Font Size
15px

Sore hari njelang malam, di gerbang depan kediaman Duke Louis.

Orang-orang yang penasaran tentang penyerangan yang terjadi di kediaman Duke Louis terlihat mulai mbubarkan diri satu persatu. Alasan reka mbubarkan diri bukan karena waktu yang sudah mau masuki malam hari, lainkan reka sudah lelah dan capek terus berdiam diri di gerbang depan kediaman Duke Louis tanpa ndapatkan informasi yang jelas tentang penyerangan yang terjadi di kediaman itu. Para prajurit Duke San Lucia yang berjaga di gerbang depan itulah yang mbuat reka tidak bisa ndapatkan informasi. Para prajurit itu larang orang-orang yang penasaran itu untuk masuk ke dalam wilayah kediaman Duke Louis. Karena terus dilarang oleh para prajurit itu, reka pun mulai mbubarkan diri termasuk dengan beberapa orang dari Diganta yang terlihat sedikit kecewa karena reka tidak ndapatkan bahan untuk mbuat surat kabar.

Ketika orang-orang yang penasaran itu sudah mulai mbubarkan diri, beberapa kereta kuda tiba-tiba muncul dari ujung jalan yang berlawanan dengan gerbang depan kediaman Duke Louis. Beberapa kereta kuda itu terlihat sedang bergerak untuk nuju ke gerbang depan kediaman Duke Louis. Beberapa orang yang masih berada di depan gerbang kediaman Duke Louis langsung nepi untuk mberi jalan bagi beberapa kuda itu. reka nepi karena reka ngenal beberapa kereta kuda itu. Beberapa kereta kuda itu adalah kereta kuda yang biasanya digunakan oleh Duke Louis dan juga kereta kuda lainnya rupakan kereta kuda yang digunakan oleh prajurit Duke San Lucia yang bertugas untuk ngawal Duke Louis. ski begitu, ada juga beberapa kereta kuda yang reka tidak kenal. Beberapa kereta kuda itu sepertinya bukan kereta kuda yang dinaiki oleh Duke Louis ataupun prajurit Duke San Lucia.

Tidak lama kemudian, beberapa kereta kuda itu pun telah tiba di depan gerbang kediaman Duke Louis. Beberapa kereta kuda itu pun lalu berhenti dan orang-orang yang naikinya pun langsung turun dari kereta kuda itu. Duke Louis, Duchess Arlet dan komandan Mina terlihat telah turun dari kereta kuda khusus yang biasanya digunakan oleh Duke Louis. Lalu para prajurit Duke San Lucia yang ikut ngawal Duke Louis dan Duchess Arlet pun juga terlihat telah turun dari kereta kuda yang reka naiki.

Sentara itu, dari beberapa kereta kuda yang tidak dikenali oleh orang-orang yang masih berada di sekitar gerbang depan kediaman Duke Louis, terlihat komandan Asier telah turun dari salah satu kereta kuda itu. Komandan Ivana pun juga turun dari salah satu kereta kuda yang lain. Orang-orang yang masih berada di sekitar pun terkejut sekaligus bingung setelah lihat komandan Asier dan komandan Ivana yang juga ikut datang ke kediaman Duke Louis bersama Duke Louis dan Duchess Arlet. Orang-orang itu pun mulai berasumsi kalau alasan reka berdua datang untuk riksa keadaan kediaman Duke Louis yang baru saja diserang.

lihat datangnya komandan Asier dan komandan Ivana, beberapa orang dari Diganta yang masih berada di sekitar tempat itu pun langsung nghampiri komandan Asier dan komandan Ivana untuk ndapatkan informasi.

"Komandan Asier, kenapa anda datang kesini? Bukankah anda seharusnya kembali ke kota San Angela yang rupakan tempat penjagaan pasukan anda? Apakah alasan anda datang kesini karena anda telah ndengar kabar bahwa kediaman tuan Duke Louis telah diserang oleh gereja Sancta Lux? Maka dari itu anda mutuskan untuk datang dan riksa keadaannya?," tanya salah satu orang dari Diganta.

"Komandan Ivana juga, apa anda sama seperti komandan Asier?," tanya orang Diganta lainnya.

ndengar pertanyaan orang dari Diganta itu, komandan Asier dan komandan Ivana pun langsung njawabnya.

"Aku datang kesini hanya untuk berkunjung ke kediaman orang tuanku. Apakah ada hal yang salah dengan hal itu? Dan lagi, aku tidak ndengar adanya penyerangan di kediaman orang tuaku. Mungkin itu hanyalah suatu salah paham saja," ucap komandan Asier.

"Seperti kata Asier, aku datang kesini juga untuk berkunjung. Lagipula tuan Louis rupakan kepala keluarga utama dari keluargaku. Apa salah bagiku untuk berkunjung ke kediaman beliau?," tanya komandan Ivana.

Orang-orang dari Diganta itu pun terdiam setelah ndengar perkataan komandan Asier dan komandan Ivana. Setelah itu, komandan Asier dan komandan Ivana pun pergi berjalan untuk nghampiri Duke Louis dan Duchess Arlet yang telah turun dari kereta kuda. Duke Louis dan Duchess Arlet terlihat juga sedang ditanyai oleh beberapa orang Diganta yang lainnya. Beberapa prajurit Duke San Lucia terlihat sedang berbaris di depan Duke Louis dan Duchess Arlet. reka lakukan itu untuk lindungi Duke Louis dan Duchess Arlet dari orang-orang Diganta yang ncoba nanyai reka dari jarak yang dekat. Para prajurit itu tidak mau ada hal buruk yang terjadi apabila orang-orang itu nanyai reka berdua dari jarak dekat.

"Sesuai yang aku katakan barusan, tidak ada penyerangan yang terjadi di kediaman ini. Ini hanyalah sebuah kesalahpahaman saja. Lagipula, jika mang gereja Sancta Lux nyerang kediaman ini, apa alasan reka lakukan itu? Orang-orang di kediaman kami tidak pernah sedikitpun berseteru dengan reka, jadi tidak mungkin reka nyerang kami tanpa alasan. Jadi gereja Sancta Lux sama sekali tidak lakukan penyerangan di kediaman ini, semua ini hanyalah sebuah salah paham," ucap Duke Louis kepada orang-orang dari Diganta.

Setelah ngatakan itu, Duke Louis mulai pergi ninggalkan orang-orang itu untuk nuju ke dalam gerbang depan kediamannya. Duchess Arlet pun juga pergi ngikuti Duke Louis, begitupun juga dengan komandan Mina. Komandan Asier dan komandan Ivana yang lihat Duke Louis telah pergi lebih dulu pun langsung bergegas nghampirinya. Setelah reka berhasil nghampiri Duke Louis, reka pun lalu berbicara dengan Duke Louis.

"nutupi fakta kalau kediaman kita telah diserang sepertinya sulit juga ya, ayahanda. Sepertinya orang-orang dari Diganta itu ndapatkan informasi dari orang yang berada atau tinggal di sekitar kediaman kita. Orang-orang itu pastinya lihat langsung saat kediaman kita sedang diserang," ucap komandan Asier.

"Iya, maka dari reka tetap ngotot kalau kediaman kita telah diserang. Tetapi untungnya bukti-bukti kalau kediaman kita telah diserang sudah diamankan di halaman depan. reka pun tidak diperbolehkan masuk untuk lihat bukti-bukti itu," ucap Duke Louis.

Setelah itu, Duke Louis, Duchess Arlet, komandan Mina, komandan Asier dan komandan Ivana pun terus berjalan untuk nuju ke dalam gerbang depan kediaman. Sesampainya di gerbang depan, para prajurit yang berjaga di tempat itu pun langsung nyambut Duke Louis dan yang lainnya.

"Selamat datang kembali, tuan Duke, nona Duchess," ucap para prajurit itu.

"Iya, kami kembali," ucap Duke Louis.

Setelah itu, beberapa prajurit yang ada di tempat itu terlihat sedikit terkejut karena komandan Asier dan komandan Ivana juga ikut bersama dengan Duke Louis dan Duchess Arlet.

"Tuan muda dan nona Ivana?!," ucap beberapa prajurit yang terkejut.

"Halo, kalian. Aku datang kesini untuk berkunjung," ucap komandan Asier.

"Aku juga," ucap komandan Ivana.

Setelah itu, Duke Louis dan yang lainnya pun langsung masuk ke dalam wilayah kediaman. reka pun lalu tiba di halaman depan kediaman. Kemudian, reka lalu lihat ke sekitar halaman depan kediaman itu. Ketika reka sedang lihat ke sekitar halaman depan kediaman, reka lihat Rid, Irene dan yang lainnya sedang berbincang di salah satu sisi halaman. Setelah lihat Rid dan yang lainnya, reka pun langsung pergi untuk nghampiri Rid dan yang lainnya.

-

Sentara itu, aku yang sedang berbincang dengan Irene, senior Nadine, nona Elsie, Leandra dan Lily, tiba-tiba ndengar suara kehebohan di sekitar halaman tempat kami berada saat ini. Kami pun mutuskan untuk riksa darimana tentang suara kehebohan tersebut. Kami pun langsung lihat ke sekeliling dan kami lihat para prajurit dan orang-orang yang ada di sekitar halaman ini sedang lihat ke arah yang sama. Kemudian, kami pun juga ikut lihat ke arah yang sama dengan yang dilihat oleh orang-orang itu. Kami kemudian lihat Duke Louis dan Duchess Arlet di arah yang sama dengan yang dilihat oleh orang-orang itu. Duke Louis dan Duchess Arlet saat ini sedang berjalan ke arah tempat kami berada.

"Ayahanda, ibunda. Jadi reka berdua lah yang mbuat heboh orang-orang di sekitar tempat ini," ucap Irene.

Tidak lama kemudian, reka berdua pun sampai di tempat kami berada. Ketika reka sampai di tempat kami, kami pun langsung nyambut reka.

"Selamat datang kembali, paman Louis, bibi Arlet," ucapku.

"Selamat datang kembali, ayahanda, ibunda," ucap Irene.

"Iya, kami kembali," ucap Duke Louis.

"Ngomong-ngomong....," ucap Irene.

Setelah itu, Irene lihat ke dua sosok orang yang ada di belakang Duke Louis dan Duchess Arlet. Dua sosok itu rupakan komandan Asier dan komandan Ivana.

"...Kenapa kakak Asier dan kakak Ivana juga datang kemari?," tanya Irene.

"Aku datang kesini untuk riksa keadaan kediaman ini. Aku dengar kalau kediaman ini diserang oleh orang-orang dari gereja Sancta Lux. Selain itu, aku datang kesini sekalian untuk berkunjung," ucap komandan Asier.

"Aku sama seperti Asier," ucap komandan Ivana.

"Begitu ya," ucap Irene.

"Daripada itu, apa kamu baik-baik saja, Irene? Aku dengar kamu hampir dibunuh oleh High Priest Julian," ucap komandan Asier.

"Aku baik-baik saja. mang benar kalau High Priest Julian berusaha untuk mbunuhku, tetapi aku telah diselamatkan oleh Rid," ucap Irene.

"Begitu ya, syukurlah," ucap komandan Asier.

Setelah itu, komandan Asier tiba-tiba berjalan nghampiriku.

"Terima kasih karena telah nyelamatkan adikku, Rid," ucap komandan Asier dengan sedikit mbungkuk.

Setelah komandan Asier ngatakan itu, tiba-tiba Duke Louis dan Duchess Arlet juga ikut mbungkuk sama seperti komandan Asier.

"Terima kasih karena telah nyelamatkan putri kami, Rid," ucap Duke Louis.

"Terima kasih, Rid," ucap Duchess Arlet.

Aku yang lihat reka mbungkuk pun sedikit terkejut.

"Aku tahu kalau kalian bertiga ingin ngucapkan terima kasih kepadaku. Tetapi tolong jangan sambil mbungkuk kepadaku, aku rasa sedikit tidak nyaman," ucapku.

Setelah aku ngatakan itu, reka bertiga pun berhenti mbungkuk.

"Maaf, Rid. Pokoknya terima kasih karena telah nyelamatkan Irene," ucap Duke Louis.

"Iya, sama-sama, paman Louis," ucapku.

Setelah itu, Duchess Arlet tiba-tiba lihat ke seseorang yang narik perhatiannya. Seseorang itu adalah orang yang saat ini sedang bersamaku yaitu nona Elsie.

"Kamu...., kamu Priest yang waktu itu. Sedang apa kamu disini?," tanya Duchess Arlet.

Duchess Arlet terlihat sedikit marah ketika nanyakan hal itu. Duchess Arlet masih belum tahu tentang situasi nona Elsie. Karena itu aku pun langsung njelaskan situasi nona Elsie kepada Duchess Arlet. Duchess Arlet pun langsung ngerti setelah aku jelaskan situasinya.

"Begitu ya, jadi dia rupakan orang yang dipaksa untuk njadi seorang Priest," ucap Duchess Arlet.

"Iya, bibi Arlet," ucapku.

"Baiklah, aku paham situasinya," ucap Duchess Arlet.

Setelah itu, Duchess Arlet noleh ke arah nona Elsie.

"Namamu adalah Elsie kan? Setelah ini apa kamu senggang? Ada yang ingin aku bicarakan dan diskusikan denganmu," ucap Duchess Arlet.

"Setelah ini saya senggang, nona Duchess," ucap nona Elsie.

"Baguslah kalau begitu," ucap Duchess Arlet.

Setelah itu, Duchess Arlet noleh ke arah Duke Louis.

"Sayang, sekarang sudah waktunya bagi kita untuk ngambil alih pekerjaan dan urusan yang sebelumnya diberikan kepada Irene dan yang lainnya," ucap Duchess Arlet.

"Kamu benar," ucap Duke Louis.

Setelah itu, Duke Louis lihat ke arah kami.

"Rid, Irene dan yang lain, sekarang kalian boleh masuk dan beristirahat ke dalam. Semua pekerjaan dan urusan yang tersisa biar kami yang ambil alih," ucap Duke Louis.

Aku yang ndengar hal itu pun langsung ngatakan sesuatu kepada Duke Louis.

"Tetapi paman Louis, anda baru saja kembali dari ibukota San Estella. Anda baru saja lakukan perjalanan panjang setelah kembali dari sana. Lebih baik anda dan bibi Arlet saja yang beristirahat," ucapku.

"Perkataan Rid benar, lebih baik ayahanda dan ibunda saja yang beristirahat," ucap Irene.

"Lelah yang aku rasakan masih sedikit dibandingkan kalian. Pertama, kalian harus lawan orang-orang gereja Sancta Lux yang nyerang kediaman ini. Lalu setelah itu kalian juga harus ngurus dampak setelah terjadinya penyerangan itu. Lebih baik kalian saja yang beristirahat. Sisanya biar kami yang urus," ucap Duke Louis.

"Itu benar, Rid, Irene. Kalian istirahat saja, kami juga akan ikut mbantu," ucap komandan Ivana.

"Baiklah. Jika kalian berkata begitu, maka aku tidak bisa maksa," ucapku.

"Baguslah kalau kamu ngerti. Sekarang, kamu dan yang lainnya segera masuk ke dalam dan beristirahat. Aku akan rintahkan para pelayan untuk nyiapkan segala sesuatu yang kalian butuhkan untuk beristirahat seperti makanan dan yang lainnya," ucap Duke Louis.

"Baik, paman Louis. Kalau begitu, kami masuk ke dalam dulu," ucapku.

"Iya," ucap Duke Louis.

Setelah itu, aku dan yang lainnya berniat untuk masuk ke dalam kediaman Duke Louis. Tetapi sebelum aku berjalan pergi, tiba-tiba Duchess Arlet ngatakan sesuatu kepadaku.

"Rid, malam nanti, tolong luangkan waktumu sejenak. Ada yang ingin kami bicarakan denganmu," ucap Duchess Arlet.

Aku pun langsung nanggapi perkataan Duchess Arlet.

"Baik, bibi Arlet. Kebetulan sekali aku juga miliki sesuatu yang ingin dibicarakan dengan anda," ucapku.

Setelah itu, aku, Irene dan yang lainnya pun langsung masuk ke dalam kediaman Duke Louis.

-

Sentara itu, di sebuah pantai yang ada di suatu tempat.

Langit di tempat itu saat ini sedang gelap. Langit itu sedang gelap karena awan hitam dengan banyak petir yang nggelegar sedang nyelimuti langit di tempat itu. Ombak yang ada di pantai itu pun terlihat sedang ngganas. Tidak hanya ombak di pantai itu saja, tetapi ombak di seluruh lautan yang ada di dekat tempat itu saat ini sedang ngganas seperti sedang ada badai.

Lalu di bibir pantai di tempat itu, terlihat ada beberapa orang yang sedang berkumpul. Orang-orang yang berkumpul itu terlihat sedang ngenakan seragam yang mirip dengan seragam prajurit. Beberapa orang yang sedang berkumpul itu terlihat seperti manusia, tetapi miliki tanduk. Ada yang miliki 1 tanduk saja dan ada juga yang miliki 2 tanduk di kepalanya. Selain itu, ada juga yang nyerupai seperti Elf, tetapi Elf itu miliki kulit gelap, berbeda dengan Elf pada umumnya yang miliki kulit berwarna putih. skipun reka terlihat berbeda-beda karena ada yang mirip manusia dan ada yang mirip Elf, namun ada kesamaan yang dimiliki oleh orang-orang itu. Orang-orang itu sama-sama miliki tato bercorak berwarna hitam di salah satu bagian tubuh reka. reka juga miliki mata berwarna hitam dengan bola mata berwarna rah darah dengan bentuk pupil yang bermacam-macam. reka semua adalah ras Iblis.

Di depan para iblis yang sedang berkumpul itu, ada seseorang yang makai seragam yang berbeda dengan para iblis yang ada di belakangnya. Orang itu miliki 2 tanduk di kepalanya dan terdapat sebuah pedang di pinggangnya. Orang itu juga miliki tato bercorak berwarna hitam di beberapa bagian tubuhnya, salah satunya di leher hingga ke pipinya. Orang itu saat ini sedang lihat ke arah sebuah portal yang ada di hadapannya.

Setelah itu, orang itu tiba-tiba berbicara.

"Portalnya sudah disiapkan, Yang Mulia Ratu," ucap orang itu.

Setelah orang itu berbicara, tiba-tiba terdengar suara di telinga orang itu.

"Bagus. Aku sebentar lagi akan sampai," ucap suara itu.

Suara itu terdengar seperti suara wanita.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap orang itu.

Sentara itu, cukup jauh dari bibir pantai tempat para iblis itu berkumpul, ada sebuah hutan yang cukup lebat.

Di belakang salah satu pohon yang ada di hutan itu, terlihat ada seseorang yang sedang ngintip dan lihat ke arah para iblis yang sedang berkumpul itu. Orang itu terlihat seperti manusia yang ngenakan sebuah topi yang mirip seperti topi koboi di kepalanya. Orang itu juga miliki pedang dan dua senapan kecil di pinggangnya.

"Iblis-iblis itu tidak terlihat seperti iblis tanpa akal yang biasanya aku temukan. Aku tahu kalau ini adalah wilayah blis tetapi aku jarang lihat iblis yang miliki akal berkumpul di perbatasan antara benua utara dan benua selatan. Apa yang sebenarnya sedang reka lakukan?," tanya orang itu.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Pokémon Court cover
Similar genre

Pokémon Court

Sounding Stream ·Action

SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainstWallace,therepresentativeof...Readmore SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainst...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.