Font Size
15px

Ishakan perlahan-lahan nyibakkan rambutnya yang basah oleh keringat. Dia tertidur. Dia pingsan lagi setelah berhubungan seks. Sambil natap wajahnya yang pucat dan berlinang air mata, dia lepaskan borgol kulit dari pergelangan tangannya, rantainya berderak.

Dia mbawa borgol kulit untuk berjaga-jaga jika dia panik, karena dia tidak bisa selalu bersamanya; dia bermaksud ngikatnya agar dia tidak terluka. Namun, dia tidak pernah berencana untuk nggunakannya dengan cara ini.

Dengan borgol terlepas, dia ncium bekas rah di pergelangan tangan dan pergelangan kakinya. Dia njilati tulang yang nonjol di pergelangan kakinya, nggigit lututnya dengan ringan, bahkan ngusap wajahnya di bagian dalam pahanya. Area rahasia di antara kedua kakinya terlihat jelas, tanpa rambut kemaluan, berwarna rah muda dan lembap seperti krim. Spermanya mulai keluar darinya, dan Ishakan ndorongnya kembali dengan jari-jarinya.

Sensasi basah di jari-jarinya mbuat kejantanannya tersentak dan dia ndesah.

"Hah..."

Dalam hati, dia tersenyum. Hanya dengan lihatnya saja kejantanannya sudah ningkat. Jika ada yang nuduhnya sebagai binatang buas, dia tidak bisa mbantah.

Perlahan, ia mulai mbelai kemaluannya yang berurat, gerakannya njadi lebih cepat, mbuat suara berirama. Ishakan njilati bibirnya yang kering. Sambil nyipitkan mata, ia natap tubuh putih di hadapannya. Tubuh putihnya dipenuhi tanda-tanda rah. Tubuh itu muaskannya, seperti binatang buas yang telah nandai wilayahnya.

Sambil ngulurkan tangan, dia mbelai payudaranya, putingnya yang lembut nonjol di antara jari-jarinya. Dia tidak dapat nahan diri untuk nundukkan kepalanya untuk nggigit dan njilatinya sampai payudaranya mbengkak lagi, berwarna rah muda gelap.

skipun dia bersikap sedikit kasar, Leah tidak bergerak sedikit pun. Dia mungkin kelelahan; dia hanya ngerutkan kening dan ngeluarkan erangan pelan. Bulu matanya yang keperakan bergetar.

"Hmm..."

Suara itu langsung mbuatnya terangsang. Ekspresi Ishakan njadi ganas, buas, saat ia rasakan klimaksnya datang. remas payudaranya, ia ngeluarkan erangan pelan. "Mm, ahh..."

Ototnya negang saat spermanya nyemprot ke perutnya. Dadanya mbengkak dan ngecil setiap kali ia bernapas saat spermanya nyembur, dan kejantanannya lunak setelah ia ncapai klimaks beberapa kali lagi.

Ishakan nundukkan wajahnya ke payudara wanita itu dan nciuminya. ncium aromanya, ia rasakan kejantanannya bangkit lagi, tetapi kali ini ia benar-benar akan nahan diri. Itu tidak mudah. ​​Ia harus nggigit leher ramping wanita itu lagi sebelum ia bisa maksakan diri untuk berdiri.

Sambil mbawa kain untuk nyeka perutnya, Ishakan tiba-tiba berhenti dan natapnya saat ia tertidur lelap. Ia telah mberinya makan dengan jumlah yang sama hari ini, baik di mulut atas maupun bawah, jadi ia pikir ia tidak perlu mberinya makan lagi. Lagipula, bukanlah ide yang baik untuk ngganggunya saat ia sedang tidur...

Jika ada yang bisa mbaca pikirannya, reka pasti akan nuduhnya tidak punya hati nurani. Ishakan mbersihkan tubuhnya lalu duduk bersamanya, bersandar di kepala tempat tidur. Di sampingnya, ia narik Leah agar ia bisa letakkan kepalanya di pahanya dan nutupinya dengan selimut lembut.

Sambil raba-raba nakasnya, ia ngeluarkan pipa tembakaunya. Di Estia, ia hanya nggunakan cerutu dan pipa kasar, tetapi sekarang setelah kembali ke Kurkan, ia miliki pipa yang bagus, panjang, tipis, dan elegan.

Ia ngisapnya. Aroma nyegarkan yang khas tercium di seluruh ruangan, dan kegembiraannya perlahan reda. Matanya yang keemasan dan bersinar kehilangan intensitasnya.

Matanya terkulai saat ia natap Leah dan mbelai rambutnya. Kelopak matanya bergetar karena sentuhannya. Ia pasti sangat lelah. Namun, ada semburat rah muda di pipinya, dan ketegangan di wajahnya telah mudar. Saat tangannya ngusap rambutnya, Ishakan teringat apa yang dikatakan Morga kepadanya.

— Disarankan agar Anda lakukan hubungan seks secara rutin...

Begitu reka sampai di kota itu, Morga manggil semua penyihir di Kurkan. Ia berencana bekerja sama dengan reka untuk nguraikan mantra pada Leah dan nemukan tode untuk nghilangkannya. Namun, hingga saat itu, perawatan sentara yang diberikan adalah seks yang sering. Darah Ishakan jauh lebih manjur dari yang diharapkan. Morga berharap para penyihirnya juga bisa mberikan pengaruh, ngingat kekebalan Ishakan terhadap mantra.

Setiap kali Ishakan berhubungan seks dengan Leah di masa lalu, faktanya, dia terlihat jauh lebih stabil sesudahnya.

— Tapi itu hanya hipotesis. Jangan berlebihan.

Morga jelas-jelas nambahkan kata-kata itu demi Leah. Ishakan berusaha nahan diri, tetapi akhirnya dia pingsan lagi.

Sambil ngembuskan asap rokoknya pelan-pelan, Ishakan mbelai bahunya yang kurus. Berat badannya turun drastis karena perawatan keras yang diberikan Ratu untuk mpersiapkan pernikahannya dengan Byun Gyeonbaek.

Dia perlu ndapatkannya kembali.

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 153: Ikat Aku 7 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.