Font Size
15px

Pagi harinya, di asrama akademi.

Aku saat ini sedang bersiap untuk makai seragam akademiku. Beberapa saat sebelumnya, aku ndapatkan informasi kalau semua murid tahun keempat harus segera berkumpul di lantai 5 gedung lobi akademi. Itu dikarenakan acara kelulusan akan diadakan di lantai itu. Benar, hari ini rupakan hari kelulusan bagi kami yang rupakan murid tahun keempat. Hari ini juga rupakan hari terakhir kami njadi murid akademi dan sekaligus hari terakhir kami tinggal di akademi.

"Sudah hampir 4 tahun berlalu ya. Padahal aku rasa baru kemarin aku njadi murid akademi, tetapi sekarang sudah tiba hari kelulusan saja. Dalam 4 tahun ini, banyak hal yang telah terjadi," ucapku.

Kemudian, aku pun selesai makai seragamku. Setelah itu, aku langsung bergegas keluar dari kamar asramaku. Setelah aku keluar dari kamar asramaku, aku lihat Irene yang sedang berdiri sambil lihat ke bawah, tepatnya ke halaman asrama akademi. lihat Irene sedang berdiri, aku pun langsung manggilnya.

"Irene," ucapku.

Irene langsung noleh ke arahku setelah aku manggilnya.

"Rid, kamu sudah selesai bersiap-siap?," tanya Irene.

"Iya. Kamu pun juga kelihatannya sudah selesai. Kamu bahkan lebih dulu selesai daripada yang lainnya," ucapku sambil lihat ke lorong lantai asrama akademi tempat kami berada.

Terlihat di lantai ini hanya ada kami berdua saja, yang berarti orang lain seperti Noa, Charles dan Chloe yang berada di lantai yang sama dengan kami belum selesai bersiap-siap.

"Iya. Lagipula aku biasanya mang tidak perlu mbutuhkan waktu lama untuk bersiap-siap," ucap Irene.

Setelah itu, Irene kembali lihat ke bawah dari lantai tempat kami berada. lihat Irene yang sedang lihat ke bawah, aku pun juga ikut lihat ke bawah. Terlihat di lantai bawah, tepatnya di halaman asrama akademi sudah ada beberapa murid yang sedang berkumpul dan berbincang satu sama lain. Ada juga beberapa murid yang sedang berjalan nuju gerbang asrama akademi untuk pergi nuju gedung lobi akademi.

"Tidak terasa kalau hari ini rupakan hari terakhir kita di akademi," ucap Irene sambil terus lihat ke bawah.

"Iya, kamu benar," ucapku yang juga sambil terus lihat ke bawah.

Tidak lama kemudian, kami berdua ndengar ada suara pintu yang terbuka. Kami berdua pun langsung noleh ke asal suara pintu yang terbuka itu. Ketika kami noleh, ternyata suara pintu yang terbuka itu berasal dari pintu asrama tempat Chloe tinggal. Chloe baru saja keluar dari pintu asramanya itu. Begitu Chloe keluar, Chloe pun langsung nyapaku dan Irene.

"Pagi, Rid, Irene," ucap Chloe.

"Pagi, Chloe," ucapku dan Irene.

Tidak lama setelah itu, giliran Charles dan Noa yang baru saja keluar dari asrama reka. Setelah reka berdua keluar, kami pun ngobrol di lantai tempat kami berada itu. Namun baru beberapa nit kami ngobrol, tiba-tiba kami ndengar ada suara yang manggil Irene dari bawah.

"Nona Irene!!," ucap suara itu.

Dari suaranya, suara itu terdengar seperti suara Lily. Kami yang ndengar suara itu pun langsung lihat ke bawah. Dan benar saja, di lantai bawah terlihat ada Lily yang terus manggil nama Irene. Lily tidak sendiri karena ada Leandra, Julie, Lillian dan juga Kotaro yang sedang bersamanya. lihat reka berempat sudah berada di lantai bawah, kami mutuskan untuk lanjutkan obrolan kami sambil berjalan nuju lantai bawah.

Setelah sampai di lantai bawah dan nghampiri reka berempat, kami pun lanjutkan langkah kami untuk nuju gerbang asrama akademi. Begitu sampai di gerbang asrama akademi, kami terus lanjutkan langkah kami nuju gedung lobi akademi.

Begitu sampai di gedung lobi akademi, kami lihat sudah ada cukup banyak murid tahun keempat di gedung itu. Sebagian besar dari reka masih berada di lantai 1 gedung lobi akademi, sentara sisanya sedang berjalan naiki tangga untuk nuju ke lantai 5 gedung lobi akademi tempat acara kelulusan diadakan. lihat beberapa murid yang sedang naiki tangga itu, kami pun ikut nyusul reka untuk nuju ke lantai 5 gedung lobi akademi.

Begitu sampai di lantai 5 gedung lobi akademi, terlihat sudah ada beberapa murid yang ada di lantai itu. reka semua sedang berbincang satu sama lain. Kami pun juga langsung berbincang begitu kami sampai di lantai itu. Kami berbincang sambil lihat sekeliling lantai 5 gedung lobi akademi yang rupakan arena pertandingan.

"Benar-benar nostalgia. Sudah lama kita tidak datang kesini," ucap Charles.

"Terakhir kita datang kesini saat ujian masuk akademi tahap ketiga, saat ujian pertarungan itu. Itu sudah hampir 4 tahun yang lalu. Setelah itu, kita tidak lagi datang kesini," ucap Noa.

"Yah lagipula tempat ini mang hanya dikhususkan untuk ujian masuk akademi saja. Kita sebagai murid akademi sudah pasti tidak diizinkan datang ke tempat ini jika tidak ada keperluan. Namun sekarang akhirnya kita datang lagi ke tempat ini karena tempat ini akan njadi tempat kelulusan bagi kita,"

"Tempat ini ternyata njadi awal dan akhir dalam perjalanan kita sebagai murid akademi," ucapku.

"Ya, kamu benar juga. Pasti itu alasan kenapa nona Karina njadikan tempat ini sebagai tempat kelulusan bagi kita," ucap Charles.

Setelah itu, kami pun lanjut berbincang-bincang. Seiring waktu, murid tahun keempat yang lain pun mulai berdatangan sampai akhirnya seluruh murid tahun keempat pun sudah berkumpul di lantai 5 gedung lobi akademi. Setelah para murid sudah berkumpul, giliran beberapa staf dan pengajar akademi yang berdatangan. Tidak semua pengajar akademi yang datang, hanya pengajar untuk murid tahun keempat saja yang datang. Itu karena pengajar akademi yang lain, khususnya pengajar akademi untuk murid tahun pertama sampai tahun ketiga saat ini sedang laksanakan acara kenaikan untuk murid-murid yang diajarinya. Di antara pengajar murid tahun keempat yang datang, aku lihat tuan Alan dan juga nona Nora.

Tidak lama setelah para staf dan pengajar murid tahun keempat datang, giliran nona Karina beserta tuan Frederick yang rupakan wakil kepala akademi yang datang. Setelah nona Karina datang, nona Karina lalu berdiri di depan kami semua dan mulai ngatakan sesuatu.

"Selamat pagi, semuanya," ucap nona Karina.

Kami semua pun langsung mbalas sapaan nona Karina.

"Selamat pagi, nona," ucap para murid.

"Tidak terasa ya sudah hampir 4 tahun berlalu dan kini sudah waktunya bagi kita semua untuk berpisah," ucap nona Karina.

Terlihat beberapa murid mulai bersedih dan nitikkan air mata setelah nona Karina ngatakan itu.

"Aku muji dan nghargai kerja keras dan perjuangan kalian selama hampir 4 tahun ini. Kalian tentu sudah berjuang dengan sangat keras sejak awal njadi murid akademi sampai ke titik ini. Perjuangan yang kalian lalui pun juga tidak mudah. Ada kalanya kalian kalah dalam pertandingan atau gagal dalam ujian yang mbuat kalian kehilangan poin yang dibutuhkan untuk naik kelas ketika kalian masih di tahun pertama sampai tahun ketiga atau untuk lulus dari akademi ketika kalian sudah di tahun keempat. ski begitu, kalian tetap tidak nyerah, ini dibuktikan dengan kalian yang sudah sampai di titik ini," lanjut nona Karina.

Beberapa murid pun terdengar sedang nangis ketika nona Karina ngatakan itu.

"Selain itu, dalam hampir 4 tahun perjalanan kalian di akademi ini pun juga terjadi beberapa kejadian yang sangat tidak terduga. 3 tahun yang lalu, ketika kalian masih njadi murid tahun pertama, akademi ini diserang oleh sekelompok manusia dan Demi-Human. Lalu, beberapa hari yang lalu, penyerangan besar-besaran terjadi lagi di akademi. Namun saat itu, bukan hanya akademi saja yang diserang, seluruh wilayah kerajaan San Fulgen pun juga ikut diserang. ski ada banyak orang yang njadi korban jiwa dalam penyerangan itu, salah satunya beberapa murid akademi yang mungkin diantaranya rupakan teman kalian, tetapi aku muji kalian karena kalian bisa lewati kejadian-kejadian yang tidak terduga itu. ski beberapa dari kalian mungkin belum bisa lupakan tentang kejadian itu, tetapi aku yakin kalau kalian secara perlahan bisa lupakan kejadian itu dan langkah maju," lanjut nona Karina.

Suara tangisan dari beberapa murid pun semakin terdengar jelas.

"Perjalanan kalian di akademi ini mungkin sudah berakhir, tetapi perjalanan kalian yang sebenarnya baru akan dimulai. Setelah lulus dari akademi ini, kalian akan mulai perjalanan kalian dalam wujudkan impian atau cita-cita kalian. Setelah lulus dari akademi, beberapa dari kalian mungkin akan ada yang njadi prajurit, pedagang, pengelana atau petualang, atau bisa juga njadi seseorang yang bisa ngubah sesuatu. Aku nantikan masa depan apa yang akan diraih dan dicapai oleh kalian,"

"Hanya itu saja yang ingin aku sampaikan. Aku akan segera ngakhiri sambutanku ini, tetapi sebelum itu, izinkan aku untuk ngatakan sesuatu,"

"Aku, Karina Stella, sebagai kepala akademi nyatakan dengan bangga bisa miliki murid seperti kalian semua," ucap nona Karina.

Setelah itu, semua murid yang ada disitu pun langsung bertepuk tangan. Tidak hanya para murid saja, para staf dan pengajar akademi yang hadir juga ikut bertepuk tangan.

"Setelah ini, mari kita dengarkan sambutan dari perwakilan para Murid. Rid Archie, silahkan maju," ucap nona Karina.

Aku sedikit terkejut ketika ndengar perkataan nona Karina. Nona Karina sebelumnya tidak mberitahuku kalau aku harus mberikan sambutan di acara kelulusan ini. ski begitu, karena namaku telah dipanggil, mau tidak mau aku harus tetap maju ke depan untuk mberikan sambutan.

Kemudian, aku pun langsung maju ke depan ke tempat nona Karina berdiri. Setelah sampai di tempat itu, aku lalu lihat ke arah para murid dan kemudian mulai berbicara.

"Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya ini. Seperti yang nona Karina katakan sebelumnya, tidak terasa kalau sudah hampir 4 tahun kami njadi murid akademi. Suka dan duka pun telah kami lalui saat kami njadi murid akademi. Saya wakili para murid tahun keempat ingin ngucapkan terima kasih kepada para pengajar, staf, tuan Frederick dan juga nona Karina yang telah mbimbing kami dari mulai kami baru njadi murid akademi hingga ke titik ini. Tanpa bimbingan kalian, kami tentunya tidak akan bisa lalui semua ini. Kalian juga mbimbing kami disaat terjadi kejadian-kejadian yang tidak terduga di akademi ini. Kami benar-benar bersyukur karena kalian lah yang telah mbimbing kami,"

"Itu saja yang ingin saya sampaikan sebagai perwakilan dari para murid. Saya akan segera ngakhiri ini tetapi sebelum itu, izinkan saya ngatakan sesuatu sebagai perwakilan para murid,"

"Kami sangat bangga karena telah njadi murid San Fulgen Akademiya," ucapku.

Setelah itu, para murid, staf dan pengajar akademi pun kembali bertepuk tangan. Nona Karina pun juga ikut bertepuk tangan. Setelah itu, aku pun berniat untuk kembali ke tempatku berdiri sebelumnya sebelum dipanggil oleh nona Karina. Tetapi begitu aku ingin kembali, nona Karina tiba-tiba nghentikanku.

"Mau kemana kamu, Rid?," tanya nona Karina.

"Aku mau kembali ke tempatku sebelumnya," ucapku.

"Tunggu dulu. Tetaplah disini karena akan ada pemberian dokun kelulusan dari pihak akademi untuk para murid. Karena kamu rupakan murid peringkat pertama dari keseluruhan murid tahun keempat, maka kamu yang pertama kali akan diberikan. Jadi kamu tetaplah disini," ucap nona Karina.

"Baik, nona," ucapku.

Aku pun akhirnya nuruti perkataan nona Karina untuk tetap berada di tempat itu. Tidak lama kemudian, beberapa staf akademi mulai nghampiri nona Karina sambil mbawakan banyak gulungan kertas. Gulungan kertas itu bukan gulungan kertas biasa karena di beberapa bagian kertas itu terlihat ada dekorasi berwarna emas. Setelah itu, nona Karina lalu ngambil salah satu gulungan kertas yang dibawakan oleh beberapa staf akademi itu.

"Rid Archie, silahkan kemari," ucap nona Karina.

ndengar nona Karina yang manggilku, aku pun langsung nghampiri nona Karina. Nona Karina lalu mberikan gulungan kertas ini kepadaku.

"Ini bukti kalau kamu telah lulus dari San Fulgen Akademiya," ucap nona Karina.

"Terima kasih, nona," ucapku.

Setelah itu, nona Karina ngizinkanku untuk kembali ke tempatku semula. Karena nona Karina sudah ngizinkan, aku pun langsung kembali. Setelah itu, nona Karina manggil nama Irene untuk nghampirinya. Dia terus manggil nama-nama murid tahun keempat untuk maju nghampirinya.

-

Sekitar 1 jam kemudian.

Seluruh murid tahun keempat yang hadir pun sudah nghampiri nona Karina dan nerima gulungan kertas yang diberikan oleh nona Karina.

Setelah itu, nona Karina kembali berdiri di hadapan para murid dan kembali ngatakan sesuatu.

"Karena kalian semua sudah nerima dokun kelulusan dari San Fulgen Akademiya, maka aku nyatakan kalau acara kelulusan ini telah selesai," ucap nona Karina.

Semua orang yang ada di tempat itu pun langsung bertepuk tangan. Beberapa murid terlihat kembali nangis setelah nona Karina ngatakan itu.

"Sebelum aku ngakhiri acara kelulusan ini, izinkan aku ngatakan sesuatu lagi kepada kalian. Senjata milik akademi yang diberikan kepada kalian selama kalian njadi murid akademi boleh kalian simpan. Anggap saja sebagai kenang-kenangan ketika kalian njadi murid akademi. Lalu, setelah kalian lulus dari akademi, entah apa impian dan cita-cita kalian, aku berharap kalian njadi orang yang baik dan berguna bagi orang lain,"

"Sekarang, waktunya bagi kita semua untuk berpisah. Tetapi ski kita berpisah, kita masih akan bertemu lagi suatu saat nanti. Kalian juga boleh ngunjungi akademi kembali apabila kalian rindu dan kangen dengan akademi. Tetapi kalian hanya boleh datang ketika turnan akademi apabila kalian diundang dan juga ketika festival akademi. Kalian tidak boleh datang seenaknya ke akademi kecuali ketika 2 event itu sedang berlangsung,"

"Itu saja yang ingin aku katakan. Aku, Karina Stella sebagai kepala akademi dengan ini nyatakan acara kelulusan untuk murid tahun keempat San Fulgen Akademiya telah resmi berakhir," ucap nona Karina.

Semua orang pun kembali bertepuk tangan setelah ndengar perkataan nona Karina itu. Selain itu, suara tangisan pun kembali terdengar dengan jelas. Acara kelulusan untuk murid tahun keempat pun telah resmi berakhir.

ski acara kelulusan telah selesai, kami semua belum ninggalkan lantai 5 gedung lobi akademi. Itu karena kami harus nyapa para staf dan pengajar akademi terlebih dahulu sebelum kami pergi ninggalkan lantai itu. Aku dan yang lainnya saat ini sedang nyapa tuan Alan dan juga nona Nora.

"Selain Rid, Charles, Chloe dan Irene yang sudah pasti tidak lakukan itu, aku berharap kalian semua njadi orang yang baik dan tidak terjerumus dalam kejahatan setelah kalian lulus nanti," ucap tuan Alan.

"Anda berkata seperti itu seolah kami akan njadi orang yang jahat saja, tuan," ucap Noa.

"Yah siapa yang tahu tentang masa depan," ucap tuan Alan.

Kami pun tertawa setelah ndengar percakapan tuan Alan dan Noa. Saat kami masih berbincang dengan tuan Alan dan nona Nora, aku lihat nona Karina tiba-tiba nggerakkan tangannya sebagai kode untuk manggilku. Aku pun langsung nghampiri nona Karina begitu lihat kode darinya.

"Ada apa, nona?," tanyaku.

"Tidak ada, aku hanya ingin berbincang untuk terakhir kalinya denganmu," ucap nona Karina.

"Berbincang untuk terakhirnya? Itu seperti diantara kita sebentar lagi akan mati saja. Lagipula setelah ini pun kita masih bisa berbincang lagi, nona. Nona sendiri bisa nghubungiku lewat kristal komunikasi apabila ingin berbincang," ucapku.

"mang, tetapi aku tidak tahu harus berbincang tentang apa nantinya setelah kamu lulus. Selama ini, kita berbincang untuk mbahas masalah akademi karena aku rupakan kepala akademi dan kamu rupakan murid akademi. Apalagi sebelumnya kamu juga rupakan ketua Elevrad, jadi wajar kalau kita sering berbincang untuk mbahas masalah akademi. Tetapi setelah kamu lulus dari akademi dan sudah tidak njadi murid lagi, entah apa yang harus aku perbincangkan," ucap nona Karina.

"Kita bisa ngobrol santai atau nona bisa curhat tentang apa yang terjadi di akademi. Mungkin aku bisa mbantu," ucapku.

"Hmmmm, ya sudah aku coba nanti. Daripada itu, tidak terasa ya sekarang kamu sudah lulus saja. Aku ingat pertama kali aku berinteraksi denganmu adalah dengan njadikanmu umpan untuk lawan Javier. Aku benar-benar minta maaf karena sudah njadikanmu sebagai umpan untuk penyelidikanku," ucap nona Karina.

"Tidak apa-apa, nona. Lagipula berkat itu kita tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi di kerajaan ini. Kejadian Javier itu adalah awal dari terbongkarnya semua kejahatan tuan Remy," ucapku.

"Iya, kamu benar. Ya sudah, itu saja yang ingin aku katakan. Lebih baik sekarang kamu pergi untuk nghampiri teman-temanmu," ucap nona Karina.

"Baik, nona," ucapku.

"Jika kamu ada waktu, datanglah ke turnan dan festival akademi tiap tahunnya setelah kamu lulus," ucap nona Karina.

"Baik, nona. Akan kuusahakan," ucapku.

"Ya sudah. Kalau begitu sampai jumpa di lain waktu, Rid," ucap nona Karina.

"Sampai jumpa juga, nona," ucapku.

Setelah itu, aku ninggalkan nona Karina untuk kembali nghampiri teman-temanku. Setelah aku sudah kembali nghampiri teman-temanku, kami semua kemudian pergi untuk ninggalkan lantai ini. Tidak lama kemudian, kami pun sampai di lantai 1 gedung lobi akademi. Begitu sampai, kami semua langsung keluar dari gedung lobi akademi untuk nuju ke asrama akademi. Alasannya karena kami ingin rapihkan dan mbereskan barang-barang kami. Setelah itu baru lah kami pergi ninggalkan akademi.

Di sepanjang jalan nuju ke asrama akademi, kami dihampiri oleh beberapa murid tahun pertama sampai tahun ketiga yang ingin ngucapkan selamat atas kelulusan kami. Kami pun nanggapi ucapan selamat reka dengan ngucapkan ’terima kasih’.

Tidak lama kemudian, kami pun sampai di asrama akademi. Kami lalu langsung masuk ke kamar asrama kami masing-masing, begitu pun juga denganku. Begitu aku masuk ke kamar asramaku, aku langsung rapihkan dan mbereskan barang-barangku di kamar asramaku. Sesekali aku lihat dan mperhatikan ke sekeliling asramaku untuk ngingat tentang kenangan yang ada di asramaku itu selama hampir 4 tahun.

"Sudah waktunya bagiku untuk ninggalkan asrama ini," ucapku.

Beberapa nit kemudian, aku pun telah selesai rapihkan dan mbereskan barang-barangku. Aku kemudian pergi nuju pintu keluar asramaku sambil mbawa barang-barangku. Setelah itu, aku langsung mbuka pintu itu untuk keluar. Ketika aku sudah berada di luar, aku lalu lihat ke dalam asramaku selama beberapa saat. Aku lalu tersenyum dan kemudian aku nutup pintu asramaku itu dari luar.

Ketika aku sudah di luar kamar asramaku, aku lihat Irene yang kembali sedang lihat ke bawah, tepatnya ke lantai 1 asrama akademi. Irene terlihat sudah rapihkan dan mbereskan barang-barangnya karena barang-barangnya itu saat ini sudah dia bawa. Hanya Irene saja yang ada disana, tidak ada Charles, Chloe dan Noa yang berarti reka belum selesai rapihkan dan mbereskan barang-barang reka.

Ketika aku lihat Irene yang sedang lihat ke bawah, aku mutuskan untuk nghampirinya dan kemudian berbincang dengannya.

Tidak lama kemudian, Noa, Charles dan Chloe pun mulai keluar dari kamar asrama reka sambil mbawa barang-barang reka. Tidak lama setelah reka keluar, Leandra, Lily, Lillian, Julie beserta Kotaro lalu manggil kami dari lantai 1 asrama akademi. Terlihat reka juga sudah mbawa barang-barang reka yang telah dibereskan. lihat reka yang sudah ada di bawah, kami yang masih berada di lantai asrama tempat kami tinggal pun mutuskan untuk turun dan nghampiri reka.

Setelah kami sudah nghampiri reka, kami semua lalu berbincang sejenak. Setelah itu, kami secara perlahan mulai berjalan pergi nuju gerbang asrama akademi. Begitu kami sudah lewati gerbang asrama akademi, kami lalu noleh ke belakang untuk lihat gedung asrama akademi. Kami terus lihat ke arah gedung asrama akademi selama beberapa saat. Tidak lama kemudian, kami pun kembali lanjutkan langkah kami. Kami terus berjalan untuk nuju ke gerbang akademi karena kami akan ninggalkan akademi.

Kami terus berjalan secara perlahan sambil lihat sekeliling jalan yang kami lewati. Tidak lama kemudian, kami pun sampai di depan gedung lobi akademi. Kami lalu lihat ke arah gedung itu selama beberapa saat seperti yang kami lakukan terhadap gedung asrama akademi sebelumnya. Setelah lihat gedung lobi akademi, kami kembali lanjutkan langkah kami. Sekarang, kami hanya perlu berjalan lurus untuk nuju ke gerbang akademi.

Kami terus berjalan dan lihat ke sekeliling. Ketika kami lihat ke sekeliling, kami jadi teringat tentang kenangan ketika kami masih njadi murid akademi. Saking fokusnya kami lihat sekeliling dan ngingat tentang kenangan kami, kami tahu-tahu sudah berada di gerbang akademi.

Di gerbang akademi, ada banyak sekali murid tahun pertama sampai murid tahun ketiga yang datang untuk ngucapkan selamat atas kelulusan kami, sekaligus ngucapkan salam perpisahan kepada kami yang rupakan murid tahun keempat. Di antara reka, ada Elaina dan anggota Elevrad yang lain. Ketika kami lihat reka, kami mutuskan untuk nghampiri reka.

"Senior Rid, senior Irene, senior Charles, senior Chloe dan senior yang lainnya. Selamat atas kelulusan kalian," ucap Elaina.

"Terima kasih, Elaina," ucapku.

Teman-temanku yang lain pun juga ngucapkan terima kasih. Tidak hanya Elaina saja yang ngucapkan selamat atas kelulusan kami, anggota Elevrad yang lain juga ngucapkan selamat. Kami pun langsung mbalas ucapan selamat yang disampaikan reka.

"Terima kasih karena kalian telah datang kesini. ski kami sudah tidak njadi murid akademi lagi, kami tidak akan lupakan kalian. Kalau begitu, kami pamit dulu. Tolong jaga diri kalian semua," ucapku.

"Iya, para senior juga tolong jaga diri kalian semua," ucap Elaina.

"Iya. Sampai jumpa di lain waktu kalian semua," ucapku.

"Sampai jumpa, senior," ucap Elaina.

Kami pun berpamitan dengan Elaina dan anggota Elevrad lainnya. Setelah itu, kami kembali langkah nuju gerbang akademi. Setelah lewati gerbang akademi, kami pun tiba di pinggir jalan yang ada di depan gerbang akademi. Kami lalu diam disitu sambil nunggu kereta kuda yang akan njemput kami. Sambil nunggu, kami pun saling berbincang.

"Setelah lulus, apa yang akan kamu lakukan, Noa?," tanya Charles.

"Aku ingin ndaftar njadi prajurit. Kalau bisa aku ingin njadi prajurit Duke San Minerva atau njadi prajurit pasukan Silver Peacock. Dengan begitu, aku tidak akan jauh dari Lillian karena aku akan ditugaskan di sekitar wilayah San Minerva," ucap Noa.

"Benar juga. Tempat tinggal Lillian itu di kota Bibury yang ada wilayah San Minerva. Apalagi ayahnya rupakan penguasa kota Bibury. Pantas saja, kamu ingin ditugaskan di wilayah San Minerva," ucap Charles.

"Iya. Bagaimana denganmu, Charles? Apa yang akan kamu lakukan setelah lulus nanti? Karena kamu rupakan seorang pangeran, apakah kamu akan mulai njabat dan ngerjakan tugas kerajaan sebagai seorang pangeran?," tanya Noa.

"Iya. Aku akan langsung laksanakan tugasku sebagai seorang pangeran. Aku ingin mbantu Ibunda dalam mimpin dan ngelola kerajaan San Fulgen. Chloe pun juga sama, dia akan langsung laksanakan tugasnya sebagai seorang putri kerajaan. Setelah Ayahanda ninggal, sudah kewajiban kami sebagai putra dan putri Ibunda untuk mbantu beliau," ucap Charles.

"Begitu ya. Semoga kamu bisa laksanakan tugasmu sebagai pangeran dengan baik, Charles," ucap Noa.

"Iya, kamu pun juga, Noa," ucap Charles.

Setelah itu, reka pun masih saling berbincang tentang apa yang akan reka lakukan setelah lulus nanti. Tidak lama kemudian, reka tiba-tiba noleh ke arahku.

"Aku penasaran dengan impianmu itu, Rid. Di pertemuan Elevrad semalam, kamu bilang kalau impianmu bukan untuk njadi prajurit atau komandan prajurit di kerajaan ini. Kamu bilang juga kalau impianmu itu ngharuskan kamu untuk ndatangi seluruh kerajaan atau negara yang ada di dunia ini. Intinya kamu harus ngelilingi dunia ini. Sebenarnya impianmu itu apa?," tanya Charles.

"Iya. Aku juga penasaran tentang itu," ucap Noa.

reka semua terlihat penasaran dengan impianku. Hanya Irene, Leandra dan Lily saja yang tidak terlihat penasaran karena reka sudah tahu tentang impianku.

"Aku sudah bilang semalam kalau kalian pasti akan sangat terkejut setelah ngetahui tentang impianku," ucapku.

"Justru karena kamu bilang begitu, itu mbuat kami semakin penasaran," ucap Charles.

"Itu benar," ucap Noa.

Aku pun terdiam sambil lihat ke arah reka yang masih terlihat penasaran. Tidak lama kemudian, aku pun mulai berbicara kembali.

"Baiklah, aku akan mberitahu tentang impianku," ucapku.

Setelah aku ngatakan itu, wajah reka semua terlihat antusias.

"Sebenarnya, aku awalnya ingin njadi salah satu dari komandan prajurit di kerajaan ini. Tetapi njadi komandan prajurit bukanlah impian utamaku, lainkan sebagai jalan untuk wujudkan impian utamaku. Alasan aku ingin njadi komandan prajurit adalah untuk rubah kerajaan ini. Dulu, tentu kalian ingat kalau kerajaan ini masih nganut sistem perbudakan. Tetapi sekarang sistem perbudakan itu sudah dihapuskan. Beberapa kebijakan yang diskriminasi pun telah dihapus dan diganti dengan kebijakan anti diskriminasi oleh kerajaan ini. Jadi, aku sudah tidak perlu lagi untuk rubah kerajaan ini karena kerajaan ini sudah berubah dari yang sebelumnya,"

"Selain itu, aku berpikir kalau njadi komandan prajurit sepertinya dapat mbuatku bisa njalin hubungan dengan kerajaan lain. Tetapi setelah aku perhatikan selama ini, pergerakan sebagai komandan prajurit hanya terbatas di kerajaan ini saja. Aku jarang lihat komandan prajurit pergi ke kerajaan atau negara lain. Maka dari itu, aku ngurungkan niatku untuk njadi komandan prajurit karena aku ingin bergerak dengan bebas dan ngelilingi dunia ini,"

"Impianku yang sebenarnya adalah untuk mbuat seluruh dunia ini njadi damai. Untuk itu, aku harus ndatangi seluruh kerajaan atau negara yang ada di seluruh dunia ini," ucapku.

Setelah ndengar perkataanku, reka semua selain Irene, Leandra dan Lily terlihat sangat terkejut.

"mbuat dunia ini njadi damai!?," ucap Noa.

"Saat ini, dunia ini sedang terbagi njadi 2 yaitu benua utara yang dikuasai oleh ras Malaikat dan benua selatan yang dikuasai oleh ras Iblis. Jika tujuanmu adalah untuk mbuat seluruh dunia ini njadi damai, apa itu berarti kamu akan nyatukan seluruh dunia ini!?," tanya Charles.

"Iya, itu benar," ucapku.

reka semua pun kembali terkejut setelah ndengar perkataanku.

"Aku sudah bilang kalau kalian pasti akan sangat terkejut setelah ngetahui tentang impianku," ucapku sambil lihat ke arah reka yang terkejut.

"Itu mustahil, Rid. nyatukan seluruh dunia ini adalah yang mustahil!," ucap Charles.

"mang. Tetapi skipun mustahil, aku akan tetap wujudkan impianku itu," ucapku sambil tersenyum kearah reka.

reka pun terdiam setelah ndengar perkataanku. ski begitu, ekspresi terkejut reka masih belum hilang.

-

Beberapa saat kemudian, beberapa kereta kuda pun mulai berdatangan untuk njemput kami. Charles dan Chloe naiki kereta kuda milik kerajaan yang datang untuk njemput reka. Noa, Lillian, Kotaro dan Julie naiki kereta kuda yang berbeda yang sesuai dengan tujuan reka masing-masing. Sedangkan aku, Irene, Leandra dan Lily naiki kereta kuda milik Duke Louis yang datang untuk njemput kami. Ketika kereta kuda milik Duke Louis telah datang, senior Nadine tiba-tiba keluar dari kereta kuda itu. Ternyata senior Nadine ditugaskan oleh Duke Louis untuk njemput kami.

Begitu kereta kuda yang njemput kami sampai, kami pun langsung berpamitan satu sama lain. Saat berpamitan, situasiku dan yang lainnya sedikit canggung setelah reka ngetahui tentang impianku. Sebelumnya, setelah ngetahui tentang impianku, reka tidak mbahas lebih lanjut tentang impianku itu dan beralih untuk mbicarakan tentang hal lain. Tetapi saat mbicarakan tentang hal lain itu lah, situasi canggung itu tercipta. Situasi itu terus bertahan sampai kami berpamitan.

Setelah berpamitan, kami semua pun langsung naiki kereta kuda yang njemput kami masing-masing. Irene, Leandra, Lily dan senior Nadine telah naiki kereta kuda milik Duke Louis terlebih dahulu. Kini, giliranku yang sedang bersiap untuk naiki kereta kuda itu. Tetapi sebelum aku naiki kereta kuda itu, aku noleh terlebih dahulu ke belakang, tepatnya ke gerbang akademi.

"Terima kasih atas 4 tahunnya," ucapku.

Setelah itu, aku lalu naiki dan masuk ke dalam kereta kuda milik Duke Louis. Pintu kereta kuda pun langsung ditutup dan kereta kuda yang kami naiki pun mulai bergerak. Tidak hanya kereta kuda yang kami naiki saja, kereta kuda yang dinaiki Charles, Chloe dan yang lainnya juga mulai bergerak. Kereta kuda yang kami semua naiki terus bergerak mbawa kami pergi ninggalkan San Fulgen Akademiya.

~Arc San Fulgen Akademiya - Selesai~

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Supreme Magus cover
Similar genre

Supreme Magus

Legion20 ·Action

DerekMcCoywasamanthatsincefromyoungagehadtofacemanyadversities.Oftenforcedtosettlewithsurvivingratherthaliving,hadfinallyfoundhisplaceintheworld,un...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.