga dalam itu.

Jleb! Jleb!

Tangan kanannya bergerak dengan cepat bagaikan petir, dalam sekejap sudah ada 5 jarum yang sudah tertancap.

Kelima jarum ini lambangkan organ-organ sang nenek yang sudah mulai berhenti bekerja, jantung, hati, limpa, paru-paru dan ginjal.

Dalam teknik akupuntur, kelima organ ini rupakan bagian terpenting dalam tubuh manusia.

Setelah selesai nusukan kelima jarum itu, Randika mbuka tabung reaksi yang dibawanya dan mbuka paksa mulut sang nenek dengan tangan kirinya. Dia lalu mbuatnya minum manik-manik yang rupakan darah boneka ginseng tersebut.

Randika lalu letakan tangannya di punggung si nenek dan nutup matanya.

Semua mata tertuju pada Randika seorang, penasaran apa yang akan dilakukannya. Setelah lihat Randika nempelkan tangannya pada punggung si nenek, para dokter tertawa dalam hati. reka berpikir bahwa orang ini sudah gila.

"Bocah itu sudah gila." Dokter senior itu sudah nggeleng-gelengkan kepalanya, dia sudah tidak tahan lihat hal ini. Tetapi ada salah satu dokter yang berwajah serius, dia pernah ndengar pengobatan tradisional yang libatkan tenaga dalam. Apakah ini adalah salah satunya?

Apakah pemuda ini sedang ngobati penyakit internal dengan tenaga dalamnya?

Randika tetap berkonsentrasi skipun suasana sekelilingnya sedikit ramai. Dia nyalurkan tenaga dalamnya ke dalam tubuh si nenek. Dan dengan bantuan darah dari boneka ginseng itu, dia mperbaharui sel-sel tubuh.

Berbeda dengan obat, tenaga dalam Randika sangat lembut dan ringan jadi tidak akan nyakiti tubuh tua si nenek.

Tiba-tiba, semua orang lihat tangan Randika yang berada di punggung itu ngeluarkan asap putih.

Asap putih itu dengan cepat nghilang dan semua masih bertanya-tanya fenona apakah itu?

Randika masih terus nutup matanya dan berkonsentrasi. Namun, pada saat ini kedua perawat yang mbantu Randika terkejut ketika ngetahui bahwa wajah si nenek mulai ndapatkan warnanya kembali.

"Luar biasa!"

Si perawat itu jelas terkejut, wajah pucat nenek itu tiba-tiba ndapatkan warna wajahnya kembali. Semua orang yang di sana ikut terkejut setelahnya.

Dia berhasil nyembuhkannya?

Semua para dokter itu tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Mana mungkin hal ini bisa terjadi?

Ayah Viona senang bukan main, dia tidak nyangka bahwa teman Viona ini benar-benar berhasil mbuat ibunya mbaik. Ibu Viona sudah neteskan air mata kebahagiaan.

Di bawah tatapan semua orang, tangan si nenek mulai bergerak skipun sebentar. Pada saat yang sama, si nenek sudah bisa bernapas dengan normal.

Di dalam tubuh si nenek, darah dari boneka ginseng itu belum berhasil terserap secara sempurna. Tenaga dalam Randika ini bertujuan untuk mbantunya nyerap darah tersebut secara sempurna.

Beberapa nit kemudian, rambut putih si nenek mulai nghitam dan kulitnya yang ngendur itu terlihat ngencang.

Seakan-akan pengobatan Randika ini berhasil mbuat penatua ini njadi lebih muda beberapa tahun.

"Ya Tuhan, keajaiban macam apa ini?"

lihat kondisi fisik si nenek, semua orang tidak dapat mpercayai apa yang dilihatnya. skipun reka tidak mahami apa yang sedang dilakukan Randika, reka tetap dapat lihat hasilnya yang ngagumkan.

Benar-benar luar biasa!

Para dokter masih linglung, tidak dapat mpercayai apa yang reka lihat. Salah satu dokter yang ngetahui tode tenaga dalam ini natap Randika dengan tatapan kagum.

Itu benar-benar tenaga dalam!

Hanya pengobatan makai tenaga dalam yang bisa mberikan efek seperti itu.

Yang mungkin mbuatnya kaget adalah efek dari tenaga dalam ini bukan hanya nyembuhkan, malah bisa mbuat orang lebih muda beberapa tahun.

Viona sudah dipenuhi dengan perasaan sukacita. Randika benar-benar tidak ngecewakan dirinya.

Setelah sekian lama, Randika akhirnya lepaskan tangannya dan terbatuk seteguk darah hitam. Kemudian dia ncabut kelima jarum yang masih nancap di tubuh si nenek. Setelah dia ncabutnya, si nenek tiba-tiba terbatuk!

"Uhuk, uhuk, uhuk." Si nenek mbuka matanya. Setelah beberapa saat, dia terkejut lihat begitu banyak orang sedang natapnya. Dia sepertinya juga tidak sadar ada di mana dia sekarang.

Kenapa semua orang ini natapku? Dan kenapa reka sepertinya terkejut lihatku?

Hal terakhir yang dia ingat adalah cucunya, Viona, mbawa dirinya ke rumah sakit tadi malam.

"Bisa bantu dia untuk makai bajunya dan mberinya air?" Kata Randika dengan santai.

"Ah? Oh!" Kedua perawat yang mbantu Randika lalu tersadar dan mbantu si nenek makai bajunya.

Seorang dokter yang berdiri di sana tiba-tiba ncubit temannya.

"Hei! Ngapain kamu?" Tanya temannya itu sambil marah-marah.

"Aku hanya ingin lihat apakah aku sedang bermimpi atau tidak."

"Goblok, kalau itu harusnya kamu cubit dirimu sendiri bukan aku!" Jawab dokter itu sambil marah-marah.

Tetapi berkat cubitannya ini, dokter itu sadar akan sesuatu. "Cepat! Cepat periksa kondisinya!"

ndengar kata-kata ini, dokter senior sebelumnya dengan cepat riksa si nenek dan nyuruh Randika segera minggir.

Viona, yang berhati lega, lihat neneknya dikerubungi para dokter dan perawat sekali lagi. Randika, yang berdiri di sampingnya, natapnya dengan wajah penuh senyum.

Wajah si dokter senior benar-benar tidak bisa diungkapkan setelah selesai riksa kondisi si nenek.

"Ada apa?" Para dokter yang lain natapnya. "Bagaimana?"

Dokter senior itu nganggukan kepalanya, keterkejutan di wajahnya belum bisa hilang. "Masalahnya adalah tidak ada masalah di tubuh nenek ini!"

"Ah, kau jangan ngomong seperti itu." Dokter lainnya benar-benar tidak percaya.

"Tubuhnya benar-benar sehat. Ketika dia dibawa kemari, kondisi tubuhnya tidak sesehat ini. Jantung dan paru-parunya sekarang justru dalam keadaan sempurna. Setelah aku periksa, dengan kondisi seperti ini maka nenek ini seharusnya bisa hidup selama 10 tahun lagi!"

Dokter senior ini masih dipenuhi dengan keterkejutan dan hatinya masih tidak percaya dengan kejadian ini. Jelas-jelas dia sudah mastikan bahwa umur sang nenek tinggal 3 hari tetapi sekarang dia benar-benar seperti dilahirkan kembali. Terlebih, keajaiban seperti ini terjadi di depan matanya sendiri!

Ini pasti ilmu hitam, pikirnya.

Wajah ayah Viona sudah penuh dengan senyuman. "Ini benar-benar sebuah keajaiban, anak ini tidak berbohong."

Ibu Viona yang berdiri di samping ayahnya itu tiba-tiba nyeret Viona dan mbawanya agak jauh dari kerumunan. Dia lalu berbisik pada anaknya. "Vi, apa itu pacarmu?"

Viona jelas terkejut ndengarnya, dia tidak nyangka ibunya akan bertanya seperti itu padanya.

Dengan wajah tersipu malu dan ragu-ragu, Viona nganggukan kepalanya dengan pelan.

Ibunya langsung tersenyum dan ngatakan. "Mama bangga kamu bisa nemukan laki sehebat dia. Mama lihat dia adalah lelaki yang tenang dan dapat diandalkan, dia adalah laki-laki yang pantas untukmu. Vi, kamu harus mpertahankan hubunganmu dengannya jangan sampai dia lepas. Ah, dia kerja apa?"

Ibunya Viona tidak akan lepaskan kesempatan anaknya nikahi lelaki luar biasa semacam Randika, dia akan mati-matian mbuat Randika njadi nantunya.

Namun pada saat ini, tiba-tiba Randika nghampiri reka berdua dan tersenyum. "Om, tante, terima kasih tadi telah mpercayaiku. Aku sekarang harus pergi nemui orang jadi aku pamit dulu."

Ketika Randika sudah pergi dari situ, ayah Viona ngangguk puas. "Sopan santunnya sangat bagus." Dia semakin nyukai pemuda itu, dia ngingatkan dirinya ketika masih muda.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 139: Pengobatan Tradisional on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.