Font Size
15px

Tampaknya perasaannya tidak sampai kepadanya. Leah berusaha sekuat tenaga, tetapi dia tidak yakin apakah dia bisa muaskan Ishakan.

ngingat hal-hal yang pernah dilihatnya dilakukan wanita lain pada Blain, Leah ncoba nggerakkan bibirnya di atas Blain, tetapi sulit. Ishakan tidak mau diam. Jari-jarinya luncur ke dalam dirinya tanpa henti dan sensasi Ishakan njilati klitorisnya mbuat wajahnya rah seperti tomat.

Dia ncoba untuk fokus pada kejantanan di depannya, bukan pada pria di belakangnya, ncoba untuk ngalihkan perhatiannya. Dia pernah lihat kejantanan Ishakan sebelumnya, tetapi kejantanannya masih terasa terlalu besar untuknya. Akan sulit untuk masukkannya ke dalam mulutnya. ngumpulkan keberaniannya, dia masukkannya dalam-dalam ke dalam mulutnya hingga nyentuh uvulanya, lalu nghisapnya dengan sangat keras, pipinya negang.

"Ahh..." Seketika, Ishakan ngeluarkan erangan kasar, dan jari-jari kaki Leah lengkung. Suara itu mbuatnya rasakan geli aneh di perutnya. lakukan hal ini mbuat Ishakan rasa senang, tetapi ndengar erangan itu mberinya kenikmatan yang sama. Dia ngerang, teredam oleh sensasi Ishakan di mulutnya.

“Ahh... hmm...”

Saat pahanya bergetar, Ishakan nyemprotnya dengan tangannya yang lain, dan tiba-tiba jumlah jari di dalam dirinya bertambah njadi tiga.

Leah miliki tangan yang sangat besar. Ia dapat rasakan jari-jarinya yang panjang dan tebal nekan dinding bagian dalam tubuhnya, dan ia nggoyangkannya lebih dalam lagi, mbuat suara basah. Leah bahkan hampir tidak dapat nahan penisnya di dalam mulutnya saat ia getar, dan air liurnya mbasahi kejantanannya.

Tangan Ishakan yang lain terulur untuk mbelai salah satu payudaranya sentara jari-jarinya bergerak berirama di dalam dirinya.

"Kau tidak berencana untuk terus nghisap?" tanyanya, suaranya manas.

Leah berusaha keras nggerakkan kepalanya, tetapi berhenti lagi beberapa saat kemudian saat jari-jarinya lingkar di dalam tubuhnya seperti kail dan ngusapnya, mbuat seluruh tubuhnya nggigil. Kepalanya otomatis miring ke belakang dan giginya nggigit kejantanan pria itu.

Ishakan ngembuskan napas tajam.

“Jari-jari...hmm, ahh...” Leah mohon dengan putus asa. “Hentikan lidahmu juga...ahh...”

Namun Ishakan hanya njilati klitorisnya, nekannya dengan lidahnya sambil mbelai payudaranya. Ia tidak dapat ngendalikan diri, seluruh tenaganya telah hilang saat Leah terkulai di atas perutnya, kejantanannya terlepas dari mulutnya. Sambil mbenamkan wajahnya di paha Ishakan, Leah ncoba ngatur napas, bibirnya basah oleh ludah.

Ia nggigitnya dengan keras, tetapi tidak ada bekas gigitannya di kulit Ishakan. Ketika ia ncoba ndorong dirinya, jari-jari Ishakan mulai bergerak lebih cepat, seolah-olah ia sudah nduganya, dan Leah ngerang saat ia nggerakkan pinggulnya. Ia berusaha ndorongnya secara naluriah, tetapi ia tidak bisa lepaskan diri.

Sekali lagi, dia ngulurkan tangan untuk mbelai salah satu payudaranya, dan Leah hampir nangis.

“Ahh...kamu terus lakukan hal yang sama...hmm....aku bahkan tidak bisa...”

"Apa?"

“Hmm...jari...ahh...”

Dia ingin mbuatnya rasa senang juga, tetapi dia terus ngganggunya. Dia nyingkirkan tangan pria itu dari dadanya.

“Jangan gunakan lidahmu juga,” tangisnya. “Aku juga ingin nyenangkanmu...”

Begitu dia berhenti, dia langsung mulai ngisap kejantanannya. njilati urat-urat tebalnya, dia nelusuri celah di ujung penisnya dengan lidahnya, lalu ndorongnya sampai ke lubang tenggorokannya, nyentuhkannya ke uvulanya saat dia ngisapnya.

Ishakan perlahan narik jari-jarinya, licin karena cairan bening dan kentalnya.

"Aku tidak akan marah, tapi katakan saja," katanya lembut, sambil ngusap klitorisnya. Leah berhenti bergerak, dan jari-jarinya nekan klitorisnya dengan lembut. "Di mana kau mpelajarinya?"

“......”

Tubuhnya bergetar hebat. Dia narik kejantanannya keluar dari mulutnya.

“Aku tidak pernah ngajarkan hal-hal ini kepadamu,” kata Ishakan dengan tenang. “Di mana istriku mpelajarinya?”

Bibir Leah terkatup rapat. Ia tidak tahu harus berkata apa.

“Jelaskan ini, Leah,” kata Ishakan lagi.

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 251: Rumah Besar Count Weddleton (9) on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.