Ratu Kayana dan yang lainnya pun terkejut setelah lihat nona Laviena tiba-tiba nciptakan tali yang muncul dari bawah lantai tempat Duke Louis, Duchess Arlet dan komandan Asier berada . Tali yang diciptakan oleh nona Laviena itu mbuat reka bertiga tidak bisa bergerak sama sekali. reka bertiga pun gagal untuk nyerang High Priest Theodor karena reka telah dihentikan terlebih dahulu oleh nona Laviena.
Tidak hanya itu saja yang mbuat reka semua terkejut, tetapi reka terkejut ketika lihat warna tali yang diciptakan oleh nona Laviena. Tali itu berwarna putih dan juga bercahaya. Warna tali itu mirip dengan warna dari salah satu sihir elen dasar.
"Tali berwarna putih dan juga bercahaya, jangan bilang kalau tali itu tercipta dari sihir itu.....," ucap komandan Oliver yang terkejut.
"~Light Magic~.....," ucap Ratu Kayana.
Sentara itu, ski tidak bisa bergerak, Duchess Arlet terlihat berusaha untuk lepaskan diri dari tali itu dengan mbekukan tali itu nggunakan sihir es miliknya. Tetapi tali yang ngikat dan lilit tubuhnya itu sama sekali tidak bisa dibekukan.
"Kenapa tali ini tidak bisa dibekukan?," tanya Duchess Arlet.
Nona Laviena yang ngetahui kalau Duchess Arlet berusaha untuk mbekukan tali ciptaannya pun langsung nanggapinya.
"Percuma saja, nona. Anda tidak akan bisa mbekukan tali itu karena tali itu terbuat dari salah satu sihir elen dasar yang langka. Saya awalnya tidak ingin nggunakan sihir ini untuk nghentikan kalian. Tetapi saya tidak ada pilihan lain karena sepertinya saya tidak bisa mbuat kalian berhenti dengan nyanyikan senandung seperti yang biasanya saya lakukan,"
"Tidak semua orang bisa saya kendalikan setelah ndengar senandung yang saya nyanyikan. Saya biasanya hanya bisa ngendalikan orang yang jauh lebih lemah dari saya. Ada beberapa orang yang lebih lemah dari saya tetapi tetap tidak bisa saya kendalikan yaitu orang-orang yang levelnya hanya terpaut 1 atau 2 tingkat di bawah saya,"
"Saya nyadari kalau kalian bertiga berada pada level itu, terutama anda, nona," ucap nona Laviena sambil lihat ke arah Duchess Arlet.
Duchess Arlet hanya diam saja ketika dilihat oleh nona Laviena. Tetapi dia saat ini juga sedang natap tajam ke arah nona Laviena.
"Karena itu, senandung yang saya nyanyikan sepertinya tidak akan berefek kepada kalian. Jika senandung saya tidak berefek, maka saya pun tidak bisa ngendalikan kalian dan mbuat kalian berhenti. Jadi saya terpaksa nggunakan sihir ini untuk nghentikan kalian,"
"Saya lakukan ini karena saya tidak mau kalian ndapatkan hukuman yang berat akibat mbunuh Theodor yang rupakan High Priest gereja Sancta Lux. Selain itu, saya tidak mau ada keributan di ruangan ini," ucap nona Laviena.
Setelah ngatakan itu, nona Laviena lalu noleh dan lihat ke arah Ratu Kayana dan yang lainnya.
"Kalian juga, saya minta kalian untuk tidak mbuat keributan di ruangan ini," ucap nona Laviena sambil ngarahkan tangan kanannya ke arah Ratu Kayana dan yang lainnya.
Berbeda dengan saat nona Laviena ngarahkan tangannya ke arah Duke Louis, Duchess Arlet dan komandan Asier, kali ini tangan kanan nona Laviena sedang tidak diselimuti dengan sihir berwarna putih dan bercahaya.
Alasan nona Laviena ngarahkan tangan kanannya ke arah Ratu Kayana dan yang lainnya karena beberapa dari reka seperti komandan Oliver, komandan Ivana, komandan Allister dan juga nona Violetta sedang masang kuda-kuda untuk bersiap nyerang. Tetapi reka belum mau nyerang apalagi setelah lihat nona Laviena sedang ngarahkan tangan kanannya kepada reka.
Sentara itu, Ratu Kayana yang terus berdiri sambil gang tongkat sihirnya tiba-tiba mulai berbicara.
"Kenapa anda yang bukan rupakan ras Malaikat bisa nggunakan ~Light Magic~? Apa mungkin anda rupakan salah satu dari ’orang-orang itu’? Orang-orang yang ndapatkan ~Blessing~ dari para Malaikat," ucap Ratu Kayana.
Nona Laviena pun langsung nanggapi perkataan Ratu Kayana.
"Anda benar, saya rupakan salah satu dari orang yang ndapatkan ~Blessing~ dari para Malaikat, jadi saya bisa nggunakan ~Light Magic~ seperti para Malaikat. Tidak hanya saya saja, semua komandan Holy Knights seperti saya juga ndapatkan ~Blessing~ dari para Malaikat. Beberapa Holy Priest yang ada di Holy Kingdom pun juga ndapatkan ~Blessing~. Tetapi ski orang-orang yang ndapatkan ~Blessing~ bisa nggunakan ~Light Magic~, ~Light Magic~ yang digunakan tidak sekuat yang digunakan langsung oleh para Malaikat," ucap nona Laviena.
"Hmmm begitu ya," ucap Ratu Kayana.
Sentara itu, setelah nona Laviena dan Ratu Kayana selesai berbicara, komandan Ivana yang sedang bersiap untuk nyerang tiba-tiba mulai berbicara.
"Nona komandan, tolong lepaskan tuan Louis, nona Arlet dan juga Asier sekarang juga. reka bertiga adalah keluarga saya," ucap komandan Ivana.
ndengar komandan Ivana berbicara, nona Laviena pun langsung lihat ke arah komandan Ivana.
"Keluarga ya, tidak ngherankan kalau anda miliki warna rambut yang sama dengan reka bertiga. Tetapi saya minta maaf, saya tidak bisa lepaskan reka karena jika saya lepaskan reka, reka pasti akan langsung nyerang dan bahkan mbunuh Theodor,"
"Bukankah anda tahu kalau nyerang atau mbunuh seorang High Priest dari gereja Sancta Lux akan ndapatkan hukuman yang berat tidak hanya dari gereja Sancta Lux saja, lainkan juga dari Holy Kingdom. Apa anda ingin reka bertiga ndapatkan hukuman yang berat?," tanya nona Laviena.
Komandan Ivana pun terdiam setelah ndengar perkataan nona Laviena. ski begitu, dia masih terus masang kuda-kuda untuk bersiap nyerang. Suasana di ruangan itu pun njadi hening setelah nona Laviena selesai berbicara. Namun tidak lama kemudian, Ratu Kayana tiba-tiba berbicara.
"Lepaskan reka bertiga, nona komandan," ucap Ratu Kayana.
Nona Laviena yang ndengar Ratu Kayana selesai berbicara pun kembali noleh dan lihat ke arah Ratu Kayana.
"Apa anda tidak ndengar apa yang sebelumnya saya katakan, nona Ratu?," tanya nona Laviena.
"Saya ndengarnya, tetapi wajar kalau reka bertiga ingin nyerang High Priest Theodor setelah High Priest Theodor berbohong kalau dia akan nghubungi High Priest Julian dan rintahkannya untuk berhenti nyerang kediaman reka. Ini nyangkut soal orang-orang yang ada di kediaman reka, terutama soal putri reka. Wajar kalau reka bertiga marah karena reka bertiga telah dibohongi. Saya pun juga akan marah apabila saya ada di posisi yang sama dengan reka,"
"Jadi tolong lepaskan reka bertiga dan biarkan reka bertiga lakukan apapun terhadap High Priest Theodor," ucap Ratu Kayana.
"Saya tidak bisa lakukannya," ucap nona Laviena.
"Kenapa? High Priest Theodor tidak hanya berbohong kepada reka bertiga, tetapi kepada anda juga. Sebelumnya anda rintahkan dia untuk nghubungi High Priest Julian tetapi tidak dia laksanakan. Bukankah anda juga harus nghukumnya?," tanya Ratu Kayana.
"ski Theodor telah berbohong kepada saya, tetapi saya tidak berhak untuk nghukumnya karena saya rupakan bagian dari Holy Knights. ski Holy Knights dan gereja Sancta Lux sering bekerja sama dan juga kami berdua dipimpin oleh orang yang sama yaitu nona Maiden, tetapi kami tidak boleh ncampuri urusan masing-masing. Orang yang berhak untuk nghukum Theodor adalah orang yang miliki posisi lebih tinggi di gereja Sancta Lux seperti Holy Priest atau nona Maiden sendiri," ucap nona Laviena.
"Jika anda tidak mau nghukumnya, maka biarkan tuan Louis, nona Arlet dan Asier nghukumnya sendiri. Jadi lepaskan reka bertiga sekarang, nona komandan," ucap Ratu Kayana.
"Saya tidak bisa lakukannya, nona Ratu," ucap nona Laviena.
"Jika anda tidak bisa lakukannya, maka saya yang akan mbebaskan reka bertiga sendiri," ucap Ratu Kayana.
Setelah itu, Ratu Kayana tiba-tiba ngarahkan tongkat sihirnya kepada nona Laviena.
~Gravity Magic : Great Gravity Pressure~
Setelah Ratu Kayana ngarahkan tongkat sihirnya ke arah nona Laviena, lantai yang ada di bawah nona Laviena tiba-tiba langsung retak dan hancur. Nona Laviena pun langsung terbenam ke bawah lantai yang hancur itu.
lihat nona Laviena tiba-tiba terbenam, Remia dan Willa pun terkejut dan langsung berteriak manggil nama nona Laviena.
"Nona!!," ucap Remia dan Willa.
Remia dah Willa berniat untuk pergi ke bawah dan lihat kondisi nona Laviena, tetapi sebelum reka lakukan itu, tiba-tiba Ratu Kayana muncul di hadapan reka.
"Kalian berdua nyingkirlah," ucap Ratu Kayana.
Ratu Kayana lalu ngayunkan tongkat sihirnya seperti ngayunkan sebuah pedang ke arah Willa dan Remia.
~Gravity Magic : Great Gravity Slash~
Ratu Kayana berniat lancarkan sebuah tebasan gravitasi ke arah Remia dan Willa. Remia dan Willa yang lihat hal itu pun bersiap untuk bertahan untuk nghadapi serangan yang dilancarkan Ratu Kayana. Kedua tangan reka terlihat sudah diselimuti oleh air yang tipis untuk nahan serangan Ratu Kayana. Tetapi.....
....tepat sebelum Ratu Kayana lancarkan tebasan gravitasi, tali berwarna putih dan bercahaya tiba-tiba muncul dari bawah lantai tempatnya berada dan langsung ngikat tubuhnya dengan sangat cepat. Ratu Kayana pun terkejut begitu ngetahui kalau tubuhnya tiba-tiba sudah terikat oleh tali-tali itu.
"Apa-apaan ini?! Tali-tali ini tiba-tiba sudah ngikat dan lilit tubuhku," pikir Ratu Kayana.
Komandan Oliver, nona Karina dan yang lainnya terlihat terkejut begitu lihat Ratu Kayana tiba-tiba sudah dalam kondisi terikat oleh tali berwarna putih itu.
"Yang Mulia Ratu!!," ucap komandan Oliver.
Setelah itu, dari lubang di lantai tempat terbenamnya nona Laviena sebelumnya, nona Laviena tiba-tiba muncul kembali dengan lompat keluar dari dalam lubang itu. Setelah lompat keluar dari dalam lubang itu, nona Laviena kini berdiri di samping Ratu Kayana yang sedang terikat. Terlihat nona Laviena tidak terluka sama sekali skipun tadi sempat terkena serangan gravitasi dari Ratu Kayana. lihat nona Laviena yang tidak terluka sama sekali mbuat Ratu Kayana, komandan Oliver dan yang lainnya terkejut.
"Bahkan serangan yang saya lancarkan sebelumnya tidak mbuat anda terluka sama sekali. Seperti yang diharapkan dari salah satu komandan Holy Knights," ucap Ratu Kayana yang sedang dalam kondisi terikat oleh tali-tali berwarna putih.
Setelah berdiri di samping Ratu Kayana, nona Laviena lalu ngambil tongkat sihir yang masih dipegang oleh Ratu Kayana.
"Maafkan saya karena harus lakukan ini kepada anda karena saya tidak bisa mbiarkan anda nyerang dan lukai bawahan saya. Selain itu, saya juga minta maaf karena harus ngambil tongkat sihir anda untuk sentara karena jika saya tidak ngambilnya, anda pasti tetap dapat nggunakan sihir gravitasi anda skipun anda dalam kondisi sedang terikat," ucap nona Laviena.
Ratu Kayana hanya terdiam sambil lihat ke arah nona Laviena yang sedang ngambil tongkat sihir miliknya. Setelah itu, tongkat sihir milik Ratu Kayana pun berhasil diambil oleh nona Laviena. Setelah ngambil tongkat sihir itu, nona Laviena lalu letakkan tongkat sihir itu secara hati-hati ke lantai.
Ketika nona Laviena sedang letakkan tongkat sihir itu, tiba-tiba dia ndengar suara komandan Oliver yang sedikit berteriak.
"Beraninya anda lakukan itu kepada Yang Mulia Ratu. skipun anda rupakan komandan Holy Knights, mana mungkin kami akan diam saja setelah lihat Yang Mulia Ratu diperlakukan seperti itu," ucap komandan Oliver.
Setelah ngatakan itu, komandan Oliver tiba-tiba lesat dengan sangat cepat ke arah nona Laviena. Tidak hanya komandan Oliver saja, komandan Ivana, komandan Keira dan komandan Allister pun juga lesat ke arah nona Laviena. Nona Laviena terlihat hanya diam saja, dia masih mbungkuk untuk letakkan tongkat sihir milik Ratu Kayana di lantai.
Lalu, komandan Oliver yang lesat lebih cepat pun kini sudah berada dekat dengan nona Laviena. Dia pun langsung bersiap untuk nyerang nona Laviena. Tetapi tepat sebelum serangan Oliver ngenai nona Laviena, nona Laviena terdengar nggumamkan sesuatu.
~Light Water Magic : Great Light Bubble Prison~
Setelah itu, ketika komandan Oliver lancarkan serangan kepada nona Laviena dengan nggunakan pedangnya, tiba-tiba pedangnya langsung terpantul. Komandan Oliver pun terkejut setelah lihat hal itu.
"Apa ?!," ucap komandan Oliver.
Tidak hanya komandan Oliver saja, komandan Keira, komandan Ivana dan komandan Allister yang lancarkan serangan kepada nona Laviena setelah komandan Oliver pun serangannya juga dipantulkan oleh sesuatu. Sesuatu yang mantulkan serangan reka itu berada tepat di antara reka dengan nona Laviena, makanya serangan reka tidak bisa ngenai nona Laviena.
reka yang awalnya terkejut setelah lihat serangan reka dipantulkan pun kini mulai nyadari kalau dihadapan reka ada sebuah dinding berwarna putih dan transparan. Tetapi dinding itu tidaklah solid seperti dinding pada umumnya karena dinding itu miliki tekstur kenyal seperti sli. Tekstur kenyal itu lah yang mbuat serangan reka terpantul ketika ngenai dinding itu.
"Dinding apa ini? Dinding ini terasa kenyal," ucap komandan Oliver sambil gang dinding pembatas yang ada di hadapannya.
Setelah itu, komandan Oliver terus lihat dan mperhatikan dinding itu. Kemudian, komandan Oliver terlihat terkejut begitu ngetahui kalau dinding itu berukuran cukup besar. Namun yang mbuatnya lebih terkejut adalah setelah ngetahui kalau dinding yang kenyal itu ternyata sedang ngelilingi reka. Tidak hanya ngelilingi komandan Oliver, komandan Ivana, komandan Keira dan komandan Allister saja, tetapi dinding itu juga ngelilingi nona Karina, nona Violetta, Duke Dylan, Duke Neil, Duchess Ecrin dan Duchess Hazel yang masih berada di dekat ja pertemuan. Singkatnya, reka semua saat ini sedang terperangkap di dalam dinding kenyal yang ngelilingi reka. Aslinya reka bukan terperangkap di dinding lainkan terperangkap di dalam gelembung berukuran besar.
"Apa-apaan ini? Sejak kapan kami bisa terperangkap di dalam gelembung ini?," tanya komandan Oliver yang terkejut begitu dia nyadari kalau reka saat ini sedang terperangkap.
Setelah itu, komandan Oliver berusaha untuk nyerang dinding gelembung itu dengan pedangnya tetapi setiap dia nyerang dinding itu, seranganny selalu terpantul. Tidak hanya komandan Oliver saja, komandan Keira dan para komandan lainnya juga berusaha terus nyerang dinding itu dengan nggunakan senjata dan sihir yang reka miliki. Bahkan nona Violetta pun juga ikut nyerang dinding gelembung itu. Tetapi tidak peduli berapa banyak reka nyerang dinding gelembung itu, dinding gelembung itu tidak dapat dihancurkan karena serangan reka selalu terpantul setelah ngenai dinding gelembung itu.
Sentara disaat para komandan itu terus nyerang dinding gelembung itu, nona Karina terlihat hanya diam saja. Tetapi ski hanya diam, nona Karina terlihat sedang mikirkan sesuatu.
"Nona komandan, segera lepaskan kami dari sini," ucap komandan Oliver sambil terus nyerang dinding gelembung itu.
Nona Laviena yang sebelumnya mbungkuk untuk letakkan tongkat sihir milik Ratu Kayana kini sudah berdiri dengan tegak kembali. Nona Laviena lalu lihat ke arah komandan Oliver dan yang lainnya yang sedang terperangkap di dalam gelembung buatannya.
"Saya minta maaf tetapi untuk sekarang kalian semua harus berada di dalam sana terlebih dahulu untuk ncegah adanya keributan. Namun kalian tenang saja, saya tidak akan lakukan apapun terhadap nona Ratu maupun reka bertiga yang saat ini dalam kondisi terikat," ucap nona Laviena.
ski nona Laviena ngatakan itu, komandan Oliver dan yang lainnya terus nyerang dinding gelembung itu agar reka bisa keluar skipun pada akhirnya reka tetap tidak bisa nghancurkan dinding gelembung itu. Nona Laviena yang lihat hal itu tidak respon apa-apa, dia pun juga tidak lagi nanggapi perkataan komandan Oliver dan yang lainnya yang minta untuk dibebaskan dari dalam gelembung itu.
Sentara itu, High Priest Theodor yang sebelumnya hanya diam saja kini kembali berbicara setelah situasi di ruangan itu berhasil dikendalikan oleh nona Laviena.
"Sepertinya situasinya sudah terkendali. Terima kasih karena telah ngendalikan situasinya, nona. Lalu terima kasih juga karena telah nyelamatkan saya," ucap High Priest Theodor.
"Iya," ucap nona Laviena secara singkat.
"Sebagai balas budi saya karena anda telah nyelamatkan saya, saya berjanji kalau saya akan ndapatkan Rid Archie dan kemudian mberikannya kepada anda," ucap High Priest Theodor.
Nona Laviena hanya diam saja setelah ndengar High Priest Theodor berbicara.
"Sekarang saya akan lanjutkan kembali rencana saya untuk ndapatkan Rid Archie," ucap High Priest Theodor.
High Priest Theodor lalu noleh dan natap ke arah Duke Louis yang masih dalam kondisi terikat yang berada tepat di hadapannya.
"Bagaimana, tuan Louis? Apa sekarang anda mau mberitahu dimana lokasi Rid Archie berada?," tanya High Priest Theodor.
Setelah ndengar pertanyaan High Priest Theodor, Duke Louis lalu natap tajam ke arah High Priest Theodor sambil nampilkan ekspresi marah.
"Saya tidak akan pernah mberitahu keberadaan Rid kepada anda. Rid sudah beberapa kali nyelamatkan keluarga saya. Rid bahkan juga nyelamatkan istri saya. Saya tidak akan mberikan informasi apapun tentang orang yang telah nyelamatkan keluarga saya," ucap Duke Louis.
"Jika anda tetap tidak mau mberitahu keberadaan Rid Archie, itu berarti sepertinya anda tidak keberatan kalau kediaman anda terus diserang oleh tuan Julian. Seharusnya anda tahu, saat ini kediaman anda masih diserang oleh tuan Julian. Mungkin sekarang kediaman anda sudah ngalami kerusakan yang cukup parah akibat diserang oleh tuan Julian. Orang-orang yang tinggal di kediaman anda pun juga mungkin sudah banyak yang njadi korban dari penyerangan itu. Tidak hanya nyerang kediaman anda saja, tuan Julian juga berniat untuk nculik putri Irene. Apa anda akan mbiarkan hal itu?,"
"Satu-satunya yang bisa nghentikan tuan Julian sekarang adalah saya. Jika anda mberitahu lokasi keberadaan Rid Archie, saya akan langsung rintahkan tuan Julian untuk berhenti nyerang kediaman anda dan lepaskan putri Irene apabila putri Irene sudah diculik. Sekarang, cepat katakan dimana keberadaan Rid Archie, tuan Louis," ucap High Priest Theodor.
"Saya sudah bilang sebelumnya kalau saya tidak akan pernah mberitahu informasi tentang Rid. Saya mang khawatir tentang penyerangan yang dilakukan oleh High Priest Julian, tetapi saya percaya kalau Irene dan yang lainnya bisa ngatasi penyerangan itu," ucap Duke Louis.
Setelah ndengar perkataan Duke Louis, High Priest Theodor pun tertawa.
"Hahahahaha tidak mungkin orang-orang yang ada di kediaman anda saat ini bisa ngatasi penyerangan itu. Saat ini orang-orang kuat yang ada di kediaman anda seperti anda, nona Arlet dan komandan prajurit anda sedang tidak berada disana. Mungkin ada beberapa orang kuat yang masih ada di kediaman anda tetapi level reka masih di bawah kalian bertiga. Mustahil reka bisa ngatasi penyerangan itu," ucap High Priest Theodor.
Duke Louis pun terdiam setelah ndengar perkataan High Priest Theodor. Disaat Duke Louis terdiam, High Priest Theodor pun kembali lanjutkan perkataannya
"Baiklah, jika anda tetap tidak mau mberitahu keberadaan Rid Archie, maka sepertinya saya harus nghubungi tuan Julian sekarang. Saya akan minta tuan Julian untuk mberitahu kondisi di kediaman anda sekarang. Selain itu, saya juga minta dia untuk mberitahu kondisi putri Irene. Jika kondisi kediaman anda dan putri Irene saat ini dalam kondisi yang mprihatinkan, mungkin anda akan berpikir ulang tentang keputusan anda yang tidak mau mberitahu lokasi Rid Archie," ucap High Priest Theodor.
Duke Louis yang ndengar hal itu pun kembali marah.
"High Priest Theodor!!! Keparat kau!!!," ucap Duke Louis.
High Priest Theodor tidak nanggapi perkataan Duke Louis itu dan milih untuk ngambil sesuatu dari saku pakaiannya. Setelah berhasil ngambil sesuatu itu, High Priest Theodor pun langsung gang sesuatu. Sesuatu yang diambil oleh High Priest Theodor rupakan sebuah kristal komunikasi.
"Sekarang saya akan nghubungi tuan Julian untuk mberitahu bagaimana kondisi disana. Saya akan mbiarkan kalian semua untuk ndengar suara dari kristal komunikasi ini, jadi kalian semua dimohon untuk tenang," ucap High Priest Theodor.
High Priest Theodor lalu mulai nghubungi High Priest Julian dengan kristal komunikasi itu. Sentara Duke Louis hanya diam saja sambil terus natap tajam ke arah High Priest Julian.
Sekitar 30 detik setelah High Priest Theodor mulai nghubungi High Priest Julian, kristal komunikasi yang dipegang oleh High Priest Theodor masih belum ndapatkan tanggapan dari High Priest Julian yang ingin dihubunginya.
Lalu 30 detik kemudian, tepatnya 1 nit setelah High Priest Theodor mulai nghubungi High Priest Julian, kristal komunikasi itu masih juga belum ndapatkan tanggapan. Hal itu mbuat High Theodor bingung.
"Ini aneh, kenapa tuan Julian masih belum njawab panggilanku?," pikir High Priest Theodor.
Semua orang yang ada di ruangan itu pun juga ikut nunggu jawaban dari kristal komunikasi itu, tetapi sudah 1 nit kristal komunikasi itu belum ndapatkan tanggapan dari kristal komunikasi yang dihubungi.
Namun, beberapa detik kemudian, kristal komunikasi itu pun akhirnya ndapatkan tanggapan.
"Halo?," ucap suara dari kristal komunikasi itu.
High Priest Theodor yang ndengar hal itu pun terlihat terkejut. Dia terkejut bukan karena orang yang dihubunginya itu lama njawabnya, lainkan karena suara dari orang yang njawab panggilannya itu terdengar berbeda dari yang biasanya. High Priest Theodor terkejut karena yang njawab panggilannya itu bukanlah High Priest Julian, lainkan orang lain.
"Suara ini, kau bukanlah tuan Julian. Siapa kau?!," tanya High Priest Theodor.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)