Font Size
15px

Leah ngira Ishakan ngambil keuntungan dari situasi ini, tapi secara impulsif dia tetap duduk di pahanya. Dia luknya dengan sopan dan tegas, namun berhati-hati agar tidak nyentuhnya secara tidak pantas. Dia tidak bisa nahan tawa. Dia bertingkah seperti kursi sungguhan.

Ada rasa nyaman dan stabilitas saat dia bersandar padanya, mbentang dari dada hingga ujung jarinya. Itu adalah situasi yang aneh, dan dia harus nahan diri untuk tidak nyandarkan wajahnya di bahu pria itu.

Ishakan ngeluarkan kue seukuran telapak tangan dari sakunya, dibungkus dengan kantong kertas. Itu adalah campuran keping coklat, buah-buahan, dan kacang-kacangan, cukup subur sehingga sepertinya setengah kuenya cukup untuk ngisi perutnya. Dia mbuka bungkusnya dan letakkan kue itu di tangan Leah.

"Kamu belum lupakan janjimu, kan?"

Benar. Janji untuk nerima apapun yang dia berikan padanya masih berlaku. Leah mandangi kue itu lama sekali sebelum dia nggigitnya dengan hati-hati. ngunyahnya dengan hati-hati, dia rasakannya sangat lembab, rasa manisnya mbangunkan semua indranya yang tidak aktif. Dia nelannya dan nyatakannya enak.

Mulutnya berair mikirkan lebih banyak, tapi dia ngembalikan sisanya ke Ishakan, ngabaikan seleranya yang mohon. Alih-alih ngambil kue itu, dia ngambil tangannya dan ngarahkannya ke mulutnya sendiri, ngambil gigitan sekecil miliknya.

"Rasanya enak," katanya. "Kenapa kamu tidak makan lebih banyak?"

"Karena aku kenyang," jawabnya, dan dengan cepat ngganti topik pembicaraan. Dia tidak ingin dia mintanya makan lebih banyak. "Tolong ceritakan padaku tentang ratu."

Ketika sepertinya ngganti topik pembicaraan saja tidak cukup dan dia akan ngeluh, dia nambahkan, "Bagaimana kamu tahu dia seorang Gipsi?"

Dia nunggu dia njawab pertanyaannya, tapi berapa lama pun dia nunggu, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Dia hendak nekannya lagi ketika tiba-tiba dia terkekeh dan nggerakkan tangan Leah, yang masih gang kue di jarinya, kembali ke bibirnya. Dia tahu dia berusaha nghentikannya agar dia makan lebih banyak. Dia tidak mudah tertipu.

"Aku akan mberitahumu segera setelah kamu selesai makan," katanya. Rasa manis muncul di matanya saat dia tersenyum, dan natap reka, dia setuju dan perlahan nggigit kuenya sekali lagi.

Seleranya senang nerima rasa manis yang kaya, tekstur kue yang lembut, renyahnya kacang yang kuat, dan coklat yang leleh, berpadu dengan potongan buah. Dia rasa gembira dengan sensasi itu, tapi dia tetap nyesalinya. Dia seharusnya tidak ngambil gigitan pertama itu, akan lebih mudah ngendalikan impulsnya jika dia tidak ncicipinya. Kini kue itu sudah tertanam dalam pikirannya. Itu ngganggunya dengan kehadirannya.

Tapi skipun dia tahu dia tidak boleh makannya, dia tidak bisa nahan diri. Keinginan impulsif itu mang asing, tetapi keinginan itu mbuatnya lahap lebih banyak lagi hingga hilang. Dia rasa malu. Dia telah berbohong. Dia tidak pernah kenyang.

Ishakan ngulurkan tangan dan dengan lembut nyentuh sudut bibirnya, mbersihkan remah-remah kue. Secara refleks, dia remas bungkusnya. Dia ngotori dirinya sendiri, makan dengan tergesa-gesa.

Dia rasa malu. Dia pasti terlihat sangat kasar, ngabaikan semua etika untuk nikmati camilan. Sayangnya, hal ini sepertinya rupakan pola yang berulang. Dia tidak tahu kenapa, tapi setiap kali dia bersama Ishakan, nafsu makannya yang biasanya sangat kecil ningkat drastis. Dia rasa bersalah karena kurangnya kendali diri.

nyesalinya, dia mainkan bungkus kue itu sampai Ishakan ngambilnya dan remasnya. Dan yang bisa dia pikirkan saat dia nonton hanyalah dia ndambakan lebih banyak kue...

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 96: Pikiran yang Tak Terhitung on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Abandoned Woman Busy Farming cover
Similar genre

Abandoned Woman Busy Farming

Qingka ·Romance

Thecharmoffarminglifeinspringtimeisprofound. Transmigratedintothelifeofapregnantabandonedwife,BaiRuozhuresolvedtoliveofftheland,thewater,andthespac...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.