Font Size
15px

Leah terengah-engah. Ia bahkan tidak bisa mbantah omong kosongnya. Rasa panas dan geli di antara kedua kakinya tak tertahankan dan ia rasa seolah-olah ada sesuatu yang mbengkak, hampir pecah.

"Ah, tunggu, hmm, tunggu...!" Dia mohon dengan putus asa, dan mulai nangis. Ishakan njilati air matanya.

"Sebutkan namaku."

Air liur ngalir dari bibirnya, terpisah saat dia terengah-engah, dan dia pun njilatinya.

"Panggil aku Isha," katanya, dan suaranya yang dalam mbuat bulu kuduknya berdiri. Bibirnya mbentuk nama itu secara alami, seolah-olah dia telah ngucapkannya berkali-kali sebelumnya.

"Isya..."

ndengar nama panggilan yang sangat akrab itu, jari-jarinya bergerak lebih cepat, mbelainya lebih intens, dan skipun matanya njadi gelap saat nyebut nama Blain, sekarang matanya bersinar. Perut Leah negang di dalam dan dia ngerang.

"Ah, ahh, hmm...!"

Kenikmatan itu muncak, luap, dan akal sehatnya pun hancur. Pinggulnya bergetar seperti binatang buas dengan irama cepat jemarinya dan kata-kata cabul ngalir darinya, kata-kata yang sebelumnya tidak akan pernah terlintas di benaknya. – Hanya diposting di Novel Utopia

"Ah, ini, ini enak, hmmm, ini sangat enak, astaga..." Dia baru saja mintanya untuk berhenti, tetapi sekarang dia luknya erat-erat dan mohon, "Lebih, sedikit lagi...!"

Pinggulnya bergoyang dalam irama yang tak disadari saat dia mbelai kejantanannya di tangannya, dan tubuhnya negang, semua sensasi baru ndorongnya hingga batas maksimal. Leah ncapai klimaks, tatapannya kabur dan tak fokus.

"Ahhhhhhh!"

Punggungnya lengkung ke atas. Sambil terengah-engah, dia mbenamkan wajahnya di dada Ishakan sentara seluruh tubuhnya bergetar tak terkendali. Giginya terus-nerus nancap di kulit cokelatnya yang kencang saat kenikmatan lahapnya, lalu dia ngusap wajahnya ke tubuhnya sambil ngerang.

"Hmm, ahh, ahhhhhhh..."

Dia tidak bisa mikirkan apa pun. Dia lupa bahwa Blain ada. Dinding bagian dalam tubuhnya ncengkeram jari-jari Blain saat dia getar, dan wajahnya yang biasanya pucat dan tanpa ekspresi rah saat dia natap Ishakan dengan mata yang kosong. Dia tidak berdaya saat disentuh Blain, getar.

Kenikmatannya luar biasa. Dia begitu sensitif sehingga dia bisa rasakan sensasi sekecil apa pun dan jari-jarinya yang panjang dan keras masih bergerak di dalam dirinya, rangsang kenikmatan yang ndekati rasa sakit.

"Cukup...keluarkan reka..." pintanya, hampir terisak, namun jawabannya tegas.

"Belum."

Dia bahkan belum nyentuh klitorisnya yang bengkak sampai sekarang, tetapi sekarang ibu jarinya nekannya, dan jari-jarinya bergerak di dalam vaginanya, rangsang kedua tempat itu pada saat yang bersamaan. Erangan malu keluar darinya karena rangsangan yang begitu banyak, dan dia mulai terisak-isak, ncengkeram kejantanannya di tangannya. Tetapi dia tetap tidak berhenti.

"Aku harus mastikan kau tidak akan pernah lupakannya lagi..." bisiknya, dan nggigit lehernya. Rasanya seperti ada binatang buas yang nggigitnya, dan dia nggeliat, hampir ncapai klimaks lagi. Dia nyiksanya dengan kenikmatan.

"Ah, ahhh...! tolong hentikan, hentikan jarimu...!" teriaknya sambil nggelengkan kepala, dan tiba-tiba cairan nyembur dari dalam tubuhnya, mbasahi pahanya. Dia orgas lagi, dan dia terisak-isak dengan suara serak, "Oh, tidak..."

Penglihatannya njadi gelap dan dia nangis tersedu-sedu seakan bendungan jebol.

Kejantanannya bergetar dan tersentak saat sperma nyembur keluar darinya, dengan kekuatan yang begitu kuat hingga ngotori perut dan payudaranya. Bahkan tidak terlintas dalam benaknya untuk ncoba nghapusnya. Dia tidak punya kekuatan lagi. Seluruh tubuhnya terasa seperti terbakar saat Ishakan nciumnya dengan penuh gairah, dan Leah jamkan matanya.

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 213: Naluri 4 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Mr. CEO Has a Crush on Me cover
Similar genre

Mr. CEO Has a Crush on Me

Mu Anan ·Romance

Shewasframedbyhersisterandaccidentallyhadaone-nightstandwithhim.Later,hefoundvariousunreasonableexcusestoforcehertolivewithhim.Toseekrevenge,sherel...

On the Path to the Great Dao cover
Trending now

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.