Font Size
15px

Leah pergi, ninggalkan Cerdina sendirian natap daun teh dalam botol kaca di atas ja dalam diam.

Tiba-tiba dia tertawa terbahak-bahak, Cerdina nampar botol itu, cahkannya di lantai dan nimbulkan ledakan daun teh serta pecahan kaca.

Jalang itu ada di telapak tangannya. Dengan satu mantra, Cerdina bisa mbuat Leah terkapar di lantai, mohon agar dia diselamatkan. Dia ingin ngejarnya dan nariknya kembali dengan rambutnya.

Namun, dia tidak dapat lakukan apa yang ingin dia lakukan. Dia harus ngabaikan penghinaan ini karena Blain.

Cerdina bangkit dari sofa.

“......”

Suatu malam dengan cahaya bulan putih muncul dalam ingatannya, dan Cerdina ndesah dalam saat mbayangkan puluhan kepala terpenggal, berserakan di lantai kamar tidur.

Blain benar. Ia butuh lebih banyak kekuatan. Ia rasa jijik secara naluriah saat Blain mbawa orang-orangnya sendiri untuk dilahap, dikorbankan hidup-hidup, tetapi itulah satu-satunya cara. Ia akan ngumpulkan lebih banyak kekuatan terlebih dahulu, dan begitu ia ngalahkan musuh-musuhnya, barulah ia akan mikirkan cara ngendalikannya.

Seluruh dunia akan berada di tangannya begitu dia terlahir kembali. Dewa yang sempurna...

Lambat laun, amarahnya reda. Alih-alih ngejar Leah, dia kembali ke kamarnya yang masih berbau darah.

Namun begitu dia lihat pola ajaib di kamarnya, matanya terbelalak.

Tomaris yang ditinggalkannya di pola itu telah hilang.

***

Para dayang Leah ngikutinya kembali dari istana Cerdina. Begitu reka sampai di taman Istana Putri, dia berhenti dan berbalik.

“Aku ingin jalan-jalan sendiri sebentar,” katanya. “Kamu boleh masuk ke dalam.”

Saat dia lihat reka pergi, dia berjalan perlahan lewati taman, hanya mpercepat langkahnya saat dia yakin reka sudah pergi. Dia langkah semakin cepat, hingga dia berlari. Dia telah minta Ishakan untuk nunggu untuk nyelamatkan Toma sampai setelah reka dibawa ke istana Cerdina, dan berharap dia berhasil.

Ada alasan bagus untuk tidak nyelamatkan reka lebih awal. Dia ingin reka lihat apa yang sedang dilakukan Cerdina. Masih banyak Toma yang ndukungnya, tetapi semua Toma akan ngeri ngetahui bahwa Cerdina makan orang-orangnya sendiri.

Mudah-mudahan, itu akan yakinkan reka untuk berhenti ndukungnya.

Pada saat itu, orang-orang Kurkan mungkin sedang mbawa keluarga Tomaris pergi dari kamar Cerdina. reka ngatakan bahwa reka ngetahui semua lorong rahasia di istana.

“Bagaimana kau tahu tentang lorong rahasia yang bahkan tidak kuketahui?” tanyanya pada Ishakan. Ishakan tersenyum tipis.

“Karena kau sudah mberitahuku.”

Orang macam apa dia, yang tahu semua lorong rahasia di istana? Leah berlari cepat lewati taman, bertanya-tanya tentang dirinya sendiri dan terlalu tidak sabar untuk berpura-pura sebaliknya.

Dan tidak sabar untuk lihat Ishakan.

reka sepakat untuk bertemu setelah pertemuannya dengan Cerdina, untuk saling nceritakan apa yang telah terjadi, tetapi dia lebih tertarik untuk bertemu Ishakan daripada hal lainnya. Hanya bertukar beberapa patah kata dengannya akan mbantunya bertahan satu hari lagi di istana.

"......!"

Leah berhenti ndadak saat penglihatannya tiba-tiba kabur dan mbuatnya terjatuh ke rumput. Ia tersentak, ncoba ngatur napas, dan jamkan matanya untuk nahan sakit kepala yang tiba-tiba. Potongan ingatan itu seperti serpihan di benaknya.

Ia juga berlari dalam ingatannya. Berlari putus asa lalui lorong-lorong gelap, tetapi dalam ingatannya, ia tidak sendirian. Di belakangnya ada seorang anak laki-laki kurus dan babak belur, berusaha keras untuk ngikutinya sampai ia tiba-tiba tersandung dan jatuh dengan keras.

Dia segera berbalik untuk nolongnya, tetapi dia berdiri dan nolak tangannya.

Aku bisa terus maju , katanya, mata emasnya yang dingin bersinar dalam kegelapan saat dia natapnya. Aku bukan beban. Larilah.

Dia tidak cukup kuat untuk nggendongnya saat dia berlari. Tidak ada pilihan selain pergi, mimpin jalan, dengan anak laki-laki di belakangnya nahan rasa sakitnya dalam diam.

Di situlah kenangan itu berakhir.

"...Ah."

Tanpa sadar, dia ndesah dengan penyesalan. Kenangan itu sama sekali berbeda dari yang lain. Dia tampak jauh lebih muda. Sambil nunggu sakit kepala yang nyiksa itu reda, Leah tiba-tiba bertanya-tanya.

Apakah saya pernah bertemu Ishakan saat saya masih muda?

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 260: Kilas Balik on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Abandoned Woman Busy Farming cover
Similar genre

Abandoned Woman Busy Farming

Qingka ·Romance

Thecharmoffarminglifeinspringtimeisprofound. Transmigratedintothelifeofapregnantabandonedwife,BaiRuozhuresolvedtoliveofftheland,thewater,andthespac...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.