Font Size
15px

"Nona Terra?! Kenapa kamu bisa ada disini?," tanya Laviena yang masih terkejut ketika lihat ke arah gadis itu.

Gadis kecil itu bernama Terra. Dia rupakan salah satu komandan Holy Knights, sama seperti Laviena. Selain itu, dia juga rupakan salah satu dari Divine Elental Spirits yaitu Divine Earth Elental Spirits.

"Ketika aku sedang berpatroli bersama dengan para anak buahku, para anak buahku ndapatkan informasi dari orang-orang yang bilang kalau ada makhluk-makhluk air yang sedang ngacaukan perjalanan kapal atau transportasi air lainnya di sungai ini,"

"Orang-orang itu bilang kalau kapal atau transportasi air lainnya dari Holy Kingdom atau kerajaan di sekitarnya tidak bisa pergi ke laut akibat perbuatan makhluk-makhluk air itu di sungai ini. Maka dari itu, aku langsung bergegas pergi nelusuri aliran sungai ini untuk riksanya,"

"Sebelumnya aku telah nghancurkan beberapa makhluk-makhluk air yang sedang ngacau di bagian sungai yang lain. ski aku sudah nghancurkan beberapa makhluk-makhluk air itu, aku terus nelusuri aliran sungai ini karena aku yakin kalau makhluk-makhluk air itu tidak hanya ada di tempat itu saja. Selain itu, aku familiar dengan makhluk-makhluk air yang telah ngacau itu, aku tahu siapa yang rintahkan para makhluk air itu. Oleh karena itu, aku terus nelusuri aliran sungai ini sampai akhirnya aku sampai di tempat ini," ucap Terra.

Setelah ndengar perkataan Terra, Laviena pun langsung nanggapinya.

"Jadi begitu, alasan kenapa aku tidak lihat adanya kapal atau transportasi lain yang lintas di sungai ini adalah karena ada makhluk air yang ngacau di bagian sungai yang lain," ucap Laviena.

"Iya, kapal-kapal yang ingin pergi ke laut masih tertahan di tempat ngacaunya para makhluk air itu. ski aku sudah nghancurkan reka semua, aku minta kepada para nakhoda kapal itu untuk terus berada di tempat itu karena kemungkinan di aliran sungai ini masih belum aman. Dan ternyata benar, karena di bagian sungai ini sedang terjadi pertarungan yang cukup sengit,"

"Jika sebelumnya aku ngizinkan reka untuk bergerak kembali ngikuti aliran sungai ini, entah apa yang akan terjadi kepada reka ketika reka sampai di tempat ini," ucap Terra.

"Begitu ya, kamu ada benarnya, nona Terra. Daripada itu, apa kamu sudah ndapatkan izin dari nona Maiden untuk datang ke tempat ini?," tanya Laviena.

Terra terlihat bingung dengan apa yang dikatakan oleh Laviena.

"Izin? Kenapa aku perlu ndapatkan izin dari nona Mira- maksudnya nona Maiden?," tanya Terra.

"Bukankah sudah jelas kalau kamu perlu ndapatkan izin dari nona Maiden? Tugasmu adalah untuk berpatroli di wilayah sekitar perbatasan Holy Kingdom karena wilayah itu sering diserang oleh Undine. Jika kamu datang kesini, itu berarti kamu ninggalkan tugasmu itu karena tempat ini berada sangat jauh dari wilayah perbatasan Holy Kingdom yang rupakan tempat patrolimu," ucap Laviena.

"Ah jika soal itu, aku tidak perlu rlukan izin dari nona Maiden. Lagipula aku datang kesini bukan untuk bersantai, lainkan untuk nunaikan tugasku. Kebetulan Undine ada di tempat ini, jika aku ngalahkan Undine sekarang, dia tidak akan bisa lagi nyerang wilayah perbatasan Holy Kingdom. Nona Maiden pastinya akan paham dengan apa yang aku lakukan ini," ucap Terra.

Setelah ndengar perkataan Terra, Laviena lalu gang kepalanya dengan tangan kanannya sambil nghela nafas.

"Terserah kamu saja, nona. Aku tidak peduli apabila kamu nanti dimarahi oleh nona Maiden," ucap Laviena.

Setelah Laviena ngatakan itu, batu besar yang sedang diduduki oleh Terra tiba-tiba bergetar dengan sangat hebat. Laviena terlihat terkejut ketika lihat batu besar itu bergetar, sentara Terra terlihat hanya bersikap biasa saja sambil lihat ke permukaan sungai yang ada di bawah batu besar itu. Ketika batu besar itu bergetar, tiba-tiba terdengar suara Undine yang berteriak.

"TERRA!!!!," teriak Undine.

Laviena kembali terkejut setelah ndengar teriakan Undine, sentara Terra masih bersikap biasa seperti sebelumnya.

"Sepertinya ada yang sedang marah," ucap Terra.

Setelah itu, batu besar yang bergetar itu tiba-tiba mulai retak. Batu itu retak dari bawah lalu njalar ke atas. Sebelum retakan pada batu itu njalar sampai ke bagian batu yang Terra sedang duduki, Terra telah lebih dulu lompat ke bawah, tepatnya di bagian sungai yang berada di depan Laviena. Ketika Terra sudah mau ndarat di permukaan sungai itu, di permukaan sungai itu tiba-tiba muncul sebuah batu pijakan berukuran sedang. Batu pijakan itu lah yang njadi tempat ndarat sekaligus berpijaknya Terra.

Setelah Terra telah berpijak di batu pijakan itu, dia lalu noleh dan lihat kembali arah batu besar yang sebelumnya dia duduki. Seluruh bagian batu besar terlihat sudah ngalami keretakan. Tidak lama kemudian, batu besar itu pun hancur berkeping-keping. Pecahan-pecahan batu besar yang hancur itu pun lalu jatuh ke sungai yang ada di bawah. Lalu, setelah batu besar itu hancur, air yang berada di bagian sungai tempat hancurnya batu besar itu tiba-tiba mbentuk sebuah wujud yang sangat besar. Wujud yang terbuat dari air itu adalah wujud manusia Undine, tetapi kali ini adalah versi besarnya. Tetapi wujud Undine versi besar itu tidak liputi seluruh tubuhnya. Wujud Undine versi besar itu hanya liputi bagian kepala sampai ke bagian perutnya yang nyatu dengan permukaan sungai. ski wujud besarnya itu hanya setengah tubuh saja, tetapi itu tidak nutupi fakta kalau wujud Undine itu tetaplah besar. Bahkan bagian kepalanya itu hampir ncapai bagian atas kedua tebing yang ada di samping sungai itu.

Sentara itu, Laviena terlihat kembali terkejut ketika lihat wujud Undine yang besar itu.

"Apa-apaan wujudnya itu!? Wujudnya itu sangat besar sekali!?," pikir Laviena.

Sentara Terra masih bersikap biasa seperti sebelumnya. Lalu, setelah wujud besarnya itu sudah terbentuk, Undine pun mulai berbicara.

"Kau selalu saja nggangguku, Terra!," ucap Undine.

Terra yang ndengar perkataan Undine pun langsung nanggapi perkataannya.

"Aku bukannya ngganggumu, Undine. Hanya saja, perbuatan yang kamu lakukan selama ini selalu libatkan Holy Kingdom. Jadi aku yang sekarang rupakan bagian dari Holy Kingdom harus turun tangan untuk nghentikanmu. Andai saja apa yang kamu lakukan itu tidak libatkan wilayah Holy Kingdom dan orang-orangnya, mungkin aku tidak akan nghentikanmu," ucap Terra.

"Kalau begitu lebih baik kau keluar saja dari kerajaan itu agar kau tidak terus nggangguku karena kewajibanmu itu," ucap Undine.

"Aku tidak mau," ucap Terra.

"Cih. Aku sebelumnya sudah ngatakan ini ketika kita bertemu, tetapi aku akan ngatakannya lagi. Kamu masih saja mau njadi bawahan dari para ’ras pemalas’ itu. Bukankah sudah cukup bagi kita untuk njadi bawahan reka selama ’Great Holy War’ yang terjadi lebih dari 100 tahun yang lalu? Sekarang ’Great Holy War’ sudah berakhir, disaat para Divine Elental Spirits yang lain sudah berhenti njadi bawahan reka, lantas kenapa kamu masih mau njadi bawahan reka?," tanya Undine.

"Sebelumnya aku juga sudah bilang kalau aku miliki alasan kenapa aku masih mau njadi bawahan reka," ucap Terra.

"Apa alasannya?," tanya Undine.

Terra pun terdiam setelah ndengar pertanyaan Undine. Tidak lama kemudian, dia mulai berbicara kembali.

"Rahasia," ucap Terra.

Ekspresi Undine langsung kesal setelah ndengar perkataan Terra.

"Jawaban yang sama seperti sebelumnya. Aku tidak tahu apa alasanmu itu dan aku pun juga tidak peduli apapun alasannya. Namun yang jelas dengan kamu yang masih njadi bawahan reka, kamu berarti adalah pengkhianat, Terra. Bisa-bisanya kamu masih njadi bawahan dari ras yang telah mbiarkan ’Spirit Queen’ sebelumnya terbunuh dalam ’Great Holy War’," ucap Undine.

Terra pun terdiam setelah ndengar perkataan Undine, sentara Laviena terlihat sedikit terkejut ketika ndengar perkataan Undine.

"Para Divine Elental Spirits yang lain pastinya akan langsung musuhimu begitu reka tahu kalau kamu masih njadi bawahan reka," lanjut Undine.

"Aku tidak peduli," ucap Terra.

"Kau ini!!!," ucap Undine yang tampak kesal.

Setelah itu, Undine tiba-tiba mbuka mulutnya. Dari mulutnya yang terbuka itu, tiba-tiba keluar semburan air yang sangat kuat. Semburan air yang sangat kuat itu lalu lesat dengan cepat ke arah Terra dan Laviena. Terra yang lihat semburan air itu sedang ngarah ke arahnya lalu ngarahkan payungnya yang sedang terbuka ke depan. Setelah itu, payung itu tiba-tiba berubah njadi batu yang berbentuk seperti payung. Batu yang berbentuk seperti payung itu lalu berubah njadi besar. Semburan air yang ngarah ke Terra dan Laviena pun langsung tertahan oleh payung batu yang telah berubah njadi besar itu.

ski semburan air itu tertahan oleh batu payung itu, Undine terus nyemburkan serangan air dari mulutnya tanpa henti. Sentara payung batu itu terlihat tidak ngalami kerusakan sedikitpun ski Undine terus nyemburkan serangan air tanpa henti.

Ketika Terra sedang gang payung batu berukuran besar yang sedang nahan semburan air yang dilesatkan Undine, Terra lalu noleh ke belakang ke arah Laviena.

"Laviena, segera tinggalkan tempat ini bersama dengan orang-orang yang ada disana," ucap Terra sambil noleh juga ke arah tempat para Holy Knights dan warga sipil berada.

Setelah ndengar perkataan Terra, Laviena pun juga noleh ke belakang ke tempat reka berada. Tetapi tidak lama setelah itu, Laviena kembali noleh dan lihat ke arah Terra.

"Tetapi, nona Terra-," ucap Laviena.

Sebelum Laviena nyelesaikan perkataannya, Terra lebih dulu motong perkataannya.

"Kamu baru saja kembali dari tugas yang diberikan oleh nona Maiden kan? Sekarang lekaslah tinggalkan tempat ini dan kembali ke Holy Kingdom. Nona Maiden pasti sudah nunggumu disana. Kamu tidak perlu khawatir, aku lah yang akan ngurus Undine," ucap Terra.

Laviena pun terdiam setelah ndengar perkataan Terra. lihat Laviena yang terdiam, Terra pun kembali berbicara.

"Laviena, apa kamu sedang berpikir kalau kamu itu lemah karena sampai harus dibantu olehku?," tanya Terra.

Laviena sedikit terkejut setelah ndengar perkataan Terra.

"T-tidak, nona. Saya tidak berpikiran seperti itu," ucap Laviena.

"Begitu ya. Aku pikir kamu sedang berpikiran seperti itu karena dari yang aku tahu, seseorang yang ditolong atau dibantu oleh orang lain kadang miliki pikiran kalau reka tidak berguna atau lemah sampai harus dibantu oleh orang lain," ucap Terra.

Laviena pun kembali terdiam setelah ndengar perkataan Terra.

"Kamu tidak perlu khawatir soal itu, Terra. Kamu itu tidak lah lemah. Aku yakin kamu bisa lawan Undine, hanya saja kondisi saat ini tidak nguntungkan bagimu untuk lawan Undine. Itu karena saat ini kamu sedang bersama reka, reka bisa njadi sasaran serangan Undine untuk mbuat kamu lengah. Jika kamu hanya seorang diri saja, aku yakin kamu bisa lawan Undine,"

"Tempat ini sekarang tidak aman bagi reka. Kamu pastinya juga tidak bisa fokus untuk lawan Undine apabila kamu khawatir dengan reka. Segeralah tinggalkan tempat ini dan bawa reka semua ke tempat yang aman, Laviena. Aku yang akan ngurus Undine disini," ucap Terra.

Laviena yang sebelumnya terdiam kini langsung nanggapi perkataan Terra.

"Baiklah, nona Terra. Aku ngadalkanmu untuk ngurus Undine," ucap Laviena.

"Tenang saja, aku akan ngurusnya," ucap Terra.

"Tolong jangan berlebihan hingga mbuat seluruh tempat ini hancur, nona. Jika tempat ini hancur, jalur transportasi air bagi Holy Kingdom dan kerajaan-kerajaan di dekatnya untuk nuju ke laut akan terputus," ucap Laviena.

"Aku tidak mau ndengar itu darimu," ucap Terra.

Alasan Terra ngatakan itu karena Laviena sendiri sudah mbuat kerusakan yang cukup parah di tempat itu.

"Tetapi kamu tenang saja, aku sebisa mungkin akan nahan diri," lanjut Terra.

"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu," ucap Laviena.

"Iya. Pergilah ke atas tebing, beberapa anak buahku sudah nunggu di atas. reka akan ngawalmu untuk kembali ke Holy Kingdom dengan aman," ucap Terra.

"Baik, nona," ucap Laviena.

Setelah itu, Laviena lalu berbalik. Kemudian, dia langsung bergegas ke tempat para Holy Knights dan warga sipil berada. Setelah sampai di tempat itu, Laviena lalu masuk ke pelindung yang dia ciptakan dan kemudian dia nghampiri para Holy Knights dan warga sipil itu. Terlihat para Holy Knights itu sudah sadar kembali. Luka-luka di tubuh reka pun sudah pulih. Sentara untuk warga sipil, sebagian dari reka sudah sadar kembali dan sebagian lagi belum sadar.

Para Holy Knights yang sudah sadar itu ketika lihat Laviena sedang nghampiri reka, reka juga ikut nghampiri Laviena. reka yang selama ini berada di dalam pelindung, rasa kebingungan dan terkejut dengan apa yang terjadi di luar pelindung. reka pun langsung nanyakan tentang hal-hal yang terjadi ketika Laviena sudah nghampiri reka.

"Nona Laviena, orang yang bersama dengan anda tadi, bukankah itu nona Terra?,"

"Apa yang beliau lakukan disini?,"

"Apa beliau datang untuk mbantu kita?,"

"Batu-batu berukuran cukup besar yang nghujani para makhluk air itu hingga reka hancur apakah itu perbuatan beliau?," tanya para Holy Knights itu.

ndengar pertanyaan-pertanyaan itu, nona Laviena hanya njawab dengan satu jawaban.

"Iya, nona Terra datang untuk mbantu dan nyelamatkan kita. Nona Terra akan ngurus Undine seorang diri, sentara kita akan segera pergi ninggalkan tempat ini. Kalian semua, bersiaplah," ucap Laviena yang sudah nghampiri reka semua.

Para Holy Knights itu terlihat terkejut dengan perkataan Laviena. Tetapi ski reka terkejut, reka langsung ngiyakan perkataan Laviena.

"Baik, nona," ucap para Holy Knights itu.

"Untuk orang-orang yang masih belum sadarkan diri, kalian bantu reka dengan mbopong atau nggendong tubuh reka," ucap Laviena.

"Baik, nona," ucap para Holy Knights.

Setelah itu, reka semua pun langsung bersiap untuk pergi dari tempat itu. Tidak lama kemudian, persiapan reka pun telah selesai. Orang-orang yang masih belum sadarkan diri pun kini telah dibopong dan digendong oleh para Holy Knights.

"Semua telah siap, nona," ucap Remia.

"Baiklah, kalau begitu kita akan langsung pergi," ucap Laviena.

Setelah itu, Laviena tiba-tiba nghentakkan kaki kanannya di permukaan sungai tempat reka berada.

~Water Manipulation - Water Pillar~

Permukaan sungai tempat reka berada tiba-tiba nyembur ke atas setelah Laviena nghentakkan kakinya di permukaan sungai itu. reka yang berpijak di permukaan sungai itu juga ikut terbawa ke atas. Bahkan gelembung pelindung yang diciptakan oleh Laviena juga ikut terbawa ke atas. Permukaan air terus nyembur ke atas hingga ncapai bagian atas tebing yang ada di samping sungai.

Sentara itu, Undine yang masih nyemburkan serangan air dari mulutnya terlihat sedikit terkejut ketika dia lihat ada sebuah semburan air yang ngarah ke atas. Dia lihat Laviena dan para Holy Knights sedang berada di atas semburan air itu.

"Jadi kalian mau pergi ya. Aku tidak akan mbiarkan kalian pergi," ucap Undine.

Setelah itu, sambil terus nyemburkan air dari mulutnya ke arah Terra, Undine lalu ngarahkan kedua tangannya ke depan. Kedua tangannya itu tiba-tiba manjang untuk ngejar dan nangkap Laviena serta para Holy Knights yang ada di atas semburan air itu. Para Holy Knights dan beberapa warga sipil yang ada di atas semburan air itu terlihat terkejut ketika lihat kedua tangan Undine sedang manjang untuk nangkap reka. Sentara Laviena terlihat sedang bersiap untuk lakukan sesuatu apabila kedua tangan itu hampir nangkap reka.

Lalu, kedua tangan Undine pun kini sudah berada dekat dengan reka dan hampir nangkap reka. Laviena pun sudah bersiap untuk lakukan sesuatu. Tetapi sebelum Laviena lakukan sesuatu, 2 buah batu berukuran besar tiba-tiba lesat dari tempat Terra berada. 2 batu besar itu lesat dengan cepat ke arah kedua pergelangan tangan Undine. Undine tidak sempat bereaksi terhadap 2 buah batu besar itu. 2 buah batu besar itu pun lalu nghantam kedua pergelangan tangan Undine dan mbuat kedua pergelangannya itu hancur. Kedua tangan Undine yang manjang itu pun gagal untuk nangkap Laviena dan para Holy Knights. Para Holy Knights dan beberapa warga sipil terlihat lega setelah kedua tangan Undine yang ngejar reka telah hancur.

Sentara itu, setelah kedua tangan Undine hancur, Terra yang sebelumnya berada di balik payung batu yang sedang nahan serangan semburan air dari mulut Undine tiba-tiba lompat dengan tinggi di udara. Dia lompat hingga berada di atas payung batu yang sedang nahan serangan semburan air itu.

"Kamu tidak akan bisa nyentuh atau nangkap reka sebelum kamu ngalahkanku terlebih dahulu, Undine," ucap Terra.

"Terra!!, dasar pengganggu," ucap Undine.

Ketika ngatakan itu, Undine telah berhenti nyemburkan serangan air dari mulutnya.

Lalu, setelah Terra sudah berada di udara, Terra lalu ngangkat tangan kanannya ke atas. Dari telapak tangan kanannya yang sedang diangkat ke atas itu, tiba-tiba muncul sebuah batu. Awalnya batu yang ada di atas telapak tangannya berukuran kecil, namun dalam sekejap, batu berukuran kecil itu tiba-tiba berubah njadi batu yang sangat besar. Bahkan ukuran batu itu lebih besar dari batu yang sebelumnya nimpa Undine dan 3 naga air ciptaannya.

~Earth Spirit Magic : Stone teorite~

Setelah itu, Terra lemparkan batu yang sangat besar itu ke arah Undine. Batu itu dilemparkan dengan sangat cepat oleh Terra sehingga mbuat Undine tidak sempat untuk bereaksi. Batu itu pun nghantam Undine dengan telak hingga mbuat seluruh tubuhnya yang sudah njadi besar itu langsung hancur. Suara dentuman yang sangat keras pun langsung terdengar setelah batu besar itu nghantam Undine.

*BUMMMM

Orang-orang yang ada di atas permukaan air yang nyembur ke atas kebetulan juga sedang lihat ke arah Terra dan Undine. reka terkejut dengan apa yang terjadi barusan.

"Apa-apaan batu yang besar itu!?,"

"Bagaimana bisa nona Terra nciptakan batu yang besar itu dengan mudah!?,"

"Batu yang besar itu apabila dilemparkan ke sebuah kota pasti akan langsung rusak sebagian dari kota itu," ucap para Holy Knights itu.

Sentara Laviena yang juga sedang lihat ke arah Terra pun ikut bereaksi.

"Padahal sebelumnya dia bilang kalau dia akan nahan diri, tetapi lihatlah sekarang. Dia bahkan mbuat aliran di sungai itu njadi tersumbat karena batu besar yang dia lemparkan itu lebarnya hampir sama dengan lebar sungai itu sendiri," ucap Laviena.

Sesuai perkataan Laviena, setelah batu besar itu nghantam Undine dan jatuh ke permukaan sungai, batu besar itu langsung mbuat aliran air yang ada di sungai itu njadi tersumbat. Itu karena batu besar itu mpunyai lebar yang hampir sama dengan lebar sungai itu, sentara tinggi batu itu ncapai setengah dari tinggi kedua tebing yang ada di samping sungai itu.

Namun, skipun aliran sungai itu sempat tersumbat, aliran itu hanya tersumbat sebentar saja. Hal itu dikarenakan tidak lama setelah batu besar itu ndarat di permukaan sungai, batu besar itu tiba-tiba mulai retak dan hancur. Setelah batu besar itu hancur, di permukaan sungai tempat hancurnya batu besar itu tiba-tiba muncul segumpalan air. Segumpalan air itu lalu lesat dengan cepat ke arah Terra. Sambil lesat, segumpalan air itu tiba-tiba berubah wujud njadi wujud Undine versi manusia. Hanya saja kali ini tangan kanan Undine tidak berbentuk tangan kanan pada umumnya, lainkan berbentuk trisula yang terbuat dari air.

Setelah wujud manusianya terbentuk, Undine terus lesat dengan sangat cepat ke arah Terra. Setelah berada dekat dengan Terra, Undine langsung nusuk tubuh Terra dengan nggunakan trisula di tangan kanannya. Pergerakan Undine mulai dari dia lesat sampai dia nusuk tubuh Terra sangatlah cepat sampai Terra tidak bisa bereaksi. Undine nusuk tubuh Terra secara horizontal tepat di dadanya. Serangan tusukan itu sangat kuat hingga mbuat trisula itu nusuk dada Terra hingga nembus ke belakang.

ski Undine sudah nusuk Terra dengan trisulanya, Undine terus lesat dengan cepat ke depan sambil mbawa tubuh Terra yang sudah ditusuk oleh trisulanya itu. Ketika tubuh Terra yang telah ditusuk itu dibawa lesat oleh Undine, bagian dadanya yang telah ditusuk oleh Undine secara perlahan mulai robek. Robekan di bagian dadanya itu terus mbesar hingga akhirnya bagian dadanya itu terpotong dan mbuat tubuh Terra terbelah njadi dua.

Setelah tubuh Terra telah terbelah njadi dua, Undine pun langsung berhenti untuk lesat. Sentara tubuh Terra yang telah terbelah njadi dua kini langsung jatuh dan tenggelam ke bawah sungai.

Setelah itu, Undine lalu rubah tangan kanannya kembali njadi tangan kanan biasa. Kemudian, dia lihat ke bagian sungai tempat tubuh Terra tenggelam.

"Semua air yang ada di sungai ini berada dalam kendaliku. Kamu tidak akan bisa ngalahkanku selama kita berada di sungai ini, Terra," ucap Undine.

Setelah ngatakan itu, Undine lalu lihat ke atas, tepatnya ke permukaan air yang terus nyembur itu. Permukaan air yang nyembur itu terlihat sudah ncapai puncak tebing yang ada di atas. Orang-orang yang ada di permukaan air itu terlihat sudah mulai bergerak ke puncak tebing itu.

"Cih, reka sudah sampai di atas tebing itu. Aku harus segera ngejar dan nangkap reka," ucap Undine.

Setelah Undine ngatakan itu, dari bawah permukaan air tempat Undine berada tiba-tiba muncul 2 ekor Naga air berukuran besar. Undine lalu lompat dan berpijak di kepala salah satu Naga air itu.

"Kejar reka," ucap Undine.

2 ekor Naga air itu lalu terbang untuk ngejar Laviena dan yang lainnya sesuai dengan perintah Undine. 2 ekor naga air itu terus terbang nuju puncak tebing tempat Laviena dan yang lainnya pergi. Tidak lama kemudian, 2 ekor naga air itu hampir sampai ke puncak tebing itu. Namun ketika reka sudah hampir ncapai puncak tebing itu, dari kedua sisi dinding tebing yang reka lewati untuk sampai ke puncak tebing, tiba-tiba muncul 4 ekor naga yang terbuat dari tanah. 4 ekor naga tanah itu lalu nyerang dan nggigit 2 ekor naga air buatan Undine. Undine terlihat sedikit terkejut ketika lihat 4 ekor naga tanah itu tiba-tiba muncul dan langsung nyerang 2 ekor naga air buatannya.

"Naga tanah, reka pasti naga buatan Terra," ucap Undine.

Setelah 4 ekor naga tanah itu nyerang 2 ekor naga air buatan Undine, 2 ekor naga air Undine pun langsung hancur. Undine yang berpijak di atas kepala salah satu naga air itu pun kehilangan pijakannya setelah naga air itu hancur. ski kehilangan pijakannya, Undine terus lesat sendiri untuk ncapai puncak tebing itu. Namun, ketika Undine sedang lesat, Terra tiba-tiba muncul di atasnya. Terra lalu mukul Undine dengan nggunakan tangan kanannya yang telah berubah njadi tangan yang terbuat dari batu berukuran besar. Undine tidak sempat bereaksi terhadap munculnya Terra dan mbuat dia terkena pukulan itu dengan telak. Undine pun langsung terjatuh dan nghantam permukaan sungai setelah terkena pukulan itu.

*BUMMMM

Suara dentuman yang cukup keras pun terdengar setelah Undine nghantam permukaan air. Tubuh Undine pun langsung hancur setelah nghantam permukaan air. Tetapi tidak lama kemudian, tubuhnya mulai pulih kembali.

Setelah tubuhnya pulih, Undine lalu lihat ke atas, tepatnya ke arah Terra. Terlihat Terra sedang berpijak di atas kepala salah satu naga tanah ciptaannya. 4 ekor naga tanah ciptaan Terra itu tubuhnya masih nyatu dengan dinding tebing itu.

"mang semua air di sungai ini berada dalam kendalimu. Kamu pastinya sangat unggul ketika bertarung di sungai ini. Tetapi sepertinya kamu lupa kalau sungai ini dikelilingi oleh 2 tebing yang ada di sampingnya. 2 tebing ini saat ini berada dalam kendaliku, Undine," ucap Terra sambil lihat ke arah Undine yang ada di bawah.

Setelah ndengar perkataan Terra, Undine pun langsung nanggapinya.

"Jangan nghalangiku, Terra. Saat ini aku tidak ada perlu denganmu, aku harus ngejar para ras Siren itu," ucap Undine.

"Aku tidak tahu apa alasanmu ngejar reka, tetapi aku tidak akan mbiarkanmu ngejar reka karena aku saat ini rupakan rekan reka. Jika kamu ingin ngejar reka, maka kalahkan aku dulu, Undine," ucap Terra.

Undine terlihat marah setelah ndengar perkataan Terra.

"Rekan? Apa pengkhianat sepertimu bisa nganggap orang lain sebagai rekan?," tanya Undine.

Setelah Undine nanyakan itu, di permukaan air yang berada di sekitar tempat Undine, tiba-tiba muncul banyak makhluk yang terbuat dari air. Makhluk-makhlur air itu sama seperti makhluk air yang sebelumnya ngepung Laviena dan para Holy Knights. Bahkan di antara para makhluk air itu, ada 4 ekor naga air berukuran besar.

"Apakah kamu akan kembali ninggalkan orang-orang yang saat ini kamu anggap sebagai rekan sama seperti kamu ninggalkan para roh di ’Geestenland’?," tanya Undine.

"Entahlah, siapa yang tahu. Daripada itu, berhenti manggilku sebagai pengkhianat. Jika aku dianggap pengkhianat karena ninggalkan ’Geestenland’, bukankah itu berarti kamu sendiri juga pengkhianat, Undine?," tanya Terra.

Setelah Terra nanyakan itu, di sekitar dinding tebing tempat Terra berada, tiba-tiba juga muncul banyak makhluk yang terbuat dari tanah dan batu. Makhluk-makhluk itu lalu lihat ke bawah ke tempat Undine dan para makhluk air itu berada.

"Jangan samakan aku denganmu. skipun aku ninggalkan ’Geestenland’, aku tidak sudi bergabung dan njadi bawahan dari ras yang telah mbiarkan ’Spirit Queen’ sebelumnya terbunuh. Para Divine Elental Spirits yang lain pun juga sama karena aku tidak ndengar kabar kalau reka bergabung atau njadi bawahan dari ras itu. Satu-satunya pengkhianat dari para Roh adalah kamu, Terra,"

"Sekarang mari kita selesaikan ini. Aku harus segera ngalahkanmu untuk ngejar para ras Siren itu," ucap Undine.

"Kamu pikir kamu bisa ngalahkanku setelah sebelumnya kamu milih untuk larikan diri setelah berhadapan denganku? Aku lah yang akan ngalahkanmu, Undine," ucap Terra.

Setelah itu, Terra dan Undine pun langsung lesat untuk berhadapan satu sama lain, diikuti dengan para makhluk-makhluk buatan reka yang juga ikut bergerak dan mulai saling berhadapan satu sama lain.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Dragon God Supreme cover
Similar genre

Dragon God Supreme

Seven Luan ·Action

Theordinaryyouthlackedtheexceptionaltalentsofhispeers,yethepossessedashockingheritage,bearingamysteriousbloodlineandharboringthespiritoftheEvilDrag...

On the Path to the Great Dao cover
Trending now

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.