Font Size
15px

Beberapa hari kemudian, di tempat latihan yang berada di kediaman Duke Louis.

Irene tiba-tiba terhempas beberapa ter ke belakang. Dia kemudian langsung terjatuh dan terbaring di lantai tempat latihan itu. Ketika sedang terbaring, Irene terlihat sangat kelelahan. Ini dibuktikan dari dia yang bernafas dengan terengah-engah. Selain itu, di tubuhnya juga ada beberapa luka goresan yang tidak terlalu dalam. Sentara di depan Irene yang sedang terbaring, terlihat Duchess Arlet sedang gang rapier miliknya sambil lihat ke arah Irene yang sedang terbaring. Duchess Arlet tidak terlihat kelelahan sama sekali. Bahkan tubuhnya juga tidak terluka sama sekali.

Sentara itu, di sekitar tempat latihan itu, terlihat ada cukup banyak prajurit dan pelayan. Alasan reka ada di sekitar tempat latihan itu karena reka penasaran dengan latihan tanding antara Duchess Arlet dan Irene. reka pun jadi ingin lihat dan nontonnya. reka sudah lihat dan nonton latihan tanding antara Duchess Arlet dan Irene sejak pertama kali latihan tanding itu dimulai.

"Putri Irene lagi-lagi ngalami kekalahan dalam lawan nona Duchess. Sepertinya mang sulit untuk ngalahkan nona Duchess. Jangankan ngalahkan nona Duchess, untuk lukai nona Duchess kelihatannya juga sulit," ucap prajurit A.

"Aku pernah dengar kalau nona Duchess rupakan orang terkuat di keluarga San Lucia saat ini. Beliau lebih kuat dari tuan Duke, bahkan beliau katanya juga lebih kuat dari tuan Asier dan nona Ivana yang rupakan komandan prajurit San Fulgen. Jika mang benar begitu, tidak ngherankan kalau putri Irene sulit untuk ngalahkan beliau," ucap prajurit B.

"Sejak hari itu, setiap harinya putri Irene terus lakukan latihan tanding dengan nona Duchess. Tetapi sampai saat ini putri Irene belum pernah nang sekalipun. Aku tahu kalau sebelum reka lakukan latih tanding, nona Duchess sempat latih dan ngajari putri Irene. Latih tanding ini pun juga bagian dari latihan putri Irene. Tetapi jika putri Irene terus kalah seperti ini, bukankah itu berarti tidak ada kemajuan sedikitpun dalam latihannya?," tanya prajurit C.

"mang putri Irene terus ngalami kekalahan nona Duchess, tetapi bukan berarti kalau putri Irene tidak ngalami kemajuan. Jika kamu terus ngikuti dan lihat latih tanding antara putri Irene dengan nona Duchess sejak awal, kamu pasti akan tahu kalau putri Irene telah ngalami kemajuan secara perlahan. ski putri Irene belum pernah nang, tetapi setidaknya dia secara perlahan semakin mbuat nona Duchess kerepotan. Jika putri Irene terus ngalami kemajuan sepergi ini skipun hanya perlahan, bukan tidak mungkin kalau ke depannya dia bisa ngalahkan nona Duchess," ucap prajurit A.

"Iya, itu benar. Aku akan nonton latih tanding antara reka setiap harinya untuk lihat secara langsung kenangan pertama putri Irene dalam latih tanding lawan nona Duchess," ucap prajurit D.

Tidak hanya para prajurit saja yang ngontari latih tanding itu, para pelayan yang lihat dan nonton latih tanding itu juga ikut ngontarinya.

"skipun nona Duchess sempat ’tertidur’ selama 11 tahun, tetapi kemampuannya sama sekali tidak hilang. Beliau masih sangat kuat seperti dirinya yang dulu," ucap pelayan A.

"Iya. skipun putri Irene itu kuat, dia masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan nona Duchess. Daripada itu, aku penasaran siapa yang akan nang jika nona Duchess lawan Rid," ucap pelayan B.

"Tentang itu, aku bukannya rehkan nona Duchess. Aku tahu kalau nona Duchess itu sangat kuat, tetapi jika nona Duchess lawan Rid, aku yakin kalau nona Duchess akan kalah,"

"Kita mang belum pernah lihat Rid makai kekuatan penuhnya. Kita hanya pernah lihat Rid lakukan latih tanding dengan putri Irene. Saat latih tanding itu, aku yakin Rid tidak makai kekuatannya. ski begitu, setidaknya kita tahu gambaran soal kekuatan Rid dari surat kabar yang terbit setelah terjadinya insiden penyerangan yang terjadi di kerajaan ini. Di surat kabar itu, dijelaskan kalau Rid telah ngalahkan tuan Duke Remy yang telah berubah njadi iblis. Rid bisa ngalahkan orang yang tidak mampu dikalahkan oleh tuan Duke, nona Duchess dan bahkan Yang Mulia Ratu. Dari surat kabar itu, dapat dipastikan kalau Rid lebih kuat dari nona Duchess yang rupakan orang terkuat di keluarga San Lucia saat ini," ucap prajurit C.

Sentara itu, kembali ke arena tempat latihan.

Terlihat Duchess Arlet mulai naruh rapiernya kembali di pinggangnya. Setelah itu, dia berjalan nghampiri Irene yang masih terbaring di lantai tempat latihan. Kemudian, dia mbantu Irene yang sedang terbaring untuk bangun. Irene pun bisa bangun dan berdiri kembali dengan bantuan Duchess Arlet. ski begitu, Irene terlihat sedikit kesulitan untuk berdiri sendiri, jadi Duchess Arlet mbantunya dengan mapahnya.

"Kamu sedikit demi sedikit mulai bisa repotkanku, Irene. ski begitu, kamu masih jauh untuk bisa ngimbangiku," ucap Duchess Arlet sambil mapah Irene.

"Lihat saja nanti, ibunda. Aku pasti akan segera ngimbangimu dan kemudian aku akan ngalahkanmu," ucap Irene.

Duchess Arlet pun tersenyum setelah ndengar perkataan Irene.

"Aku nantikannya," ucap Duchess Arlet.

-

Sentara itu, di halaman yang berada di samping kediaman Duke Louis.

Terlihat Lily sedang terbaring di halaman itu dengan kondisi tubuh yang dipenuhi oleh cukup banyak luka. Tidak hanya itu saja, dia juga terlihat sangat kelelahan karena nafasnya terlihat terengah-engah. Sentara di hadapan Lily saat ini, terlihat ada seorang Demi-Human rubah yang ngenakan seragam prajurit Duke San Lucia. Demi-Human itu rupakan ayah Lily.

Ayah Lily terlihat tidak mbawa atau gang senjata sama sekali. Selain itu, ayah Lily terlihat tidak ngalami luka sedikitpun. Dia pun juga terlihat tidak kelelahan sama sekali.

"Apa kamu sudah nyerah, Lily? Bukankah kamu bilang kalau kamu ingin njadi lebih kuat agar kamu bisa sedikit ngejar putri Irene?,"

"Saat ini, putri Irene terus berlatih dengan tuan muda Rid dan juga nona Duchess. Dia terus berlatih dengan keras setiap harinya. Jika kamu segini saja sudah nyerah, kamu tidak akan bisa ngejar putri Irene skipun hanya sedikit," ucap ayah Lily.

Setelah ndengar perkataan ayahnya, Lily pun langsung bangkit kembali.

"Ayah benar, aku harus ngejar nona skipun hanya sedikit. Disaat nona sedang berlatih dengan keras untuk njadi lebih kuat, maka aku sebagai asistennya juga harus berlatih dengan keras untuk njadi lebih kuat juga agar aku bisa terus berguna untuk nona,"

"Ayo kita lanjutkan, ayah," ucap Lily.

Ayah Lily pun langsung tersenyum setelah ndengar perkataan Lily.

"Itu baru putriku. Ayo kita lanjutkan latihannya. skipun aku tidak bisa ngajarimu ~Armadura Elental Animal~, tetapi aku akan tetap mbuatmu njadi lebih kuat dari dirimu yang sekarang," ucap ayah Lily.

"Baik, ayah," ucap Lily.

-

Di sisi lain halaman samping kediaman Duke Louis.

Terlihat Leandra sedang nembakkan bola-bola sihir ciptaannya itu ke atas. Dia tidak hanya sekedar nembakkan bola-bola sihir ciptaannya ke udara saja, lainkan untuk ngenai beberapa target yang sedang layang di udara.

"Lebih cepat lagi, Lea," ucap seorang Elf wanita yang berada di belakang Leandra.

Elf wanita itu terlihat ngenakan seragam pelayan. Elf wanita itu adalah ibu Leandra.

"Baik, ibu," ucap Leandra.

Setelah itu, bola-bola target yang ditembakkan oleh Leandra tiba-tiba njadi lebih cepat dari yang sebelumnya. Bola-bola itu pun terus lesat ngenai target yang layang di udara. ski begitu, ada beberapa bola-bola sihir yang bergerak leset dan tidak ngenai target.

"Selain lebih cepat, kamu juga harus lebih akurat dalam nembakkan bola-bola sihir itu. Ayo fokus, Lea, bukankah kamu ingin njadi lebih kuat agar bisa terus berguna bagi putri Irene?," tanyaibu Leandra.

"Itu benar, ibu. Aku mau terus berguna bagi nona," ucap Leandra.

"Kalau begitu, teruslah fokus. Arahkan bola-bola sihirmu itu dengan cepat ke arah target dan hancurkan target-target itu tanpa leset sedikitpun," ucap ibu Leandra.

"Baik, ibu," ucap Leandra.

-

Sentara itu, di sebuah tempat latihan yang berada di White Palace.

Terlihat Charles sedang berlutut dengan kondisi yang kelelahan dan juga dipenuhi oleh beberapa luka goresan yang tidak terlalu dalam. Charles berlutut sambil gang sebuah pedang di tangannya. Sentara di hadapan Charles, terlihat komandan Oliver yang sedang naruh pedangnya kembali di pinggangnya. Komandan Oliver tidak terlihat terluka sama sekali. Dia pun juga tidak kelelahan sama sekali.

"Latihan hari ini cukup sampai disini saja, pangeran," ucap komandan Oliver.

"Iya. Terima kasih karena telah nemaniku latihan, tuan Oliver," ucap Charles.

Setelah ngatakan itu, Charles yang sedang berlutut secara perlahan mulai berdiri kembali.

"Tidak perlu berterima kasih, lagipula ini mang salah satu tugas saya yaitu untuk mbuat pangeran njadi lebih kuat," ucap komandan Oliver.

Kemudian, setelah Charles sudah berdiri kembali, tiba-tiba ada 3 orang yang nghampirinya. 2 di antara 3 orang itu adalah Chloe dan Caroline. Chloe dan Caroline kondisinya terlihat sama seperti Charles. Di tubuh reka berdua terlihat ada beberapa luka. Selain itu, reka berdua juga nampak kelelahan. Lalu, satu orang sisanya adalah orang yang tidak asing bagi reka. Orang itu adalah Marco, murid senior tahun keempat ketika Charles dan Chloe masih njadi murid tahun pertama. Selain itu, Marco juga rupakan putra dari komandan Oliver.

Marco terlihat ngenakan seragam prajurit yang sama dengan yang dikenakan oleh Gretta, Alisha dan Sophie. Seragam prajurit yang dikenakan Marco rupakan seragam prajurit yang ditugaskan untuk njaga ibukota San Estella.

Ketika Chloe dan Caroline telah nghampiri Charles, reka pun langsung berbincang.

"Gimana latihannya, kakak?," tanya Caroline.

"Sama seperti biasanya, aku tetap kalah dari tuan Oliver. Bagaimana dengan kalian berdua?," tanya Charles.

"Sama sepertinya biasanya juga. Aku dan kakak Chloe tetap kalah dari kakak Marco. Dia itu benar-benar kuat," ucap Caroline.

"Itu benar, seperti yang diharapkan dari putra tuan Oliver," ucap Chloe.

Marco yang kebetulan ndengar perkataan reka pun langsung nanggapi perkataan reka.

"Kalian berdua terlalu berlebihan, aku tidak sekuat yang kalian kira. Dibandingkan dengan ayahanda, aku masih belum ada apa-apanya," ucap Marco.

"Seperti biasa, kakak Marco selalu rendah ketika dipuji. Padahal kakak Marco itu benar-benar kuat,"

"Saking kuatnya kakak Marco, aku jadi penasaran, jika kakak Marco lawan kakak Rid, kira-kira siapa yang akan nang?," tanya Caroline.

ndengar pertanyaan Caroline, Marco langsung njawabnya.

"Tentu saja Rid yang akan nang, putri. ski aku tidak pernah bertarung satu kali pun dengannya ketika kami masih njadi murid akademi, tetapi aku yakin kalau Rid lah yang akan nang apabila kami bertarung. Rid bahkan bisa ngalahkan tuan Remy yang telah berubah njadi iblis. Aku mana mungkin bisa ngalahkan tuan Remy," ucap Marco.

"Hmm yah kamu ada benarnya juga, kakak Marco," ucap Caroline.

Setelah itu, reka pun terus lanjutkan pembicaraan yang terjadi di antara reka. Chloe, Caroline dan Marco terus berbicara satu sama lain. Sentara Charles terlihat hanya diam saja. Ketika lihat Charles yang terdiam, komandan Oliver mutuskan untuk berbicara dengannya.

"Ada apa, pangeran? Kenapa anda hanya diam saja," tanya komandan Oliver.

Charles yang sebelumnya terdiam kini langsung njawab pertanyaan komandan Oliver.

"Tidak apa-apa, tuan Oliver. Hanya saja, ketika ndengar Caroline mbicarakan tentang Rid, aku jadi ngingat tentang impiannya Rid," ucap Charles.

"Begitu ya," ucap komandan Oliver.

"Anda tahu kan tentang impian Rid? Aku dengar dari ibunda kalau Rid mberitahukan tentang impiannya itu kepada anda, ibunda dan nona Karina ketika kalian sedang berdiskusi," ucap Charles.

"Iya, saya ngetahui tentang impian tuan muda Rid," ucap komandan Oliver.

"nurut anda, apa impian Rid itu bisa diwujudkan?," tanya Charles.

Komandan Oliver terdiam sejenak setelah ndengar pertanyaan Charles. Tidak lama kemudian, dia mulai njawab pertanyaan Charles.

"Awalnya saya berpikir kalau impian tuan muda Rid itu mustahil untuk diwujudkan, nona kepala akademi juga berpikiran seperti itu. Tetapi setelah diingatkan oleh Yang Mulia Ratu tentang kontribusi dan peran tuan muda Rid di kerajaan ini, kami jadi berpikir kalau impian tuan muda Rid mungkin bisa diwujudkan skipun cukup sulit untuk wujudkannya,"

"Yang Mulia Ratu juga berpikir demikian tetapi beliau yakin kalau tuan muda Rid bisa wujudkan impiannya itu. Beliau bahkan sangat ndukung Rid untuk wujudkan impiannya itu," ucap komandan Oliver.

"Iya, aku telah diberitahu oleh ibunda kalau ibunda sangat ndukung Rid untuk wujudkan impiannya. Bahkan ibunda sampai nunjuk Rid untuk nempati posisi itu. Posisi itu bahkan tugasnya diubah njadi tugas yang mirip dengan impiannya itu," ucap Charles.

"Iya, saya pun tidak nyangka kalau Yang Mulia Ratu akan lakukan itu," ucap komandan Oliver.

Setelah itu, Charles pun terdiam sesaat sambil mikirkan sesuatu. Komandan Oliver pun bingung ketika lihat Charles yang tiba-tiba terdiam lagi. Setelah itu, komandan Oliver pun bertanya kepada Charles.

"Ada apa lagi, pangeran?," tanya komandan Oliver.

Charles yang sebelumnya terdiam kini langsung njawab pertanyaan komandan Oliver.

"Tidak apa-apa, tuan Oliver. Aku hanya sedang mikirkan sesuatu," ucap Charles.

"Hmmm, apa mungkin pangeran sedang mikirkan tentang impian tuan muda Rid lagi?," tanya komandan Oliver.

"Yah begitulah," ucap Charles.

"Apa anda berpikiran untuk ikut dengan tuan muda Rid dalam wujudkan impiannya itu?," tanya komandan Oliver.

"Tidak, tuan Oliver. Aku sudah berjanji untuk tetap di kerajaan ini untuk mbantu obunda dalam ngelola dan mbangun kerajaan ini. Lagipula aku adalah pangeran di kerajaan ini, tidak pantas bagiku sebagai pangeran untuk terus bepergian ke kerajaan atau negara lain. Sebagai pangeran, aku harus tetap di kerajaan ini untuk mbantu ibunda," ucap Charles.

"Baiklah jika itu adalah keputusan pangeran sendiri," ucap komandan Oliver.

Setelah itu, Caroline secara tiba-tiba nghampiri Charles dan komandan Oliver.

"Kakak Charles lagi-lagi mbicarakan tentang impian kakak Rid. Aku sebelumnya ndengar tentang terus bepergian ke kerajaan lain, apa itu ada hubungannya dengan impian kakak Rid? mangnya impian kakak Rid itu apa?," tanya Caroline.

Setelah ndengar pertanyaan Caroline, Charles pun langsung njawabnya.

"Aku tidak bisa mberitahunya, Carol. Lagipula Rid sendiri juga sudah bilang kepadamu kalau impiannya itu adalah rahasia," ucap Charles.

"Lagi-lagi kakak Charles tidak mau mberitahuku tentang impian kakak Rid," ucap Caroline.

Setelah itu, Caroline noleh ke arah komandan Oliver.

"Tuan Oliver, mangnya impian kakak Rid itu apa? Tuan Oliver tahu kan?," tanya Caroline.

Komandan Oliver pun langsung njawabnya.

"Maaf, putri. Saya tidak bisa mberitahunya," ucap komandan Oliver.

"Bahkan tuan Oliver juga, kenapa tidak ada yang mau mberitahu tentang impian kakak Rid kepadaku?," tanya Caroline dengan sedikit kesal.

Sentara itu, Marco yang sedang berada di dekat komandan Oliver, Charles dan Caroline kebetulan juga ndengar pembicaraan reka.

"Impian Rid....," ucap Marco.

-

Di sebuah tempat latihan yang berada di akademi.

Terlihat ada beberapa murid akademi baik itu murid laki-laki dan perempuan yang sedang tergeletak di tempat latihan itu. Sentara di sisi samping tempat latihan itu, para murid yang ada disana terlihat terkejut ketika lihat murid-murid yang ada di arena tempat latihan telah tergeletak. reka tambah terkejut ketika ngetahui kalau para murid itu tergeletak karena dikalahkan oleh 1 orang. Orang yang ngalahkan reka saat ini sedang berdiri di tengah arena tempat latihan sambil gang pedang miliknya. Orang itu adalah Elaina.

"’Putri Pedang’ benar-benar kuat, dia dengan mudahnya ngalahkan reka semua seorang diri," ucap murid A.

"Seperti yang diharapkan dari putri komandan tertinggi kerajaan ini," ucap murid B.

Sentara itu, setelah ngalahkan para murid yang ada di sekitarnya itu, Elaina lalu naruh pedangnya kembali di pinggangnya.

"Ini masih belum cukup, aku harus terus njadi lebih kuat," pikir Elaina.

-

Di sebuah tempat yang berada dekat dengan pegunungan Orokho.

Aku baru saja ngalahkan beberapa hewan buas dan monster yang ada di sekitarku dengan pedang berwarna putih peninggalan kedua orang tuaku. ski aku sudah ngalahkan beberapa hewan buas dan monster, beberapa hewan buas dan monster lainnya kembali berdatangan untuk nyerangku.

"Setelah aku pikirkan, sepertinya aku juga harus berlatih dengan nggunakan ’pedang itu’," pikirku.

Aku lalu mbuka ~Storage~ dan naruh pedang berwarna putih itu ke dalam ~Storage~. Setelah itu, aku ngambil pedangku yang lain di dalam ~Storage~. Pedang yang aku ambil kali ini rupakan pedang berwarna dominan hitam dengan sedikit corak berwarna rah di beberapa bagiannya. Pedang itu rupakan salah satu pedang peninggalan orang tuaku.

Setelah ngambil pedang itu, aku lalu secara perlahan mulai narik pedang itu keluar dari sarung pedangnya karena ketika pedang itu baru diambil, pedang itu masih dibalut oleh sarung pedang yang lindunginya. Ketika aku sedang narik pedang itu secara perlahan dari sarung pedangnya, sebuah aura berwarna hitam yang sangat pekat pun langsung keluar dari dalam pedang itu.

"Komandan iblis itu bilang kalau tidak apa-apa nggunakan sihir ini disini asalkan tidak nggunakan sihir tingkat tingginya. Kalau begitu aku akan nggunakan sihir tingkat rendah dan nengah saja,"

"Sekarang, waktunya untuk berlatih dengan penggunakan pedang ini sekaligus latih ~Dark Magic~ milikku," ucapku.

-

Lalu, hari-hari pun terus berlalu. Sampai tidak terasa kalau 1 tahun pun telah terlewati.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.