Font Size
15px

Perusahaan Cendrawasih dikenal sebagai pelopor kota ini. Gedung yang dimilikinya sangat gah dengan 12 lantai. Bagian interior gedung yang dimilikinya sangat bagus mulai dari lantai, tanaman hingga fasilitas-fasilitas lainnya.

Tiap departen miliki lantai reka masing-masing. Setiap orang miliki akses yang terbatas pada pekerjaan reka jadi keamanan gedung ini bisa dikatakan terjamin.

Saat Randika berkeliling sendirian di tiap lantainya, tak satu pun perempuan cantik yang luput dari matanya. Saat dia asyik lihat-lihat, dia nyadari sesuatu. Mulai dari tengah-tengah gedung sampai ke lantai paling atas, terdapat beberapa ruangan kosong yang tidak ada isinya! Di ruangan kosong tersebut tidak ada papan nama departen apa yang miliki hak atas ruangan tersebut.

Akhirnya setelah berkeliling gedung selama setengah jam akhirnya dia nemukan tempat ideal untuk mbangun laboratoriumnya!

"Hmmm.. apakah perusahaan ini tidak sebesar yang orang kira? Ah sudahlah, yang penting ruangan ini sangat bagus untukku! Ruangan ini cocok untuk mbangun laboratorium dan dengan ini aku juga tidak akan mancing perhatian para musuhku."

lihat kondisi dan besarnya Perusahaan Cendrawasih di kota ini, apabila dia ndatangkan beberapa macam peralatan maka kecil kemungkinan bahwa rencananya akan diketahui pihak lain. Namun, Randika sedikit khawatir bahwa kemungkinan berhasil dirinya ramu ramuan X masih tergolong rendah.

Bagaimanapun juga, data penelitian ramuan X sudah hilang bersama markasnya dan juga Perusahaan Cendrawasih adalah perusahaan yang berfokus pada kostik, hal yang sangat berbeda dengan ilmu pengobatan.

Dia lalu mutuskan untuk nelusuri lantai lainnya, dia berharap nemukan sesuatu yang narik.

Pada lantai 9, keamanan tempat ini jauh lebih ketat daripada lantai lainnya. Randika tidak bisa lihat dalam ruangan yang ada pada lantai ini. Untungnya, para karyawan lantai ini sedang hendak kembali ke ruangan reka setelah jam makan siang. Dengan cepat Randika nyelinap di tengah reka dan masuki ruang penelitian.

Pada ruangan ini, para peneliti terlihat sibuk semua. Randika tidak ingin berbicara dengan reka ataupun narik perhatian, tujuannya adalah lihat seberapa jauh teknologi reka. Dia berharap mungkin ini akan mbantu dirinya dalam mbangun kembali laboratoriumnya.

Setelah berkeliling beberapa saat, wajah Randika dipenuhi dengan senyuman dan semangat. "Wow aku tidak ngira peralatan perusahaan ini cukup bagus! Dengan sedikit tambahan sin dan peralatan lainnya, ramu kembali ramuan X bukanlah mimpi! Terima kasih istriku, aku sungguh beruntung bisa bertemu denganmu hahaha!"

Sebelum markasnya di Jepang hancur dan berkhianatnya Bulan Kegelapan dan Harimau, semua pekerjaan ramuan X dilakukan oleh Yuna dari awal dan terkadang dirinya pun ikut mbantu. Dia rasa bahwa dia tidak bisa terlalu ngandalkan Yuna untuk sekarang. Dengan masih berkeliarannya Bulan Kegelapan, Harimau dan Naoki mbuat Randika harus segera miliki ramuan tersebut.

Dia tidak bisa bersikap pasif dengan nunggu Yuna sedangkan dia bermalas-malasan di rumah. Sudah waktu bagi dirinya untuk aktif.

"Ah! Benar juga. Istriku pasti tidak percaya kalau tiba-tiba aku minta sebuah ruangan untuk mbuat obat. Jika aku mintanya secara langsung, dia pasti ngol dan ngatakan bahwa aku gila lagi."

Randika pun kembali ngelilingi ruangan penelitian ini sambil mikirkan bagaimana caranya dia minta sebuah ruangan yang kosong tadi dengan alasan yang cukup akal.

Hanya dalam beberapa langkah, tiba-tiba suara amukan Inggrid terdengar olehnya, "Kalian semua berhenti bekerja dan dengarkan aku! Terakhir kali ketika Peter dan timnya ngerjakan sebuah contoh parfum baru kalian semua hadir pada waktu itu, bisa jelaskan kenapa kalian bahkan tidak ngerti bagaimana cara mbuatnya ulang? Kalian semua mau kupecat?"

Siang hari tadi jelas makan siang Inggrid dengan Peter dan timnya tidak berjalan lancar. Bahkan ini bisa dianggap sebuah bencana.

Tidak ada satu pun orang yang hadir dari pihak Peter, dia hanya ngirimkan seorang sekretarisnya yang nyampaikan bahwa reka nginginkan keuntungan sebesar 70% dari hasil penjualan atau kerja sama reka akan berakhir!

Keuntungan sebesar 70%!

Demi njadi raksasa di dunia internasional, Inggrid bahkan rela nuruti perkataan dan permintaan Peter sebelumnya. Tapi sekarang terlihat bahwa rekan kerjanya ini manfaatkan dirinya untuk mperoleh keuntungan lebih dari kerja sama reka.

Hal ini tidak bisa dipenuhi oleh Inggrid. Dengan keuntungan yang sekecil itu, pengeluaran yang dia keluarkan tidak akan sepadan dengan keuntungan yang dia peroleh. Dia tidak bisa mbuat perusahaannya ngalami hal tersebut. Inilah risiko ngandalkan pihak luar demi kemajuan perusahaannya.

Inggrid lalu ngatakan kepada sekretaris Peter untuk mbatalkan kerja sama reka. Dia pun segera kembali perusahaannya dengan hati yang kecewa.

Sekarang, Inggrid hanya bisa ngandalkan ahli parfum milik perusahaannya. Sebelum Peter dan timnya mberontak', reka telah mbuat sebuah contoh produk baru. skipun Inggrid tidak terlalu nguasai cara pembuatannya, saat produk tersebut dibuat sebagian besar ahli parfum miliknya telah hadir dan lihat cara pembuatannya.

Dia berharap skipun dirinya tidak paham, para ahli parfum miliknya ini bisa ngetahui rahasia pembuatan yang dimiliki Peter dengan berbekal ilmu reka.

Oleh karena itu, ketika Inggrid ngetahui bahwa reka sama sekali tidak bisa niru produk Peter tersebut, pemimpin perusahaan Cendrawasih ini langsung ledak.

Inggrid benar-benar dikelabui oleh Peter. Ketika dia mbuat produk ini, bahan-bahan yang diperlukan sudah hampir habis dan formulanya tidak dia sebarkan. Setelah mbuat 2 contoh produk baru, sudah hampir tidak ada bahan yang tersisa.

"Ibu, kami sudah berusaha semaksimal mungkin! Peter dan orang-orangnya adalah peneliti terbaik di dunia dan terlebih kita tidak miliki formula reka. Dengan dedikasi dan sumber daya yang madai, bahkan kita mbutuhkan waktu beberapa tahun dan beribu-ribu kali eksperin untuk kita benar-benar berhasil mbuat hal yang sama dengan reka!"

Yang ngatakan fakta yang pahit ini adalah Kelvin, pemimpin departen parfum perusahaan Cendrawasih. Dia ngatakan hal ini dengan tubuh yang bergetar dan nada yang sedikit ngandung rasa malu.

Untuk mbuat sebuah parfum baru tidaklah sulit, yang sulit adalah mbuat parfum dengan kualitas internasional. Sungguh hal yang sulit dilakukan oleh perusahaan Cendrawasih ini.

Semua orang setuju dengan perkataan Kelvin, bahkan di dalam hatinya Inggrid juga setuju. Inggrid sadar akan masalah ini sejak awal tetapi dia masih tidak terima! Tinggal selangkah lagi dia akan masuki dunia internasional tetapi dia gagal!

Hanya satu langkah tapi langkah itu sangatlah berat dan mustahil untuk dilakukan. Tanpa langkah krusial ini, impian Inggrid untuk mbuat perusahaannya berskala internasional tidak akan mungkin tercapai.

Wajah cantik Inggrid sampai terlihat ngerut dan pucat. Apakah benar tidak ada cara lain?

Wajah Kelvin juga tidak kalah pucat. Sebagai pemimpin dari departen parfum, dia telah gagal laksanakan tugasnya dan mbuat kecewa perusahaan ini. Beban yang dia tanggung di pundaknya sangat berat.

Semua orang di ruangan penelitian ini juga terdiam. Pembuatan parfum cukup unik. Dengan sedikit saja perbedaan pada jumlah penggunaan bahan pada saat pembuatan, maka hasilnya akan berbeda dan aromanya pun juga berbeda.

Pada saat ini, hanya satu suara yang terdengar nggema di ruangan ini, "Lho istriku, kenapa dirimu terlihat begitu pucat?"

Randika keluar dari kerumunan dan ndekati Inggrid.

Istri?

Tentu saja, semua orang yang ndengarnya sedikit tercengang. Sejak kapan pemimpin reka nikah? Kenapa reka pada tidak ada yang tahu informasi ini?

Kerumunan para peneliti ini segera riksa sosok Randika yang ngaku sebagai suami bos reka ini. reka mperhatikannya dengan seksama nilai kelebihan apa yang dimiliki pria ini sampai-sampai bos reka yang terkenal sebagai wanita tercantik di kota ini mau bersama dengan dirinya.

Ketika Inggrid lihat wajah Randika, wajahnya semakin pucat. Tiba-tiba dia rasa ingin pingsan dan tidak berdaya. Masalah produk parfum ini sudah cukup mbuatnya pusing sekarang malah semua orang ngetahui bahwa dia mpunyai seorang suami.

Di lain sisi Randika terlihat tersenyum dan tidak terlalu peduli dengan masalah yang sedang dihadapi perusahaan ini. Dia hanya ngatakan, "Oiii istriku, kenapa kau tidak njawabku? Kenapa kau tidak mau lihat wajahku ketika aku ngajakmu berbicara? Apakah kamu malu karena belum terbiasa ndengar panggilan sayangku?"

ndengar kata-kata Randika ini mbuat semua orang di dalam ruangan tertegun. Apakah ini suami pemimpin reka? Kenapa pria ini terdengar seperti kakek-kakek genit?

lihat Inggrid tidak mau mbalas perkataan dirinya, Randika kembali lihat-lihat peralatan yang dimiliki departen ini. Dia rasa bahwa peralatannya cukup bagus, hanya butuh sedikit tambahan. Setelah itu, Randika berkata sambil nganggukan kepalanya, "Istriku, aku dengar ada parfum yang ingin kau buat ulang?"

"Randika tolong, aku tidak punya waktu untuk berurusan denganmu sekarang. Jangan nggangguku dan cepat keluar dari sini!" Inggrid benar-benar tidak habis pikir, kenapa bisa dia bertemu dengan si bajingan ini di ruangan ini!

Hati Randika sedikit sakit ketika istrinya ngusirnya. Dia berusaha tetap tenang dan berpikir dalam hati, Kalau kau bukan istriku aku pasti sudah tidak peduli denganmu!

"Kalau masalahmu cuma gara-gara sebuah parfum, suamimu ini bisa mbuatnya dalam hitungan nit." Kata Randika.

Perkataannya ini malah mbuat semua orang nghela napas. Dalam hitungan nit? Bahkan reka mbutuhkan waktu bertahun-tahun untuk nyamai level Peter dan timnya sedangkan pria ini bisa hanya dalam hitungan nit?

"Omong kosong!" Kelvin sedikit marah ndengar perkataan Randika. "Mungkin Anda tidak paham akan permasalahan ini, tapi kami sedang berbicara tentang kualitas yang bisa diterima dunia. Bahkan dengan hasil jerih payah kami, kami saja mbutuhkan waktu dan percobaan yang tidak sebentar. Sedangkan Anda mbual bisa mbuatnya dalam hitungan nit? Jangan bercanda!"

Inggrid pun juga ikut marah, "Kurang ajar! Kau benar-benar lelaki tidak tahu diri! Hari ini kau tidur di jalan!"

Ketika ndengarnya, Randika sedikit ketakutan. Tidur di jalan? Aku sudah susah payah nikah dan tinggal di rumah yang besar, sekarang dia akan tidur di jalan? Tidak! Aku tidak akan ngecewakan istriku!

"Sudahlah, serahkan semuanya pada suamimu ini. Beri aku sepuluh nit." Kata Randika.

"Bu, jangan biarkan dia lakukannya," Kelvin segera berusaha ncegah Randika, "bahan yang tersedia dan contoh produk Peter hanya tinggal sedikit. Jika pria ini gagal, maka tidak mungkin kita bisa mbuat ulang produk ini."

"Oh?" Randika sedikit tersinggung dengan perkataan Kelvin dan dia pun bertanya, "Kalau begitu apakah kamu bisa mbuat ulang produk ini? Bukannya kamu ngatakan bahwa itu mbutuhkan sumber daya yang besar dan waktu yang lama. Belum lagi kamu tadi nyinggung mbutuhkan ribuan percobaan sebelum benar-benar berhasil."

ndengar hal ini, Kelvin benar-benar marah sampai tidak bisa berkata apa-apa. skipun pria itu mungkin adalah suami atasannya, dia ingin nghajar Randika karena telah nghina dirinya dan orang-orangnya.

Inggrid berusaha nghentikan Kelvin tetapi Randika tampak tidak peduli dan berkata dengan santai, "Maaf teman-teman, bisakah kalian mberikanku contoh produk itu?"

Kelvin langsung natap Inggrid dengan tatapan penuh makna. Ketika Inggrid kembali ingin negur Randika, dia lihat tatapan Randika yang penuh dengan percaya diri, kebulatan tekad dan ketenangan tidak biasa. Entah kenapa hal ini mbuat dirinya dipenuhi perasaan hangat.

"Berikanlah pria ini contoh produknya." Kata Inggrid sambil nghela napas dalam-dalam.

Kelvin pun juga ikut nghela napas yang dalam dan mberikan contoh produk itu kepada Randika.

"Terima kasih." Randika segera ngambil produk tersebut dan nghirupnya dalam-dalam.

Tatapan semua orang di ruangan ini tertuju pada Randika. Ketika reka lihat Randika yang nghirup kuat produk reka itu, reka rasakan absurditas. Dia terlihat seperti seekor kuda yang nghirup bunga. Jelas sosok yang ada di hadapan reka ini bukanlah orang yang pantas dibandingkan dengan reka apalagi dengan Peter.

"Aduh gatel sekali hidungku!" Tiba-tiba Randika tidak kuat nahan bersinnya. Setelah itu, dia baru sadar bahwa tatapan semua orang yang ada di ruangan ini ternyata tertuju padanya.

"Maaf, sepertinya aku agak tidak cocok dengan bau parfum ini." Katanya dengan santai.

Tidak cocok? Parfum yang telah dibuat orang terkemuka di dunia ini tidak cocok dengan hidung pria ini?

Randika tidak peduli dengan tatapan mata reka dan terus mperhatikan produk parfum di depannya ini. Dia lalu ngambil sebuah tabung kosong di ja dan mulai berkerja.

Buktikan dengan karyamu!

"Apakah orang ini adalah ahli parfum juga?" Tanya seseorang kepada temannya.

"Dari tindakannya sepertinya tidak." Orang di sebelahnya juga terkejut ketika lihat tindakan Randika. Dalam nghasilkan produk parfum, jumlah penggunaan bahan sangatlah krusial. Bahkan kelebihan setetes saja akan nghasilkan produk yang berbeda dengan aroma yang berbeda. Oleh karena itu, selama ini reka nggunakan pinset. Tetapi di hadapan reka sekarang, pria tersebut ramu parfumnya dengan nuangkannya begitu saja tanpa mperhatikan kuantitas penggunaan bahannya. Bagaimana mungkin pria ini bisa mbuat ulang produk yang sama?

Kelvin benar-benar sudah tidak tahan dan berkata pada Inggrid, "Cukup bu, tolong hentikanlah dia. Jangan biarkan dia terus-terusan mbodohi kita seperti ini."

Inggrid natap Randika, sepertinya dia tidak ndengar percakapannya barusan. Randika masih berusaha ramu parfum yang diinginkan istrinya. Dia lalu ngambil sebuah parfum lainnya dan ncampurkannya dengan yang dia bawa.

Tabung itu sudah hampir penuh setengahnya dan Randika masih ngambil 2 parfum lainnya dan ncampurkannya lagi.

Kelvin yang lihat hal ini sudah nutup matanya rapat-rapat. Dia rasa bahwa pria ini sudah gila! Kalau tindakannya ini benar-benar berhasil, dia bahkan rela njilat sepatu pria itu!

Randika masih terus ncampur beberapa parfum lagi namun dengan kuantitas yang lebih sedikit dari sebelumnya.

Sejujurnya, ramu parfum ini lebih gampang dari dia kira. Ketika dia masih kecil, dia dan Safira benar-benar dilatih kakek ketiga untuk ngingat berbagai macam tanaman obat baik dari bau, rasa, tekstur sehingga reka bisa ngenalinya dengan mata tertutup. skipun dia tidak ndalami hal ini dengan sungguh-sungguh, indera penciuman Randika adalah salah satu yang terhebat di dunia!

Terlebih lagi, sebentar lagi dia harus ramu ramuan X yang jauh lebih rumit daripada hal ini. Kalau dia tidak mbuatkan parfum ini untuk istrinya, lebih baik dia nunggu musuhnya dan bersiap-siap nemui ajalnya.

"Lalala!"

Mata Randika berbinar-binar kemudian dia mulai ngocok pelan tabung yang dia bawa di hadapan para penonton sambil bersiul.

Para peneliti ini rasa bahwa acara gila ini sudah ncapai tahap akhir. Kelvin yang mbuka matanya masih dalam keadaan marah. Setiap tindakan pria ini benar-benar nghina profesinya!

"Ibu Inggrid jika Anda tidak ngusir pria ini segera mungkin, aku akan ngundurkan diri dari perusahaan ini!" Kata Kelvin dengan marah.

Hati Inggrid sudah mulai ngepal. Dia juga sudah tidak sabar lagi. Ketika dia hendak marahi Randika, sebuah aroma dari sebuah parfum segera nyebar di dalam ruangan.

Kelvin juga sadar akan hal ini dan terkejut. Apakah hidungnya telah nipu dirinya? Aroma ini sangat mirip dengan yang dikerjakan oleh tim dari Perancis tersebut. Aroma ini tidak terlalu pekat namun sangat ringan dan mbawa kesan aroma musim semi.

Randika pun mberikan tabung yang dia pegang kepada Inggrid sambil ngatakan, "Parfum inikah yang kau cari?"

Dengan segera Kelvin nghampiri atasannya tersebut. Dia ncium aroma sama persis dengan contoh produk sebelumnya. Beberapa peneliti yang lain juga setuju akan hal tersebut.

Apakah ini bukan mimpi? Ternyata selama ini hanya butuh 10 nit untuk nghasilkan hal yang sama? reka benar-benar berdiri diam dengan wajah yang tidak dapat mpercayai apa yang telah reka lihat.

Inggrid benar-benar tidak percaya akan hal ini. Di saat dia masih dalam keadaan linglung, tangan kanannya ditarik oleh Randika. "Istriku, kenapa kau tidak ncobanya di tubuhmu?"

Inggrid sudah berada di pelukan Randika dan leher putihnya sudah ditetesi oleh parfum baru tersebut.

"Kau! Apa yang kau lakukan!" Inggrid benar-benar lengah dan langsung ndorong Randika.

"Yah setidaknya itu harum ketika kau pakai." Kata Randika dengan senyuman.

Muka Inggrid langsung rah. Dia juga ncium aroma tersebut dan rasa bahwa hasil parfum milik Randika ini mang benar-benar sama persis dengan yang dibuat oleh Peter. Namun, dia masih butuh kepastian terakhir.

"Istriku yang cantik benar-benar miliki aroma yang nggoda." Randika masih berusaha nggoda Inggrid. Sebenarnya, aroma nggoda ini bukan ngacu pada parfum lainkan aroma tubuh yang dimiliki oleh istrinya tersebut.

Setiap manusia miliki aroma tubuh reka masing-masing, aroma tubuh Inggrid adalah hal yang paling disukai oleh Randika.

"Tolong jangan berkata sum seperti itu, aku tidak ingin yang lain salah paham." Inggrid nghampiri Randika dan berbisik ke telinganya dengan wajah yang tersipu malu. Pria ini mang vulgar, pikirnya.

"Bagaimana nurutmu tentang hasil karyaku?" Randika masih ingin ncari pengakuan dari istrinya ini jadi dia nanyakan hal ini dengan senyuman liciknya.

Inggrid sepertinya ngerti trik suaminya ini. Dia akhirnya mutuskan untuk minta Kelvin yang masih tercengang untuk mbawa hasil produk Randika ini. Dia minta Kelvin untuk ngedarkan contoh ini kepada semua orang yang ada di ruangan ini.

Setiap orang yang ngendusnya akan masang wajah tidak percaya. Bagi Randika, wajah-wajah terkejut ini adalah kesenangan yang tiada habisnya apalagi ketika Kelvin yang ngendus hasil parfumnya.

Akhirnya semua orang sepakat dan nganggukan kepalanya. Dengan berat hati Kelvin berkata pada Inggrid, "Parfum ini. sama persis!"

Segera setelah itu, tepukan tangan dan suasana sukacita nuhi ruangan. Bahkan muka Inggrid dipenuhi dengan senyuman yang manis dan matanya tampak ngucurkan setitik air mata.

Ketika Randika lihat istrinya ini rasa begitu bahagia, hal ini mbuat hatinya senang dan rasa bahwa hasil kerja kerasnya sepadan.

"Bagaimana dengan formulanya?" Tanya Inggrid kepada Kelvin.

Tiba-tiba, wajah Kelvin kembali pucat dan lirik ke arah Inggrid, "Untuk hal tersebut Ibu harus mintanya kepada suami Anda."

Berhasil ncuri dengar percakapan reka, Randika hanya bersiul-siul sambil malingkan wajahnya.

Inggrid yang ndengar hal ini langsung nghela napas. Tidak ada pilihan lain, dia akhirnya berkata kepada Randika, "Kamu ikutlah denganku."

"Ke mana mangnya kita mau pergi?"

"Kita akan ke kantorku."

...

Saat reka tiba di kantor presiden Perusahaan Cendrawasih, reka segera duduk berseberangan. Randika terlihat santai dengan nopang dagunya dengan satu tangannya sambil lihat Inggrid di seberangnya.

"Cantik bagai bidadari, harum bagai bunga, kaulah wanita idamanku!" Randika mperhatikan wajah istrinya yang begitu cantik dengan bibir yang dilapisi oleh lipstik berwarna rah itu. Belum lagi aroma tubuh istrinya yang sangat nggoda dirinya.

ndengar hal ini mbuat wajah Inggrid kembali rah. Dasar pria genit! lihat tingkah laku orang ini mbuat dirinya terkadang ingin nghajarnya.

"Aku ingin minta tolong bantuanmu." Kata Inggrid dengan muka serius.

"Kau mbutuhkan apa wahai istriku?" Kata Randika dengan senyuman.

"Aku mbutuhkan formula dari parfum yang barusan kau buat." Kata Inggrid.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 12: Maksudmu Parfum Ini? on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

I Am the Fated Villain cover
Similar genre

I Am the Fated Villain

Fated Villain ·Harem

ImmediatelyafterGuChanggerealizedhehadtransgressedintoafantasyworld,theworld’sprotagonist,andfortune’schosen,vowedtotakerevengeonhim.Enviedbyall,he...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.