Di kedalaman Istana Ratu, ada sebuah tempat yang tidak diketahui siapa pun. Tempat itu dibangun dengan modifikasi lorong rahasia yang hanya diketahui oleh keluarga kerajaan. Cerdina telah mbunuh para pejabat dan pekerja yang bertanggung jawab atas pembangunannya, mastikan bahwa hanya dia yang tahu keberadaannya.
Isinya berisi berbagai tanaman obat, bangkai hewan, dan benda-benda ncurigakan lainnya. Sambil ngeluarkan bubuk kadal dan mata katak yang mati di bawah bulan purnama, Cerdina nimbang bahan-bahan tersebut di timbangan. Setelah diukur dengan akurat, ia nuangkannya dengan hati-hati ke dalam panci ndidih. Saat cairan berubah warna, ia ngeluarkan bahan terakhir: salah satu helai rambut Leah, yang tampak seperti benang perak.
Perak itu begitu indah, tampak seolah diambil dari bulan. Begitu berada di dalam panci, cairan itu berubah njadi perak ngilap. Ia ngaduknya dengan sendok sayur hingga akhirnya berubah njadi hitam.
Cerdina nunggu dengan penuh perhatian hingga uapnya nghilang. skipun kali ini dia ngambil rambut Leah secara langsung, sebelumnya dia telah ngendalikan Countess lissa untuk ndapatkannya. Leah rcayai Countess, yang secara teratur nyisir rambutnya. Cerdina dengan mudah dapat lanjutkan mantranya.
Hari ini dia mbuat ramuan dan nyimpan beberapa helai rambut Leah dalam botol kaca kecil, untuk berjaga-jaga. Namun dia tidak nduga akan perlu nggunakannya. Mantra itu hampir selesai. Rambut Raja sudah cukup untuk sisanya. Cerdina tenggelam dalam kegembiraan yang tak terlukiskan saat dia mbayangkan selesainya mantra itu.
Itulah hari ketika Blain akan naik takhta. Darah yang paling rendah hati akan njadi yang terhebat, dan darah biru yang sombong akan bertekuk lutut. Itu adalah prestasi hebat yang belum pernah dicapai oleh leluhurnya.
Kekuatan Cerdina akan lebih kuat dari sebelumnya. Hasratnya akan kekuasaan dan ambisinya tak terpuaskan. Tidak ada habisnya. Dia akan nciptakan upacara penobatan yang sempurna.
Sambil bersenandung, dia nuangkan cairan hitam itu ke dalam gelas anggur, naruhnya di atas nampan, dan ninggalkan ruangan. Namun saat masuki ruangan Blain, dia berhenti.
Ruangan itu berantakan. Blain berdiri di tengah kekacauan, dikelilingi oleh benda-benda yang pecah dan hancur. Luka parahnya belum sepenuhnya pulih. Pergelangan tangan yang patah tidak diperban. Berbalik ke arah Cerdina, dia lemparkan botol anggurnya ke arahnya. Botol itu ndarat di kakinya dan pecah karena benturan, anggur rah rcik ke kakinya.
"Apakah perlu mberikan Putri kepada Byun Gyeongbaek?"
Cerdina tersenyum lihat perilaku kejam putranya.
"Karena kamu belum njadi Raja."
"..."
Tatapan Blain tertutup, dan wajah Cerdina ngeras saat lihat penderitaannya.
Hal itu mbuatnya teringat pada ndiang Ratu. Leah warisi paras cantiknya. Setiap kali Cerdina lihatnya, hal itu ngingatkannya pada ndiang Ratu dan ia akan njadi rewel.
Cerdina hanya nggunakan Leah sebagai alat untuk mbangkitkan hasrat Blain, mbuatnya nginginkan kekuasaan dan berbagi ambisi ibunya. Namun, skipun Cerdina dengan licik nutup mata dan telinganya sampai sekarang, Blain sekarang mahami emosinya. Blain akan ncapai hal-hal hebat di masa depan. Seorang putri yang sederhana seharusnya tidak wakili akhir dari jalan.
"Pikirkan lagi, Blain."
Cerdina berharap Leah tidak akan terpengaruh oleh seorang wanita. Ia ingin mberikan putranya seorang istri yang cocok, cukup bodoh, yang dapat nghasilkan keturunan yang baik. Seseorang secerdas Leah sulit ditangani, dan setelah Cerdina telah rusaknya begitu parah dengan mantranya, ia miliki terlalu banyak kekurangan untuk mbiarkannya dekat dengan Blain.
Sambil ndekat perlahan, Cerdina nawarkan gelas anggur kepadanya.
"Sebagai ibumu, aku hanya ingin mberimu yang terbaik," bisiknya penuh kasih sayang.
Blain nyambar gelas anggur dari tangan Cerdina dan neguk cairan hitam itu sampai habis tanpa ragu. Ia njatuhkan gelas kosong itu dan mbiarkannya jatuh di dekat botol anggur yang pecah, sambil natap tajam ke arah Cerdina.
"Saya percaya Anda akan nepati janji Anda."
ski senyumnya yang sempurna sedikit mudar, dia ndapatkannya kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"Tentu saja aku akan lakukannya. Aku akan lakukan apa pun yang kau inginkan."
Kau akan njadi raja, Blain.
mbayangkan mahkota berkilau yang akan segera disematkan pada kepala putra kesayangannya, Cerdina mbuka tangannya untuknya.
Blain luknya. Matanya dipenuhi dengan ketidaksenangan yang ndalam.
***
Orang Kurkan ninggalkan Istana Estia.
Berbeda dengan sambutan riah yang reka terima saat tiba, kepergian reka tidak seriah biasanya. Pagi-pagi sekali, di bawah pengawasan ketat para kesatria kerajaan, reka pergi dengan tenang. reka tidak terlihat oleh anggota keluarga kerajaan atau bangsawan berstatus tinggi mana pun.
Leah, di Istana Putri, baru nerima kabar setelah reka pergi.
Reviews
All reviews (0)