Font Size
15px

Sejarah Awal Mula Perang Agung letus ribuan tahun silam, njadi penanda runtuhnya keseimbangan dunia. Cahaya, yang dulunya pelindung manusia, berambisi nguasai segalanya. reka nganggap Kegelapan sebagai ancaman yang harus dibinasakan. Ribuan desa dibakar, tanah njadi rah oleh darah. Pengikut Kegelapan diburu tanpa belas kasihan; pria, wanita, dan anak-anak diseret ke altar penghakiman. Eksekusi berlangsung di alun-alun kota, diiringi sorakan penduduk yang telah diracuni propaganda Cahaya. Tubuh-tubuh tergantung di gerbang-gerbang kota sebagai peringatan yang ngerikan bagi siapa saja yang berani lawan.

Namun, di balik teror itu, Kegelapan tidak sepenuhnya musnah. reka yang lolos mbentuk kelompok-kelompok kecil, bersembunyi di gua-gua dan hutan lebat. Bisikan perlawanan masih terdengar samar, bagai bara yang belum sepenuhnya padam.

Di tengah kekacauan itu, seorang anak lahir di desa kecil Draven. Namanya Kaelen. Ibunya, Elara, lahirkannya di bawah cahaya bulan pucat, sentara jeritan pembantaian terdengar di kejauhan. Darius, ayahnya, berdiri di ambang pintu dengan pedang tumpul di tangannya. Matanya awas, ngamati bayangan-bayangan di tepi hutan, waspada terhadap ancaman yang bisa datang kapan saja.

Kaelen tumbuh dalam kesederhanaan, di antara ladang gandum dan pepohonan tua. Namun, desanya hidup dalam ketakutan. Setiap langkah diawasi, setiap bisikan bisa berujung maut. Pasukan Cahaya kerap datang tanpa peringatan, nggeledah rumah-rumah, ncari sisa-sisa pengikut Kegelapan. Ketegangan njadi bagian dari hidup sehari-hari. Mata setiap penduduk dipenuhi kewaspadaan, seolah-olah reka terus-nerus dibayangi ajal.

Suatu malam kelam, suara derap kuda cah keheningan. Darius nyuruh Kaelen bersembunyi di bawah lantai kayu rumah reka. Suaranya rendah namun tegas, mbawa nada ketakutan yang tak biasa. Pasukan Cahaya nerobos masuk, api berkobar di tangan reka, nari-nari seperti iblis yang haus kehancuran. Rumah-rumah mulai dilalap si jago rah, disertai jeritan warga yang berusaha nyelamatkan diri. Darius ngayunkan pedangnya dengan segenap tenaga, lawan ski tahu itu sia-sia. Tubuhnya roboh, darah hangat ngalir mbasahi lantai rumahnya sendiri.

Elara rangkul Kaelen yang getar ketakutan. "Jangan bersuara, Nak," bisiknya penuh kasih, ski suaranya bergetar. Saat pintu didobrak, dia lindungi anaknya dengan tubuhnya sendiri. Sebilah pedang nembus punggungnya, darah ngalir deras, nghangatkan pipi Kaelen yang nahan tangis.

Setelah semuanya sunyi, Kaelen keluar dari persembunyian. Matanya natap kehancuran di sekelilingnya. Rumahnya kini hanya tumpukan abu. Tubuh kedua orang tuanya terbujur kaku, tak lagi bernyawa. Ia berlutut di antara sisa-sisa kehidupannya yang hancur. Matanya kosong, tetapi dalam relung hatinya yang rapuh, bara dendam mulai nyala—bara yang kelak akan mbakar seluruh hidupnya.

You are reading The Shattered Light Chapter 1: – Awal Mula on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Above The Sky cover
Similar genre

Above The Sky

Gloomy Sky Hidden God ·Fantasy

Thefirststarthatpassedawayextinguishedtwothousandyearsago. Fourhundredyearslater,themysteriousCalamityofHeavenlyFalldestroyedthecivilizationofthepr...

Data-Driven Daoist cover
Trending now

Data-Driven Daoist

CatVI ·Action

Theycalledhimtrash—untilhestartedtreatingtheDaolikeaDataset.Whendemonsslaughterhisnewfamily,computerscientistJohan—nowrebornasYuHan—survivesbypurew...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.