Font Size
15px

"Bacotnya setelah kau nang saja, kalau di awal begini kau nanti malah njadi badut kalau kalah nanti." Tatapan mata lawannya Randika itu njadi dingin.

Randika hanya berdiri diam, nunggu pergerakan lawannya.

Hannah natap Randika sambil berdoa, berharap yang terbaik untuknya. skipun dia kadang-kadang jahil dan sombong, tapi sosoknya itu selalu gagah di matanya.

Anggota klub taekwondo itu nerjang maju dan berhenti tepat di depan Randika, dia lalu layangkan tendangan keras tepat ke arah kepala Randika!

Pergerakan ini bisa dibilang sangat cepat dan indah.

Dalam sekejap sorakan para anggota klub taekwondo itu makin keras dan sorakan para anggota klub karate njadi semakin pelan.

reka nganggap riwayat orang asing itu sudah tamat. Selain cepat, tendangan itu sangat keras bahkan ketua reka langsung kalah gara-gara tendangan tersebut.

Namun, tendangan itu sama sekali tidak ngenai kepala Randika. Jika diperhatikan baik-baik, tangan Randika dengan sempurna ncengkram kaki musuhnya itu.

"Mustahil!" Kedua kubu sama-sama terkejut lihatnya. Tendangan yang matikan itu berhasil ditahan oleh Randika hanya dengan satu tangan!

Randika bisa rasakan bahwa tenaga lawannya ini ternyata lumayan juga buat usianya. Tetapi, dalam bertarung rasa toleransi ini hanyalah penghalang. Dalam sekejap Randika mbanting pemuda itu.

Dilempar begitu mudah mbuat anggota klub taekwondo ini malu. Apalagi setelah ndengar ejekan dari para anggota klub karate, dia makin marah.

Setelah berdiri, dia njadi serius.

lihat Randika yang masih nggunakan satu tangan, dia ndekatinya secara perlahan. Dia lalu nghantamkan tinjunya ke bagian kiri Randika, yang rupakan titik lemah pertahanan Randika.

Namun, Randika tidak panik dan buru-buru bertahan. Dia dengan cepat bergeser ke kiri, nghindari pukulan lawannya itu dengan sempurna. Lalu dengan satu tangannya itu dia gangi tangan lawannya dan mbantingnya dengan satu tangan!

Semua berjalan dengan cepat, semua penonton hanya lihat Randika sudah berhasil mbanting lawannya itu.

Terkapar di lantai, lawannya Randika ini segera berdiri lagi. Tetapi, langkahnya benar-benar terhuyung dan akhirnya jatuh dengan pantatnya duluan.

"Hahaha!" Para anggota klub karate puas lampiaskan kekesalannya yang tadi itu. Sekarang anggota klub taekwondo lah yang terdiam seribu bahasa.

Lawannya Randika itu benar-benar rasa malu sekaligus marah. Setelah nenangkan diri, dia berdiri kembali dan nerjang kembali. Sekarang dia tidak makai cara licik lagi, dia akan berhadap-hadapan langsung dengan orang tersebut.

Namun, setelah dia ndekat, Randika namparnya dengan keras sampai-sampai suara tamparannya itu nggema. Lawannya itu berputar-putar seperti seorang pebalet.

"Hahaha! Sehat bro?"

Para anggota klub karate sudah besar kepala, sedangkan ketua klub taekwondo itu sedikit njadi serius.

Setelah berputar-putar 3x, Randika namparnya lagi dan dia langsung jatuh pingsan di lantai.

"Berikutnya!" Randika lalu natap para anggota klub taekwondo. Suaranya masih penuh dengan aura arogan dan kali ini para anggota klub taekwondo itu rasakan tekanan yang berat itu.

"Kakakku mang hebat!" Hannah njadi bersemangat lihat Randika yang gagah itu.

Teman-temannya juga ikut bersemangat. lihat lawannya yang arogan tadi itu pingsan, hanya satu kata yang cocok bagi penyelamat reka itu.

Keren!

Para anggota klub taekwondo segera nggendong temannya yang pingsan itu ke samping. Dennis, ketua klub taekwondo, berwajah masam. Sejak kapan klub karate punya orang sekuat itu? Dia belum pernah ndengar hal ini sebelumnya.

skipun lawannya ini terlihat kuat, Dennis tidak bisa mbiarkan wajah klub taekwondo tercoreng.

Saatnya dia beraksi telah datang!

Dennis lalu maju dan natap Randika. Semua anggota klub karate langsung terdiam, dan para anggota klub taekwondo nelan air ludahnya.

Dennis terkenal sebagai orang terkuat di universitas ini jadi setiap kali Dennis yang maju untuk bertarung, lawannya akan getar ketakutan.

"Kak, kau pasti bisa!" Hannah tidak peduli dengan rumor seperti itu. Dia mpunyai kepercayaan mutlak pada kakak iparnya itu.

"Kau telah mbuatku marah." Dennis lalu berhadap-hadapan dengan Randika.

"Ah, kau pasti pemimpinnya?" Randika lalu nguap. "Ayo cepat kita selesaikan, aku sudah ngantuk."

Wajah Dennis makin terlihat marah, pertama kalinya dia lihat lawannya itu tidak takut pada dirinya. Malahan, lawannya ini rehkan dirinya.

Dia adalah orang terkuat di universitas ini, kemampuan bertarungnya sudah nyebar hingga ke pelosok kampus. Dan sekarang orang ini sama sekali tidak nghormatinya?

"Mampus kau, Dennis akah nghabisimu!"

"Pulang saja daripada dihajar babak belur kau!"

"Lumat dia!"

Berbagai sorakan datang dari para anggota klub taekwondo. Tetapi, anggota klub karate juga tidak mau kalah. Dalam sekejap reka bersorak nyemangati sang penyelamat reka.

"Kau masih bertarung dengan satu tangan? Dennis ngerutkan dahinya.

"Satu saja sudah cukup." Kata Randika.

"Bagus!"

Dengan kecepatan tinggi, Dennis nerjang maju dan layangkan sebuah tendangan dengan kakinya yang panjang itu.

Tendangan kali ini lebih cepat dan lebih kuat daripada orang sebelumnya. Para anggota klub taekwondo sudah bersorak keras. Tetapi, sorakan reka itu njadi suara keterkejutan pada detik berikutnya.

reka lihat Dennis mundur dengan cepat dan hampir terjatuh sedangkan Randika terlihat sama sekali tidak bergerak.

"....."

Suasana njadi hening. Tidak ada yang mpercayai hal ini, namun detik berikutnya para anggota klub karate berteriak keras. reka nyoraki wakil reka itu dengan semangat tinggi.

Dennis langsung ngambil sikap waspada. Lawannya ini benar-benar kuat.

Setelah nganalisa strategi di benaknya, Dennis kembali nyerang kembali.

Kali ini Dennis layangkan sebuah pukulan ke arah perut Randika yang masih tidak bergerak itu. Pada saat itu juga, pergelangan tangan Dennis telah digenggam erat oleh Randika.

Inilah saat-saat yang ditunggunya, dalam sekejap Dennis ngangkat tinggi kakinya dan nendang keras dengan satu kaki. Namun, Randika sudah nendang tumpuan kaki Dennis dan sekarang Dennis kehilangan keseimbangan.

Dengan suara yang keras, Dennis terjatuh dan terkapar di lantai.

Sorakan anggota klub karate makin keras.

Dennis yang terkapar itu benar-benar bingung. Dia nganggap lawannya ini sudah bagaikan dewa bertarung, tidak ada celah sama sekali!

lihat Dennis yang berdiri kembali, Randika ngerutkan dahinya. Rasanya tidur siangnya ini akan tertunda lagi.

Tiba-tiba, Randika nerjang maju! Hembusan angin dari kecepatan lari Randika itu dirasakan oleh Dennis, dia dengan cepat masuk ke mode bertahan. Namun, Dennis hanya bisa lihat bahwa lawannya itu sudah lompat dan pipinya telah tertampar keras. Saking kerasnya Dennis sampai terpental jauh.

"Dennis!"

Teman-temannya itu langsung terkejut bukan main. Dennis yang dikatakan sebagai orang terkuat itu terpental dan tersungkur di dekat reka hanya karena sebuah tamparan?

Dennis terjatuh di antara teman-temannya itu tampak tidak mampu berdiri lagi.

Sekarang, hanya Randika seorang diri di arena dan natap para anggota klub taekwondo.

"Lemah sekali." Randika nggelengkan kepalanya dan berkata dengan nada santai. "Bagaimana kalau kalian semua nyerangku?"

ndengar hal ini mbuat seluruh anggota klub taekwondo njadi marah. Bahkan jika kau mang kuat, tidak usah berkata sombong seperti itu!

"Kalau begitu kita hajar dia ra-ra, kita buktikan bacotnya itu salah." Kata salah satu dari reka.

Jumlah reka ncapai 20 orang, kalau reka ngeroyoknya sekarang maka reka bahkan bisa mbunuhnya.

Tidak banyak berpikir, ke-20 orang ini dengan cepat nerjang ke arah Randika.

Kali ini, anggota klub karate njadi khawatir. Bahkan Hannah terlihat cemas. Kenapa sparing ini njadi tawuran?

Randika mberi isyarat pada reka untuk diam di tempat. Dengan tangan kirinya masih di belakang, Randika akan nghadapi reka semua dengan satu tangan.

Tangan kanan Randika itu sudah bagaikan cambuk. Dengan cepat dia nampar pukulan-pukulan orang-orang itu sekaligus nyerang reka. Lalu tangan kanannya itu dia ambil tarik kembali dalam-dalam dan serangat sikutnya itu terlontar dengan kuat ngenai dada seseorang dan orang tersebut terpental jauh mbawa beberapa temannya bersamanya.

"Ah!"

Teriakan kesakitan satu per satu mulai terdengar.

Para anggota klub karate hanya longo lihat aksi Hollywood ini. Para anggota klub taekwondo itu satu per satu benar-benar layang ke udara lalu jatuh ke lantai.

"Ya ampun, tampan sekali orang itu!" Salah satu perempuan ngagumi Randika.

reka mulai bersorak dan bersemangat kembali. Sedangkan Hannah terlihat tenang, dia tahu bahwa orang-orang itu bukan tandingannya kakak iparnya itu.

Dalam waktu 30 detik, semua orang yang nerjang maju ke arah Randika sudah terkapar kesakitan di lantai. Sekarang hanya tinggal Randika yang berdiri di tengah-tengah arena.

Sosoknya yang bertarung dengan satu tangan itu benar-benar lekat di benak semua orang. Hanya satu tangan pun dia masih bisa nghajar 20 orang.

"Kakak mang luar biasa!" Hannah sudah berlari nuju Randika dan luknya.

Diserang oleh adik iparnya itu, Randika masang muka bangga.

Dennis tertawa getir. Sepertinya rencananya ini telah hancur berantakan gara-gara sosok misterius itu.

"Kak! Terima kasih ya!" Kata Hannah sambil tersenyum manis.

"Hahaha kau hanya perlu gang kata-katamu tadi itu." Randika kembali ngingatkan perjanjian reka itu.

"Hmmm?" Hannah miringkan wajahnya. "mangnya aku bilang akan nepatinya sekarang?"

Eh?

Hannah natap Randika dengan muka tidak berdosa. Randika hanya bisa nampar dirinya dan muntah darah, dia ditipu lagi!

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 109: Maju Sini Kalian Semua! on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

All MILFs are Mine cover
Similar genre

All MILFs are Mine

Night_phantom ·Harem

*Caution* *TABOOCONTENT* *STRONGSEXUALCONTENT* THISCONTENTISVERYHARMFULFORANORMALPERSON'SMIND. __________________________________ LeonisaMILFlover,...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.