Font Size
15px

Beberapa saat kemudian, ketika nona Laviena sedang lihat ke arah jasad 5 orang laki-laki yang ngambang di laut, tiba-tiba ada seorang wanita yang nghampiri nona Laviena. Wanita yang nghampiri nona Laviena itu saat ini sedang ngenakan jubah yang nutupi hampir seluruh tubuhnya kecuali wajahnya.

"Ya ampun, nona. Seharusnya anda tetap nutupi kepala anda dengan tudung kepala yang ada pada jubah anda. Anda juga harusnya nggunakan sarung tangan untuk nutupi kedua tangan anda. Sekarang lihatlah, karena anda tidak lakukan hal itu, anda jadi narik perhatian orang-orang yang ada di pelabuhan itu. Selain itu.....," ucap wanita itu.

Wanita itu kemudian lihat ke arah yang sama dengan yang nona Laviena lihat yaitu ke arah jasad 5 orang laki-laki yang sedang ngambang di laut.

"....Kenapa nona sampai mbunuh reka ? mangnya apa yang reka perbuat sampai nona mutuskan untuk mbunuh reka ?," tanya wanita itu.

"reka tadi berniat untuk mbawaku secara paksa, maka dari itu aku mbuat reka nceburkan diri reka sendiri ke laut hingga tewas," ucap nona Laviena.

"Yah, jika reka lakukan itu kepada anda, maka reka mang pantas untuk mati. Tetapi apa yang anda lakukan itu mbuat anda semakin narik perhatian. Bukankah kita mutuskan untuk datang ke kerajaan ini dengan nyamar tanpa mperlihatkan identitas kita sebagai Holy Knights agar tidak narik perhatian ? Tetapi nona sendiri malah narik perhatian dengan mperlihatkan identitas nona yang rupakan ras Siren dan juga mbunuh beberapa orang itu," ucap wanita itu.

"mang benar kalau aku sudah narik perhatian, tetapi aku hanya narik perhatian dengan ngungkapkan identitasku sebagai ras Siren. Aku tidak ngungkapkan identitasku sebagai salah satu komandan Holy Knights, jadi skipun reka tahu kalau aku adalah Siren, reka tidak tahu kalau aku rupakan komandan Holy Knights. Selain itu, aku tidak narik perhatian dengan mbunuh reka. mang aku sendiri yang mbuat reka nceburkan diri ke laut tetapi dari sudut pandang orang-orang yang ada di pelabuhan ini, reka lihat kalau para laki-laki itu lah yang nceburkan diri reka sendiri ke laut. Jadi dari sudut pandang reka, bukan aku lah yang telah mbunuh para laki-laki itu," ucap nona Laviena.

Setelah nona Laviena ngatakan itu, wanita itu pun terdiam. Namun tidak lama kemudian, wanita itu mulai berbicara kembali.

"Yah, anda ada benarnya juga, nona," ucap wanita itu.

"Kita hentikan saja pembahasan tentang aku yang telah narik perhatian ini dan beralih ke pembahasan lain. Jadi, bagaimana, Remia ? Apa kamu sudah nyelidiki sesuatu yang aku minta sebelumnya ?," tanya nona Laviena.

Wanita yang saat ini sedang bersama nona Leviana bernama Remia. Wanita itu adalah wanita yang sebelumnya mberitahu nona Laviena kalau reka sudah hampir sampai di kerajaan San Fulgen ketika reka masih berada di kapal.

"Saya sudah nyelidikinya, nona. Saya sudah bertanya dengan beberapa orang yang ada di pelabuhan ini tentang kejadian yang terjadi di kerajaan ini," ucap Remia.

"Bagus. Beritahukan kepadaku informasi yang baru saja kamu dapatkan dari orang-orang yang ada di pelabuhan ini," ucap nona Laviena.

"Baik, nona. Tetapi sebelum itu, saya ingin mbuka tudung kepala dan sarung tangan yang saya kenakan terlebih dahulu," ucap Remia.

Setelah itu, Remia pun mbuka tudung kepala dan sarung tangan yang dia kenakan. Setelah Remia mbuka tudung kepala dan sarung tangan yang dia kenakan itu, terlihat kalau Remia juga miliki telinga yang berbentuk seperti sirip ikan dan tangan yang miliki selaput jari sama seperti nona Laviena. Itu berarti Remia juga rupakan ras Siren sama seperti nona Laviena.

"Oh, pada akhirnya kamu juga mperlihatkan identitasmu sebagai ras Siren. Kamu sebelumnya mpermasalahkan aku yang narik perhatian karena mperlihatkan identitasku sebagai ras Siren, tetapi sekarang kamu sendiri malah mperlihatkan identitasmu sebagai ras Siren. Setelah ini, kamu pasti juga akan narik perhatian dari orang-orang di pelabuhan ini," ucap nona Laviena.

"Saya mutuskan untuk mperlihatkan identitas saya karena anda sendiri sudah mperlihatkan identitas anda, nona. Jika anda tidak mperlihatkan identitas anda sebagai ras Siren, saya juga tidak akan mperlihatkannya,"

"Tetapi saya bersyukur karena anda telah mbuka penyamaran anda dan mperlihatkan identitas anda sebagai ras Siren. Dengan begitu saya pun juga bisa mperlihatkan identitas saya karena jujur saja, saya rasa tidak nyaman apabila harus terus ngenakan tudung kepala dan sarung tangan," ucap Remia.

"Kamu sendiri juga rasa tidak nyaman ya ? Aku pun juga sama. Karena itu aku mutuskan untuk mbuka tudung kepala dan sarung tangan yang aku kenakan. Aku tidak peduli apabila identitasku sebagai ras Siren jadi terungkap, yang terpenting identitasku sebagai komandan Holy Knight belum terungkap,"

"Kita sudahi dulu obrolan kita tentang ini, sekarang kita kembali ke obrolan kita sebelumnya. Remia, beritahukan kepadaku tentang informasi yang baru saja kamu terima dari orang-orang di pelabuhan ini," ucap nona Laviena.

"Baik, nona," ucap Remia.

Setelah itu, Remia pun mberitahukan tentang informasi yang dia dapat ke nona Laviena.

Lalu beberapa saat kemudian.

"Hmmm begitu ya. Jadi apa yang dikatakan oleh nona Maiden itu benar kalau beliau ndengar kabar adanya penyerangan yang dilakukan oleh iblis, atau lebih tepatnya orang-orang yang telah berubah njadi iblis di kerajaan ini," ucap Remia.

"nurut informasi, orang-orang yang telah berubah njadi iblis itu nyerang hingga ke seluruh wilayah kerajaan ini, termasuk dengan pelabuhan ini. Bisa dilihat dari adanya beberapa bangunan atau fasilitas di pelabuhan ini yang ngalami kerusakan," ucap Remia.

"Iya, aku juga lihat sendiri kalau ada beberapa bangunan atau fasilitas di bangunan ini yang ngalami kerusakan," ucap nona Laviena.

"Sebelumnya, para pekerja di pelabuhan ini berniat untuk nutup pelabuhan ini apabila dampak penyerangan yang dilakukan oleh orang-orang yang telah berubah njadi iblis terhadap pelabuhan ini sangatlah parah. Tetapi berkat bantuan para prajurit kerajaan ini yang ditugaskan di pelabuhan ini dan wilayah sekitarnya untuk lawan orang-orang yang telah berubah njadi iblis itu, orang-orang yang telah berubah njadi iblis itu pun dapat dengan mudah dikalahkan sebelum reka mbuat pelabuhan ini ngalami kerusakan yang parah. Karena pelabuhan ini tidak ngalami kerusakan yang parah, pelabuhan ini pun tetap dapat beroperasi seperti semula. Kita pun juga jadi bisa berlabuh di pelabuhan ini dengan lancar karena pelabuhan ini masih beroperasi seperti sebelumnya," ucap Remia.

"Hmmm begitu ya. Terima kasih atas informasinya, Remia. Informasimu ini sangat mbantu," ucap nona Laviena.

"Sama-sama, nona. Tetapi saya minta maaf apabila saya tidak mpunyai informasi tentang kenapa orang-orang yang lakukan penyerangan itu bisa berubah njadi iblis. Saya mang ndapatkan informasi kalau orang-orang itu telah dirubah oleh salah satu Duke yang mimpin di kerajaan ini. Tetapi belum ada informasi tentang bagaimana cara Duke itu bisa rubah reka njadi iblis," ucap Remia.

"Informasi seperti itu tentu saja tidak akan diketahui oleh orang-orang biasa seperti orang-orang yang ada di pelabuhan ini. Untuk ngetahui informasi itu, kita harus pergi nemui pemimpin kerajaan ini dan nanyakan tentang informasi itu kepadanya,"

"Kita bisa saja langsung pergi untuk nemui pemimpin kerajaan ini setelah kita berlabuh di pelabuhan ini. Tetapi apabila kita langsung pergi nemui pemimpin kerajaan ini untuk ndapatkan informasi tentang penyerangan yang libatkan iblis yang terjadi di kerajaan ini, ada kemungkinan kalau pemimpin kerajaan ini akan mberitahu informasi yang tidak sesuai kepada kita. Jadi lebih baik kita ncari tahu informasi tentang penyerangan di kerajaan ini dari orang-orang biasa terlebih dahulu, baru setelah itu kita pergi untuk nemui pemimpin kerajaan ini. Dengan begitu, kita bisa mbandingkan informasi yang kita dapatkan dari orang-orang biasa dengan informasi yang kita dapatkan dari pemimpin kerajaan ini. Dari perbandingan informasi tersebut, kita bisa ngetahui apakah ada informasi yang berbeda dan tidak sesuai atau tidak," ucap nona Laviena.

"Anda ada benarnya, nona," ucap Remia.

"Oleh karena itu, kamu tidak perlu minta maaf, Remia. skipun ada informasi yang tidak kamu dapatkan, informasi yang sudah kamu dapatkan ini sudah bagus," ucap nona Laviena.

"Baik, nona," ucap Remia.

Setelah itu, nona Laviena dan Remia pun terdiam. Nona Laviena terlihat sedang diam sambil mikirkan sesuatu. Lalu tidak lama kemudian, ketika nona Laviena sedang terdiam, Remia tiba-tiba mulai berbicara kembali.

"Ngomong-ngomong, nona. nurut anda, apakah ada campur tangan seseorang yang berasal dari ras Iblis terhadap penyerangan yang terjadi di kerajaan ini yang libatkan orang-orang yang telah berubah njadi iblis ?," tanya Remia.

"Tentu saja, tidak mungkin ras Iblis tidak terlibat dalam penyerangan ini. Karena orang-orang yang telah berubah njadi iblis itu pastinya bisa berubah njadi iblis karena minum darah dari ras Iblis. Tetapi aku tidak tahu apakah ras Iblis ini terlibat secara langsung atau tidak,"

"Jika ras Iblis datang ke kerajaan ini lalu mberikan darah miliknya ke salah satu Duke yang mimpin kerajaan ini dan mbuat Duke tersebut bisa rubah orang-orang njadi iblis dengan nggunakan darah dari iblis itu, maka ras Iblis terlibat dalam penyerangan ini secara langsung. Tetapi jika Duke yang rubah orang-orang njadi iblis itu nggunakan darah dari iblis yang sudah tewas yang tidak sengaja dia temukan, maka ras Iblis terlibat dalam penyerangan ini secara tidak langsung,"

"Namun, nurut peta dunia ini, kerajaan ini berada jauh dari perbatasan dengan benua Selatan, baik itu perbatasan darat maupun perbatasan laut. Jadi seharusnya sulit untuk nemukan iblis khususnya iblis yang sudah mati di sekitar kerajaan ini karena para Iblis biasanya hanya terlihat di daerah perbatasan. Jadi kemungkinan mang ada iblis yang datang ke kerajaan ini dan terlibat langsung dalam penyerangan ini. Tetapi kita tidak boleh asal berasumsi, kita harus ncari bukti-bukti yang kuat. Untuk itu, kita nanti harus nemui pemimpin dari kerajaan ini dan nggali informasi darinya. Mungkin pemimpin dari kerajaan ini tahu informasi yang tidak diketahui oleh orang-orang di kerajaan ini," ucap nona Laviena.

"Baik, nona. Terima kasih atas penjelasannya," ucap Remia.

"Iya. Insiden penyerangan yang libatkan orang-orang yang telah berubah njadi iblis di kerajaan ini tentunya narik perhatian nona Maiden. Karena penyerangan di kerajaan ini, sama seperti penyerangan yang terjadi di kerajaan ataupun negara yang berada dekat dengan Holy Kingdom. Penyerangan di kerajaan atau negara itu juga sama-sama libatkan orang-orang yang telah berubah njadi iblis. Tetapi belum diketahui apakah penyerangan itu libatkan ras Iblis secara langsung atau tidak. Jika penyerangan itu libatkan ras Iblis secara langsung, aku tidak tahu apa alasan ras Iblis lakukan itu. Mungkin saja, ras Iblis berniat untuk mulai perang kembali dengan ras Malaikat," ucap nona Laviena.

"mulai perang kembali ? Maksud anda ras Iblis ingin mulai perang yang sama dengan perang yang terjadi lebih dari 100 tahun yang lalu ?," tanya Remia.

"Iya, tetapi itu hanya kemungkinan saja. Sudahlah, lebih baik kita tidak perlu mbahas tentang ini. Daripada itu, dimana Willa ? Bukankah tadi kalian berdua pergi ncari informasi bersama-sama ? Tetapi hanya kamu saja yang datang kemari ? Alexis pun juga tidak kembali-kembali," ucap nona Laviena.

"mang saya dan Willa pergi bersama-sama untuk ncari informasi, nona. Tetapi karena pelabuhan ini cukup besar, kami mutuskan untuk berpencar. Kalau tuan Alexis, saya tidak tahu beliau pergi kemana, nona," ucap Remia.

"Hmmmm begitu ya," ucap nona Laviena.

Setelah nona Laviena ngatakan itu, dari arah lain terlihat ada seseorang yang sedang berlari ke arah nona Laviena dan Remia. Nona Laviena dan Remia pun nyadari kalau ada seseorang yang sedang berlari ke arah reka. reka pun langsung noleh ke arah orang itu.

"Itu Willa, nona," ucap Remia.

Seseorang yang sedang berlari ke arah nona Laviena dan Remia ternyata bernama Willa. Orang itu saat ini ngenakan jubah panjang dan tudung kepala yang mbuat identitasnya tidak diketahui. Tetapi dilihat dari wajahnya, orang itu adalah seorang perempuan. Tidak lama kemudian, Willa yang sebelumnya sedang berlari, kini sudah berada di hadapan nona Laviena.

"Nona, saya mbawakan informasi tentang insiden penyerangan yang terjadi di kerajaan ini. Ini dia informasinya," ucap Willa sambil mberikan sesuatu ke nona Laviena.

Nona Laviena lalu nerima sesuatu itu dari Willa dan mulai nemperhatikannya.

"Ini kan...," ucap nona Laviena.

"Itu surat kabar yang terbit di kerajaan ini, nona. Surat kabar itu muat banyak informasi tentang insiden penyerangan yang terjadi di kerajaan ini," ucap Willa.

"Surat kabar ya," ucap nona Laviena.

Nona Laviena lalu mulai mbaca surat kabar itu.

"Hebat sekali kamu, Willa. Kamu bahkan bisa ndapatkan surat kabar yang ada di kerajaan ini," ucap Remia.

"Hehehe, awalnya aku hanya bertanya kepada salah satu orang yang ada di pelabuhan ini. Tetapi entah kenapa, orang itu langsung mberikan surat kabar itu setelah aku nanyakan banyak pertanyaan ke orang itu. Mungkin orang itu kesal karena aku terlalu banyak bertanya ke dia," ucap Willa.

"Tetap saja kamu itu hebat, Willa," ucap Remia.

Sentara itu, nona Laviena terlihat masih fokus mbaca surat kabar yang sedang dia pegang. Dia saat ini sedang mbaca halaman utama pada surat kabar itu dimana halaman itu muat banyak berita tentang Rid.

"Rid Archie...,nama yang bagus sekali. Bahkan pada namanya itu terdapat nama dari salah satu Malaikat. ’Archie’ pada namanya itu, sudah jelas terinspirasi dari nama salah satu Malaikat,.....yaitu malaikat Archiela," ucap nona Laviena.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Marvel-ous Ninjutsu cover
Similar genre

Marvel-ous Ninjutsu

Pewpewcachoo ·Action

IdonotownanythingfromMarvelorNaruto.Ijustenjoybothuniverses. Socontentwarningfirst,thisisafanficofhotsteaminggarbage.Ihopeyouenjoyit.Iwillmostlikel...

On the Path to the Great Dao cover
Trending now

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.