Setelah itu, aku, Irene, Leandra, Lily dan senior Nadine kembali berbincang di tempat itu. Seiring kami yang sedang berbincang, debu asap yang nyelimuti sekitar tempat kami secara perlahan pun mulai nghilang.
Lalu tidak lama kemudian, ketika kami sedang berbincang, kami lihat beberapa prajurit Duke San Lucia sedang berlari ke arah kami dari jalan yang nuju ke gerbang depan kediaman paman Louis. Beberapa saat kemudian, beberapa prajurit itu pun sampai di tempat kami.
"Putri Irene, anda tidak apa-apa? Tadi, kami ndengar suara teriakan dan kami diberi tahu oleh nona Nadine, Leandra dan Lily kalau suara teriakan itu berasal dari anda. Apa ada sesuatu yang terjadi kepada anda?," tanya salah satu prajurit itu ketika reka baru tiba di tempat kami.
"Kalian juga ndengar suara teriakanku ya. Sebelumnya aku berteriak karena aku terkena serangan High Priest Julian. Tetapi aku berhasil diselamatkan oleh Rid. Jadi sekarang aku sudah tidak apa-apa, kalian tidak perlu khawatir," ucap Irene.
"Begitu ya. Syukurlah ka-," ucap prajurit itu.
Tetapi prajurit itu tidak nyelesaikan perkataannya karena dia langsung terkejut begitu lihat tubuh High Priest Julian yang tergeletak dengan kondisi tanpa kepala yang berada tidak jauh dari tempat kami berada.
"A-astaga, b-bukannya itu High Priest Julian?!?!," tanya prajurit itu sambil terkejut.
Semua prajurit yang ada di tempat kami berada pun juga terkejut setelah lihat tubuh High Priest Julian.
"H-High Priest Julian telah mati?!,"
"Bagaimana bisa?!,"
"Siapa yang mbunuhnya?! Bahkan sampai motong kepalanya?!," tanya para prajurit itu.
ndengar prajurit itu bertanya-tanya tentang siapa yang mbunuh High Priest Julian, aku pun langsung njawab pertanyaan reka.
"Aku yang telah mbunuh High Priest Julian," ucapku.
Para prajurit itu pun kembali terkejut setelah ndengar perkataanku.
"Apa?! Kamu yang telah mbunuh High Priest Julian?,"
"Kamu sedang tidak bercanda kan, Rid Archie?," tanya para prajurit itu.
"Tidak, aku sedang tidak bercanda. Aku serius kalau aku lah yang telah mbunuh High Priest Julian. Hal itu aku lakukan karena sebelumnya High Priest Julian berniat untuk mbunuh Irene. Sebagai pacarnya, mana mungkin aku diam saja lihat dia yang ingin mbunuh Irene, maka dari itu aku mutuskan untuk mbunuhnya," ucapku.
Para prajurit itu pun lalu terdiam setelah ndengar perkataanku. Tidak lama kemudian, beberapa prajurit itu mulai berbicara kembali.
"T-tetapi High Priest Julian rupakan seorang High Priest dari gereja Sancta Lux. Posisinya lebih tinggi dari seorang Priest biasa. Jika seorang High Priest dari gereja Sancta Lux terbunuh, gereja Sancta Lux tidak mungkin akan diam saja,"
"Itu benar, reka pasti akan lakukan penyerangan lagi ke kediaman tuan Duke. Jika reka lakukan penyerangan lagi, skala penyerangannya pasti akan lebih besar dari sebelumnya. Kerusakannya pun akan lebih parah daripada penyerangan saat ini,"
"Jika reka lakukan penyerangan lagi di kediaman tuan Duke, skipun skala penyerangan yang reka lakukan itu lebih besar tetapi itu bukanlah risiko terburuknya. Risiko terburuknya adalah kalau Holy Kingdom yang rupakan pusatnya gereja Sancta Lux ndeklarasikan perang kepada kerajaan San Fulgen atas insiden pembunuhan terhadap seorang High Priest. Jika itu terjadi, seluruh kerajaan ini akan kacau,"
"Itu benar. Jika kerajaan ini berperang dengan Holy Kingdom, sudah pasti kerajaan ini akan kalah," ucap para prajurit itu.
Para prajurit itu terlihat cemas dan panik setelah ngetahui kalau High Priest Julian telah terbunuh. reka ncemaskan risiko dan dampak dari terbunuhnya High Priest Julian.
lihat para prajurit itu sedang cemas, senior Nadine tiba-tiba mulai berbicara.
"Aku tahu risiko buruk akibat tewasnya High Priest Julian. Jika gereja Sancta Lux lakukan penyerangan kembali, maka skala penyerangan yang reka lakukan akan lebih besar. Lalu ada juga kemungkinan terburuk yaitu Holy Kingdom bisa saja ndeklarasikan perang terhadap kerajaan Sancta Lux akibat tewasnya High Priest Julian,"
"ski aku tahu risiko-risiko tersebut, aku tidak peduli. Aku tidak akan maafkan orang yang berniat untuk mbunuh sepupuku yaitu Irene, sekalipun orang itu adalah orang penting ataupun berpengaruh,"
"Jika High Priest Julian tidak dibunuh oleh Rid, maka aku sendiri yang akan mbunuhnya. Aku tidak peduli skipun harus nghadapi risiko-risiko buruk itu. Bukankah kalian juga sama?," tanya senior Nadine.
Para prajurit itu pun terdiam setelah ndengar perkataan senior Nadine. Disaat para prajurit itu sedang terdiam, senior Nadine terus lanjutkan perkataannya.
"Sebelumnya kalian berani untuk nyerang orang-orang atau para Priest dari gereja Sancta Lux yang lakukan penyerangan ke kediaman paman Louis. Kalian berani lakukan itu untuk lindungi kediaman paman Louis sekaligus lindungi Irene yang awalnya njadi target penculikan untuk mancing Rid. Jika sebelumnya kalian berani lawan gereja Sancta Lux, kenapa sekarang kalian njadi cemas dan takut? Apa kalian sekarang njadi takut setelah tewasnya High Priest Julian? Kalian njadi takut karena jika terjadi penyerangan, skala penyerangannya njadi lebih besar dari yang terjadi barusan?,"
"Asal kalian tahu saja, skipun High Priest Julian tidak tewas, gereja Sancta Lux akan terus nyerang kediaman paman Louis. Itu karena kita berani nantang reka dengan ncegah reka untuk nculik Irene. Jadi dengan atau tanpa tewasnya High Priest Julian, situasi ini tidak akan ada bedanya. Gereja Sancta Lux akan terus nyerang kediaman paman Louis," ucap senior Nadine.
Para prajurit itu pun terus terdiam. Lalu tidak lama kemudian, beberapa dari prajurit itu pun mulai berbicara.
"Itu benar. Sebelumnya kita berani untuk lawan orang-orang dari gereja Sancta Lux, tetapi kenapa sekarang kita malah njadi cemas dan takut?,"
"Apa yang dikatakan nona Nadine juga benar, dengan atau tanpa tewasnya High Priest Julian, orang-orang dari gereja Sancta Lux tetap akan nyerang kediaman tuan Duke. Apalagi karena Rid Archie yang reka incar saat ini sedang tinggal di kediaman tuan Duke. reka pasti akan terus berdatangan ke kediaman tuan Duke untuk ngincar Rid Archie. reka tidak akan segan-segan untuk lakukan penyerangan ke kediaman tuan Duke atau nculik putri Irene yang saat ini rupakan pacar Rid Archie untuk mancing dan ndapatkan Rid Archie,"
"Itu benar," ucap beberapa prajurit itu.
Beberapa prajurit itu kelihatannya setuju dengan perkataan senior Nadine. Namun tidak semua dari prajurit yang ada di tempat kami setuju karena beberapa dari reka mulai ngutarakan pendapat yang lain.
"Jika penyebab orang-orang dari gereja Sancta Lux datang ke kediaman tuan Duke dan lakukan penyerangan, apalagi sampai berniat untuk nculik putri Irene itu karena adanya Rid Archie yang saat ini tinggal di kediaman tuan Duke. Bukankah lebih baik Rid Archie pergi saja dari kediaman tuan Duke agar orang-orang dari gereja Sancta Lux itu tidak datang lagi dan lakukan penyerangan?," ucap salah satu prajurit.
Leandra, Lily, senior Nadine dan beberapa prajurit pun langsung terkejut setelah ndengar perkataan prajurit itu. Sentara aku hanya diam dan tetap tenang setelah ndengar perkataan prajurit itu. Irene pun juga kelihatan tetap tenang karena dia terlihat tidak terkejut sama sekali.
Lalu setelah prajurit itu ngatakan hal itu, beberapa prajurit yang lain pun mulai berbicara.
"Itu benar. Sejak awal, orang-orang dari gereja Sancta Lux datang ke kediaman tuan Duke karena adanya Rid Archie di kediaman tuan Duke. skipun reka belum mastikan kalau Rid Archie benar-benar tinggal di kediaman tuan Duke, tetapi adanya hubungan antara Rid Archie dan putri Irene lah yang mbuat reka berasumsi kalau Rid Archie tinggal di kediaman tuan Duke setelah kampung halamannya hancur,"
"Gara-gara adanya Rid Archie di kediaman tuan Duke, kita pun harus berurusan dengan orang-orang gereja Sancta Lux yang datang dan lakukan penyerangan. Jika dia tidak tinggal di kediaman tuan Duke, mungkin kita saat ini masih njaga kediaman paman Louis dengan damai,"
"Jadi semua ini adalah salah Rid Archie. Dia mbuat kita harus nanggung semua risiko ini. Apalagi ke depannya, gereja Sancta Lux pastinya akan datang lagi dan lakukan penyerangan. Dan kita pun harus nghadapi reka lagi,"
"Ini semua salah dirimu, Rid Archie," ucap beberapa prajurit itu.
Leandra, Lily, senior Nadine dan beberapa prajurit kembali terkejut setelah perkataan beberapa prajurit itu. reka tidak nyangka kalau beberapa prajurit itu akan ngutarakan pendapat yang berlawanan dengan reka.
Sentara aku masih tetap tenang skipun ndengar perkataan reka yang nyalahkanku. Setelah itu, aku terdiam sambil mikirkan sesuatu.
"Setelah aku pikir-pikir, apa yang reka katakan itu mang benar. Insiden penyerangan yang terjadi di kediaman paman Louis rupakan kesalahanku. Jika aku tidak tinggal di kediaman paman Louis, orang-orang dari gereja Sancta Lux mungkin tidak akan datang dan lakukan penyerangan. Tidak, mungkin jika aku tidak berpacaran dengan Irene, reka tidak akan datang ke kediaman paman Louis karena dengan tidak adanya hubungan antara aku dengan Irene, orang-orang dari gereja Sancta Lux tidak akan berasumsi kalau aku akan tinggal di kediaman paman Louis karena aku tidak miliki hubungan sama sekali dengan Irene," pikirku.
Setelah aku mikirkan itu, tiba-tiba aku rasakan kalau tangan kananku dipegang oleh seseorang. Aku lalu noleh untuk lihat siapa yang gang tangan kananku. Ternyata tangan kananku sedang di pegang oleh Irene. Irene gang tangan kananku sambil lihat ke arah beberapa prajurit yang nyalahkanku.
"Irene.....," ucapku.
Irene tidak noleh ataupun nanggapi perkataanku, tetapi tidak lama kemudian Irene mulai berbicara sambil tetap lihat ke arah beberapa prajurit yang nyalahkanku.
"Kalian-," ucap Irene.
Irene berniat ngatakan sesuatu kepada beberapa prajurit itu, tetapi dia langsung berhenti berbicara ketika senior Nadine yang ada di sebelah kirinya tiba-tiba regangkan tangan kanannya ke depan Irene. Apa yang senior Nadine lakukan seperti hendak mberitahu Irene untuk berhenti lewat kode tangannya. Irene pun langsung berhenti berbicara setelah senior Nadine regangkan tangan kanannya.
Setelah Irene berhenti berbicara, senior Nadine lalu nurunkan tangan kanannya itu. Kemudian, senior Nadine pun mulai berbicara.
"Aku tidak nyangka kalau kalian akan nyalahkan Rid atas serangan yang dilakukan oleh gereja Sancta Lux. Aku tidak tahu kalian sudah tahu atau kalian lupa soal ini, tetapi Rid bisa tinggal di kediaman paman Louis atas persetujuan paman Louis dan juga bibi Arlet. Jika kalian nyalahkan Rid karena dia tinggal di kediaman paman Louis, berarti sama saja kalian juga nyalahkan paman Louis dan juga bibi Arlet. Kalian nyalahkan reka berdua karena telah ngizinkan Rid untuk tinggal di kediaman reka," ucap senior Nadine.
Beberapa prajurit yang nyalahkanku pun terlihat terkejut setelah ndengar perkataan senior Nadine.
"B-bukan seperti itu, nona Nadine. K-kami tidak nyalahkan tuan Duke dan nona Duchess karena telah ngizinkan Rid Archie untuk tinggal di kediaman reka,"
"I-itu benar, nona Nadine," ucap beberapa prajurit itu.
"Apa bedanya? Jika kalian nyalahkan Rid karena Rid yang nyebabkan kediaman paman Louis diserang oleh gereja Sancta Lux gara-gara dia tinggal di kediaman paman Louis, berarti sama saja kalian nyalahkan paman Louis dan bibi Arlet karena telah ngizinkan Rid untuk tinggal. Jika reka berdua tidak ngizinkan Rid untuk tinggal, Rid tidak akan tinggal di kediaman paman Louis dan gereja Sancta Lux pun tidak akan nyerang kediaman paman Louis," ucap senior Nadine.
Beberapa prajurit itu pun lalu terdiam setelah ndengar perkataan senior Nadine. Tidak ada dari reka yang berusaha mbantah atau nanggapi perkataan senior Nadine. Lalu, disaat reka terus terdiam, senior Nadine lanjutkan perkataannya.
"Apa kalian tahu kenapa paman Louis dan bibi Arlet ngizinkan Rid untuk tinggal di kediaman reka? Apa hanya karena Rid rupakan pacar Irene makanya dia diizinkan untuk tinggal?," tanya senior Nadine.
Beberapa prajurit itu terus terdiam tanpa njawab pertanyaan senior Nadine.
"Apa kalian lupa kalau Rid telah beberapa kali mbantu keluarga San Lucia? Pertama, Rid telah berperan penting dalam terbongkarnya rencana pembunuhan terhadap seluruh keluarga San Lucia dan juga Yang Mulia Ratu. Rencana pembunuhan itu disusun oleh tuan Duke Jas, tuan Duke Darwin, Yang Mulia Raja Albert dan juga tuan Duke Remy yang perannya diketahui akhir-akhir ini. Jika Rid tidak berperan penting dalam terbongkarnya rencana pembunuhan itu, mungkin seluruh keluarga San Lucia saat ini telah dibunuh oleh reka,"
"Lalu kedua, apa kalian lupa siapa yang telah mbangunkan bibi Arlet dari tidur panjangnya? Rid lah yang telah mbangunkan beliau dengan sihirnya. Jika Rid tidak mbangunkan beliau, beliau saat ini mungkin masih tertidur,"
"Lalu yang terakhir, apa kalian lupa siapa yang telah ngalahkan tuan Duke Remy yang rupakan dalang utama yang rencanakan pembunuhan terhadap seluruh keluarga San Lucia dan Yang Mulia Ratu. Tuan Duke Remy dikalahkan baru beberapa hari yang lalu, tidak mungkin kan kalian lupa? Rid lah yang ngalahkan tuan Duke Remy. Dengan kalahnya tuan Duke Remy, keluarga San Lucia sekarang telah aman karena dalang utama yang rencanakan pembunuhan terhadap keluarga San Lucia telah dikalahkan. Selain itu, aku dengar Rid juga telah nyembuhkan paman Louis dan bibi Arlet yang terluka akibat serangan tuan Duke Remy di akademi,"
"Jadi intinya, Rid telah banyak mbantu keluarga San Lucia. Hal ini lah yang nyebabkan Rid diizinkan untuk tinggal di kediaman paman Louis dan juga bibi Arlet," ucap senior Nadine.
Beberapa prajurit itu pun terus terdiam setelah ndengar perkataan Nadine.
"Jadi skipun gereja Sancta Lux terus nyerang kediaman paman Louis dan bibi Arlet, apa kalian pikir reka berdua akan ngusir Rid setelah Rid banyak mbantu keluarga reka? Tentu tidak, justru jika paman Louis dan bibi Arlet telah ndengar kalau kediaman reka telah diserang oleh gereja Sancta Lux yang ngincar Rid, reka pasti akan mbantu Rid. reka berdua bukanlah orang yang akan nelantarkan orang yang telah mbantu reka dan keluarga reka,"
"Aku juga akan mbantu Rid karena aku juga rupakan bagian dari keluarga San Lucia, keluarga yang telah beberapa kali dibantu oleh Rid. skipun aku harus lawan gereja Sancta Lux terus nerus, aku tidak peduli. Aku akan tetap mbantu orang yang telah mbantu keluargaku,"
"Jadi jika kalian nyalahkan Rid karena Rid lah penyebab kediaman paman Louis dan bibi Arlet diserang oleh gereja Sancta Lux, maka lebih baik kalian keluar saja dari posisi kalian sebagai prajurit Duke San Lucia. Dengan kalian keluar dari posisi kalian itu, bukankah kalian akan jadi lebih aman karena kalian tidak akan bertarung lagi dengan orang-orang gereja Sancta Lux?," tanya senior Nadine.
Leandra, Lily dan beberapa prajurit yang sebelumnya setuju dengan pendapat senior Nadine terlihat terkejut setelah ndengar perkataan senior Nadine. reka terkejut karena reka tidak nyangka kalau senior Nadine akan mberikan usulan seperti itu. Beberapa prajurit yang nyalahkanku juga terlihat terkejut. Wajah reka terlihat cemas setelah ndengar perkataan senior Nadine.
-
Sentara itu, disaat yang sama, di sebuah lorong yang ada di White Palace, tempat Charles, Chloe dan Caroline berada sebelumnya.
Lorong itu saat ini terlihat sunyi, tidak ada suara percakapan ataupun obrolan yang terdengar di lorong itu. Itu karena saat ini semua orang yang ada di lorong itu telah tumbang dan tergeletak di lantai lorong itu. Terlihat Charles, Chloe dan Caroline yang sebelumnya masih berbincang di lorong itu, kini telah tumbang dan tubuh reka pun tergeletak di lantai dengan jarak yang saling berdekatan. Tidak hanya itu saja, komandan Mina yang rupakan komandan prajurit Duke San Lucia yang ikut ngantar Duke Louis dan Duchess Arlet ke White Palace juga terlihat sudah tumbang dan tergeletak di lantai lorong itu. Semua orang yang ada di lorong itu baik para bangsawan, prajurit ataupun pelayan yang bekerja di White Palace telah tumbang dan tergeletak di lorong itu.
Lalu, di tengah sunyinya lorong itu akibat tumbangnya orang-orang yang ada disana, tiba-tiba terdengar beberapa langkah kaki yang sedang berjalan di lorong itu. Beberapa langkah kaki itu terdengar sedang berjalan untuk nuju ke bagian dalam White Palace dengan lewati lorong itu.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)