Peace Hunter Chapter 463 : Sebuah Pilihan

Novel: Peace Hunter Author: Rizdhan Updated:
Font Size
15px

"A-apa katamu?!?!," ucap High Priest Theodor.

High Priest Theodor terlihat sangat terkejut setelah ndengar perkataan Rid. Tidak hanya High Priest Theodor saja, Ratu Kayana, Duke Louis dan yang lainnya juga terlihat sangat terkejut. Bahkan nona Laviena juga terlihat terkejut setelah ndengar perkataan Rid.

"High Priest yang lakukan itu sudah terbunuh?!," ucap nona Laviena.

"Rid telah mbunuh High Priest Julian?!," ucap Duke Louis.

Sentara itu, di halaman depan kediaman Duke Louis, tempat Rid dan yang lainnya berada.

Setelah ngatakan itu kepada High Priest Theodor lewat kristal komunikasi, aku lalu lihat dan mperhatikan sekitar tempatku berada. Para prajurit Duke San Lucia yang berada di sekitarku terlihat bertambah banyak daripada sebelumnya. reka yang sebelumnya berjaga atau berada di tempat lain sepertinya mutuskan untuk datang ke tempat ini setelah lihat adanya kerumunan beberapa orang di tempat ini. Aku juga lihat senior Nadine yang kini sedang berdiri di samping Irene, padahal sebelumnya dia sedang berada di tempat lain.

"Rid sedang berbicara dengan siapa, Irene?," tanya senior Nadine.

"Orang yang sedang diajak berbicara oleh Rid lewat kristal komunikasi sebelumnya bilang kalau dia rupakan seorang High Priest gereja Sancta Lux ibukota San Estella. Namanya adalah Theodor," ucap Irene.

Senior Nadine terlihat sedikit terkejut setelah ndengar perkataan Irene.

"High Priest gereja Sancta Lux ibukota San Estella?! Itu berarti dia rupakan Priest yang miliki posisi tertinggi di kerajaan ini," ucap senior Nadine.

"Iya, bisa dibilang orang itu rupakan pemimpinnya High Priest Julian," ucap Irene.

"Dan sekarang Rid sedang berbicara dengan High Priest itu dengan santainya," ucap senior Nadine sambil lihat ke arah Rid.

Sentara itu, nona Elsie terlihat sedang terkejut setelah ndengar Rid yang berbicara dengan High Priest Theodor.

"Aku tidak nyangka kalau dia dapat dengan santainya mberitahu tuan High Priest Theodor kalau dia lah yang telah mbunuh tuan High Priest Julian," ucap nona Elsie.

-

Kembali ke ruangan tempat Ratu Kayana dan yang lainnya berada.

Semua orang yang berada di ruangan itu masih terkejut dengan perkataan Rid sebelumnya. Sentara itu, High Priest Theodor yang sebelumnya sangat terkejut kini mulai berbicara kembali dengan Rid lewat kristal komunikasi.

"Kau bilang kalau kau telah mbunuh tuan Julian?! Jangan bercanda!!," ucap High Priest Theodor.

Setelah ndengar perkataan High Priest Theodor, Rid yang berada dibalik kristal komunikasi itu pun langsung nanggapi perkataannya.

"Saya tidak bercanda. Jika anda tidak percaya, anda bisa datang kesini, ke kediaman Duke Louis. Setelah anda datang kesini, anda bisa lihat sendiri jasad dari High Priest Julian beserta dengan jasad beberapa Priest yang ikut dalam penyerangan di kediaman Duke Louis," ucap Rid.

High Priest Theodor dan semua orang yang ada di ruangan itu pun kembali terkejut.

"Kau....., jadi selama ini kau mang berada di kediaman tuan Louis. Bisa-bisanya kau mberitahu lokasi keberadaanmu sendiri disaat kami bersusah payah untuk ncari tahu lokasi keberadaanmu,"

"Setelah ini, aku pasti akan ngutus para bawahanku untuk datang kesana dan riksanya. Jika benar kau telah mbunuh tuan Julian, maka kau harus diberi hukuman. Kau seharusnya tahu resiko yang akan kau dapatkan apabila macam-macam dengan gereja Sancta Lux, apalagi kau sampai mbunuh seorang High Priest dari gereja Sancta Lux. Jadi bersiaplah, Rid Archie," ucap High Priest Theodor.

"Saya tahu tentang resiko tersebut, tetapi saya tidak punya pilihan lain. Itu karena High Priest Julian berniat untuk mbunuh Irene," ucap Rid.

Duke Louis, Duchess Arlet dan komandan Asier terlihat terkejut setelah ndengar perkataan Rid.

"Setelah penyerangan yang dilakukan oleh High Priest Julian telah berakhir, saya ndapatkan informasi dari Irene kalau awalnya High Priest Julian berniat untuk nculiknya. Namun, ketika saya sampai di lokasi penyerangan itu setelah sebelumnya saya sedang berada di tempat lain, saya lihat High Priest Julian sedang berusaha untuk mbunuh Irene. Sepertinya dia berubah pikiran di tengah jalan dari yang awalnya ingin nculik Irene beralih jadi ingin mbunuh Irene,"

"Lalu, ketika lihat High Priest Julian yang ingin mbunuh Irene, apa anda pikir saya akan diam saja? Saat ini Irene rupakan pacar saya, jadi saya tidak akan maafkan orang yang berusaha untuk mbunuh Irene. Maka dari itu, saya mutuskan untuk mbunuh High Priest Julian," ucap Rid.

"Sungguh alasan yang konyol," ucap High Priest Theodor.

"Anda bilang kalau ini adalah alasan yang konyol? Jika anda mpunyai orang yang berharga lalu ada orang yang ingin lakukan sesuatu kepada orang yang berharga bagi anda, apa anda hanya akan diam saja?," tanya Rid.

High Priest Theodor hanya diam saja setelah ndengar pertanyaan Rid.

"Irene rupakan orang yang berharga bagi saya, begitupun juga dengan orang-orang yang tinggal di kediaman Duke Louis. Ketika saya tinggal disana, reka selalu mperlakukan saya dengan baik. Hal itu juga njadi alasan lain kenapa saya mutuskan untuk mbunuh High Priest Julian. Itu karena dia lah yang mimpin penyerangan di kediaman Duke Louis. Karena penyerangan itu, beberapa prajurit milik Duke Louis pun tewas,"

"Saya tidak akan maafkan orang-orang yang telah lakukan sesuatu kepada orang yang berharga bagi saya. Hal itu juga berlaku nanti. Apabila nanti anda rintahkan para bawahan anda untuk datang ke kediaman Duke Louis lagi dan lakukan penyerangan, maka saya akan mbunuh reka semua. Begitupun juga anda yang mberikan perintah kepada reka," ucap Rid.

High Priest Theodor terlihat marah setelah ndengar perkataan Rid.

"Kau....., beraninya kau berbicara begitu kepadaku!!," ucap High Priest Theodor.

Sentara itu, setelah High Priest Theodor ngatakan itu, Duke Louis tiba-tiba berbicara dengan nada yang keras.

"Rid, ini aku. Bagaimana keadaan di kediamanku? Apa Irene dalam keadaan baik-baik saja?," tanya Duke Louis.

Duke Louis ngatakan itu dengan kondisi tubuh yang masih terikat oleh tali-tali yang diciptakan oleh nona Laviena.

-

Kembali ke halaman depan kediaman Duke Louis.

Aku pun terkejut setelah ndengar suara Duke Louis dari kristal komunikasi yang ku pegang. Tidak hanya aku saja, Irene, Leandra, Lily dan semua orang yang ada di sekitarku pun juga terkejut.

"Suara itu, bukannya itu suara tuan Duke?,"

"Itu benar, itu suara tuan Duke,"

"Kenapa suara tuan Duke tiba-tiba muncul dari kristal komunikasi itu? Bukannya seharusnya Rid Archie sedang berkomunikasi dengan High Priest Theodor?," ucap para prajurit itu.

Sentara itu, setelah ndengar suara Duke Louis, aku pun kembali berbicara lalui kristal komunikasi.

"Paman Louis, kenapa paman bisa muncul di kristal komunikasi ini? Apa paman sedang bersama dengan High Priest Theodor?," tanyaku.

"Iya, itu benar. Aku-," ucap Duke Louis.

Tetapi sebelum Duke Louis nyelesaikan perkataannya itu, perkataannya langsung dipotong oleh High Priest Theodor.

"Diam, tuan Louis!! Saat ini aku yang sedang berbicara dengan Rid Archie, anda tidak usah ikut berbicara!," ucap High Priest Theodor.

Setelah itu, aku tidak ndengar suara Duke Louis lagi.

"Rid Archie, sepertinya kau penasaran kenapa suara tuan Louis tiba-tiba muncul. Tepat seperti perkataanmu sebelumnya, saat ini aku sedang bersama dengan tuan Louis. Tidak hanya dengan tuan Louis, tetapi aku juga bersama dengan nona Arlet, Yang Mulia Ratu, para Duke dan Duchess serta para komandan prajurit kerajaan San Fulgen," ucap High Priest Theodor.

Aku sedikit terkejut setelah ndengar perkataan High Priest Theodor. Sentara orang-orang yang berada di sekitarku kembali heboh karena reka pun juga terkejut setelah ndengar perkataan High Priest Theodor.

"Bagaimana anda bisa bersama dengan reka semua?," tanyaku.

"Setelah prosesi pemakaman para bangsawan telah selesai, reka semua mutuskan untuk berdiskusi tentang insiden penyerangan yang terjadi di kerajaan ini 2 tahun yang lalu di salah satu ruangan yang ada di White Palace. Ketika reka sedang berdiskusi, kami dengan seenaknya masuk ke ruangan tempat reka berdiskusi dan sekarang kami telah ngambil alih ruangan tempat reka berdiskusi sepenuhnya yaitu ruangan tempat kami berada saat ini," ucap High Priest Theodor.

"Kami? Itu berarti anda tidak sendiri ketika anda masuk seenaknya ke ruangan tempat diskusi reka," ucapku.

"Iya, itu benar. Aku masuk ke ruangan ini bersama dengan salah satu komandan Holy Knights yang berasal dari Holy Kingdom. Komandan Holy Knights itu mbawa 2 orang Holy Knights dan juga 1 orang Hold Priest untuk masuk ke ruangan ini," ucap High Priest Theodor.

Semua orang yang ada di sekitarku pun langsung terkejut setelah ndengar perkataan High Priest Theodor.

"S-salah satu komandan Holy Knights ada di White Palace?! Apalagi komandan itu saat ini sedang berada di ruangan yang sama dengan tuan Duke, Yang Mulia Ratu dan yang lainnya?!,"

"Apa yang dilakukan komandan Holy Knights itu di White Palace?!,"

"Tidak hanya itu saja, ada 2 orang Holy Knights dan 1 orang Holy Priest yang datang bersama komandan Holy Knights itu. Kenapa reka yang seharusnya ada di Holy Kingdom bisa berada di White Palace?!

"Apa reka datang ke White Palace karena reka ndengar tentang kita yang lawan orang-orang gereja Sancta Lux di tempat ini? Tetapi hal itu baru terjadi beberapa saat yang lalu, mustahil kalo Holy Kingdom bisa langsung ngetahuinya dan ngirim salah satu komandan Holy Knights kesini,"

"Atau mungkin gereja Sancta Lux minta komandan Holy Knights itu datang untuk rekrut Rid Archie karena gereja Sancta Lux telah narik minat Rid Archie sejak berakhirnya insiden penyerangan yang terjadi 2 hari yang lalu," ucap para prajurit itu.

Orang-orang yang berada di sekitarku masih heboh dan terkejut setelah ndengar perkataan High Priest Theodor. Sentara aku, skipun sempat sedikit terkejut, namun kini aku sudah tenang kembali.

"Komandan Holy Knights..," ucapku.

"Sepertinya orang-orang di sekitarmu sedang heboh setelah ndengar perkataanku tentang adanya salah satu komandan Holy Knights di ruangan ini. reka pun jadi berasumsi macam-macam tetapi asumsi reka itu salah. Komandan Holy Knights ini datang kesini untuk ndiskusikan tentang insiden penyerangan yang terjadi di kerajaan ini karena insiden penyerangan itu libatkan iblis. Holy Kingdom ngetahui tentang insiden penyerangan di kerajaan ini, maka dari itu Holy Kingdom ngutus salah satu komandan Holy Knights untuk datang ke kerajaan ini dan ndapatkan informasi tentang penyerangan itu secara detail," ucap High Priest Theodor.

"Hmmm jadi begitu," ucapku.

"Namun kau jangan senang dulu, Rid Archie. skipun komandan Holy Knights ini datang ke kerajaan ini untuk ndapatkan informasi penyerangan itu, tetapi datangnya komandan Holy Knights ini seolah njadi berkah bagiku. Aku bisa minta bantuan kepada komandan Holy Knights untuk mbantu ndapatkanmu. Komandan Holy Knights ini pun setuju, apalagi beliau juga tertarik kepadamu setelah mbaca surat kabar yang mberitakanmu,"

"Awalnya hanya gereja Sancta Lux yang ingin rekrut dan ndapatkanmu, tetapi kini Holy Knights pun juga ingin ndapatkanmu karena komandan Holy Knights bilang kalau beliau ingin rekrutmu," ucap High Priest Theodor.

Orang-orang yang ada di sekitarku pun kembali terkejut setelah ndengar perkataan High Priest Theodor.

"Komandan Holy Knights itu tertarik kepada Rid Archie?!,"

"Komandan itu bahkan ingin Rid Archie bergabung dengan Holy Knights?!," ucap para prajurit itu.

"Yang benar saja?! Sebelumnya gereja Sancta Lux, dan sekarang Holy Knights pun juga ingin rekrut Rid?!," ucap nona Elsie yang terkejut.

Sentara aku hanya terdiam setelah ndengar perkataan High Priest Theodor. Disaat aku sedang terdiam, High Priest Theodor pun lanjutkan perkataannya.

"Sekarang kamu harus milih Rid Archie. Kamu mau bergabung ke gereja Sancta Lux dan njadi Priest atau kamu mau bergabung ke Holy Knights dan njadi prajurit?," tanya High Priest Theodor.

Setelah ndengar pertanyaan High Priest Theodor, aku tanpa basa-basi langsung njawabnya.

"Bagaimana jika aku tidak mau bergabung dengan keduanya?," tanyaku.

Orang-orang di sekitarku pun kembali terkejut setelah ndengar perkataanku.

"Apa?! Rid Archie ingin nolak keduanya?!,"

"Sebelumnya dia nolak untuk bergabung gereja Sancta Lux dan sekarang dia juga nolak untuk bergabung dengan Holy Priest?!," ucap para prajurit itu.

Setelah aku ngatakan itu, kristal komunikasi yang aku pegang tidak bersuara dalam beberapa saat. Namun tidak lama kemudian, kristal komunikasi itu pun kembali bersuara lagi.

"Lebih baik kamu tidak nolaknya, Rid Archie. Mungkin kamu tidak tahu kalau saat ini, Yang Mulia Ratu, tuan Louis, nona Arlet dan juga komandan Asier yang rupakan kakak dari putri Irene sedang tidak bisa bergerak karena diikat oleh tali-tali yang diciptakan oleh komandan Holy Knights yang bersamaku ini. Orang-orang selain reka pun saat ini juga sedang dikurung di dalam sebuah gelembung besar yang diciptakan oleh komandan Holy Knights ini. Intinya saat ini reka semua tidak bisa lakukan apa-apa. Sedangkan kami bisa lakukan apa saja kepada reka yang tidak bisa lakukan apa-apa,"

"Kamu tahu maksudku kan, Rid Archie? Pokoknya aku sarankan kamu untuk tidak nolaknya jika kamu tidak mau ada sesuatu yang terjadi kepada reka," ucap High Priest Theodor.

Aku pun terdiam setelah ndengar perkataan High Priest Theodor.

Sentara itu, disaat orang-orang di sekitar Rid sedang fokus lihat ke arah Rid yang sedang berkomunikasi dengan High Priest Theodor lewat kristal komunikasi, orang-orang itu nyadari kalau ada sesuatu hal yang tiba-tiba berubah di sekitar tempat reka. Hal yang tiba-tiba berubah di sekitar reka itu adalah tekanan udara yang tiba-tiba berubah njadi berat.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 463 : Sebuah Pilihan on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Mercenary’s War cover
Similar genre

Mercenary’s War

Just Like Water ·Action

GaoYangwasamilitaryenthusiast,anordinaryone,wholovedknives,guns,andadventure. Inanaccident,GaoYangfoundhimselfinAfrica,whereheunfortunatelyexperien...

Top-tier Unruly Master cover
Trending now

Top-tier Unruly Master

Be Qin Sanchi ·Other

WhenDingFanopenedhiseyesagain,everythingbeforehimhadchanged.ACultivatorrebornonEarth,hefoundhimselfinthedespisedbodyofadisgracedheir.Fistsstrikinga...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.