Font Size
15px

Malam yang gelap adalah jurang keinginan jahat dan dosa yang tak berdasar.

reka sudah lakukannya dua kali dan rasa lapar pria itu masih belum terpuaskan. Leah tidak terkejut dengan nafsunya yang tak terpuaskan; dia pikir dia tahu betapa rakusnya dia, betapa kuatnya. Tapi sekarang dia sadar betapa naifnya dia selama ini. Tolong dia? Dia telah masuki sarang binatang yang kelaparan dan nawarkan dirinya di atas piring.

Kejantanannya tak kenal lelah. Berapa kali dia nginginkannya sebelum dia puas? Dua, tiga, empat? Apakah binatang itu akan kenyang saat fajar? Sambil terisak, Leah nepuk bahunya, mprotes tanpa berkata-kata.

"Apa? Apakah kau bosan dengan posisi ini? Apakah kau ingin aku ndukungmu?" tanya Ishakan, siapa tahu bukan itu masalahnya. mbalikkannya, dia ndorongnya ke jeruji besi, kekerasannya nghancurkan nya saat tubuhnya ndorongnya dari belakang. Jeruji terasa dingin di pipinya saat Leah narik napas dan ngangkat pinggulnya. Ishakan ncengkeramnya dan nyelipkan kejantanannya ke atasnya, nyapu basahnya.

Kenikmatan mbara njalari tubuhnya. Sebuah ciuman ringan nyentuh bahunya, ngirimkan percikan api ke dalam dirinya, awal dari api yang dia pikir telah padam sepenuhnya.

Ishakan remas payudaranya dan berbisik, "Berat badanmu bertambah sedikit."

skipun dia tertidur dan hampir tertidur, Leah njadi kaku karena terkejut. Perhatian Cerdina teralihkan, jadi Leah makan sepuasnya. Efeknya pada tubuhnya pasti terlihat jelas. Dia langsung rasa malu dan ncengkeram jeruji, berharap dia bisa nutupi dirinya sendiri. Dia harus berhati-hati dan ngendalikan dirinya...

Bulu matanya bergetar saat dia berkedip, ragu-ragu, dan akhirnya bertanya dengan pelan, "apakah itu hal yang buruk...?"

Pertanyaan sederhana itu mbuat jantungnya berdebar kencang. Dia berharap dia tertawa acuh tak acuh dan nyebutkan semua kekurangan dari tubuhnya yang tidak sempurna. Dia ingin dia nunjukkan setiap tempat di mana berat badannya bertambah, mpermalukannya dengan sarkas dan...

Untung saja dia munggungi dia. Dia tidak bisa lihat ketidaksabaran dan kegelisahannya saat dia nunggu jawabannya. Tapi Ishakan hanya nyibakkan rambutnya ke samping untuk mperlihatkan leher putih rampingnya dan dengan lembut nutupinya dengan ciuman.

"Apa?" dia bertanya dengan kasar.

"Berat badanku bertambah, jadi..."

Ishakan njilat daun telinganya dan berbisik, "Aku lebih suka ini. Jika kau mperoleh lebih banyak di sini, kau akan njadi lebih sempurna."

Lidahnya njilat dan giginya nggigit lagi dan lagi, ncicipinya saat dia nceritakan padanya dengan berbagai cara betapa nakjubkan nurutnya dia. Bahunya ngangkat bahu karena malu dan isi perutnya berputar, jantungnya berdebar kencang seperti sebelum dia nanyakan pertanyaan itu. Tapi anehnya dia rasa lengkap, kecemasan dan kegugupannya hilang.

"..."

Dia nempelkan wajahnya yang panas ke jeruji besi yang dingin, dan Ishakan tidak punya waktu untuk bicara omong kosong lebih lanjut. Kejantanannya semakin mbengkak dan njalar ke inti tubuhnya, mbuka dirinya. Erangan dalam bergema di malam yang sunyi saat napas panasnya nyapu lehernya, dan tubuhnya nempel di lehernya saat dia mukulnya begitu keras, dia bangkit, hampir terangkat dari tanah karena perbedaan ketinggian reka.

Sambil nggenggam putingnya yang bengkak, dia remas, lintirnya, gerakan rah susu yang tidak senonoh. Rasa sakit dan kesenangan nyerbunya, dia nyerangnya dari atas dan bawah dan dia tidak bisa nahannya, itu terlalu berlebihan. Dengan getar, dia nelan ludah dan berhasil mohon.

"Ahhh... bukan payudaraku..."

"Kau tidak nginginkan ini, kau tidak nginginkan itu." Ishakan remas kedua putingnya dan erangan keluar saat dia getar di jari kakinya. Suaranya terdengar di belakangnya. "Bantu aku dengan ini, Lea. Apa yang bisa saya lakukan?"

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 84: Tolong, hentikan!! on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Vengeance in His Bed cover
Similar genre

Vengeance in His Bed

JacintaVike ·Romance

18+READERSONLY:Thisstorycontainsexplicitsexualcontent(smut),darkthemes,stronglanguage,possessivealphadynamics,andanenemies-to-loverspowerimbalance....

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.