"Ya, aku nikah beberapa hari setelah aku sampai di Indonesia. Tapi pernikahan kami cukup unik."
Randika pun segera njelaskan kronologi bagaimana dirinya bisa nikah.
Ketika Safira ndengar bahwa kakaknya ini akan bercerai setelah 3 bulan, dia tersenyum lebar.
"Kak kau njual dirimu hanya karena uang?" Mungkin hal yang dikatakan kakaknya ini sangat tidak masuk akal, tetapi Safira percaya bahwa kakaknya tidak akan pernah berbohong padanya.
"Bagaimana lagi, kakakmu sangat miskin ketika dia pulang. Pada waktu itu, aku tidak punya alat untuk berkomunikasi ataupun baju. Jadi apa salahnya njual tubuhku demi uang?" Randika njelaskannya dengan nada sedih yang mungkin akan mbuat orang iba. Tapi Safira tidak percaya akan hal itu, pasti ada udang di balik batu.
"Oke aku percaya padamu. Tapi yang mbuatku penasaran, siapa wanita itu? Dia berani sekali mbayarmu begitu mahal, jangan-jangan dia adalah tante-tante gemuk yang bergelimang harta ya?" Goda Safira.
"Tettt, kau salah! Istriku sangat cantik bagai bidadari. Mungkin lebih jelasnya kau bisa tanya Elva yang ada di sampingmu." Kata Randika sambil nunjuk Elva.
Randika aslinya lakukan hal tabu, karena dia nyebut Elva dengan namanya bukan nama samaran yang dia pakai dalam daftar para Dewa. Dalam peraturan tidak tertulis dalam daftar ahli bela diri tersebut, reka tidak akan makai nama asli reka lainkan dengan nama samaran. Tetapi bagi Randika, karena Elva ngetahui nama aslinya jadi ngapa dia perlu manggilnya dengan nama samarannya?
"Perempuan itu berasal dari Perusahaan Cendrawasih bernama Inggrid Elina." Ketika ngatakan hal ini, Elva masih tidak percaya akan hal ini.
Ketika dirinya lihat informasi ini pertama kalinya, dia sangat terkejut. Inggrid Elina adalah wanita terkenal di seluruh kota Cendrawasih dan dia sering nolak pria-pria tampan. Dan ternyata, Inggrid malah nikahi pria sum di hadapannya ini.
"Apa!? Kakak nikahi Inggrid Elina?" Safira juga sangat terkejut ketika ndengar nama perempuan ini.
"Hahaha bagaimana? Kau terkejut bukan? Kakakmu telah nang banyak kali ini!" Kata-kata Randika sedikit tidak sopan.
"Kak, apakah kau tidak tahu reputasi Inggrid di kota ini? Semua lelaki di kota ini ingin minang hati Inggrid sejak lama. Bisa-bisanya kau malah ngatakan bahwa dia telah mbayarmu untuk nikahinya! Dukun mana yang kau pakai?"
Safira benar-benar ingin mukul kakaknya, dia benar-benar marah. Bisa-bisanya kakaknya ngatakan bahwa dia telah njual tubuhnya demi uang dan ternyata yang mbelinya adalah wanita paling berpengaruh di kota Cendrawasih ini.
Apabila ada yang namanya keberuntungan, kakaknya ini mungkin miliki keberuntungan yang luar biasa. Cewek cantik yang mbayarnya untuk hidup bersamanya dan uang yang limpah yang akan diterimanya ketika reka bercerai. Kisah fiksi macam apa mangnya yang dia baca?
"Jangan begitu, kakakmu ini berusaha ncari uang demi kita. Lagipula Inggrid juga dingin terhadapku. Aku juga sudah punya dirimu bukan? Bukankah kita sejak kecil berjanji untuk nikah? Saat kita pulang ke gunung apakah kau ingin resmikan hubungan kita?" Randika segera mbalas Safira dengan godaannya sendiri.
ndengar kata "nikah" mbuat Safira tersipu malu. mang benar reka bukanlah saudara kandung dan reka telah sepakat untuk nikah sejak reka muda. Hal ini juga sudah disetujui oleh para kakek yang ada di rumah. skipun begitu, Safira masih akan tersipu malu apabila hal ini disinggung.
"Huh siapa yang mau nikahimu? Lagipula kamu kan sudah nikah, aku nanti malah dicap pencuri laki orang tahu!" Safira ngatakan hal ini dengan muka cemberut.
Elva lihat ini dengan sedikit terkejut. Orang dengan sifat dingin dan pendiam ini ternyata bisa cemburu dengan begitu mudah dan bisa tersipu malu.
"Lalu kau mau aku bagaimana? Kau nyuruhku untuk nikahi kalian berdua? Kakakmu ini yang tidak kuat lakukan hal itu. Aku tidak ingin mbuat kalian berdua cemburu satu sama lain karena kurangnya kasih sayangku. Jadi lebih baik giliran saja nikahnya."
.......
reka masih berbincang-bincang cukup lama sambil Safira ngobati Randika. Randika segera rasa tubuhnya semakin mbaik.
Dengan tidak adanya ramuan X, Randika selalu cemas akan kekuatan tersembunyi yang ngintainya. Oleh karena itu, Randika selalu was-was. Apabila ada ramuan X tentu saja Randika tidak akan takut pada apa pun.
Randika pun sempat berpikir untuk pulang ke gunung agar kakeknya bisa ngobatinya namun dia masih belum sempat lakukannya dan dia juga tidak ingin terburu-buru pulang.
Randika lalu ngundang Safira untuk tinggal di rumahnya yang sekarang. Tentu saja hal ini ditolak oleh Safira. Dia rasa bahwa situasi akan canggung dan lagipula itu bukanlah rumah Randika lainkan Inggrid. Pernikahan reka pun hanya berlangsung selama 3 bulan dan itu adalah waktu yang sangat cepat baginya jadi tidak ada alasan bagi Safira untuk ingin segera bersama dengan Randika.
Akhirnya kedua pasang saudara ini mutuskan untuk pulang dan Safira masih sempat luk erat kakaknya itu.
Waktu sudah nunjukan pukul 10 pagi ketika Randika kembali ke rumah. Ibu Ipah terlihat sedang bersih-bersih rumah, Inggrid sudah pergi dan, nurut perkataan Ibu Ipah, dia jarang pulang ketika makan siang. Jadi seharian ini, Randika akan njalani hari seorang diri dan tidak ada hal yang bisa dia kerjakan.
Ketika dia lihat sosok Ibu Ipah yang sedang nyapu, Randika selalu teringat akan identitas asli ibu satu ini. Dia tahu bahwa Ibu Ipah adalah pendekar yang kuat skipun miliki wajah yang ramah. Randika berpikiran bahwa dia pasti lawan yang nyusahkan skipun dia sendiri yang turun tangan.
"Ibu Ipah aku pulang!" Randika tidak lupa nunjukan keramahannya kepada Ibu Ipah.
"Wah nak Randika sudah pulang, ada yang bisa aku bantu? Oya sebentar lagi makan siang, ada yang nak Randika mau makan? Ibu bisa mbuatkan apa saja." Katanya sambil tersenyum.
"Aduh kalau ibu maksa sih aku sedang lagi kepengen iga bakar. Aku sudah lama ngidamnya!"
"Baiklah ibu ngerti. Aku akan masaknya untuk siang nanti jadi bersabarlah ya nak."
"Hebat! Ibu Ipah mang terbaik! Kalau begitu aku akan istirahat di kamar dulu ya bu. Kalau ada apa-apa ketuk saja pintuku." Setelah selesai berbasa-basi, Randika pun kembali ke kamarnya.
Sejujurnya, keseharian tanpa perlu lakukan apa pun ini adalah kehidupan yang dia damba-dambakan. Baginya hidup santai adalah hidup ideal baginya. Dia tidak perlu khawatir terhadap makanan, teriknya matahari, uang sewa bulanan, bahkan sekarang dia miliki istri yang cantik! Satu-satunya penyesalannya adalah istrinya tidak ada bersama dengan dirinya.
skipun reka tinggal di satu atap, reka masih miliki jarak di antara reka dan Randika tidak tahu bagaimana dia bisa mangkas jarak ini. Namun, dirinya yang sekarang sudah miliki masalah dengan ramuan X dan tubuhnya, oleh karena itu dia tidak mau terlalu ambil pusing terhadap hubungannya dengan Inggrid.
Ramuan X benar-benar krusial baginya. Tanpa itu, hidupnya benar-benar dalam bahaya.
Dia masih belum bisa nentukan bahwa Bulan Kegelapan yang dia bunuh adalah yang asli atau yang palsu. Sedangkan untuk Naoki, Randika tidak terlalu peduli. Dia lebih khawatir terhadap orang-orang yang berada di belakang Bulan Kegelapan dan Harimau.
reka berdua pasti telah dicuci otaknya hingga berani berkhianat. Tetapi Siapa dalang sebenarnya?
Setelah berpikir keras, Randika sudah ncoret beberapa nama dan akhirnya ngeluarkan handphone barunya. Dia rasa percuma berpikir tanpa petunjuk yang jelas, lebih baik nyelidiki hal ini secara nyeluruh.
"Ares sang Dewa Perang!" Setelah teleponnya nyambung, hal inilah yang dikatakan pertama kali oleh Randika.
"Selamat pagi tuan!"
Terdengar suara perempuan di balik telepon.
"Shadow bisakah kau tolong aku? Markasku di Jepang telah hancur. Tolong cari tahu siapa yang berani lakukan hal itu! Dan selagi kamu bekerja, tolong perhatikan satu nama ini. Namanya adalah Bulan Kegelapan. Dia dulu adalah rekan kerjaku dan seharusnya kamu ngenalnya. Ketika kau nemukan keberadaannya, segera beritahu aku!"
"Baik tuan!'
"Satu hal lagi, jangan pernah tinggalkan jejak. Aku tidak ingin keberadaanmu diketahui siapapun!"
"Baik tuan!"
Randika segera nutup teleponnya.
Dia tidak akan nyangka bahwa di kota Cendrawasih ini, di sebuah kediaman terpencil, ada sesosok wanita dengan senyum liciknya juga telah ndapatkan informasi berharga.
Setelah itu, perempuan itu noleh ke pria di sampingnya. "Sesuai perkiraanmu, dia telah nelepon Shadow dan ngira bahwa dia adalah kartu Asnya."
Jatuh di pelukan pria itu, si perempuan segera mbelai-belai dada pria tersebut. Pada saat ini mata si pria terlihat berbinar-binar, "Ares, aku tidak hanya ingin nyawamu tapi aku juga nginginkan semua wanitamu dan segalanya yang kau miliki!"
Reviews
All reviews (0)