Font Size
15px

Randika dan Inggrid kemudian kembali ke hotel reka.

Randika berkata pada Inggrid sambil tersenyum. "Bagaimana tadi? Suamimu ini bisa diandalkan bukan?"

Namun, Inggrid mbalasnya dengan nada dingin. "Kenapa kau begitu gegabah?"

"Gegabah?" Randika nampak bingung untuk sesaat. "Dia nggodamu dan rendahkanmu, mana mungkin suamimu ini bisa tahan lihatnya?"

"mangnya kenapa dengan itu? Aku bisa njaga diriku sendiri." Inggrid mbanting tasnya ke atas kasur.

"Kau itu istriku, mana mungkin aku tidak tersinggung ndengar dia berbicara seperti itu? Aku sebagai suami jelas akan rasa sangat marah." Kata Randika dengan santai. "Sudah untung dia tidak kubunuh, dia sudah berani nyuruhmu tidur dengannya padahal aku sendiri saja belum."

"Apa?" Inggrid noleh dengan wajah marah.

"Tidak apa-apa. Maksudku dia nerima apa yang pantas diterimanya." Kata Randika.

"Maksudku kau itu benar-benar bertindak tanpa berpikir." Mata Inggrid penuh dengan kekhawatiran. "Aku telah lihat bisnis seperti apa yang dijalankan Yosua di kota ini. Dia benar-benar miliki kota ini di tangannya. Belum lagi finansialnya dia lebih kuat daripada aku. Jika dia mutuskan untuk nyerangku, perusahaanku akan ngalami kesulitan."

"Sayang, kau tidak perlu khawatir dengan hal seperti itu. Jika dia berani berbuat macam-macam sama kamu, bukankah ada aku di sisimu?"

"Apa kamu sudah lupa dengan perusahaan Galaksi?" Randika duduk di kursinya. "Selama dia berani ngganggu perusahaan kita, dia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak!"

Randika njelaskan semua ini dengan nada percaya diri dan tegas.

mangnya penguasa dunia bawah tanah akan tunduk dengan seekor ular yang cuma nguasai satu kota kecil? Dia punya seribu cara untuk njatuhkan ular tersebut.

"Jadi, istriku yang cantik tidak perlu khawatir dengan ancaman kecil seperti itu. Dengan adanya aku di sisimu, kau hanya perlu njaga dirimu dengan baik." Kata Randika sambil tertawa.

Namun, Inggrid masih ngerutkan dahinya. "Mudah untukmu ngatakannya. Surat kontrak ini ditandatangani dengan keuntungan yang sangat nguntungkan bagi perusahaanku. Bagaimana kalau dia tidak matuhinya?

"Beritahu aku kalau dia berbuat macam-macam." Kata Randika dengan santai. "Aku punya cara agar dia matuhi kontrak itu."

Randika akan ngenalkannya penyiksaan yang tiada akhir padanya apabila dia berani mbohongi istrinya.

"Kamu ini ya." Inggrid nggelengkan kepalanya. "Kalau begitu sebaiknya kita segera pergi dari sini. Jangan sampai kita bertemu lagi dengannya."

Kekhawatiran Inggrid sebenarnya simpel. reka baru saja nghajar seorang bos hingga babak belur, mana mungkin dia tidak balas dendam?

Dan kali ini dia telah nyinggung penguasa kota yang nguasai bagian gelap maupun terang kota ini, bisa jadi sudah ada rencana jahat yang nantinya.

"Sudahlah santai saja." Randika lalu berdiri. "Percayakan semua padaku, suamimu ini akan lindungimu 24/7."

Inggrid ngangguk tetapi sekaligus masih terlihat khawatir.

"Hei kubilang santai." Randika nghampirinya dan luknya. "Ini bukan seperti istri yang biasanya kucintai. Sejak kapan kau njadi cemas seperti ini? Jika kau ragukan kemampuan suamimu lagi, aku akan nghukummu dengan hukum keluarga kita." Randika ingin kembali nghidupkan suasana.

"Tapi Yosua itu bukan orang sembarangan. Dia punya latar belakang sebagai seorang gangster." Inggrid benar-benar khawatir, tetapi dalam sekejap dia sudah didorong ke tembok oleh Randika.

"Tadi sudah kubilang bukan? Jika kau tidak mpercayaiku maka aku akan nghukummu dengan hukum keluarga kita." Kata Randika.

"Hukum keluarga apa?" Inggrid mberontak tetapi Randika tidak mberinya kesempatan untuk kabur dan nahannya dengan kuat.

"Tentu saja kau tahu apa yang kumaksud." Randika berkedip dan nggendong Inggrid ke kasur. Sekarang Randika berada di atas Inggrid.

"Mau apa kau!" Terdengar nada kesal di nada suara Inggrid.

"Tentu saja nghukummu dengan hukum keluarga kita." Randika mbuka resleting celana Inggrid dan nahan kedua tangannya agar tidak bisa mberontak.

Sambil nahan nafsunya, dia mutar Inggrid dan sekarang posisi reka bagaikan orang tua yang siap nghukum anaknya dengan cara mukul pantatnya.

Plak!

Suara nyaring itu terdengar, pantat empuk Inggrid itu benar-benar enak dipukul.

"HEI!" Inggrid benar-benar malu, dia ronta-ronta tiada henti.

"Sayang, maafkan aku tapi ini hukuman karena kau tidak mpercayaiku." Randika mukul pantat Inggrid sekali lagi. Pantat Inggrid dengan cepat njadi rah skipun tamparan Randika tidak terlalu keras.

"HENTIKAN!" Inggrid tidak habis pikir Randika akan lakukan hal malukan seperti ini. Namun, entah kenapa, kedua tamparan di pantatnya itu tidak sesakit yang dia kira. Justru Inggrid rasa bahwa sedikit sengatan ini ngalir ke seluruh tubuhnya dan tubuhnya njadi panas.

"Tidak, aku harus nghukummu." Baru dua kali dia nepuk pantat empuk ini, mana mungkin dia puas?

Randika nepuk pantatnya sekali lagi. Dengan tenaga dalam Randika, setiap tamparannya ini akan rangsang tubuh Inggrid dan mbuatnya njadi tidak bisa nolak dirinya.

Tentu saja, tamparannya yang ketiga ini mbuat Inggrid ndesah erotis. Randika tidak bisa berhenti tertawa lihatnya.

Bagi Randika, resmikan hubungannya ini adalah tujuan akhirnya.

"Bagaimana? Masih tidak percaya dengan suamimu?" Randika berbisik tepat di telinga Inggrid.

"Baiklah aku percaya padamu. Sekarang lepaskan aku." Muka Inggrid sudah benar-benar rah, dia sudah tidak tahan dengan kejadian malukan ini.

Namun, Randika justru berbisik di telinganya. "Sayang, mana mungkin aku akan lepasmu?"

Randika dengan cepat ndudukkan Inggrid di pangkuannya dan mulai nikmati leher indah dan mulus milik Inggrid itu.

"Randika! Jangan!" Inggrid mulai mberontak lagi.

Plak!

Pada saat ini, Randika nepuk pantatnya sekali lagi. Tiba-tiba, Inggrid tidak bisa ngumpulkan tenaganya dan ndesah keras yang sangat terdengar erotis!

Inggrid tidak nyangka dirinya bisa ndesah seperti itu, dia benar-benar malu karenanya. Kenapa dia selalu tidak berdaya ketika berhadapan dengan pria ini?

Inggrid berusaha ndorong Randika sekuat tenaga, sekarang ada sedikit celah di antara reka.

"Sayang, kenapa kau begitu malu?" Ketika Randika berusaha luknya lagi, tiba-tiba dari luar terdengar suara derapan kaki orang banyak.

Randika berusaha ndengarnya dengan pendengaran supernya dan dia sadar bahwa orang-orang ini berjumlah banyak dan hanya beberapa langkah lagi dia sudah sampai di luar pintu reka.

Apakah ini orang suruhan Yosua?

Randika nghela napas dalam-dalam. Hanya Yosua yang mpunyai sumber daya ngerahkan orang sebanyak ini.

Klik!

Randika ndadak berubah njadi serius. Kenapa begitu banyak suara senjata?

Randika dengan cepat berbisik di telinga Inggrid. "Diamlah, ada seseorang di luar kamar kita."

"Lepaskan aku!" Inggrid tidak akan tertipu dengan trik Randika lagi.

"Aku serius! Jangan bergerak." Randika dengan cepat nutup mulut Inggrid dengan tangannya. Namun, Inggrid dengan cepat nggigit tangannya.

"Hei! Sakit tahu!" Randika berteriak kesakitan. Namun, suara dari luar sudah tidak terdengar. Hal ini mbuat Randika semakin resah.

Saatnya bertarung telah tiba!

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 101: Hukuman Keluarga on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Data-Driven Daoist cover
Trending now

Data-Driven Daoist

CatVI ·Action

Theycalledhimtrash—untilhestartedtreatingtheDaolikeaDataset.Whendemonsslaughterhisnewfamily,computerscientistJohan—nowrebornasYuHan—survivesbypurew...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.