Sentara itu, disaat yang sama, di sebuah hutan bambu yang sangat luas.
Terlihat ada banyak sekali orang yang sedang bertarung dengan nggunakan sihir dan senjata reka masing-masing di hutan itu. Orang-orang yang sedang bertarung itu terlihat berbeda dengan orang-orang dari kerajaan San Fulgen. Itu terlihat dari pakaian yang reka kenakan. Beberapa dari orang-orang itu ngenakan pakaian seperti kimono dan sisanya ngenakan armor seperti yang biasanya digunakan oleh para samurai. Dilihat dari pakaian yang reka kenakan, reka rupakan orang-orang dari negeri Kaminari. Tempat reka berada saat ini juga rupakan salah satu tempat yang berada di negeri Kaminari.
Orang-orang yang berada di hutan itu terus nyerang dan bertarung satu sama lain. Dilihat dari banyaknya orang yang bertarung di hutan bambu itu, itu bukan rupakan sebuah pertarungan atau pertempuran biasa, lainkan sebuah perang. Negeri Kaminari saat ini mang sedang dilanda oleh pedang saudara yang cukup besar. Perang saudara ini terbagi njadi 2 kubu, ini bisa dilihat dari adanya tanda pengenal dari orang-orang yang sedang bertarung itu. Beberapa orang yang sedang bertarung itu terlihat ngenakan sebuah kain yang ngikat anggota tubuh reka seperti kepala, lengan atau kaki, sentara sisanya terlihat tidak ngenakan kain itu. Ini mbuktikan kalau reka yang ngenakan kain yang ngikat anggota tubuh reka berada dalam kubu yang sama, sentara reka yang tidak ngenakan kain berada dalam kubu yang berbeda.
Pertempuran yang berlangsung di hutan bambu itu semakin sengit dan manas. Sebagian besar wilayah hutan bambu itu pun sudah ngalami kerusakan yang sangat parah akibat pertempuran itu.
Lalu, beberapa nit kemudian, pertempuran itu terlihat sudah hampir ncapai puncaknya. Orang-orang yang ngenakan kain terlihat sangat ndominasi dalam pertempuran itu. reka berhasil mbunuh dan ngalahkan orang-orang yang tidak ngenakan kain yang rupakan lawan reka. Di antara orang-orang yang ngenakan kain itu, ada seseorang yang terlihat sangat ncolok. Itu karena dia dapat ngalahkan banyak orang yang tidak ngenakan kain dengan mudahnya. Orang yang ncolok itu terlihat ngenakan armor seperti seorang samurai. Layaknya seperti seorang samurai juga, dia nggunakan sebuah katana untuk ngalahkan dan mbunuh lawan-lawannya.
Setelah ngalahkan banyak musuh yang berada di sekitarnya, orang yang ncolok itu lalu didatangi oleh 2 orang yang juga ngenakan kain yang ngikat anggota tubuh reka. 2 orang itu juga ngenakan armor seperti samurai. Hanya saja 2 orang itu tidak nggunakan katana sebagai senjata reka. Salah satu dari 2 orang itu nggunakan tombak sebagai senjatanya dan satu orang lagi nggunakan sebuah busur panah.
"Kerja bagus karena telah mbunuh reka semua, komandan," ucap pengguna tombak.
"Seperti yang diharapkan dari komandan Ogawa yang rupakan salah satu komandan kepercayaan ’mantan tuan Shogun’," ucap pengguna panah.
Orang ncolok yang nggunakan katana itu ternyata bernama Ogawa. Setelah ndengar perkataan orang yang nggunakan panah, Ogawa terlihat nampak kesal.
"Sudah beberapa kali aku bilang kepadamu untuk jangan bilang ’mantan tuan Shogun’, karena sampai kapanpun beliau tetaplah ’Shogun’ negari ni. skipun beliau sudah tiada, tetapi aku nganggap kalau beliau tetaplah ’Shogun’ negari ini. Aku tidak akan pernah ngakui ’orang pengecut’ itu sebagai ’Shogun’ negari ini," ucap Ogawa.
ndengar perkataan Ogawa, orang yang nggunakan panah itu lalu minta maaf.
"Saya minta maaf, komandan," ucap pengguna panah.
"Jangan diulangi lagi," ucap Ogawa.
"Baik, komandan," ucap pengguna panah.
Setelah itu, Ogawa pun lihat ke sekelilingnya. Terlihat orang-orang yang tidak ngenakan kain yang berada di sekelilingnya sudah hampir dikalahkan semuanya oleh orang-orang yang ngenakan kain.
"Musuh kita tinggal sedikit lagi, ayo kita segera kalahkan reka dan akhiri pertempuran ini," ucap Ogawa kepada 2 orang yang ada di dekatnya.
"Baik, komandan," ucap 2 orang itu.
Kemudian, reka bertiga pun bergegas untuk nghampiri orang-orang yang tidak ngenakan kain yang tersisa untuk ngalahkannya. Namun, baru beberapa langkah reka bergerak, sebuah panah tiba-tiba lesat dengan sangat cepat ke arah orang yang makai panah. Orang yang makai panah itu tidak sempat bereaksi terhadap panah yang lesat dengan sangat cepat itu. Panah yang lesat dengan sangat cepat itu pun langsung ngenai kepalanya dan nghancurkan kepalanya itu. Orang yang makai panah itu pun seketika langsung tewas.
Ogawa dan orang yang makai tombak pun terkejut ketika lihat orang yang makai panah itu tiba-tiba telah tewas dengan kepala yang sudah hancur. Namun, baru sebentar reka terkejut, Ogawa tiba-tiba rasakan ada 2 orang yang sedang lesat dengan cepat ke arahnya dan orang yang makai tombak. nyadari kalau ada 2 orang yang sedang lesat ke arah reka, Ogawa langsung mperingati orang yang makai tombak itu.
"Hei, kamu. Hati-h," ucap Ogawa.
Belum sempat Ogawa nyelesaikan perkataannya untuk mperingati orang yang makai tombak itu, orang yang makai tombak itu tiba-tiba telah tewas dengan kondisi kepala yang sudah terpisah dari badannya. Kepala orang yang makai tombak itu telah dipenggal oleh orang yang saat ini tiba-tiba sudah berada di belakangnya. Orang yang nggal orang yang makai tombak itu terlihat makai senjata yang sama yaitu sebuah tombak. Lalu, setelah kepalanya dipenggal, tubuh orang yang makai tombak itu pun langsung tumbang dan terbaring di tanah. Darah langsung ngalir deras dari lehernya yang telah terpotong itu.
Ogawa pun langsung terkejut ketika lihat orang yang makai tombak itu telah tewas. Tetapi dia tidak berlarut-larut untuk terkejut karena dia sadar kalau saat ini ada sebuah bahaya yang sedang ngancamnya. Benar saja, tidak lama setelah itu, seorang pengguna katana tiba-tiba sudah berada di depannya dan bersiap untuk nebasnya. Tetapi Ogawa dengan sigap langsung nahan katana itu dengan nggunakan katananya.
*CLANGGGG
Kedua katana itu pun saling beradu. Saat katana reka saling beradu, Ogawa lalu lihat dan mperhatikan wajah dari orang yang berusaha nyerangnya itu. Setelah lihat wajah dari orang itu, Ogawa pun langsung terkejut.
"Kamu kan!? Selain itu, kenapa wujudmu njadi seperti itu!?," tanya Ogawa yang terkejut.
Ogawa kelihatannya kenal dengan orang yang berusaha nyerangnya itu. Lalu, setelah ndengar perkataan Ogawa, orang itu pun langsung nanggapi perkataan Ogawa.
"Bahkan dengan wujud ini, aku masih belum bisa ngalahkan dan mbunuh anda. Seperti yang diharapkan dari komandan Ogawa,"
"Kelihatannya anda sangat terkejut ketika lihat wujudku yang sudah berubah seperti ini," ucap orang itu.
"Tentu saja aku terkejut. Kenapa kamu bisa berubah wujud njadi seperti itu? Kenapa kamu bisa berubah njadi iblis?," tanya Ogawa yang masih terkejut.
Sesuai perkataan Ogawa, orang yang sedang beradu katana dengannya saat ini miliki wujud seperti iblis. Orang itu miliki kuku yang panjang dan berwarna hitam. Orang itu juga miliki tato bercorak dan berwarna hitam di lehernya. Selain itu, orang itu juga miliki bola mata berwarna hitam pekat. Semua ciri-ciri itu rupakan ciri-ciri dari ras iblis.
"Aku bisa berubah njadi wujud yang kuat ini berkat hadiah yang diberikan ’Tuan Shogun’," ucap orang itu.
"’Tuan Shogun’? Maksudmu, ’orang pengecut’ itu? Jadi sekarang kau sudah berpihak kepadanya?," tanya Ogawa.
"Tentu saja, lagipula ’Tuan Shogun’ saat ini adalah pemimpin negeri ini. Bukankah sudah seharusnya kita berpihak dan ngabdi kepadanya?,"
"Bagaimana jika anda ikut ngabdi kepadanya juga, komandan? Jika anda ngabdi kepadanya, anda akan ndapatkan banyak hadiah, salah satunya anda akan ndapatkan wujud yang kuat ini. Dengan wujud ini, anda akan njadi orang terkuat dan tak terkalahkan di negeri ini. Selain itu, sekarang sudah waktunya anda untuk berhenti ngabdi kepada keluarga ’mantan Shogun’ itu," ucap orang itu.
Ogawa langsung marah setelah ndengar perkataan orang itu.
"Sampai kapanpun aku tidak akan mau ngabdi atau layani ’orang pengecut’ itu. Satu-satunya orang yang pantas aku layani adalah ’Tuan Takahashi Miyamoto’ dan keluarganya. Aku tidak akan lepaskan kesetiaanku ini," ucap Ogawa.
"Orang yang anda layani itu beserta istrinya sudah tewas. Saat ini, hanya tersisa putra dan putrinya saja. Putra dan putri dari orang itu saat ini njadi orang yang paling dicari oleh ’Tuan Shogun’. Karena kebetulan anda yang rupakan orang yang layani keluarga reka ada disini, bolehkah aku nanyakan dimana keberadaan putra dan putri dari ’Mantan Shogun’ itu?," tanya orang itu.
"Aku tidak akan mberitahunya kepadamu. Aku tidak akan nyerahkan putra dan putri dari ’Tuan Miyamoto’ kepadamu," ucap Ogawa.
"Begitu ya. Padahal aku sudah nanyakannya secara baik-baik. Sepertinya kami harus makai cara kasar untuk ndapatkan jawabannya," ucap orang itu.
Setelah itu, orang yang makai tombak yang sebelumnya nggal orang yang bersama Ogawa kini sudah berada di dekat Ogawa yang saat ini masih beradu katana dengan orang yang sebelumnya nyerangnya. Tidak hanya orang yang makai tombak itu saja, saat ini sudah ada banyak orang yang berada di dekat Ogawa dan ngepungnya. Orang-orang yang saat ini sedang ngepungnya juga miliki wujud iblis seperti orang yang sedang beradu katana dengan Ogawa. Hal itu mbuat Ogawa sangat terkejut.
"Kalian semua...kenapa!?," tanya Ogawa yang terkejut.
Ogawa tidak hanya terkejut ketika lihat wujud iblis reka saja, Ogawa juga terkejut ketika dia nyadari kalau semua orang yang ngenakan kain yang ngikati anggota tubuh reka sudah tewas. reka semua telah tewas karena dibunuh oleh orang yang miliki wujud iblis itu.
"reka semua telah tewas!? Bagaimana mungkin!?," tanya Ogawa.
ndengar Ogawa yang terkejut, orang yang sedang beradu katana dengan Ogawa lalu mulai berbicara kembali.
"Inilah kekuatan dari pasukan baru yang dimiliki oleh ’Tuan Shogun’. ’Tuan Shogun’ namai pasukan ini dengan nama ’Pasukan Oni’. Pasukan ini terdiri dari orang-orang yang sudah berubah njadi iblis," ucap orang itu.
"Pasukan yang terdiri dari orang-orang yang sudah berubah njadi iblis? Bagaimana bisa ’orang pengecut’ mbuat pasukan ini? Apa ’orang pengecut’ itu telah bekerja sama dengan ras iblis?," tanya Ogawa.
"Anda tidak perlu ngetahuinya," ucap orang itu.
"Bisa-bisanya ’orang pengecut’ itu lakukan hal ini, apa dia tidak takut dengan ’hukuman surgawi’ yang akan nimpa negeri ini nantinya?," tanya Ogawa.
"’Hukuman Surgawi’? Ahahaha, apa anda sedang mbicarakan ras malaikat? reka tidak akan lakukan apapun terhadap negeri ini. Selama iblis tingkat atas tidak lakukan sesuatu di negeri ini. reka tidak akan lakukan apapun terhadap negeri ini,"
"Daripada itu, dengan adanya ’Pasukan Oni’, lebih baik anda segera nyerah. Karena dengan ’Pasukan Oni’ ini, kubu kami akan njadi tidak terkalahkan. nyerahlah dan serahkan putra dan putri dari ’Mantan Shogun’ itu," ucap orang itu.
Ogawa yang ndengar itu tiba-tiba mulai ningkatkan kekuatannya.
"Seperti yang aku katakan tadi, aku tidak akan mbiarkan kalian semua lakukan itu. skipun kalian semua ngepungku, ngalahkanku lalu nyiksaku, aku tetap tidak akan nyerahkan ’tuan muda’ dan ’tuan putri’ kepada kalian. Sampai aku mati pun aku tidak akan nyerahkannya!," ucap Ogawa.
Karena kekuatannya telah ningkat, Ogawa secara perlahan mulai ndominasi dalam adu katana itu. Lalu, setelah ndengar perkataan Ogawa, orang yang sedang beradu katana dengan Ogawa pun langsung nanggapinya dengan ekspresi wajah yang serius.
"Begitu ya. Kalau begitu, kalian semua, cepat serang dia," ucap orang itu.
Setelah itu, orang-orang yang telah berubah iblis yang saat ini sedang ngepung Ogawa pun mulai lancarkan serangan kepada Ogawa.
-
Sentara itu, di sebuah gua yang berukuran cukup besar.
Terlihat ada banyak orang yang sedang berlindung atau bersembunyi di dalam gua itu. Orang-orang yang berada di dalam gua itu terlihat ngenakan pakaian seperti kimono, yukata atau armor samurai, yang berarti gua itu masih berada di wilayah negeri Kaminari. Tidak hanya ada orang-orang yang ngenakan pakaian seperti kimono atau armor samurai saja, di dalam gua itu juga ada beberapa orang tepatnya beberapa wanita yang makai pakaian seperti Miko atau gadis kuil.
Beberapa Miko itu terlihat sedang nyembuhkan orang-orang yang terluka yang ada di dalam gua itu. Orang-orang yang terluka di dalam gua itu terlihat ngenakan sebuah kain yang ngikat salah satu anggota tubuhnya. Lalu, di antara para Miko yang sedang nyembuhkan orang-orang yang terluka itu, ada seorang Miko yang terlihat cukup muda yang sedang nyembuhkan banyak orang sekaligus. Miko itu ngenakan sesuatu seperti mahkota di kepalanya. Selain itu, Miko itu juga ngenakan kalung liontin berwarna emas di lehernya. Kalung liontin itu miliki bentuk seperti sepasang sayap. Kalung liontin itu sepertinya digunakan sebagai dia atau pembantu dalam lakukan penyembuhan karena ketika Miko itu sedang nyembuhkan banyak orang yang ada di hadapannya, Miko itu sambil gang kalung liontin itu dengan tangan kirinya sentara tangan kanannya diarahkan ke banyak orang yang terluka di hadapannya itu.
Orang-orang yang terluka yang ada di hadapannya itu secara perlahan mulai pulih. Miko itu terus lanjutkan penyembuhannya agar semua orang itu bisa pulih total. Tetapi saat sedang nyembuhkan orang-orang itu, Miko itu tiba-tiba muntahkan cukup banyak darah dari mulutnya. Orang-orang dan beberapa Miko yang berada di dekatnya pun terkejut dan kemudian langsung nghampirinya.
"Nona Kaori!?," ucap orang-orang itu.
Miko yang baru saja muntahkan darah itu ternyata bernama Kaori. Ketika orang-orang itu sudah nghampiri Kaori, Kaori terlihat sedang mbersihkan mulut dan bibirnya yang baru saja muntahkan darah dengan tangan kanannya.
"Kalian tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja," ucap Kaori.
Kaori tahu alasan orang-orang itu dan beberapa Miko nghampirinya karena reka khawatir kepadanya. Maka dari itu dia langsung berkata kalau dia baik-baik saja. ski dia berkata kalau dia baik-baik saja, orang-orang itu masih tetap khawatir.
"Tolong istirahat sebentar, nona Kaori," ucap Miko A.
"Itu benar, nona Kaori. Sejak orang-orang yang terluka ini bertambah banyak, anda belum beristirahat sama sekali. Jika anda tidak beristirahat, kesehatan anda akan nurun," ucap samurai A.
Orang-orang itu bersikeras minta Kaori untuk beristirahat. Tetapi Kaori tidak ngiyakan permintaan reka.
"Selagi masih ada banyak orang yang terluka, aku tidak boleh istirahat. Aku harus nyembuhkan reka semua," ucap Kaori.
Setelah itu, Kaori ncoba untuk nyembuhkan orang-orang yang ada di hadapannya itu lagi. Tetapi baru sebentar dia nyembuhkan orang-orang itu, dia kembali muntahkan sejumlah darah dari mulutnya. Tidak hanya muntahkan darah dari mulutnya saja, dari hidungnya juga keluar sejumlah darah. Beberapa Miko dan orang-orang yang ada di dekatnya pun semakin khawatir.
"Nona Kaori!!," ucap beberapa Miko dan orang-orang itu.
reka semua kemudian ncoba untuk nolong dan rawat Kaori. Tetapi Kaori bersikeras nolak reka.
"Tidak perlu nolong atau rawatku, lebih baik kalian nolong atau rawat orang lain yang terluka saja," ucap Kaori.
Setelah itu, Kaori kembali ncoba untuk nyembuhkan orang-orang yang terluka yang ada di hadapannya lagi. lihat Kaori yang ncoba untuk nyembuhkan orang-orang yang terluka itu lagi, seorang Miko ncoba untuk nghentikannya.
"Hentikan, nona Kaori. Saat ini, anda sudah ncapai batas anda. Tolong beristirahatlah, jika anda terus maksa seperti ini, anda bisa ninggal," ucap Miko B.
ski Miko itu ncoba untuk nghentikan Kaori, Kaori tetap lanjutkan penyembuhannya itu. Dia terus nyembuhkan orang-orang yang terluka itu dengan kondisi mulut dan hidung yang terus ngeluarkan darah. Selain itu, nafas Kaori terlihat juga mulai terengah-engah seperti sedang kelelahan.
"Selama perang...ini belum berakhir, aku...belum boleh berhenti. Aku...juga tidak boleh berisitirahat. Saat ini,.... ada banyak orang yang...berada di garda terdepan yang sedang...bertarung secara langsung dengan...pihak musuh tanpa bisa beristirahat sama sekali. Mana....mungkin aku bisa beristirahat ketika reka...yang ada di garda terdepan...tidak bisa beristirahat,"
"Aku akan terus.....nggunakan kekuatanku untuk nyembuhkan reka...semua yang terluka karena hanya ini satu-satunya...yang bisa aku lakukan untuk mbantu dalam ...perang ini," ucap Kaori.
Setelah ngatakan itu, Kaori tiba-tiba kembali muntahkan sejumlah darah dari mulutnya. Beberapa Miko dan orang-orang yang ada di dekatnya pun kembali khawatir. Tetapi tidak ada dari reka yang berusaha untuk ndekat atau nghentikan Kaori. Lalu, setelah muntahkan sejumlah darah dari mulutnya, Kaori kembali ngatakan sesuatu.
"Kalian semua...tidak perlu khawatir kepadaku..., lebih baik kalian khawatirkan.....diri kalian sendiri. Kalian jangan sampai lengah....karena perang di negeri ini masih.....belum berakhir. Tetapi skipun perang di.....negeri ini masih belum berakhir, aku.....percaya kalau perang ini dapat segera berakhir. Aku....percaya akan ada seseorang...yang dapat ngakhiri dan nghentikan.....perang di negeri ini," ucap Kaori.
-
Sentara itu, di sebuah desa yang berada di dalam sebuah hutan.
Karena desa itu berada di dalam sebuah hutan, bangunan atau rumah yang ada di desa itu mayoritas adalah rumah pohon atau bangunan yang dibangun di atas atau samping batang pohon. Untungnya pohon-pohon yang berada di hutan itu berukuran sangat besar, jadi skipun dibangun sebuah rumah atau bangunan di batang pohon itu, pohon itu masih kuat untuk nahannya. ski begitu, saat ini semua rumah atau bangunan yang dibangun di batang pohon itu terlihat ngalami kerusakan yang sangat parah. Beberapa dari rumah atau bangunan itu bahkan ada yang sedang terbakar.
Lalu di bagian bawah dari desa itu, tepatnya di permukaan tanah yang berada di bawah rumah atau bangunan yang di bangun di atas batang pohon, terlihat ada banyak orang yang sedang duduk di tempat itu. Orang-orang itu kelihatannya sedang dikumpulkan secara paksa di tempat itu karena di sekeliling reka ada beberapa prajurit yang sedang ngacungkan senjatanya ke arah reka yang sedang duduk itu. Selain itu, reka yang sedang duduk itu juga dalam kondisi tangan yang terikat. Semua orang yang sedang duduk itu termasuk prajurit yang sedang ngacungkan senjatanya ke reka itu adalah ras Elf. Tidak ada 1 orang pun yang berasal dari ras lain di tempat itu, semuanya adalah ras Elf. Itu berarti desa tempat reka berada itu sepertinya adalah salah satu desa Elf yang berada di wilayah kerajaan Elf, Seleria.
Para Elf yang sedang duduk sambil diacungkan senjata oleh para prajurit Elf itu saat ini sedang duduk sambil nghadap ke arah seorang Elf wanita. Elf wanita itu terlihat sangat cantik. Pakaian yang dikenakannya pun seperti pakaian seorang bangsawan. Selain itu, elf wanita itu terlihat makai sebuah mahkota kecil di kepalanya seperti seorang putri. Elf wanita itu saat ini sedang lihat ke arah para Elf yang sedang duduk itu sambil nampilkan ekspresi wajah yang datar. Para Elf yang sedang duduk itu terlihat ketakutan saat dilihat oleh elf wanita itu. Elf wanita itu awalnya hanya terdiam, namun tidak lama kemudian, elf wanita itu lalu berbicara kepada seorang elf yang duduk paling depan di antara para Elf yang sedang duduk itu.
"Apakah kamu adalah kepala desa di desa ini?," tanya elf wanita itu.
"Iya, tuan putri," ucap elf yang rupakan kepala desa itu.
Elf yang rupakan kepala desa itu rupakan seorang pria yang terlihat tidak terlalu tua.
Sentara itu, ndengar kepala desa itu manggil elf wanita itu dengan sebutan ’tuan putri’, sepertinya elf wanita itu mang rupakan seorang putri elf.
"Kamu tahu kan alasan kepada kamu dan seluruh warga desamu dikumpulkan seperti ini?," tanya putri elf.
"Saya tahu, tuan putri," ucap kepala desa elf.
"Kalau begitu, jangan lawan karena aku akan njadikan kalian semua sebagai budak karena semua orang yang ada di desa ini telah gagal dalam mbayar pajak untuk bulan ini," ucap putri elf.
Para elf yang sedang duduk itu pun terlihat terkejut setelah ndengar perkataan putri Elf. reka semua semakin ketakutan, bahkan beberapa di antara reka terlihat mulai nangis.
"T-tidak, aku tidak mau njadi budak!," ucap elf wanita A.
"A-aku juga, a-aku tidak mau njadi budak," ucap elf wanita B.
Para elf yang sedang duduk itu kompak nolak untuk dijadikan budak. Situasi di tempat itu pun njadi tidak terkendali. lihat situasi yang tidak terkendali itu, putri elf itu lalu ngatakan sesuatu.
"Para prajurit, bunuh beberapa elf agar reka semua diam," ucap putri elf.
"Baik, tuan putri," ucap para prajurit elf.
Para prajurit elf yang sejak awal sedang ngacungkan senjata ke arah para elf yang sedang duduk itu lalu mulai nyerang beberapa elf yang sedang duduk itu. reka nyerang para elf itu secara acak, entah itu tua, muda, pria atau wanita, semuanya reka serang. Tetapi sesuai dengan perintah dari putri elf, reka tidak nyerang semuanya, hanya beberapa dari elf itu saja.
Karena para elf itu tidak bisa lawan akibat tangan reka yang sedang diikat, reka pun hanya pasrah ketika diserang oleh para prajurit elf itu. reka pun langsung tewas tepat setelah diserang oleh para prajurit elf itu. Sentara para elf yang masih dibiarkan hidup terlihat sangat terkejut ketika lihat beberapa elf itu mati di tangan para prajurit itu.
"Ahhhhhh, kakek!. Jangan mati, kakek!!," ucap elf bocah lelaki A.
"Nenek!!! Jangan tinggalkan aku sendiri!!!," ucap elf wanita C.
"Sayang!, tolong jangan tinggalkan aku, sayang!!," ucap elf pria B.
"Ayah!, Ibu!, tolong bangun!!," ucap elf gadis kecil A.
Para elf yang masih hidup itu kini sedang nangisi kematian orang-orang terdekat reka. reka hanya bisa nangisi tanpa bisa luk jasad dari orang-orang terdekat reka karena tangan reka yang sedang terikat. Sentara itu, putri elf yang sebelumnya rintahkan para prajurit untuk mbunuh beberapa elf terlihat hanya terdiam sambil berekspresi datar ketika lihat reka yang sedang nangisi kematian orang-orang terdekat reka.
Lalu ketika putri elf itu sedang terdiam, tiba-tiba ada seorang wanita elf yang ngajaknya bicara.
"skipun kamu adalah seorang putri, kamu benar-benar keterlaluan. Beraninya kamu renggut nyawa orang-orang begitu mudahnya. Kamu bahkan dengan mudahnya ingin njadikan kami sebagai budak hanya karena kami tidak bisa mbayar pajak untuk bulan ini," ucap elf wanita itu.
Kepala desa elf yang sebelumnya hanya terdiam ketika lihat pembunuhan yang dilakukan oleh para prajurit atas perintah putri elf, kemudian langsung noleh ke arah elf wanita yang berbicara itu.
"Berhenti, Fiel. Jangan mbuat tuan putri semakin marah," ucap kepala desa elf.
Elf wanita yang berbicara kepada putri elf itu ternyata bernama Fiel. Fiel miliki wajah yang cantik. ski begitu, ada sebuah bekas luka goresan di pipi kanan dan juga di dahinya.
Lalu, setelah ndengar perkataan Fiel, putri elf itu lalu nanggapi perkataan Fiel.
"Jika kamu tidak mau njadi budak, kamu harus mbayar pajak untuk bulan ini. Bukankah itu sudah njadi peraturan dan undang-undang di kerajaan ini? Jika kamu protes terhadap peraturan dan undang-undang di kerajaan ini, maka itu sama saja kamu mprotes ayahandaku karena peraturan dan undang-undang ini dibuat oleh ayahandaku," ucap putri elf dengan tatapan yang tajam.
ski ditatap dengan tajam, Fiel terlihat tidak ketakutan sedikitpun.
"Iya, aku mprotesnya. Aku mprotes peraturan dan undang-undang yang wajibkan rakyat kerajaan Seleria mbayar pajak kepada kerajaan Seleria, apalagi pajak yang dibayarkan sangatlah tinggi. Bisa-bisanya Raja mbuat peraturan dan undang-undang seperti ini? Apa beliau tidak tahu kalau setiap bulannya rakyat dari kerajaan Seleria selalu berkurang jumlahnya karena telah dijual sebagai budak gara-gara peraturan dan undang-undang yang dibuatnya? Jika peraturan dan undang-undang ini terus berlangsung, semakin lama akan semakin banyak rakyat dari kerajaan Seleria yang berkurang. Apa beliau tidak peduli sedikitpun dengan rakyat kerajaan Seleria?," tanya Fiel.
Putri elf terdiam sejenak setelah ndengar pertanyaan Fiel. Tidak lama kemudian, dia mulai nanggapi pertanyaan Fiel.
"Uang pajak dari kalian digunakan untuk mbangun dan ningkatkan kerajaan Seleria, namun kalian masih mpertanyakan apakah ayahanda dengan rakyat kerajaan Seleria atau tidak? Benar-benar bodoh," ucap putri elf.
Fiel tiba-tiba tertawa setelah ndengar perkataan putri Elf.
"Ahahaha, mbangun dan ningkatkan kerajaan Seleria? Yang benar saja, tuan putri. Mungkin maksud anda itu, uang pajak dari rakyat kerajaan Seleria digunakan untuk mbangun dan ningkatkan ibukota kerajaan Seleria yang rupakan tempat tinggal kalian dan para bangsawan lainnya. Kalian itu sama sekali tidak peduli dengan wilayah lain di kerajaan Seleria," ucap Fiel.
Putri elf itu pun langsung terdiam setelah ndengar perkataan Fiel. Ketika putri elf itu sedang terdiam, Fiel lalu lanjutkan perkataannya.
"Peraturan dan undang-undang yang wajibkan rakyat kerajaan Seleria mbayar pajak setiap bulannya rupakan peraturan dan undang-undang yang bodoh. Peraturan dan undang-undang itu dibuat hanya untuk muaskan kalian para bangsawan saja, kalian sama sekali tidak peduli dengan para rakyat biasa. Peraturan dan undang-undang bodoh itu harus dihapuskan untuk nyelamatkan rakyat kerajaan Seleria. Aku mang tidak bisa lakukannya, tetapi aku percaya suatu saat nanti ada seseorang yang bisa nghapus peraturan dan undang-undang bodoh itu," ucap Fiel.
Setelah sebelumnya hanya terdiam, putri elf itu lalu mulai berbicara kembali untuk nanggapi perkataan Fiel.
"Kamu terlalu banyak bicara. Sepertinya kamu tidak cocok untuk dijual sebagai budak,"
"Para prajurit, silahkan gunakan wanita itu sepuas kalian," ucap putri elf kepada para prajurit elf yang ada di tempat itu.
Fiel terlihat terkejut setelah ndengar perkataan putri elf, sentara para prajurit elf yang ndengar hal itu kelihatan senang.
"Apa kami boleh lakukan apa saja terhadap wanita itu, tuan putri?," tanya prajurit elf A.
"Iya, seperti yang aku katakan barusan," ucap putri elf.
"Terima kasih, tuan putri," ucap prajurit elf A dengan ekspresi yang gembira.
Setelah itu, beberapa prajurit elf mulai nghampiri Fiel yang saat ini sedang duduk dengan tangan yang terikat.
"Ayo kita tangkap dan bawa wanita elf itu dulu, lalu kita akan ’makainya’ setelah pekerjaan di desa ini selesai," ucap prajurit elf A.
"Iya, ayo kita tangkap dia," ucap prajurit elf B.
Tidak lama kemudian, beberapa prajurit elf itu pun kini sudah berada di dekat Fiel. Fiel yang lihat beberapa prajurit itu sudah berada di dekatnya terlihat tidak ketakutan sama sekali. ski begitu, Fiel terlihat sedang lihat ke arah beberapa prajurit itu dengan tatapan yang tajam.
"Berhenti!, jangan berani kalian macam-macam denganku," ucap Fiel.
Beberapa prajurit itu lalu tertawa setelah ndengar perkataan Fiel.
"Ahahaha, mangnya apa yang bisa kamu lakukan dengan tangan yang terikat seperti itu?," tanya prajurit elf A.
"Kamu tidak perlu takut, kami akan rawatmu dengan baik," ucap prajurit elf B.
Setelah itu, beberapa prajurit itu lalu bersiap untuk nangkap dan mbawa Fiel. Namun, ketika reka sedang bersiap untuk mbawa Fiel, beberapa anak panah tiba-tiba lesat dengan sangat cepat ke arah beberapa prajurit itu. Beberapa anak panah itu lalu ngenai kepala beberapa prajurit itu dan langsung nghancurkannya. Beberapa prajurit itu pun langsung tewas seketika dengan kondisi kepala yang hancur. Tubuh reka lalu langsung tumbang dan tergeletak di tanah.
Para elf yang sedang duduk itu terlihat sangat terkejut ketika lihat beberapa prajurit itu tiba-tiba telah tewas dengan kepala yang hancur. Beberapa dari para elf itu bahkan berteriak ketakutan setelah lihat jasad beberapa prajurit elf itu.
"Ahhhhh,"
Sentara Fiel, skipun dia terkejut, dia juga bingung kenapa beberapa prajurit itu bisa tewas.
"Kenapa reka bisa tewas? Siapa yang telah nyerang dan mbunuh reka?," tanya Fiel.
Tidak hanya Fiel dan para elf yang sedang duduk itu saja, para prajurit elf yang lain juga terlihat terkejut dengan tewasnya beberapa prajurit elf itu.
"Apa-apaan ini? Kenapa reka tiba-tiba tewas?," tanya prajurit elf C.
"Siapa yang lakukan ini? Tunjukan diri kalian," ucap prajurit elf D.
Sentara itu, putri elf terlihat tidak terkejut sama sekali setelah liha beberapa prajurit elf yang tewas itu . Dia masih nampilkan ekspresi datar di wajahnya. Lalu, tidak lama kemudian, dia tiba-tiba noleh ke atas, tepatnya ke salah satu rumah pohon. Dia lihat ada seorang wanita yang sedang gang sebuah busur panah di atas atap rumah pohon itu. Wanita itu saat ini sedang ngarahkan busur panahnya itu ke arah putri elf.
"Kamu siapa?," tanya putri elf dengan nampilkan ekspresi datarnya.
Para prajurit yang ndengar putri elf sedang berbicara tiba-tiba langsung noleh ke arah putri elf. reka lalu lihat putri elf sedang noleh dan lihat ke salah satu rumah pohon. reka pun ikut lihat ke salah satu rumah pohon itu. Ketika reka sudah lihat ke salah satu rumah pohon itu, reka pun juga lihat wanita yang sedang ngarahkan busur panahnya ke arah putri elf.
"Siapa kau!?," tanya prajurit elf C.
Setelah diperhatikan lebih teliti, wanita yang sedang gang sebuah busur panah itu ternyata adalah seorang elf. Selain itu, wajah wanita itu terlihat familiar. Wanita itu adalah Saria, seorang elf yang rupakan salah satu komandan dari Engill Forstorelse.
Saria saat ini sedang bersiap untuk nembakkan anak panah dari busurnya itu ke arah putri elf yang ada di bawah. Ketika dia sedang bersiap untuk nembakkan anak panah dari busurnya itu, di sekelilingnya tiba-tiba muncul banyak anak panah yang terlihat seperti terbuat dari sihir angin.
Lalu, ketika Saria sedang bersiap untuk nembak, Saria lalu mulai njawab pertanyaan putri elf dan salah satu prajurit elf itu.
"Aku hanyalah seorang elf yang kebetulan sedang lewat," ucap Saria.
Setelah itu, Saria lepaskan anak panahnya itu dari busurnya. Anak panah itu lalu lesat dengan sangat cepat bersamaan dengan anak panah yang tiba-tiba muncul di sekelilingnya. Anak panah itu lesat dengan sangat cepat ke arah putri elf dan para prajurit elf itu.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)