Peace Hunter Chapter 456 : Kalung Liontin

Novel: Peace Hunter Author: Rizdhan Updated:
Font Size
15px

"Alasan saya datang ke kerajaan ini adalah karena saya harus nyelesaikan tugas yang diberikan oleh nona Maiden," ucap nona Laviena sambil tersenyum.

Ratu Kayana dan yang lainnya pun kembali terkejut setelah ndengar perkataan nona Laviena.

"Nona Maiden?! Maksudmu nona Holy Maiden yang rupakan pemimpin tertinggi gereja Sancta Lux sekaligus pemimpin tertinggi Holy Kingdom?!," ucap Ratu Kayana.

"Benar, seperti yang anda katakan," ucap nona Laviena.

Setelah itu, nona Laviena ngambil sesuatu dari dalam seragam Priest gereja Sancta Lux yang dia kenakan. Setelah sudah ngambil sesuatu dari dalam seragamnya, nona Laviena lalu nunjukan sesuatu itu kepada Ratu Kayana dan yang lainnya. Sesuatu yang ditunjukan oleh nona Laviena terlihat seperti sebuah kalung liontin. Liontin pada kalung itu berbentuk seperti manusia setengah badan, hanya dari kepala sampai pinggang tetapi bagian kakinya tidak ada. Tetapi bentuk manusia pada liontin itu miliki 2 pasang sayap seperti sayap burung. Dengan kata lain, bentuk liontin itu bukan rupakan bentuk manusia, lainkan bentuk malaikat. Bentuk malaikat pada liontin itu terlihat sedang gang pedang dengan ngarahkan ujung pedangnya ke bawah, yaitu ke bagian pinggang bentuk Malaikat itu. Selain itu, seluruh bagian kalung itu termasuk bagian liontinnya miliki warna emas yang cukup terang.

"Apa kalung liontin ini sudah cukup sebagai bukti kalau saya rupakan salah satu komandan Holy Knights?," tanya nona Laviena sambil nunjukan kalung liontin yang baru saja dia ambil dari dalam seragamnya.

Setelah itu, Ratu Kayana dan yang lainnya lihat dan mperhatikan ke arah kalung liontin itu.

"Kalung liontin emas berbentuk malaikat sambil gang sebuah pedang, aku pernah dengar informasi kalau kalung liontin itu rupakan kalung penanda kalau yang makai atau gang kalung itu rupakan seorang Holy Knights. Untuk Holy Knights biasa, reka makai kalung liontin emas dengan bentuk malaikat yang miliki sepasang sayap. Sentara untuk komandan Holy Knights, reka makai kalung liontin emas dengan bentuk malaikat yang miliki 2 pasang sayap,"

"Jika anda miliki kalung liontin itu, tidak salah lagi kalau anda mang rupakan seorang komandan Holy Knights," ucap Ratu Kayana.

"Seperti yang diharapkan dari Ratu kerajaan ini, anda tahu banyak tentang informasi dari negara atau kerajaan lain," ucap nona Laviena.

"Saya pikir orang-orang biasa juga tahu informasi tentang itu karena Holy Kingdom rupakan kerajaan yang terkenal di benua Utara," ucap Ratu Kayana.

"Yah, anda ada benarnya," ucap nona Laviena.

Setelah itu, komandan Oliver tiba-tiba ndekati nona Laviena. Kemudian, dia pun langsung mbungkuk.

"Saya minta maaf karena telah ncoba untuk nyerang anda sebelumnya, nona komandan. Saya tidak tahu kalau anda rupakan salah satu dari komandan Holy Knights," ucap komandan Oliver.

"Anda tidak perlu minta maaf, lagipula ini kesalahan saya karena tidak langsung mperkenalkan diri. Selain itu, saya juga tidak makai atau mperlihatkan atribut yang mbuktikan kalau saya adalah seorang komandan Holy Knights. Saya mang makai seragam Priest gereja Sancta Lux tetapi kehadiran Priest di tempat ini sepertinya malah mbuat kalian njadi curiga,"

"Saya maklumi kalau anda ingin nyerang saya karena saya dianggap ncurigakan, apalagi saya berusaha ndekati Ratu kerajaan ini dan orang-orang yang bersamanya. Jika situasi yang sama terjadi dengan nona Maiden, saya pasti juga akan lakukan hal yang sama. Jadi anda tidak perlu minta maaf, anda hanya laksanakan tugas anda saja," ucap nona Laviena.

"Terima kasih, nona komandan," ucap komandan Oliver.

Setelah itu, komandan Oliver pun berhenti untuk mbungkuk. Setelah komandan Oliver selesai berbicara, kali ini giliran Ratu Kayana yang mulai berbicara.

"Saya juga minta maaf karena sebelumnya saya sempat tidak mpercayai kalau anda rupakan komandan Holy Knights skipun saya sudah diberitahu oleh Violetta yang rupakan mantan Holy Knights," ucap Ratu Kayana.

"Anda tidak perlu minta maaf, nona Ratu. Selain itu, anda tidak perlu berbicara formal kepada saya," ucap nona Laviena.

"Ini rupakan kebiasaan saya ketika berbicara dengan perwakilan kerajaan lain, apalagi anda rupakan komandan Holy Knights dari Holy Kingdom. Jadi saya akan tetap berbicara formal kepada anda," ucap Ratu Kayana.

"Baiklah jika anda bersikeras," ucap nona Laviena.

"Ngomong-ngomong, nona komandan, kenapa sejak awal anda tidak ngenakan seragam yang biasanya digunakan oleh anda sebagai komandan Holy Knights? Anda malah nggunakan seragam Priest gereja Sancta Lux," ucap Ratu Kayana.

"Jika saya datang dengan nggunakan seragam yang biasanya saya pakai, orang-orang tentu akan ngetahui siapa saya dan itu akan mbuat heboh. Saya tidak ingin kedatangan saya mbuat heboh makanya saya ngenakan pakaian biasa ketika datang ke kerajaan ini. Lalu ketika kami sudah tiba di kerajaan ini, kami singgah di gereja Sancta Lux yang ada di ibukota kerajaan ini lalu reka mberikan kami seragam Priest ini," ucap nona Laviena.

"Begitu ya," ucap Ratu Kayana.

Setelah itu, Ratu Kayana lihat ke arah 3 orang yang berada di belakang nona Laviena. 3 orang itu masih ngenakan tudung kepala jadi Ratu Kayana tidak tahu siapa reka.

"Maaf jika saya bertanya lagi, nona komandan. Siapa 3 orang yang ada di belakang anda itu?," tanya Ratu Kayana.

"reka adalah orang yang ikut bersama saya dari Holy Kingdom untuk datang ke kerajaan ini,"

"Kalian bertiga, lepas tudung kepala kalian," ucap nona Laviena kepada 3 orang yang berada di belakangnya.

Setelah itu, 3 orang itu pun langsung lepaskan tudung kepala yang reka pakai. Setelah reka sudah lepaskan tudung kepala yang reka pakai, Ratu Kayana dan yang lainnya pun kembali terkejut. reka terkejut ketika reka lihat 2 dari 3 orang yang berada di belakang nona Laviena miliki penampilan yang sama dengan nona Laviena yaitu reka juga miliki telinga panjang berbentuk sirip ikan dan miliki telapak tangan yang berselaput. 2 orang itu rupakan ras Siren sama seperti nona Laviena. reka adalah Remia dan Willa

Sedangkan untuk orang yang satunya adalah seorang pria yang miliki tubuh pendek, lebih pendek dari manusia pada umumnya. Orang itu adalah Alexis yang berasal dari ras Dwarf. Ratu Kayana dan yang lainnya pun juga terkejut ketika lihat Alexis.

"Perkenalkan, dua orang wanita yang datang bersama saya ini bernama Remia dan Willa. reka berdua adalah salah satu Holy Knights dan reka rupakan bawahan saya. Seperti yang kalian lihat, Remia dan Willa juga rupakan ras Siren, sama seperti saya," ucap nona Laviena.

"lihat satu orang dari ras Siren saja sudah cukup langka, sekarang ada 3 orang dari ras Siren," ucap Duke Louis yang terkejut.

"Ini pemandangan yang cukup langka," ucap Ratu Kayana yang juga terkejut.

"Saya paham kenapa kalian terkejut begitu lihat kami. Ras Siren umumnya tinggal di bawah laut jadi orang-orang jarang lihat reka di permukaan. Tetapi bukan berarti tidak ada ras Siren yang tinggal atau beraktifitas di permukaan. Ada, namun jumlahnya sangat sedikit. Kami bertiga termasuk dalam ras Siren yang tinggal atau beraktifitas di permukaan," ucap nona Laviena.

"Begitu ya," ucap Ratu Kayana dengan ekspresi yang masih terkejut.

Ratu Kayana masih tidak nyangka kalau dia bisa lihat 3 orang dari ras Siren secara langsung, yang lainnya pun juga begitu. Sentara itu, disaat Ratu Kayana dan yang lainnya masih lihat dan natap nona Laviena, Willa dan Remia dengan ekspresi terkejut, nona Violetta yang sejak tadi juga lihat ke arah Willa dan Remia pun mulai berbicara.

"Remia, Willa, lama tidak berjumpa," ucap nona Violetta.

"Iya, lama tidak berjumpa juga, Violetta," ucap Willa.

"Bagaimana kabarmu? Apa traumamu setelah terjadinya pertarungan itu sudah hilang?," tanya Remia.

Ratu Kayana yang juga ndengar perkataan Remia terlihat penasaran dengan perkataan Remia.

"Pertarungan?," pikir Ratu Kayana.

"Aku sudah sembuh, Remia. Sekarang aku sudah baik-baik saja," ucap nona Violetta.

"Baguslah kalau kamu sudah sembuh," ucap Remia.

"Kalau kamu sudah sembuh, apa kamu tidak ada niatan untuk njadi Holy Knights lagi, Violetta?," tanya Willa.

"Sepertinya tidak. Aku tidak akan kembali ke Holy Kingdom, aku akan tetap tinggal disini," ucap nona Violetta.

"Begitu ya," ucap Willa.

"Kamu ini bagaimana sih, Willa? Bukankah kamu kemarin sudah mbaca surat kabar tentang kerajaan ini? Violetta saat ini sudah njadi salah satu Duchess di kerajaan ini, mana mungkin dia akan kembali ke Holy Kingdom. Dia harus nuhi tugasnya sebagai salah satu Duchess," ucap Remia.

"Kamu benar juga," ucap Willa.

"Kalian sudah ngetahui tentang itu ya, aku mang njadi seorang Duchess tetapi hanya sentara," ucap nona Violetta.

"Mau sentara atau tidak, kamu tetaplah seorang Duchess, yang berarti kamu rupakan salah satu petinggi atau pemimpin di kerajaan ini," ucap Willa.

"Yah apapun itu, senang lihatmu baik-baik saja, Violetta," ucap Remia.

"Iya," ucap nona Violetta.

Setelah itu, nona Violetta noleh ke arah nona Laviena.

"Lama tidak berjumpa juga, nona Laviena. Saya minta maaf karena sebelumnya saya sempat terkejut ketika lihat anda," ucap nona Violetta sambil sedikit mbungkuk.

"Lama tidak berjumpa juga, Violetta. Kamu tidak perlu minta maaf soal itu, wajar jika kamu terkejut ketika lihatku yang seharusnya ada di Holy Kingdom tiba-tiba ada disini," ucap nona Laviena.

"Baik, nona," ucap nona Violetta.

Setelah itu, nona Violetta berhenti mbungkuk dan kemudian dia noleh ke pria dari ras Dwarf yang ikut dengan nona Laviena.

"Lama tidak berjumpa juga, tuan Alexis," ucap nona Violetta.

Setelah ndengar perkataan nona Violetta, Alexis pun langsung njawab.

"Iya, lama tidak berjumpa juga, Violetta," ucap Alexis.

Sentara itu, Ratu Kayana yang ndengar perkataan nona Violetta dan Alexis tiba-tiba ikut berbicara.

"Tuan Alexis? Apa beliau salah satu dari Holy Knights juga?," tanya Ratu Kayana.

Nona Laviena lalu njawab pertanyaan Ratu Kayana.

"Bukan, nona Ratu. Alexis rupakan salah satu dari Holy Priest gereja Sancta Lux," ucap nona Laviena.

Ratu Kayana dan yang lainnya pun terkejut setelah ndengar perkataan nona Laviena.

"Holy Priest?! Bukankah itu Priest dengan jabatan tertinggi di gereja Sancta Lux? Priest yang bekerja di gereja utama di Holy Kingdom dan rupakan bawahan langsung dari nona Holy Maiden," ucap Ratu Kayana.

"Itu benar, nona Ratu. Saya rupakan Holy Priest yang rupakan bawahan langsung dari nona Maiden. Ini buktinya," ucap Alexis.

Alexis kemudian nunjukan sebuah kalung liontin emas kepada Ratu Kayana. Kalung liontin itu sama seperti yang sebelumnya ditunjukkan oleh nona Laviena, yaitu kalung liontin berbentuk malaikat. Tetapi Malaikat yang ada pada kalung liontin yang ditunjukkan Alexis hanya miliki satu pasang sayap. Selain itu, bentuk liontin Malaikat itu tidak sedang gang pedang, lainkan sedang nggenggam kedua tangannya seperti sedang berdoa.

"Kalung liontin berbentuk Malaikat yang sedang berdoa, tidak salah lagi itu rupakan bukti kalau pemiliknya rupakan seorang Holy Priest," ucap Ratu Kayana sambil terkejut.

Setelah itu, Alexis langsung naruh kembali kalung itu ke dalam pakaiannya.

"Saya tidak nyangka kalau seorang komandan Holy Knights, 2 orang Holy Knights dan 1 orang Holy Priests akan datang kesini. Apa hanya kalian berempat saja yang datang kesini atau ada yang lainnya juga?," tanya Ratu Kayana.

"Kami mang hanya berempat saja ketika kami pergi dari Holy Kingdom untuk nuju ke kerajaan ini, tetapi ketika kami masuk ke kediaman anda ini, ada 1 orang lagi yang ikut bersama kami," ucap nona Laviena.

"1 orang lagi?," tanya Ratu Kayana.

"Iya, nona Ratu. Sebelumnya orang ini bilang kalau dia akan nunggu di luar saja. Biar saya panggilkan dia, masuklah, Theodor," ucap nona Laviena.

Setelah itu, seorang pria berkacamata yang ngenakan seragam seperti seragam yang dikenakan oleh High Priest Julian pun masuk ke dalam ruangan tempat Ratu Kayana dan yang lainnya berada. Orang itu masuk sambil gang sebuah tongkat yang terlihat seperti tongkat sihir di tangan kanannya. Orang itu terlihat sedang tersenyum ketika berjalan masuk ke dalam ruangan itu.

Sentara itu, Ratu Kayana yang lihat orang itu masuk langsung natap orang itu dengan ekspresi marah. Tidak hanya Ratu Kayana saja, Duke Louis, Duchess Arlet dan komandan Asier juga natap orang itu dengan ekspresi marah.

"High Priest Theodor....," ucap Ratu Kayana.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 456 : Kalung Liontin on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

On the Path to the Great Dao cover
Similar genre

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

Elven Invasion cover
Similar genre

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.