Font Size
15px

Tak seorang pun di padang pasir berani manggilnya Isha, tetapi Leah ngulang-ulang nama itu dalam benaknya. Itu mbuatnya mbayangkannya sebagai seorang anak. Bahwa lelaki ini, yang sekuat dan sekuat pohon ek, dulunya adalah tunas kecil bernama Isha...

"Tidak apa-apa," kata Ishakan, nariknya keluar dari imajinasinya sambil luk dan ncium pipinya. "Tapi jangan terlalu sering manggilku seperti itu. Jika kau manggilku Isha..."

Senyum nakalnya berbicara sendiri. Leah tidak ngerti ngapa dia begitu bersemangat saat manggilnya Isha, tetapi dia hanya berpikir bahwa orang Kurkan berbeda dari manusia dan ngesampingkan masalah itu. Tampaknya berbahaya untuk lanjutkan topik ini.

"Apa pekerjaan ndesak yang harus kamu lakukan pagi ini?" tanyanya.

Ishakan terdiam sejenak.

"Kau harus tahu aku mbunuh pendahuluku untuk naik takhta," katanya sambil ngalihkan pandangan. ngambil kertas yang di atasnya Leah nuliskan namanya, dia naruhnya ke dalam laci ja. "Ada kelompok sisa yang ngikuti mantan Raja... Konon reka bersekutu dengan Byun Gyeongbaek dari Oberde. Tampaknya Byun Gyeongbaek akan ncoba nyelamatkan istrinya yang diculik."

Ishakan natapnya dengan serius.

"Sudah saatnya kau tunjukkan padanya siapa suamimu yang sebenarnya."

ndengar kata suami keluar dari bibirnya tanpa ragu-ragu mbuatnya malu. Leah ngangguk, pipinya rah, dan dia mbelai pipinya yang rah sambil tersenyum. Bibirnya terbuka untuk berbicara, tetapi dia nutupnya.

Tampaknya ada hal lain selain masalah Byun Gyeongbaek.

Dia pikir Ishakan nyembunyikan sesuatu.

Dia ingin bertanya apa itu, tetapi dia tidak punya keberanian. Dia tidak ingin rusak kebahagiaan ini. skipun itu hanya mimpi...

Leah jamkan matanya. Suara rantai bergema samar di telinganya, lalu nghilang.

***

Byun Gyeongbaek rintah wilayah perbatasan barat. Selama bertahun-tahun, ia ngerahkan pasukan ke sana untuk ncegah invasi bangsa Kurkan dan dengan demikian, ia mperoleh kekayaan, kekuasaan, dan ketenaran yang besar.

Begitu ia ncapai posisi di mana bahkan Raja tidak bisa mperlakukannya dengan sembarangan, Byun Gyeongbaek rasa ia pantas ndapatkan hadiah atas dedikasinya kepada Estia. Hadiah itu akan berupa orang yang telah lama ia idamkan. Sang Putri.

Kecantikannya tidak hanya dikenal di Estia, tetapi di seluruh benua. Ia miliki rambut perak yang anggun dan mata ungu yang indah seperti milik keluarga kerajaan. Para bangsawan Estia mbanggakan kecantikannya di negara lain. Tentu saja Byun Gyeongbaek njadi tertarik padanya.

Ketika akhirnya dia njadi tunangannya, dia ngira yang tersisa hanyalah pernikahan. Namun, semuanya mulai kacau ketika orang barbar itu muncul.

Raja barbar yang baru.

Tidak seperti mantan Raja, yang telah berteman baik dengannya, Raja yang baru sangat galak dan buas. Sejak naik takhta, pasukan Byun Gyeonbaek telah nderita kekalahan dalam semua pertempuran di perbatasan. Para pedagang budak mulai ngeluh tentang kesulitan ndapatkan budak barbar. Semua itu sangat nyedihkan.

Namun, itu belum semuanya. Sang Raja tiba-tiba datang ke Estia untuk ncari kedamaian dan mulai bernafsu kepada sang Putri. Byun Gyeonbaek tidak bisa mbiarkan dia rebutnya darinya, padahal dia adalah hadiah yang telah lama dinantikannya.

Orang-orang barbar itu akhirnya lewati batas. reka nyergap iring-iringan pernikahan yang nuju perbatasan barat dan nculik sang Putri.

Kemarahannya tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Namun, saat ia tengah ncari cara untuk nyelamatkannya, sekelompok orang barbar baru datang ngunjunginya, ngaku sebagai pengikut setia mantan raja Kurkan. reka ngajukan usulan yang sangat narik.

"Kami akan ngembalikan sang Putri kepadamu."

reka hanya ingin mbalas dendam. reka akan njemput kembali istrinya yang diculik, mbalas dendam terhadap Raja saat ini, dan kemudian larikan diri jauh. skipun reka nuntut banyak uang sebagai imbalannya, itu bukan masalah bagi Byun Gyeongbaek.

"Baiklah, aku akan nuruti apa yang kau inginkan. Jadi, apa pun caranya..." Mata Byun Gyeongbaek berbinar. "Bawa Putri ke hadapanku."

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 162: Isha 2 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.