Font Size
15px

Inggrid Elina rasa lega ketika sudah keluar dari rumahnya. Dengan adanya Randika, Inggrid lebih senang berada di kantor. Dia rasa lebih santai ngurusi masalah yang dimiliki oleh perusahaannya daripada berurusan dengan pria sum itu. Namun, dia tidak akan nyangka bahwa hari ini akan njadi hari yang sangat buruk bagi perusahaannya.

"APA? Peter pergi ninggalkan perusahaan kita dengan para penelitinya? Bagaimana mungkin dia lakukannya? Bukankah dia berjanji akan mbantu kita ngembangkan produk baru kita? Aku sudah berhasil ngumpulkan uang dan hendak mbeli peralatan yang dia minta!"

ndengar laporan dari sekretarisnya, Inggrid benar-benar ledak.

Sekretarisnya ini sangat terkejut dengan reaksi Inggrid yang begitu panas. Selama ini, atasannya ini selalu mikirkan masalah dengan kepala dingin dan tegas. Tapi hari ini, atasannya terlihat bingung dan cemas ketika ndengar masalah ini.

Seorang sekretaris tidak akan ngerti bagaimana perasaan Inggrid saat ini. Mungkin di perusahaan ini hanya sekumpulan kecil orang yang benar-benar tahu identitas asli Peter.

Peter adalah orang Perancis yang dia sewa jasanya dengan harga yang sangat luar biasa besar. Para peneliti yang dimiliki Peter sangat berpengalaman dalam bidang parfum maupun kostik. Peter rupakan salah satu anggota dari brand terkenal yaitu Chanel. Selama kurun waktu 20 tahun, dia telah njadi peneliti terkemuka dari brand tersebut.

Untuk ndapatkan jasa Peter dan timnya, Inggrid sudah hampir nghabiskan 25 miliar rupiah dan sudah ndapatkan kesepakatan dengan Peter skipun belum secara hitam di atas putih. Peter masih nunggu perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkannya agar dia bisa bekerja di gedung perusahaan Cendrawasih ini, oleh karena itu reka belum nandatangani kontrak.

Bagi Inggrid, semua peralatan itu sangatlah mahal dan dia belum punya cukup uang pada saat itu. Tapi dia adalah seorang pebisnis yang ahli dalam lihat peluang. Oleh karena itu, dia bersedia mbuat kesepakatan yang mbuatnya nikah dengan Randika demi ndapatkan dana tersebut.

Peter mberikan harapan baginya untuk mbuat Perusahaan Cendrawasih njadi tokoh besar dunia seperti Microsoft. Bagi Inggrid, peluang ini sudah ada di depan mata. skipun Peter minta profit 50% dari hasil penjualan, Inggrid akan setuju detik itu juga.

Namun, sekarang Peter telah ncampakkan dirinya dan Inggrid sudah terlanjur njalin kawin kontrak dengan Randika demi uang 300 miliar. Dia benar-benar tidak nyangka tindakan Peter ini.

Kalau begitu buat apa usaha dan pengorbanannya selama ini? Kalau Perusahaan Cendrawasih tidak segera mbuat produk baru, produk-produk lama reka akan ketinggalan jaman dan reka akan keluar dari persaingan dunia parfum dengan sangat cepat.

Namun kekhawatiran Inggrid terlihat berlebihan. Perusahaan Cendrawasih masih njadi perusahaan yang nghasilkan profit 100 miliar per tahunnya. Tapi bagi Inggrid itu hanyalah uang kecil. Ambisinya tidak sekecil itu! Dia adalah wanita berambisi tinggi dan dia ingin nguasai pasar dunia bukan hanya lokal saja!

mikirkan hal ini, Inggrid akhirnya mutuskan untuk bertemu dengan Peter dan timnya. "Aturkan untukku segera mungkin. Pada siang hari, aku ingin bertemu dengan Peter beserta timnya dan ngajak reka makan siang di Hotel Plaza. Pastikan 2 atasan dari HRD dan juru bicara perusahaan pergi bersamaku. Kita tidak boleh mbiarkan Peter pergi!"

....

Pada saat ini, Randika yang sedang bersantai-santai di rumah barunya rasa sangat bosan. Dia lalu mutuskan untuk pergi dan lihat perusahaan Cendrawasih milik istrinya.

ngapa dia milih untuk lakukan hal tersebut? Alasannya sederhana. Dia ingin lihat seberapa besar perusahaan milik Inggrid tersebut. Seharusnya dengan sumber daya yang reka miliki, reka bisa mbangun sebuah laboratorium bagi dirinya.

Randika mang sudah terpikir cara tersebut. Markasnya berada di Jepang dan sedang dibangun ulang, semua itu mbutuhkan waktu yang tidak sedikit. Karena dia berada di Indonesia dan persediaan ramuan X sudah nipis, dia harus mbangun sebuah markas yang bisa mbuat ramuan X bagi dirinya. Dengan ini, dia akan bisa njamin persediaan ramuan X baginya.

Randika juga rasa bahwa dirinya nangani masalah ini dengan pasif. Sudah waktunya dia bergerak.

Ketika dia sudah sampai di bagian depan perusahaan, dia segera nuju bagian lobi. "Permisi, bagaimana caranya saya bisa ke ruangan presiden?"

Ini adalah pertama kalinya dia masuki gedung perusahaan Cendrawasih jadi dia tidak tahu lantai mana Inggrid berada. skipun reka sudah nikah, Inggrid masih tertutup terhadap dirinya. Jadi bisa dikatakan bahwa Randika tidak ngetahui apa-apa terhadap istrinya.

Sejujurnya, Randika miliki kekuatan besar di tangannya dan perusahaan seperti Cendrawasih tidak ada apa-apa baginya. Namun dia perlu tempat untuk mbuat ramuan X. Kalau dia mbuat markas baru dari awal, dia khawatir akan narik beberapa mata yang ngawasi keadaan. Namun kalau markas barunya berada di Perusahaan Cendrawasih ini, reka akan ngira bahwa Cendrawasih sedang ngembangkan produk baru dan juga tidak ngherankan apabila perusahaan ini njadi besar. Ini bisa njadi sebuah kamuflase yang nguntungkan bagi dirinya.

"Hmm permisi pak, apakah bapak sudah miliki jadwal pertemuan?"

"Ha? Aku suaminya, buat apa aku ngatur jadwal untuk bertemu dengannya?"

"Maaf pak, tolong jangan bercanda. Pemimpin kami masih belum nikah dan tidak ada informasi apa pun ngenai pembaharuan status pernikahannya. Jadi apabila bapak masih terus bercanda, saya akan minta Anda untuk segera keluar."

"Status? Jadi maksudmu dia masih bujang begitu? Kita baru saja nikah beberapa hari yang lalu. Mau aku tunjukan sertifikat pernikahan milikku?"

"Saya sudah mperingatkan bapak. Saya tidak ingin manggil keamanan ke sini untuk nyeret bapak keluar. Hal yang bapak ucapkan sudah cukup sebagai bukti bahwa bapak njelekkan nama pemimpin kami."

"Aduh, sungguhan aku ini suaminya atau mungkin kau bisa nghubunginya?"

"Keamanan! Tolong di sini ada orang gila!"

...

Pada akhirnya Randika diseret keluar oleh para petugas keamanan. Lebih parahnya lagi, dia ndapat larangan masuki gedung dan para petugas keamanan di depan pintu masuk sudah miliki gambar mukanya untuk ncegahnya masuk ke dalam gedung.

Nampaknya hanya ada satu cara agar bisa masuk ke dalam gedung ini. skipun dia tidak tahu nomor handphone Inggrid maupun nomor kantornya, Randika mutuskan untuk nunggu di pintu keluar. Pada suatu titik pasti Inggrid perlu makai pintu ini jadi Randika mutuskan untuk nunggu di pintu keluar.

Inggrid mungkin tidak tahu apa yang telah terjadi di lantai dasar karena beberapa nit kemudian, dia keluar lewat pintu keluar. Apabila dia tahu bahwa Randika telah datang ke gedungnya ini, mungkin dia akan keluar secara nyelinap.

Inggrid nampak cantik dengan pakaian kerjanya yang dibalut dengan riasan ringan. Di belakangnya dia diikuti oleh sekretarisnya yang berdada tepos. Iya tepos! Randika tidak mungkin salah lihatnya!

lihat kedua figur perempuan ini, para petugas keamanan langsung rasa cemas. reka bertanya-tanya ngapa sang presiden keluar pada jam segini? reka khawatir bahwa apabila pria gila di hadapannya ini lihat sosok Inggrid, dia akan nggila dan mungkin nerjang ke arahnya.

Para petugas keamanan ini rehkan kecepatan Randika. Di saat reka kebingungan, Randika sudah lesat dengan cepat dan berada di jangkauan pandang Inggrid.

"Istriku, aku datang untuk nemuimu!"

Randika yang masih berada 1-2 ter dari Inggrid segera berteriak untuk ncegah Inggrid masuk ke mobil.

Para petugas keamanan sungguh terkejut karena pria tersebut ndadak nghilang dan sudah berada di dekat pemimpin reka. reka hanya bisa berharap bahwa hari ini reka tidak akan dipecat.

Inggrid yang ndengar suara ini langsung njadi marah. Dia berpikir siapa yang begitu lancang berteriak-teriak di siang bolong dan ngatakan bahwa dirinya adalah wanitanya?

Begitu dia noleh, wajahnya njadi pucat pasi.

'Ya tuhan, kok bisa pria ini ada di sini?'

Inggrid lalu minta sekretarisnya dan supirnya untuk nunggu di dalam mobil. Para petugas keamanan sebelumnya semakin berkeringat. reka sudah pernah lihat ekspresi marah sang presiden sebelumnya dan sekarang ekspresinya justru berkali-kali lipat lebih bengis dari sebelumnya. reka beranggapan bahwa hari ini adalah hari terakhir reka.

"Kenapa kau bisa ada di sini?" Kata Inggrid sambil ngerutkan dahinya.

ndengar hal ini, Randika pun tersenyum "Tentu saja aku ingin bertemu denganmu. Perusahaan ini milikmu bukan? Berarti perusahaan ini juga milikku dong. Kamu mau pergi ke mana? Apakah aku boleh ikut?"

"Jangan macam-macam! Urusanku kali sangat penting dan aku tidak mau kau terlibat. Masuklah ke dalam gedung apabila kau ingin lihat-lihat dan jangan berbuat macam-macam di sana."

"Kau tidak akan nemaniku?"

"mangnya aku terlihat seperti pengangguran? Aku tidak punya waktu untuk bersantai seperti kamu! Kalau tidak mau kau bisa pulang saja ke rumah!"

Setelah ngatakan ini, Inggrid segera mberikan penjelasan kepada para petugas keamanan bahwa Randika bisa masuk ke dalam gedung. Dia lalu pergi bersama dengan sekretarisnya.

lihat Inggrid yang terburu-buru mbuat Randika ngerti bahwa hari ini istrinya pasti ngalami sesuatu yang repotkan dan mutuskan untuk tidak ngganggunya lebih lanjut.

Dengan begitu saja, Randika bisa bebas lihat-lihat gedung Perusahaan Cendrawasih.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 11: Istriku, Aku Datang Menemuimu! on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

All MILFs are Mine cover
Similar genre

All MILFs are Mine

Night_phantom ·Harem

*Caution* *TABOOCONTENT* *STRONGSEXUALCONTENT* THISCONTENTISVERYHARMFULFORANORMALPERSON'SMIND. __________________________________ LeonisaMILFlover,...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.